Kewirausahaan Akuntansi @Utama: Hubungan Kepemimpinan, Kasih Sayang Orang Tua dan Mahasiswa Sukses Wirausaha @Kurisol

Kuliah Kewirausahaan yang saya ampu hari ini dari jam 07.00-16.00 di Akuntansi Universitas Widyatama dipenuhi emosi yang bergejolak. Satu saat mahasiswa tertawa terbahak-bahak, dilain waktu mereka diam membisu bahkan menangis ketika mengikuti kuliah ini. Berikut adalah cuplikannya:

Kepemimpinan


 

 

Kasih Sayang Orang Tua

Kadang tidak mudah bagi mahasiswa untuk menghargai kasih sayang orang tua, padahal mereka menebar cinta  dalam setiap desahan nafas, gerak bibir dan ayunan langkah. Tak ada yang mereka pikirkan begitu penting selain keluarga, ini mungkin nasehat lama yang sudah terlalu sering kita dengar, namun tak pernah usang karena orang tua selalu sangat penting. Mengenang orang tua sebenarnya mengenang keberadaan diri kita sendiri. Kita terlahir dari buah kasih sayang, tumbuh dalam naungan kasih sayang, memang tak ada yang terlambat untuk menyadari betapa besar cinta mereka.

Anak durhaka adalah seorang anak yang tidak pernah dapat membuat kedua orang tuanya tersenyum bangga. Ketika ia berada disisi orang tuanya kadang kala anak mereka durhaka. Mereka tidak pernah tahu apa keinginan orang tuanya. Dengan mengasihi mereka, mungkin itu cukup untuk membuatnya bangga meskipun tak tersenyum. Terakhir jadilah anak yang membuat Orang Tua tersenyum bangga karena kehadiran kita disisnya. Sebagai contoh kasus, saya ceritakan betapa kasih sayang Dahlan Iskan dan Chairul Tanjung pada orang tua mereka, teruta ibu, membuat mereka sukses seperti sekarang ini. Cinta orang tua mereka yang membuat mereka seperti sekarang ini…………

Kuliah kali ini diselingi dengan pemutaran clip video kasih sayang orang tua yang membuat anak mereka “terbang tinggi dengan sayap mereka sendiri”. Para mahasiswa (terutama mahasiswi) matanya berkaca-kaca bahkan sebagian menangis ingat orang tua mereka……Saya minta pada mereka setelah pulang kuliah segera memeluk dan mencium tangan orang tua merka sebagai ungkapan kasih sayang………

Setelah itu saya putar beberapa clip video menggugah namun lucu diantaranya “Forrest Gump”. Film ini menceritakan seorang “idiot” (diperankan oleh aktor pemenang Oscar Tom Hank) yang karena kegigihannya dan kasih sayang ibunya bisa menjadi pengusaha sukses. Para mahasiswa tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Forrest Gump yang lugu namun cerdas. Saya ceritakan juga hikmah dari film ini, diantaranya bahwa bila seseorang itu “Leukeun Pasti Pakeun” (sesorang yang teguh dalam tujuannya pasti berhasil)….
 

Mahasiswa Sukses Berwirausaha

Sebagai bagian akhir kuliah, saya mempersilakan  kelompok-5 KELAS-G untuk mempresentasikan tugas wawancara wirausaha. Kelompok ini terdari dari:

  1. 0111U140 Elsa Oktaviana @tomomielso
  2. 0111U142 Asti Sundari @astisundari
  3. 0111U117 Tiara Cahya S @tiaracs
  4. 0111U206 Destiyani @destyezy
  5. 0111U229 Dewi Ambarwati @deewipandaa

Mereka  berhasil membuat reportase video Rizki Pratama seorang mahasiswa angkatan 2010 yang berhasil menjadi pengusaha kuliner dengan merek “Kurisol” sebuah Brands Kuliner yang sedang Berekspansi Di Kota Bandung Indonesia. Walau masih mahasiswa, dia berhasil menjadi pengusaha setelah terinpirasi dari mengerjakan tugas kuliah wirausaha di kampusnya. Para mahasiswa terinspirasi oleh “kawan sebaya” mereka yang berhasil mewujudkan keinginannya karena “Junun” (serius dan fokus) dalam usaha tanpa mengganggu kuliahnya.

