Kewirausahaan: Penjualan PARASIT (Bersatunya Tekad dan Nekad)

Laporan Kegiatan Kewirausahaan Hasil Penjualan

PARASIT ( PISANG AROMA PANGSIT)

Kelompok 1

  

Dosen : Djadja Ahmad Sardjana S.T., M.M.

 

Disusun Oleh :

Gaby Permata           0110u196

Eka Andika .P.          0110u127

Ari Achmad               0105076

Meriani                       0110u324

Rickna Fitria .S.        0110u157

 

 

Fakultas Ekonomi

Universitas Widyatama

 

Pendahuluan

Latar belakang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang (Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

            Dalam pembelajaran menjadi seorang pewirausaha pemula kita sebagai mahasiswa mencoba memberikan ide dalam melakukan suatru usaha, usaha ini didasari dari tugas yang diberikan oleh dosen kewirausahaan untuk memenuhi salah satu tugas akhir semester 3.

Kelompok kita adalah terdiri dari 5 orang yang terdiri dari Ari, Eka, Rickna, Gaby, dan Meriani. Pada awalnya kita memulainya dengan cara berdiskusi dan menemukan ide yg terinspirasi dari pisang aroma yang awalnya bernama papangsit (pisang pangsit) namun karena nama tersebut kurang enak didengar namanya di ubah menjadi PARASIT (pisang aroma pangsit).

Usaha ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suatu profit dan juga mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha. Dalam melakukann suatu usaha kita melalui beberapa tahap aspek :

1. Sales

2. Marketing

3. Wawancara Konsumen

4. Sosialisasi produk

 

Pelaksanaan Kegiatan

Waktu dan Tempat

          Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di sekitar kampus dalam waktu yang sama selama 3 hari, yaitu:

          Hari/Tanggal  : Jumat,Sabtu, dan Senin (tanggal 9,10, dan12 Desember 2011)

         Waktu            : Pukul 13.00– 17.00 WIB

Segmen pasar dalam hal ini adalah semua kalangan masyarakat, dari mulai masyarakat tingkat atas, menengah, dan bawah. Harga parasit ini sangan terjangkau sehingga bisa dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. Target market yang dipilih diantaranya adalah mahasiswa, dosen, warga sekitar kampus widyatama dan seluruh masyarakat.

Produk

Makanan yang dibuat adalah makanan ringan dari pisang, yaitu pisang aroma yang berbentuk seperti pangsit. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan parasit ini adalah bahan-bahan yang mudah di dapat di pasaran dan terbilang murah, diantaranya adalah gula pasir, susu, messes, kulit lumpia, minyak goreng, dan bahan utamanya yaitu pisang.

Parasit ini terdiri dari 5 rasa, yaitu rasa manis original, rasa keju coklat, rasa colat, rasa keju, dan rasa susu. Semuanya memiliki sensasi tersendiri. Bentuknya berbeda dari pisang aroma lain, dengan bentuk seperti pangsit, parasit ini bisa menarik rasa penasaran pembeli untuk mencobanya. Dan rasa pada isinya yang bercampur dengan pisang akan membuat pembeli ketagihan.

 

Pencatatan Keuangan Penjualan Parasit

Selama 3 hari (Tgl. 9,10,12 Desember 2011)

 

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo

8 Des 2011

Modal awal 5 orang @12.000

Rp.   60.000

 

Rp.   60.000

 

Belanja hari ke 1:

 

 

 

 

·         Pisang 2kg

 

Rp.   8.000

Rp.   52.000

 

·         Lumpia 10 bungkus

@2.500

 

Rp. 10.000

Rp.   42.000

 

·         Susu kaleng

 

Rp.   7.000

Rp.   35.000

 

·         Gula

 

Rp.   4.000

Rp.   31.000

 

·         Minyak goreng

 

Rp. 15.200

Rp.   15.800

 

·         Meises

 

Rp.   5.000

Rp.   10.800

 

·         Plastik bening

3 bungkus @1.000

 

Rp.   3.000

Rp.     7.800

 

·         Tisu makan

 

Rp.   3.000

Rp.     4.800

9 Des 2011

Penghasilan hari ke 1:

45 buah

Rp.   71.000

 

Rp.   75.800

10 Des 2011

Belanja hari ke 2:

 

 

 

 

·         Pisang 2,5kg

 

Rp.   7.500

Rp.   68.300

 

·         Lumpia 10 bungkus @2.500

 

Rp. 10.000

Rp.   58.300

 

·         Keju batang

 

Rp. 15.000

Rp.   43.300

 

·         Meises

 

Rp.   3.500

Rp.   39.800

 

·         Tisu makan

 

Rp.   2.000

Rp.   37.800

 

·         Kantung kresek

 

Rp.   2.000

Rp.   35.800

 

·         Minyak goreng

 

Rp. 12.600

Rp.   23.200

10 Des 2011

Penghasilan hari ke 2:

60 buah

Rp. 120.400

 

Rp. 143.600

12 Des 2011

Belanja hari ke 3:

 

 

 

 

·         Lumpia 3 bungkus

@2.500

 

Rp.   7.500

Rp. 136.100

 

·         Susu 2 bungkus

@2.500

 

