Kiprah @Utama @HimatifUtama di #PIMNAS #PKM @DIKTI @UMYjogja: Kami Datang Kami Bertarung Kami Buktikan (Vini Vidi Probare)

 

Saat ini tim dari Teknik Informatika Universitas Widyatama sedang berada di Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengikuti PIMNAS ke 25 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim yang adalah 4 (empat) peserta PKM yang terpilih sebelumnya dan lolos didanai DIKTI tahun 2012. Keempat tim ini secara bersamaan kemudian lolos  untuk mengikuti PIMNAS  ke 25 yang terdiri dari:

 

No.

Judul kegiatan

Bidang Kegiatan

Kelompok Pemenang

Dosen Pendamping

1.     

WEB GIS Untuk Tracking Rute Perjalanan Transportasi Umum Dengan Menggunakan Algoritma Dijikstra dan Google Maps API 

PKM-KC

·   Abraham Mikhael D 

·   Esa Fauzi

·   Rizkiyanda Tri Putera Akhmad

·   Muh. Fitra Ramadhan

·   Rizal Rifqiana Mutaqin

Djadja A. Sardjana, ST, MM

2.     

WOBI-TRABAS (Web and Mobile Based Decision Support Application for Traffic Booster Adjustment System) 

PKM-KC

·   Fikri Arfiana 

·   Mohamad Sodiq

·   Anna Mardiyani

·   Ema Patmawati

·   Yuliana

Danang Junaedi,ST, MT

3.     

Sistem Rekomendasi Pemilihan Dokter Berdasarkan Penyakit, Lokasi dan Biaya untuk Masyarakat Kota Bandung

PKM-KC

·   Vika Sylvana

·   Irfan Anggara

·   Arbyanshah

·   Aulia Saufa Y

·   Ragha Pramadita P

Danang Junaedi,ST, MT

 

 

4.     

Aplikasi Pencarian Data Informasi Untuk Penyandang Disabilitas

PKM-T

·   Mochammad Taufan Maulana Rukanda

·   Ahmad Gelar Andika

·   Adhi Subhana

·   Dicky Rai P

·   Dickson Pratama

Sriyani Violina, ST, MT.

 

Kegiatan ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki potensi dan energi yang besar untuk diasah dan dikembangkan ke arah suatu kemampuan yang dibutuhkan bagi peningkatan mutu pembangunan bangsa dan negara. Untuk itu, mahasiswa perlu diberi peluang dan tantangan tersistematis guna meningkatkan mutu kreativitas, mentalitas dan perilakunya. Di samping itu, aspek kerjasama dan komunikasi yang bermanfaat antar intelektual muda, yang selama ini menjadi kendala lulusan perguruan tinggi, juga perlu dibudayakan. Perkembangan paradigma dan budaya akademik baru tersebut seyogyanya tidak hanya sebatas lokal di Perguruan Tinggi masing masing semata, melainkan juga sampai pada level nasional, bahkan global. Oleh karena itu, Ditjen Dikti memandang perlu menciptakan berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk saling berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual berskala nasional, seperti Lomba Robot, Lomba Konstruksi Jembatan dan lain-lain, termasuk even akademik mahasiswa terbesar, yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Melalui PIMNAS, karya-karya kreatif mahasiswa dipertemukan, dibahas sesama mahasiswa dan juga juri, sekaligus disampaikan kepada masyarakat.

Atas keberhasilan ini Koordinator Pusat Studi Univesitas Widyatama, Nugroho J. Setiadi, PhD menyampaikan apresiasinya sebagai berikut:

Kepada mereka yang berhasil memenangkan hibah PKM dan berkesempatan ikut PIMNAS, kami ucapkan SELAMAT atas prestasinya dan selanjutnya tunjukkan karya kreatif kalian dan pertanggungjawabkan hasilnya. Kepada Biro Kemahasiswaan dan Prodi yang berupaya memotivasi dan mengkoordinasi kegiatan ini, serta para dosen pendamping yang secara tulus dan ikhlas mendampingi para mahasiswanya, kami dari Koordinator Pusat Studi hanya menyampaikan apresiasi dalam bentuk ucapan SELAMAT dan TERIMA KASIH. Mudah-mudahan keberhasilan ini dapat menjadi pemacu bagi yang lainnya dan mendapat perhatian dari para pemimpinnya. 

 

 

Seminar @WiFiUtama: Social Media, Ancaman Atau Kesempatan Bagi Pendidikan?

Kemarin saya jadi moderator dan “pembicara”  acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widyatama bertajuk Widyatama Informatics Festival (WIFi). Rangkaian acara ini telah dimulai sejak awal April kemarin dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 26 – 28 April 2012.

WIFi  menggelar seminar dan workshop ditambah dengan berbagai macam kompetisi. Seminar diadakan pada tanggal 28 April 2012 di Universitas Widyatama, Jl. Cikutra 204, Bandung. Seminar akan terdiri dari dua bagian. Seminar pertama akan membahas tentang SAP dan akan diselenggarakan pada pukul 09.30 sampai pukul 12.00. Seminar SAP ini diisi oleh Wahyudi (Staff Ahli Direksi PT. Kereta Api Indonesia) dan Ribkah Gustina (Metrasys) dan moderator Djadja Sardjana.

Seminar kedua  dilaksanakan pada pukul 13.30 – 16.30. Seminar ini berkonsep seminar dan talkshow dan  mengangkat tema “The Power of Sosial Media Community”. Bagian kedua ini akan diisi oleh Reza Budi Prabowo (FOWAB), Winastwan Gora (Intel), Wiku Baskoro (DailySocial),  dan Willis Wee (Techinasia) dan moderator Yohan Totting (FOWAB). 