 

@PendidikPembebas 11 Aturan Hidup Bill Gates Yang Disampaikan Kepada (Maha) Siswa

 

Suatu saat Bill Gates ini memberikan ceramah di Sekolah perihal 11 hal yang tidak akan mereka pelajari di sekolah. Dia berbicara tentang bagaimana “perasaan” serta ajaran yang menciptakan generasi muda tanpa konsep yang jelas dan bagaimana konsep ini “mengatur” kegagalan dalam dunia nyata.

 

Dia berkata dengan tegas:

 

Aturan 1:
Hidup ini tidak adil – hadapilah itu!

 

Aturan 2:

 

Dunia tidak akan peduli tentang harga diri Anda. Dunia akan mengharapkan Anda untuk menyelesaikan sesuatu SEBELUM anda merasa berhasil tentang diri Anda sendiri.

 

Aturan 3:

 

Anda TIDAK akan menghasilkan $ 60.000 (Oktober 2012: ~Rp. 550 Juta) setahun keluar dari Sekolah. Anda tidak akan menjadi wakil direktur dengan telepon mobil sampai Anda berhak untuk itu.

 

Aturan 4:
Jika Anda merasa guru Anda sangat sulit, tunggu sampai Anda mendapatkan bos.

 

Aturan 5:
Pekerjaan membalikkan burger tidak menurunkan martabat Anda. Kakek dan nenek Anda memiliki kata yang berbeda untuk pekerjaan itu – mereka menyebutnya kesempatan.

 

Aturan 6:
Jika Anda kacau, itu bukan kesalahan orangtua, jadi jangan mengeluh karenanya, belajarlah dari mereka.

 

Aturan 7:
Sebelum kamu lahir, orang tua Anda tidak membosankan seperti sekarang. Mereka seperti itu karena bekerja agar dapat membayar biaya hidup, membersihkan pakaian dan kamar Anda serta sering mendengarkan  tentang bagaimana kerennya Anda. Jadi, sebelum berpikir untuk melenyapkan parasit dari orangtua Anda, cobalah tengok lemari di kamar Anda sendiri.

 

Aturan 8:

 

Sekolah mungkin tidak menghasilkan para pemenang dan pecundang, tapi hidup ini TIDAK. Di beberapa sekolah sedikit sekali anda mendapat nilai-nilai kegagalan dan mereka akan memberikan BANYAK KALI kesempatan yang Anda inginkan untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Ini sangat berbeda dengan APAPUN dalam kehidupan nyata.

 

Aturan 9:
Hidup tidak dibagi dalam semester. Anda tidak mendapatkan libur musim panas (pengcualian) dan sangat sedikit majikan tertarik dalam membantu Anda MENCARI DIRI SENDIRI. Lakukan itu oleh Anda secara mandiri.

 

Aturan 10:
Televisi dan Film adalah BUKAN kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata orang-orang harus meninggalkan warung kopi, kafe atau mall dan pergi ke pekerjaan mereka.

 

Aturan 11:
Bersikap baiklah pada orang yang gila kerja. Kemungkinan Anda akan berakhir bekerja untuk satu orang dari mereka.

 

#ManajemenPembebas Rekrutmen: Biar Lambat Asal Selamat atau Biar Cepat Asal Manfaat

 

Sering kita berpikir seorang staf berkinerja rendah dapat diselamatkan, kemudian membantu mereka membalikkan keadaan bisa kaya bermanfaat.
 
Tetapi jika Anda akhirnya harus melakukan PHK kepada staf, Anda berutang kepada tim untuk kembali dan melihat apakah mempekerjakan orang yang benar-benar bekerja.
 
Setelah semuanya berlalu, orang berpikir bahwa anggota staf “yang tak berguna” adalah direkrut hanya beberapa bulan yang lalu!
 
Dalam memikirkan proses perekrutan Anda, simak dulu siapa yang terlibat. Banyak pengusaha yang salah dalam proses perekrutan, karena mereka menghabiskan sebagian besar waktu berbicara tentang perusahaan mereka sendiri dan tidak cukup mendengarkan kandidat.

 

Pikirkan tentang apa pertanyaan yang akan Anda ajukan. Apa yang tidak Anda ketahui pada wawancara yang terbukti menjadi penting pada waktunya? Pertanyaan apa yang harus Anda ganti?

 
Pikirkan setelah wawancara Anda proses sebagai berikut: Apakah Anda memeriksa referensi dari kandidat? Apakah Anda memeriksa karakter kandidat di media sosial seperti facebook atau Twitter?
 