Rp.   5.000

Rp. 131.100

12 Des 2011

Penghasilan hari ke 3:

77 buah

Rp. 150.500

 

Rp. 281.600

 

Rincian Biaya Belanja Perhari:

 

*      Belanja hari ke 1:

·         Pisang 2kg                                                 Rp.   8.000

·         Lumpia 10 bungkus @2.500                     Rp. 10.000

·         Susu kaleng                                               Rp.   7.000

·         Gula                                                          Rp.   4.000

·         Minyak goreng                                          Rp. 15.200

·         Meises                                                       Rp.   5.000

·         Plastik bening 3 bungkus @1.000            Rp.   3.000

·         Tisu makan                                                Rp.   3.000

Total                                                         Rp. 55.200

 

*      Belanja hari ke 2:

·         Pisang 2,5kg                                              Rp.   7.500

·         Lumpia 10 bungkus @2.500                     Rp. 10.000

·         Keju batang                                               Rp. 15.000

·         Meises                                                       Rp.   3.500

·         Tisu makan                                                Rp.   2.000

·         Kantung kresek                                         Rp.   2.000

·         Minyak goreng                                          Rp. 12.600

Total                                                         Rp. 52.600

 

*      Belanja hari ke 3:

·         Lumpia 3 bungkus @2.500                       Rp.   7.500

·         Susu 2 bungkus @2.500                           Rp.   5.000

Total                                                         Rp. 12.500

 

 

Pemasaran

            Proses pemasaran parasit dilakukan seperti kebanyakan penjual lainnya yaitu dengan cara promosi ke costumer yang berada dikampus Universitas Widyatama dengan cara mendatangi ke beberapa ukm dan juga dilakukan dengan cara broadcast via bbm dan lewat sms.

            Dalam melakukan pemasaran ketika bertemu langsung dengan costumer kita melakukan beberapa cara dalam menarik pelanggan seperti perkenalan terlebih dahulu, bersikap ramah, dan meyakinkan pembeli terhadap produk tersebut.

 

Penjualan

            Penjualan dilakukan dengan cara menjual produk yang dikemas sendiri dimana penjualan merupakan suatu proses bertemunya seorang penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi jual beli guna mencapai kesepakatan dengan tujuan memperoleh laba.

            Dalam proses wirausaha ini kami mencoba menjual suatu produk yang sudah tidak asing lagi dengar di kalangan masyarakat yaitu produk yang diolah dari pisang namun cara penampilannya yang kita ubah menjadi unik dan beda dari pisang aroma pada umumnya.

 

Hasil dan Pembahasan

Analisa Usaha

            Dari keseluruhan kegiatan usaha yang telah kami lakukan selama 3 hari kami dapat menganalisis bahwa usaha yang kita dapat dibilang sukses karena pihak konsumen di lingkungan kampuspun dapat menerima dan juga dilihat dari modal yang kita keluarkan sedikit namun profit yang kita dapat banyak .

            Hal ini juga dapat terjadi karena sebuah strategi yang kita lakukan yaitu dengan cara setiap harinya harga penjualan produk dinaikan secara bertahap sehingga profit yang dihasilkan mengalami peningkatan setiap harinya. Dari kegiatan inipun kami banyak belajar dalam hal pengalaman dan mengetahui bahwa sebagai seorang pewirausaha bukanlah hal yang mudah melainkan membutuhkan kesabaran, keuletan, resiko, dan motivasi yang timbul dalam diri seorang pewirausaha pemula khususnya.

 

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

            Kesimpulan dari melakukan suatu kegiatan ini kita dapat belajar menjadi seorang pewirausaha dimana kita dari awal mencari sebuah ide untuk menciptakan suatu produk, resiko yang harus diambil saat berjualan, dan strategi dalam pemasaran suatu produk. Selain itu kegiatan inipun sangat baik bagi proses belajar mahasiswa sehingga mahasiswa mampu berpikir untuk lebih luas dalam mencari inovasi-inovasi baru dan juga dapat merealisasikan ilmunya dengannya cara turun kelapangan secara langsung.

 

Saran

            Saran dari kita bagi para pewirausaha pemula janganlah takut untuk belajar menjadi seorang pewirausaha karena hal yang terpenting adalah motivasi dalam diri kita dalam menjalankan suatu usaha dan mampu menerima resiko yang ada. Disamping itu juga kita harus mampu bekerja sama dengan rekan-rekan karena dengan demikian suatu usaha dapat berjalan dengan baik dan efisien sehingga dapat menemukan banyak peluang dalam menjalankan suatu usaha.

Ashry Yusti Nur Alini (06.08.026): Implementasi Cobit pada Koperasi Simpan Pinjam HANUKARYA Universitas Widyatama

Implementasi Cobit pada

Koperasi Simpan Pinjam HANUKARYA  

Universitas  Widyatama

  

NIM                    :           06.08.026

Nama                  :           Ashry Yusti Nur Alini

Mata Kuliah       :           Information Technology III

  

TEKNIK INFORMATIKA – FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS WIDYATAMA

BANDUNG


COBIT itu lebih kearah audit IT perusahaan secara keseluruhan didalam COBIT ini ada banyak control-control objektif yg harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan saat ini , perusahaan yg mempunyai IT yg baik itu, apabila sebagian besar cotrol objektif pada COBIT telah dilaksanakan dengan baik di perusahaan tersebut, maka dari itu metode COBIT perlu diterapkan dalam pengelolaan perusahaan.

Pemanfaatan IT dalam dunia teknologi sudah sangat penting. IT memberi peluang terjadinya transformasi dan peningkatan produktifitas bisnis dalam internet. Penerapan IT membutuhkan biaya yang cukup besar dengan resiko kegagalan yang tidak kecil, yaitu bila terjadi gangguan pada IT yang dimiliki. Penerapan IT di dalam perusahaan dapat digunakan secara maksimal, untuk itu dibutuhkan pemahaman yang tepat mengenai konsep dasar dari sistem yang berlaku, teknologi yang dimanfaatkan, web yang digunakan dan pengelolaan serta pengembangan sistem IT yang dilakukan.

Era globalisasi sekarang ini, perusahaan harus dapat mengatasi masalah dan perubahan yang terjadi secara cepat dan sesuai sasaran. Oleh karena itu, faktor yang harus diperhatikan tidak hanya berfokus pada pengelolaan informasi semata, melainkan juga harus fokus untuk menjaga dan meningkatkan mutu informasi perusahaan. Dalam konteks ini, informasi dapat dikatakan menjadi kunci untuk mendukung dan meningkatkan manajemen perusahaan agar semakin meningkat.

Salah satu metode pengelolaan teknologi informasi yang digunakan secara luas adalah IT governance yang terdapat pada COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology). COBIT dapat dikatakan sebagai kerangka kerja teknologi informasi yang dipublikasikan oleh ISACA (Information System Audit and Control Association). COBIT berfungsi mempertemukan semua bisnis kebutuhan kontrol dan isu-isu teknik. Di samping itu, COBIT juga dirancang agar dapat menjadi alat bantu yang dapat memecahkan permasalahan pada IT governance dalam memahami dan mengelola resiko serta keuntungan yang behubungan dengan sumber daya informasi perusahaan. 

Selain itu COBIT mencakup empat domain:
• Perencanaan dan Organisasi (PO)
• Pengadaan dan Implementasi (AI)
• Pengantaran dan Dukungan (DS)
• Monitoring dan Evaluasi (ME)

Dari gambaran metode COBIT tersebut dapat dilihat langkah pertama yang dapat diambil yaitu :

1.      Perencanaan dan Organisasi

Dalam perencanaan dan organisasi perusahaan ini sudah Mencakup strategi, taktik dan perhatian atas identifikasi bagaimana IT secara maksimal dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan bisnis. Tetapi disini , startegis perlu direncanakan, dikomunikasikan, dan dikelola untuk berbagai perspektif yang berbeda. Disini sebuah pengorganisasian  serta infrastruktur teknologi sudah ditempatkan di tempat yang semestinya.

·         Rencana strategi TI

·         Mempromosikan Koperasi simpan pinjam Hanukarya serta meningkatkan eksistensi perusahaan tersebut di dunia luar.

·         Memudahkan user untuk mengetahui lebih jauh tentang profile koperasi simpan pinjam Hanukarya 

·         Arsitektur informasi

Aktifitas yang digunakan dalam perusahaan ini adalan pengembangan web pengembangan basis data, pemrograman, dan desain perangkat lunak. yang memberikan informasi tentang profile perusahaan

 ·         Arah teknologi

Teknologi yang digunakan belum secara online, karena perusahaan kurang memiliki sarana dan prasarana informasi sebagai media promosi.

 ·         Organisasi TI dan hubungan

Sudah ada sebuah bagian yang jelas dan secara khusus menangani bidang IT, tetapi belum bekerja secara maksimal.

 ·         Investasi TI

Hasil penetilitan ini dibuat banyak keuntungan yang didapatkan diantaranya dalam banyaknya user yang mengetahui tentang keberadaan koperasi simpan pinjam hanukarya

·         Komunikasi tujuan dan arah manajemen

Masih lemahnya media promosi perusahaan.

 ·         Penilaian resiko

Belum adanya manajemen resiko dan manajemen kualitas yang baku dalam pengembangan sistem pendukung perusahaan.

 ·         Manajemen proyek

o   Manajemen proyek telah dilakukan namun sudah optimal.

o   Perusahaan ikut serta dalam perencanaan proses implementasinya

 ·         Manajemen kualitas

Dalam pelaksanaanya metodologi yang digunakan untuk mengembangan sistem pengelolahan data ini dengan menggunakan metodologi waterfall


2.      Pengadaan dan Implementasi (AI)

Solusi IT sudah diidentifikasi dan dikembangkan serta diimplementasikan, namun belum diimplementasikan dan terintegrasi ke dalam proses bisnis, tetapi sudah ada perubahan serta pemeliharaan system yang mencakup di dalam domain ini. 

·         Identifikasi solusi automatisasi

o   Penerapan TI yang digunakan dsini menggunakan media internet

o   Sistem yang sudah dikembangkan sudah berjalan dengan baik. 

·         Pemeliharaan aplikasi perangkat lunak

Tidak terdapat alokasi anggaran yang memadai untuk pemeliharaan. Yang sering terjadi justru penggunaan perangkat lunak tidak maksimal.