Apakah Anda membutuhkan tingkat selanjutnya dari pengujian? Apakah Anda menjalankan uji coba kandidat (OJT/magang) dengan staf?
 
Pertimbangkan segalanya……….”Rekrutlah seseorang dengan hati-hati, namun jangan melakukan PHK sama sekali”………..

 

Kuliah Kewirausahaan: Antara Sarapan Bubur Pardoel dan Orientasi Pada Tindakan Wirausaha

Hari ini sesuai janji pada Mahasiswa, saya mulai kuliah dengan sarapan bubur. Sangat menarik, ketika para mahasiswa seperti “antri sembako” saat mengambil bubur yang disediakan. Banyak dari mereka meminta tmbah karena buburnya memang enak dan “Maknyos”. Sungguh kuliah yang tidak terlupakan olseh dosen mahasiswa Kewirausahaan Prodi Akun6tasi Universitas Widyatama.

Bubur disajikan oleh Tendy Septiadi (0112A008) lengkap dengan kompor gasnya agar tersaji dengan hanta. Sebetulnya, awalnya ia tidak tertarik di bidang ini, namun karena ada satu bakat yang terpendam dalam dirinya yaitu “Bakat Ku Butuh” maka jadilah dia wirausahawan.

Tendy adalah pemilik “Bubur Ayam Pardoel”,  beralamatkan di jl.Pasir Luyu Barat no 34 yang saat ini sudah dijadikan menu pilihan sarapan pagi, bagi warga Pasir Luyu Barat khususnya, dan warga lainnya yang mau berangkat ataupun pulang kerja, karena saat ini Bubur Ayam Pardoel sudah mulai buka dari pagi pukul 06.00- 10.00 Pagi dan sorenya buka pukul 16.00- 22.00 wib

Singkat kata Tendy sudah jadi “Pengusaha Bubur” yang sukses dan baru saja merenovasi tempat usahanya dengan modal sendiri. Saat ini dia bisa berdikari dan menghidupi dirinya dan bebera pegawai yang tidak mampu di tempat usahanya. Bahkan dia mampu menyekolahkan kembali anak buahnya yang putus sekolah sehingga bolehlah dia dipanggil sebagai “Social Entrepreneur”.

Setelah itu dsampaikan kuliah KEWIRAUSAHAAN Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan sbb:

Tujuan Pengajaran 

  1. Mempelajari salah satu karakter yang perlu dikembangkan sebagai calon wirausahawan yaitu senantiasa berorientasi pada tindakan
  2. Memahami tindakan dan sikap yang perlu dimiliki untuk dapat menjadi pribadi yang  berorientasi pada tindakan

Ciri-ciri Pengusaha ==> Mampu Mengambil keputusan dan Bertindak Cepat

Orientasi PDCA (Plan, Do, Check and Action) => Menghindari:

  • NATO (No Action Talk Only) => hasil : gosip, konflik
  • NADO (No Action Dream Only) => hasil : visi, karya seni
  • NACO (No Action Concept Only) => hasil : teori, falsafah

 8th Habits of Highly Effective People (Stephen Covey):

  1. Proaktif
  2. Bermula dari Ujung Pemikiran (Begin with the end of mind)
  3. Dahulukan Hal yang Utama
  4. Berfikir Menang – Menang  (win – win )
  5. Memahami Untuk Dipahami
  6. Sinergi
  7. Menajamkan Ketahanan, Fleksibilitas dan Kekuatan
  8. Menemukan Keunikan dan Membantu Orang Lain Menemukannya

 

Kewirausahaan Mahasiswa: Mewujudkan Impian Selagi Muda

Saat ini saya mengampu Mata Kuliah Kewirausahaan di Universitas Widyatama. Salah satu tugas yang diminta pada mahasiswa adalah agar mereka menuliskan karangan, impian atau kenangan mereka terhadap kewirausahaan. Berikut adalah beberapa hasil karya mereka:

1. ROBBY NOER ILLAHI:

Pertama impian saya sebagai seorang mahasiswa yaitu ingin sekali menjadi seseorang yang berguna bagi masyarakat, dan dapat bekerja di dalam instansi instansi pemerintahan.

Saat ini saya sebagai seorang mahasiswa berfikir bahwa bagaimana caranya agar bisa mendapatkan sebuah penghasilan dari modal sekecil-kecilnya, tetapi bisa menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya..??