·         Pemeliharaan infrastruktur teknologi

Infrasturktur teknologi yang digunakan telah dapat dipastikan kemampuanya dalam hal keamanan, kemudahan instalansi, perawatan dan perubahanya.

Dalam pelaksanaanya saya menggunakan open source agar tingkat keamananya lebih terjamin, dan dalam mengelola perawatan saya selalu melakukan backup data yang dilakukan sebulan sekali.

·         Mengembangkan dan memelihara prosedur

Disini perusahaan mengembangkan sitem dengan cara mengevaluasi pemenuhan kebutuhan pengguna dan review manajemen perusahaan. 

·         Instalasi sistem

Instalasi sistem masih dalam tahap pengembangan ke depan dan menyeluruh.

 

3.      Pengantaran dan Dukungan (DS)

Domain ini berfokus utama pada aspek penyampaian/pengiriman dari IT. Domain ini mencakup area-area seperti pengoperasian aplikasi-aplikasi dalam sistem IT dan hasilnya, serta proses dukungan yang memungkinkan pengoperasian sistem IT tersebut dengan efektif dan efisien. Proses dukungan ini termasuk isu/ masalah keamanan dan juga pelatihan. 

·         Mengatur kinerja dan kapasitas

Tidak terdapat standarisasi antara kapasitas dan aktualitas, potensi dan hasil kerja. 

·         Mengatur layanan pihak ke-3

Perusahaan ini pelayanannya hanya melalui telpon, tatap muka langsung dan system online.

·         Mengatur kinerja dan kapasitas

Tidak terdapat standarisasi antara kapasitas dan aktualitas, potensi dan hasil kerja.

 

Jabatan/bidang

Deskripsi Tugas umum

 

Rapat Anggota

Merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat ini diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun. Dalam rapat anggota setiap anggota mempunyai satu suara yang tidak dapat diwakilkan

Pengawas

  Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi;

  Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada koperasi;

  Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

Ketua

Mengkoordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran masing-masing unit dalam rangka penyusunan rencana kerja tersebut kepada pengurus

Wakil Ketua

Tugas wakil ketua hampir sama dengan ketua dimana bersama – sama bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Selain itu wakil ketua juga bisa menggantikan ketua apa bila ketua berhalangan hadir atau dalam keadaan sakit.

Sekretaris

Tugas sekretaris terhadap ketua meliputi mengorganisir rencana kegiatan, pengetikan, making call, menerima tamu, korespondensi, filling serta surat menyurat. Tugas terhadap bawahan yaitu memberikan bimbingan dan motivasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik

Bendahara

• Menyimpan rencana kerja dan pola pelaksanaan dibidang tugas kebendaraan
• Mencari dana dan mengatur arus uang keluar masuk
• Membantu dan mengawasi pekerjaan ketua dalam hal penyelenggaraan administrasi keuangan koperasi

 

 

Kasir

Melayani pembayaran atas trasaksi pembelian barang.

·         Memastikan keamanan system

o   Belum adanya sistem yang menjamin keamanan data serta pengelolaan data yang belum optimal.

o   Tanggung jawab terhadap keamanan data dan transaksi yang tidak jelas, prosedur dan mekanisme pengamanan data yang minimalis dan sangat rentan terhadap serangan.

·         Identifikasi dan alokasi biaya/sumber daya

Alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran, sangat terbatas. Alokasi anggaran pada masing-masing tingkat instansi sangat beragam.

·         Edukasi dan pelatihan pengguna

Tidak adanya regenersi SDM sehingga SDM yang handal masih sangat terbatas. Kalaupun ada SDM yang cukup terampil, namun penempatan dan posisinya tidak tepat sehingga tidak termanfaatkan kemampuannya secara optimal, serta rendahnya penghargaan terhadap kinerja sumber daya manusia yang terampil. Meskipun sudah ada usaha untuk mensosialisasikan rencana-rencana, Sosialisasi dari implementasi masih belum optimal sehingga nilai manfaat dari perkembangan masih belum dapat dirasakan.

·         Mengatur konfigurasi

Presentase penggunaan teknologi informasi di masing-masing instansi yang masih kurang serta tingkat utilitas dari implementasi belum optimal.

·         Mengatur masalah dan kejadian luar biasa

o   ID member masih dalam tahap perencanaan.

o   Belum terdapat rancangan dalam penanganan kejadian luar biasa termasuk pertanggung jawabannya.

·         Mengatur data

o   Data antara instansi belum terintegrasi.

o   Sudah menggunakan data storage yang memadai.

o   Manajemen back up data menggunakan komputerisasi.

·         Mengatur fasilitas

Perencanaan fasilitas dan pemeliharaan sudah dilaksanakan, namun masih belum optimal begitu juga pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas perusahaan tersebut.

·         Mengatur operasional

o   Tidak didukung dengan sistem yang jelas.

o   Peraturan yang ada masih bersifat umum dan multi tafsir.