Insyaallah jika saya diberi kesempatan untuk memiliki keuangan dan Rezeki yang lebih, saya akan membuat sebuah WIRAUSAHA dalam bidang INDUSTRI MAKANAN..

Dimana yaitu sebuah usaha yang dapat membantu dalam keuangan saya, dan juga dapat bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan semacam makanan gituh..

Lalu saya berfikir bagaimana caranya membuat sebuah wirausaha dalam bidang Industri Makanan, dan akhirnya saya mendapatkan sebuah ide yaitu membuat sebuah makanan semacam MIE AYAM BASO ALA SIXTEENDAY’S.. dimana nama sixteenday’s itu adalah nama sebuah grup band yang saya miliki. J 

Pertama, setelah saya menentukan sebuah nama untuk wirausaha di bidang industri makanan, lalu selanjutnya saya harus bisa menentukan kembali bagaimana proses untuk kedepannya,.

Saya bersama teman satu grup band yang bernama Sixteenday’s, berencana untuk menyiapkan sebuah tempat yang strategis untuk wirausaha yang akan saya jalani, dan akhirnya sebuah tempat yang strategis telah tersedia, lalu saya harus menyiapkan semua bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat sebuah makanan semacam mie ayam baso. saya sendiri bingung dan bahkan tidak tahu sama sekali apa saja bahan-bahan yang harus diperlukan dan dibutuhkan dalam proses pembuatan makanan tersebut..

Lalu saya berfikir keras tentang hal ini, yaitu apa yang harus saya lakukan?? Saya berfikir bagaimana apabila saya bekerjasama dengan tukang mie ayam yang selalu berkeliaran di pinggir jalan..??? dan akhirnya saya pun menjalani ide terbaik yang saya punya, yaitu BEKERJASAMA DENGAN TUKANG MIE AYAM YANG BIASA BERKELIARAN DI PINGGIR JALAN..

Dan akhirnya semua masalah telah terpecahkan. lalu setelah tempat yang strategis, dan bekerjasama dengan tukang mie ayam jalanan, saya berniat untuk merenovasi tempat berjualan saya, yang sesuai dengan keinginan anak muda jaman sekarang J. Yaitu, saya membuat keadaan dan suasana tempat dengan senyaman mungkin dan memfasilitasi tempat tersebut dengan adanya beberapa musik yang berkeliaran di udara, bahkan memasang semacam wifii agar para pelanggan yang mayoritas para anak-anak muda jaman sekarang dapat senantiasa merasa senyaman mungkin makan di tempat berjualan yang saya buat.

Saya bersama teman-teman saya akan selalu mengembangkan bisnis wirausaha industri makanan ini, bahkan jika penjualan di bidang makanan ini berjalan sesuai dengan harapan, yaitu menghasilkan untung yang sangat besar. Insyaallah saya ingin membuka cabang di berbagai daerah, untuk membuat mie ayam baso ala sixteenday’s menjadi tambah berkembang dan terus semakin berkembang.

Untuk membuat wirausaha ini menjadi semakin maju yaitu, pasti sangat membutuhkan sekali beberapa INVESTOR. Maka dari itu sangat penting sekali fungsi dari investor tersebut.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya lakukan, mohon maaph apabila ada kata-kata yang kurang tepat dan mungkin berlebihan dalam karangan yang buat ini.

Terimakasih banyak.. J 

Cerita fakta yang terjadi pada saudara saya:

Pada waktu itu dia adalah seorang menager di perusahaan ternama yaitu perusahaan ASTRA HONDA. Sudah sangat lama sekali dia bekerja disana sampai akhirnya dia melakukan pensiunan dini karena dengan alasan mungkin sudah terlalu cape bekerja di perusahaan tersebut. Setelah dia pensiunan dia mencoba untuk membuat suatu wirausaha yang dapat menguntungkan dia di kemudian hari, lalu dia membuat sebuah wirausaha yaitu MEMBUAT KOLAM APUNG DI TENGAH DANAU CIRATA. Dan wirausaha yang dia lakukan pun ternyata sangat menguntungkan bagi dia. Bahkan pekerjaanya pun tidak sama sekali membuat dia menjadi lelah.

Lalu, wirausaha yang dia buat pun sampai sekarang masih di jalaninya, bahkan sekarang dia sudah memperluas daerah kolam apungnya, di karenakan mendapatkan untung yang sangat besar dari hasil wirausaha tersebut.


2. MELATI PUSPITA KUSUMAH
 

Saya Melati Puspita, saya salah satu orang yang sangat berkeinginan besar di dalam berwirausaha. Karena saya pikir dengan berwirausaha memberikan jalan untuk saya agar dapat inovatif dan tidak pasif,,mungkin bagi sebagian orang setelah mereka lulus kuliah mereka lebih memilih berkerja di perusahaan milik orang lain,yang mungkin bagi mereka itu pekerjaan yang pasti dan sangat sedikit memungkinkan terjadinya kerugian.tapi bagi saya pada decade sekarang lebuh baik berwirausaha meskipun mungkin pada awalnya saya juga akan berkerja terlebih dahulu di perusahaan milik orang lain untuk mengumpulkan modal awal saya untuk dapat berwirausaha.

Pengalaman saya berwirausaha di mulai ketika saya kecil,,waktu saya SD saya berjualan kue kering buatan nenek saya kepada teman-teman saya,dan banyak yg berminat untuk membeli kue saya. Selain dari itu juga saya sempat menjual aksesoris yang saya buat sendiri dengan bahan manic-manik. Sejak SMP saya pun pernah berwirausaha dengan membuka perpustakaan di rumah saya dan saya melakukan ini bersama teman-teman sepermainan saya karena pada saat itu saya sudah berfikir untuk dapat mengefektifkan barang agar dapat menghasilkan sesuatu yang lebih,akhirnya kita putuskan untuk membuka perpustakaan dengan meminjamkan buku-buku yang kita miliki sambil menyewakan buku saya juga menjua kue hasil karya saya sendiri dan akamdulilah banyak peminatnya.

Ketika SMA saya mulai mencoba bergabung dengan oriflamme untuk melakukan bisnis MLM (multi level marketing ). Dan alhamdulilah saya bias mendapatkan keuntungan yang banyak dari bisnis ini.dan alhamdulilah saya menekuni bisnis ini sampai sekarang jadi sekitar sudah 3 tahun saya menekuni bisnis ini. Dan sekarang selain saya menekuni bisnis oriflamme saya juga menjual coklat hasil karya tante saya kepada teman-teman saya selain dari itu juga saya menjual produk kecantikan seperti lulur,masker,body bleaching,dll. Produk ini langsung saya ambil dari salon teman saya. Saya menjual produk ini dengan jasa dapat di antarkan ke rumah pemesan dan alhmdulilah dari usaha ini juga saya memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Itulah beberapa usaha yang pernah saya lakukan selama ini,adapun harapan saya dalam berwirausaha untuk selanjutnya saya sangat ingin membuka café minimalis yang mengedepankan kenyamanan tempat,harga yang terjangkau,kualitas makanan dan minuman yang baik,dan yang terakhir pelayanan yang memuaskan.
Untuk bias menjadi seorang wirausaha tentunya saya harus berorientasi pada tindakan saya. Yang pertama saya harus proaktif dengan saya berkuliah di widyatama saya sudah merasa proaktif karena saya berkeyakinan apabila saya mengikuti perkuliahan di widyatama ini dengan baik dan penuh keseriussan maka saya akan selangkah lagi menuju kesuksesan. Yang kedua bermula dari ujung pemikiran yaitu saya harus memulai segala aktivitas dengan meyakini bahwa saya akan lulus dari universitas widyatama ini februari 2013 dengan ipk minimal 3,5. 

Yang ketiga saya harus dahulukan yang utama,dimana saya harus menomorsatukan kuliah dari pada yang lain guna mencapi kesuksesan yang di harapkan. Yang keempat berpikir menang-menang yaitu ketika saya mulai merasa lelah dengan perkuliahan yang saya jalani, saya selau menanamkan dalam hati saya bahwa saya harus tetap semangat, raihlah kelulusan dengan cepat dan buatlah orang tua bangga dengan diri kita. Yang kelima memahami untuk dipahami yaitu bukan bagaimana orang lain memahami kita tapi bagaiman kita mampu memahami orang lain,misalnya saja saya tentunya sangat wajib memahami peraturan universitas saya,memahami dosen dan memahami tean-teman saya dengan itu mereka semua pun secara otomatis pasti akan memahami saya juga.