 

4.      Monitoring dan Evaluasi

Menyelenggarakan audit TI yang dilakukan oleh pihak Independent untuk meningkatkan kepercayaan dan memastikan kesesuaian penerapan dan pengelolaan TI dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi

UPI Cintaku Tak Pernah Sepi

Saya adalah salah seorang peserta didik di UPI (bukan “mahasiswa” karena hanya siswa biasa). Pada saat masuk Pascasarjana UPI pada pertengahan tahun 2009, dengan bangga saya katakan alasan kenapa memilih perguruan tinggi ini. Alasan historis dan sosio kultural yang membawa saya ke kampus ini. Kedua orang tua adalah lulusan IKIP, bahkan nama “Sardjana” pada nama saya diberikan kepada ibu oleh salah seorang penguji sidang skripsinya. 
Walaupun lulusan S1 Telematika dan S2 Manajemen Telekomunikasi dari salah satu perguruan tinggi di Bandung, saya memilih UPI sebagai “cinta terakhir” pencapaian akademis. Mengapa, saya sangat mengkhidmati bahwa “Schools is not an assembling plant“. Saya juga berpandangan seorang peserta didik melihat dan meneladani pendidik (dan juga sekolah) bukan saja dari apa yang dikatakan atau diberikannya, tapi apa yang dirasakannya…….
Apa yang terjadi akhir-akhir ini di UPI adalah suatu paradoks. Ada ketakutan pribadi, intitusi ini tidak bisa lagi menjadi  “Benteng Terakhir Peradaban Manusia Indonesia“.  Pada saat di institusi/tempat lain dimana “Human Capital” menjadi aksioma yang selaras antara Hati (Heart), Pikiran (Head) dan Tindakan (Hand) yang akan membawa kita ke level yang lebih tinggi, kelihatannya UPI kehilangan tempat berpijak.
Kalimat di atas  dikutip dari salah seorang pendidik di Universitas Nyenrode pada saat berkunjung ke sana dengan peserta didik dan pendidik dari UPI setelah saya menjadi pembicara di London University-Institute of Education. Betul kiranya mengapa UPI diharapkan menjadi “Benteng Terakhir Peradaban Manusia Indonesia”, karena disinilah pemikir, perencana, pemimpin dan pengawas pendidikan akan dilahirkan. 
“Aku percaya bahwa seorang pendidik yang hebat adalah seorang seniman besar. Pendidikan bahkan mungkin seni yang terbesar karena medianya adalah pikiran dan jiwa manusia.” Itulah ungkapan John Steinbeck tentang Peran Pendidik Terhadap Kehidupan Manusia.  Alangkah indahnya bila Pendidik dan pemangku kepentingan di UPI selalu memaknai dan menghidmati bahwa peserta didik adalah calon penerus mereka dengan harapan membuncah seperti pada anak kita sendiri. Pendidik dan pemangku kepentingan di UPI diharapkan menanam benih pengetahuan, kearifan, kebijakan dan tauladan yang menyebar menjadi pohon kehidupan serta menghasilkan buah peradaban.
Kita melihat, merasakan dan membuktikan bahwa sejarah bangsa ini tidak lepas dari peran pendidik/guru dari UPI yang menjadi “Benteng Terakhir” untuk merubah jalan buntu menjadi sesuatu. Kita yakin jasa mereka akan menjadi bekal hidup anak cucu….Semoga…
<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/NffJajEe_yY” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Pendidikan: Kita Berada Dalam Gelembung Pendidikan Tinggi

Peter Thiel pendiri, manajer hedge fund dan usaha PayPal – tidak hanya memiliki bakat khusus untuk membuat uang, ia memiliki bakat khusus untuk membuat orang marah. Beberapa orang melawan pasar demi mendapatkan berita atau perhatian. Untuk Thiel, itu hanya bagaimana dia memandang dunia. Tentu saja manfaat bagi orang nyeleneh adalah sering mengarah kepada hal-hal seperti headline dan uang.
Pertimbangkan kehancuran Nasdaq pada tahun 2000. Thiel adalah salah satu dari sedikit orang yang melihat akan datang masanya. Ada sebuah kisah terkenal tentang  perputaran modal ventura PayPal Maret 2000. Saat itu PayPal ditawar “hanya” pada penilaian $ 500 juta. Hampir semua orang di Dewan Pengarah dan Tim Manajemen menolak, kecuali Thiel yang dengan tenang mengatakan bahwa hal ini adalah gelembung pada puncaknya, dan perusahaan membutuhkan untuk mengambil setiap sen yang bisa diambil sekarang. Itulah seberapa dekat PayPal datang menjadi dot com roadkill mengalahkan Webvan atau Pets.com.
Dan setelah kejadian itu, Thiel bersikeras hal di atas sebenarnya bukan crash: Dia berargumen gelembung itu hanya menggeser ekuitas ke pasar perumahan. Thiel begitu yakin tentang hal ini sampai saat itu, ia menolak untuk membeli properti, meskipun kekayaan bersih pribadinya melonjak . Dan, sekali lagi, dia benar.
Di lain waktu Thiel berpendapat, Amerika berada di bawah era penggelembungan dari jenis yang sangat berbeda. Apakah gelembung pasar negara berkembang? Bukan. Thiel mengatakan, ia  mencatat bahwa adanya gelembung pendidikan tinggi. “Sebuah penggelembungan adalah ketika ada sesuatu yang dinilai terlalu tinggi dan sangat dipercaya,” katanya. “Pendidikan mungkin satu-satunya yang masih dipercaya orang di Amerika Serikat. Untuk mempertanyakan pendidikan adalah benar-benar berbahaya. Ini adalah sangat tabu.”
Seperti gelembung perumahan, gelembung pendidikan adalah tentang keamanan dan asuransi terhadap masa depan. Ini adalah dua bisikan janji menggoda ke telinga orang Amerika yang khawatir: Lakukan ini dan Anda akan aman. Ekses dari keduanya selalu dikecualikan oleh suatu keyakinan nasional yang tidak peduli apa yang terjadi di dunia, ini adalah investasi terbaik Anda bisa membuat sukses. Seperti harga perumahan yang akan selalu naik, Anda akan selalu membuat lebih banyak uang jika Anda lulusan perguruan tinggi.
Seperti gelembung lainnya, kepercayaan itu-berakar dalam kebenaran-akan didorong ke tingkat tidak sehat. Thiel berbicara tentang konsumsi yang tersamar sebagai investasi selama gelembung perumahan, dimana orang-orang akan mengambil bunga  pinjaman spekulatif untuk mendapatkan rumah yang lebih besar dengan kolam renang dan percaya diri mereka sedang berhemat dan menabung untuk pensiun. Demikian pula, gagasan apakah kuliah di Harvard adalah semuanya tentang belajar? Tunggu dulu. Tidak ada yang membayar seperempat juta dolar hanya untuk membaca karya Chaucer (Sastrawan Inggris). Janji implisit bahwa Anda bekerja keras untuk sampai ke sana, dan kemudian Anda siap untuk hidup. Hal ini dapat menyebabkan anggapan tidak sehat terhadap hak dan kewajiban. “Ini telah menjadi semua nilai hidup Anda, bagaimana  merasionalisasi pembenaran seperempat juta dolar dalam utang untuk sekolah ,” kata Thiel.
Thiel tidak berdiri sendiri dalam  pernyataannya tentang penggelembungan pendidikan. Ini hanya digunakan untuk menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi selalu investasi yang layak – bahkan jika  harus mengambil pinjaman mahasiswa untuk mendapatkannya. Perlu diketahui selama tahun lalu, telah terjadi sekitar dua digit pengangguran, biaya universitas melonjak  dan ketika anak-anak lulus mereka kembali ke rumah dengan orang tua mereka. Timbul pertanyaan – Apakah pendidikan senilai dengan harga selangit? Serta hal ini telah mulai ditinjau kembali bahkan  yang paling keras oleh kalangan terpelajar Amerika sendiri.
Lebih parah adalah pada tahun 2005, Presiden George W. Bush memutuskan bahwa utang pinjaman mahasiswa adalah satu hal anda tidak bisa menghindar dari kebangkrutan pribadi. Kata Thiel. “Ini sebenarnya lebih buruk daripada hipotek yang buruk,” katanya. “Anda harus menyingkirkan masa depan Anda dari sekolah mewah yang seharusnya memberikan masa depan itu.”
Tapi masalah Thiel dengan pendidikan bahkan lebih jauh dari itu. Dia pikir itu salah secara fundamental bagi masyarakat untuk berharap kehidupan yang lebih baik pada sesuatu yang secara definitif eksklusif. “Jika benar-benar Harvard pendidikan yang terbaik, jika itu membuat bahwa banyak perbedaan, mengapa tidak menjadi waralaba sehingga lebih banyak orang dapat ikut hadir? Mengapa tidak membuat 100 afiliasi Harvard?” Katanya. “Ini sesuatu tentang kelangkaan dan status. Dalam pendidikan, nilai Anda tergantung pada orang lain yang gagal. Setiap kali filosofi Darwinisme itu biasanya merupakan pembenaran untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi anda. Ini adalah cara untuk mengabaikan orang yang jatuh dan gagal, serta Anda berpura-pura bahwa jika mereka bisa pergi ke Harvard, mereka akan baik-baik saja. Mungkin hal itu tidak benar.”
Thiel adalah yang pertama mengakui beberapa janji “keamanan kehidupan” ini adalah benar. Dia sendiri dibesarkan di rumah tangga menengah atas  yang nyaman dan bersekolah Stanford dan Stanford School of Law. Dia memperoleh keuntungan, seperti persahabatan dengan kolaborator dan co-investor Keith Rabois dan Reid Hoffman. Saat ini dia ada dalam daftar Forbes miliarder dan memiliki rumah besar di San Francisco lengkap dengan kepala pelayan. Berapa banyak yang dia dapat sendiri dan berapa banyak yang didapat dari Stanford? Dia tidak tahu. Serta tidak ada yang tahu.
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=P6qm7vVB5so&w=600&h=400]