Yang keenam saya harus membuat sinergi terutama dengan orang-orang di sekitar saya karena merekalah yang akan selalu memberi support kepada saya untuk selalu menjadi yang terdepan. Yang ketujuh ketahanan fleksibelitas dan kekuatan yaitu dimana ketika saya mendapatkan kegagalan dalam hidup saya,saya harus tetap bangkit dan mencoba terus karena dengan begitu saya akan semakin dekat dengan kesuksesan. Yang terakhir menemukan keunikan diri dan membantu orang lain menemukannya, yaitu saya harus menggali kelebihan saya setelah itu kita harus membantu teman kita untuk menemukan kelebihannya dengan begitu dengan kelebihan diri kita dan kelebihan teman kita,kita dapat berkerjasama dengan kelebihan masing-masing untuk menghasiilkan sesuatu yang inovatif dan menciptakan suatu peluang bisnis bagi kita.
Sekian pengalaman dan keinginan saya di dalam berwirausaha semoga bermanfaat.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=zdwxeFWfTf4?rel=0&w=640&h=450]

 


Pendidikan Tinggi: Arah Mana Yang Kita Tuju?

Mengapa kita tidak mendapatkan hal yang terbaik dari pendidikan? Sir Ken Robinson berpendapat bahwa itu karena kita telah dididik untuk menjadi pekerja yang baik, bukan pemikir kreatif. Siswa dididik dengan pikiran dan badan yang gelisah  – jauh dari pembudidayaan energi kreatifitas dan rasa ingin tahu – hal ini telah lama diabaikan atau bahkan menjadi stigma, dengan konsekuensi yang mengerikan “Kita mendidik seseorang dengan mengabaikan kemampuan kreativitas mereka,” kata Robinson

Baru-baru ini Thiel Foundation, yang didirikan oleh Peter Thiel (pendiri PayPal), memberi beasiswa kepada 20 mahasiswa untuk drop out dari perguruan tinggi dan mengejar ide-ide kewirausahaan mereka. Hal ini mengejutkan sehingga memacu banyak perdebatan apakah pendidikan universitas benar-benar menyediakan banyak manfaat atau universitas sedang dalam perjalanan “yang tidak diinginkan”. Perdebatan Luar biasa  dimulai dengan pendapat bahwa mereka hanya menggunakan 5% dari apa yang dipelajari di perguruan tinggi, sedangkan wirausaha mempelajari segala sesuatu cukup dengan hanya melakukannya. Ditambah ada begitu banyak sumber daya online saat ini sehingga mereka bisa mengajar diri sendiri  yang  benar-benar perlu diketahui.
Saya selalu mengatakan bahwa: “Pendidikan adalah Benteng Terakhir Peradaban Manusia”. Mengapa? Betapa besar peranan pendidikan dalam hajat hidup manusia seperti yang ditekankan oleh Aristoteles: “Pendidikan adalah bekal paling baik dalam menghadapi hari tua”.

Pendidikan dalam kaitannya dengan mobilitas sosial harus mampu untuk mengubah arus utama (mainstream) peserta didik akan realitas sosialnya. Pendidikan merupakan anak tangga mobilitas yang penting. Pendidikan dapat menjadi penyandar bagi mobilitas. Seiring dengan perkembangan zaman kemudian kita lebih mempercayai kemampuan individu atau keterampilan yang bersifat praktis daripada harus menghormati kepemilikan ijasah yang kadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Inilah yang ahirnya memberikan peluang bagi tumbuhnya pendidikan  yang lebih bisa memberikan keterampilan praktis bagi kebutuhan dunia yang tentunya memiliki pengaruh bagi seseorang.

Sebagai penutup, nila-nilai inti dari pendidikan universitas masih sangat relevan. Yang perlu ditekankan adalah universitas masih perlu berubah. Ketersediaan pendidikan universitas tampaknya masih terbatas  dan hanya sebagian kecil dari penduduk memiliki akses. Hal yang lain, mengingat argumen-argumen yang  di atas, pendidikan universitas bisa menjadi jauh lebih bersifat sosial dan jauh lebih berdampak. Akhirnya, apa yang kita ajarkan dan cara kita mendidik memiliki kesempatan untuk berubah, khususnya di bidang inovasi dan kewirausahaan. Saya pikir kita dapat membuat lompatan kuantum dalam pembelajaran sehingga alumni mengatakan “Universitas yang mengubah hidup saya” daripada  “Universitas yang menyia-nyiakan hidupku.” Alasan mengapa kita perlu mengubah paradigma ini yang memiliki banyak hubungan dengan sejarah untuk membentuk landasan hidup akademis sebagai masa depan kita.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=dGCJ46vyR9o?rel=0&w=640&h=450]