Peran Alumni Dalam Pengembangan Almamaternya

Sering terjadi bahwa setelah lepas dari sekolah/institusi pendidikan yang telah membesarkan kita, tidak ada yang perlu dan bisa dilakukan untuk almamater kita tersebut. Setelah lulus yang dirasakan adalah lepas dari salah satu penjara akademis yang melelahkan dan menguras otak, materi dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Namun apa yang dilakukan oleh Universitas Cincinnati, dengan Program Bakti Alumni, membawa para lulusan kembali ke kampus untuk saling berbagi kesuksesan dan menjalin hubungan dengan para mahasiswa dan fakultas dimana mereka pernah menuntut ilmu. Melalui berbagai kegiatan dan pertemuan-pertemuan, para siswa belajar tentang “menguasai kehidupan” di luar ijasah & pencapaian akademis, serta pembuatan surat lamaran yang menjadi bekal dari suatu kesuksesan.
Eva Paus, profesor ekonomi dan CLPIA mencatat bahwa, “Kita dapat belajar banyak melalui interaksi dengan peran alumni, namun dengan waktu dan sumber daya membatasi kemampuan kita diantaranya mendatangkan suatu sejumlah besar alumni kepada kampus. Saya melihat Web sebagai satu cara yang efektif untuk menukar gagasan-gagasan antar alumni dan seluruh civitas akademika.”
Masing-masing lulusan diminta untuk menyediakan satu awal pernyataan tentang pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan sebagian dari permasalahan yang tidak bisa dipisahkan dengan menjawab tiga pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara anda memutuskan harus berbuat apa setelah lulus dari univesitas dan bagaimana cara anda dapat seperti hari ini? Apa yang sesungguhnya area/issue yang spesifik di mana anda memberikan kontribusi kepada komunitas almamatermu? dan Apa salah satu dilema paling sulit yang anda hadapi dalam memperjuangkan komunitas almamater Anda?
Nah bagaimana dengan anda???
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=j1YaefhWVNE?rel=0&w=640&h=450]

Pendidikan Tinggi: Arah Mana Yang Kita Tuju?

Mengapa kita tidak mendapatkan hal yang terbaik dari pendidikan? Sir Ken Robinson berpendapat bahwa itu karena kita telah dididik untuk menjadi pekerja yang baik, bukan pemikir kreatif. Siswa dididik dengan pikiran dan badan yang gelisah  – jauh dari pembudidayaan energi kreatifitas dan rasa ingin tahu – hal ini telah lama diabaikan atau bahkan menjadi stigma, dengan konsekuensi yang mengerikan “Kita mendidik seseorang dengan mengabaikan kemampuan kreativitas mereka,” kata Robinson

Baru-baru ini Thiel Foundation, yang didirikan oleh Peter Thiel (pendiri PayPal), memberi beasiswa kepada 20 mahasiswa untuk drop out dari perguruan tinggi dan mengejar ide-ide kewirausahaan mereka. Hal ini mengejutkan sehingga memacu banyak perdebatan apakah pendidikan universitas benar-benar menyediakan banyak manfaat atau universitas sedang dalam perjalanan “yang tidak diinginkan”. Perdebatan Luar biasa  dimulai dengan pendapat bahwa mereka hanya menggunakan 5% dari apa yang dipelajari di perguruan tinggi, sedangkan wirausaha mempelajari segala sesuatu cukup dengan hanya melakukannya. Ditambah ada begitu banyak sumber daya online saat ini sehingga mereka bisa mengajar diri sendiri  yang  benar-benar perlu diketahui.
Saya selalu mengatakan bahwa: “Pendidikan adalah Benteng Terakhir Peradaban Manusia”. Mengapa? Betapa besar peranan pendidikan dalam hajat hidup manusia seperti yang ditekankan oleh Aristoteles: “Pendidikan adalah bekal paling baik dalam menghadapi hari tua”.

Pendidikan dalam kaitannya dengan mobilitas sosial harus mampu untuk mengubah arus utama (mainstream) peserta didik akan realitas sosialnya. Pendidikan merupakan anak tangga mobilitas yang penting. Pendidikan dapat menjadi penyandar bagi mobilitas. Seiring dengan perkembangan zaman kemudian kita lebih mempercayai kemampuan individu atau keterampilan yang bersifat praktis daripada harus menghormati kepemilikan ijasah yang kadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Inilah yang ahirnya memberikan peluang bagi tumbuhnya pendidikan  yang lebih bisa memberikan keterampilan praktis bagi kebutuhan dunia yang tentunya memiliki pengaruh bagi seseorang.

Sebagai penutup, nila-nilai inti dari pendidikan universitas masih sangat relevan. Yang perlu ditekankan adalah universitas masih perlu berubah. Ketersediaan pendidikan universitas tampaknya masih terbatas  dan hanya sebagian kecil dari penduduk memiliki akses. Hal yang lain, mengingat argumen-argumen yang  di atas, pendidikan universitas bisa menjadi jauh lebih bersifat sosial dan jauh lebih berdampak. Akhirnya, apa yang kita ajarkan dan cara kita mendidik memiliki kesempatan untuk berubah, khususnya di bidang inovasi dan kewirausahaan. Saya pikir kita dapat membuat lompatan kuantum dalam pembelajaran sehingga alumni mengatakan “Universitas yang mengubah hidup saya” daripada  “Universitas yang menyia-nyiakan hidupku.” Alasan mengapa kita perlu mengubah paradigma ini yang memiliki banyak hubungan dengan sejarah untuk membentuk landasan hidup akademis sebagai masa depan kita.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=dGCJ46vyR9o?rel=0&w=640&h=450]

 

Kerjasama Telematika Dalam Rangka Mengantisipasi ACFTA

Berdasarkan kenyataan yang ada saat ini, dunia Teknologi Telematika sudah menjadi ilmu atau sebuah terapan yang wajib dimengerti oleh masyarakat pada umumnya terutama setelah diterapkannya “ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA)”. Persaingan yang ketat di pentas ekonomi dunia memunculkan  kesadaran perlunya pemahaman serta penguasaan Teknologi Telematika untuk memenangkan persaingan. 

Kerja sama dunia akademik, profesional/bisnis dan pemerintah (ABG/ Academic, Business & Goverment) yang berkesinambungan dan saling menguntungkan sangatlah diperlukan untuk  meningkatkan dan mengefektifkan sumber daya manusia Indonesia. Kerjasama yang melibatkan universitas, dunia usaha dan pemerintah diharapkan akan memberikan manfaat di bidang telekomunikasi dan informatika terhadap perkembangan dan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia sesuai salah satu pernyataan dari Direktur Utama PT Telkomsel Sarwoto Atmo Sutarwo bahwa “Sekitar 1% pertumbuhan telekomunikasi bisa membantu 1% pertumbuhan GNP.” 

Tentunya program ini memiliki banyak manfaat. Bagi kalangan birokrat, kerja sama yang dilakukan diharapkan dapat menjadi terciptanya salah satu Pusat Unggulan Riset dan Inovasi Teknologi Telematika (Center for Research and Innovation of Competitive Telematics Technology). Di lain fihak kerjasama ini dapat menghasilkan riset bagi pengusaha yang bermanfat diantaranya untuk mengetahui mapping situasi pasar, kendala operasional, segmentasi sosial dan ekonomi serta perilaku konsumen. 

Sedangkan bagi kalangan akademis, manfaatnya adalah dapat memperoleh ”Transfer of Knowledge, Transfer of Technology, dan Transfer of Resources” dari salah operator telekomunikasi di Indonesia. Pada akhirnya hal ini akan menguntungkan seluruh pemangku kepentingan akademis dalam menyongsong persaingan kompetensi sumber daya manusia dibidang Teknologi Telematika.

Adapun Maksud dan Tujuan dari kerja sama ini adalah:

a.    Sebagai sarana “Corporate Social Responsibility (CSR)”:

Dengan dilandasi kebersamaan dan ikatan yang kuat dalam implementasi “Corporate Social Responsibility (CSR)” kepada dunia pendidikan, maka kehidupan akademis dalam suatu univeitas akan terbentuk dengan sangat baik didukung kompetensi dan pengalaman usaha dan kewirausahaan yang mapan. Pembinaan univeristas yang dilakukan tidaklah hanya terbatas pada bantuan dana maupun sejenisnya, namun juga pelatihan, pembinaan manajerial & kewirausahaan, akses kepada dunia kerja dan usaha  yang juga sangat perlu dan penting. Pembinaan secara langsung ini merupakan bagian dari upaya Telkomsel dalam membentuk SDM yang unggul dalam memenangkan persaingan ekonomi di Indonesia.

  

b.    Sebagai sarana “Link & Match” timbal balik / dua arah:

Sebagai sarana “Link & Match”  timbal balik antara kalangan akademis, bisnis dan pemerintah merupakan bagian dari kebutuhan ekosistem dunia usaha dan akademis dibidang Teknologi Telematika. Dunia akademis merupakan salah satu faktor penentu maju mundurnya dunia usaha yang harus mampu membantu memberikan kontribusi ilmiah dan terapan yang kuat, sehingga dunia usaha dapat maju dan berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Kerjasama dan komunikasi dua arah sebagai pemecah kebuntuan dalam dunia usaha dan akademis menjadi langkah yang strategis bagi manajemen dalam menjalankan roda organisasi serta pemangku kepentingan akademis dalam memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha. Tatanan kerjasama dan komunikasi yang dinamis ini menjadi salah satu parameter bagi kesuksesan suatu negara dalam menempatkan dunia akademis sebagai basis dari “Human Capital Management “ bagi dunia usaha.

Bertitik tolak dari keinginan diatas semoga kedepan kompetensi sumber daya manusia dibidang Teknologi Telematika yang dimiliki negara ini akan lebih baik.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=SUMnj2dwTdU&w=640&h=450]

Karakteristik "Online Learner" Pendidikan Tinggi dan Implikasi Pedagogis-nya

Karakteristik Pembelajar Online (Online Learner)  dewasa ini sangat berbeda dengan karakteristik pembelajar pada sistem pendidikan jarak jauh klasik. Pembelajar jarak jauh dengan memanfaatkan jasa teknologi internet lebih memanfaatkan jaringan komunikasi sosial (social collaborative network for learning). Pembelajar Online (Online Learner), yang merupakan karakteristik pembelajar abad 21 juga harus memiliki beberapa keterampilan diantaranya keterampilan komunikasi sosial, keterampilan dialogis, keterampilan evaluasi diri maupun kelompok, dan keterampilan refleksi.  

[slideshare id=9496444&doc=comlabs-karakteristikonlinelearnerpendidikantinggidanimplikasipedagogis-nya-04mar2011-111001024732-phpapp02&type=d]

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=I4FJMJtt8dk&w=640&h=480]