Sesuai yang disampaikan Pak Winastwan Gora (Intel), menarik membicarakan Social Media ini, apakah  Ancaman Atau Kesempatan Bagi Pendidikan khususnya di Indonesia? 

Jaringan sosial online sekarang begitu dalam tertanam dalam gaya hidup anak-anak, remaja bahkan orang dewasa yang bersaing dengan televisi untuk menarik perhatian mereka, menurut sebuah studi baru dari Grunwald Associates LLC. Penelitian itu menunjukkan, anak berumur 9 sampai 17 tahun, sekarang menghabiskan waktu menggunakan layanan jejaring sosial dan situs web hampir sama seperti mereka menghabiskan menonton televisi. Diantaranya sekitar sembilan jam seminggu digunakan kegiatan pada jejaring sosial dan sekitar 10 jam seminggu menonton TV.

Siswa kebanyakan tidak pasif pada saat online. Selain berkomunikasi, banyak siswa terlibat dalam kegiatan yang sangat kreatif di situs jaringan sosial – dan proporsi yang cukup besar dari mereka adalah menjadi “nara sumber” pendidikan yang mengatur “kecepatan belajar” bagi rekan-rekan mereka.

Dalam hal ini, melalui beberapa Social Media termasuk Facebook dan Twitter, Inisiatif Intel® Education adalah sebuah komitmen yang berkelanjutan untuk mempercepat proses pengembangan pendidikan menghadapi ekonomi baru yang berbasis pengetahuan (knowledge economy). Sebagai partner yang telah dipercaya oleh pemerintah berbagai negara dan dunia pendidikan di seluruh dunia dan investasi tahunan sebesar USD 100 juta di lebih dari 50 negara, program Intel® Education memiliki fokus untuk: meningkatkan proses belajar mengajar melalui penggunaan teknologi yang efektif, dan mengembangkan pendidikan serta penelitian dalam matematika, ilmu pengetahuan alam, dan rekayasa. Semua ini ditujukan untuk mencapai pendidikan yang mampu menjawab tantangan abad 21.

Indonesia menjadi Negara ke 45 yang mengimplementasikan Program Intel® Teach. Hingga tahun 2011, program ini telah di implementasikan di 70 negara dan melatih lebih dari 10 juta guru diseluruh dunia. Intel Indonesia memulai program pada pertengahan tahun 2007, MOU antara Departemen Pendidikan Nasional dan Intel Indonesia yang ditandatangai tanggal 16 Mei 2007 menandai dimulainya pelaksanaan program Intel teach di Indonesia.

<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/3zKdPOHhNfY” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Analisis SPICEWORKS Sebagai Alat Bantu IT Audit

Tugas Kuliah Information Technology-3

 

0606020          Rd. Kasono Galih     Pamungkas

0608125          Ihsan   Nugraha

0605036          Raditya           Rachman

0608118          Chandra        

0608139          DAHLIA        GUTERIES BERNARDO

0605073          Yogi    Ramanda

 

 

Analisis SPICEWORKS Sebagai Alat Bantu IT Audit  

 

Spiceworks IT Desktop adalah sebuah aplikasi untuk manajemen desktop, manajemen persediaan, pengelolaan jaringan dan help desk perangkat lunak. 

Secara umum untuk mendapatkan paket software yang lengkap untuk Windows dengan hampir semua fitur yang dibutuhkan, pengguna diharuskan untuk membeli perangkat lunak yang berharga mahal dan kebanyakan hanya digunakan oleh perusahaan besar serta menengah.

Namun untuk aplikasi ini, pengguna komputer dapat memakainya secara gratis.

Perangkat lunak ini menawarkan fitur 7 menu utama, yaitu:

           * My Spiceworks

* Inventory

* Help Desk

* Reports

    * Community

* Store

           * Settings

Freeware ini sangat cocok bagi anda yang memiliki bisnis kecil atau network di rumah anda namun tidak memiliki staff IT yang banyak.

Spiceworks akan menghemat biaya pengeluaran anda dengan mengurangi jumlah Staff IT yang anda sewa.

Spiceworks akan menampilkan berbagai informasi mengenai network device anda ecaran detail dan dilengkapi dengan IT managemen tool sehingga anda bisa menemukan solusi dan troubleshooting jika terjadi masalah di network anda.

Spicework akan memanage network anda mulai dari memberikan informasi disk space, antivirus yang digunakan hingga memberikan notifikasi dan pemberitahuan saat terjadi error atau masalah pada network anda.

Spicework juga akan memberi saran kepada anda jika terjadi masalah semisal saran untuk menginstall software tertentu dan troubleshooting lainnya.

Cara Kerja Spiceworks

 

Spiceworks berjalan dengan tahapan sebagai berikut :

 

•     Aktive Direktori Diakses

Jika digunakan Spiceworks memiliki aksesterhadap active directory, Spiceworks akan memeriksa active directory tersebut untuk menginventarisasi asset pada jaringan. Spiceworks menggunakan info ini(alamat IP, sistem operasi, tingkat service pack, nama mesin) untuk mengisi informasi perangkat yangditemukan.

 

•     NetBIOS diakses

Netbios akan diakses untuk mendapatkan informasi asset pada jaringan sebanyak mungkin

 

•    Alamat IP pada jaringan di Ping

IP addres yang ada dijaringan akan di ping, danspiceworks akan memberikan informasi yang mana IP yang online dan yang kosong ( offline )

 

•     Mesin Diidentifikasi

Mesin yang merespon ping, akan diidentifikasi oleh berdasarkan port yang bisa dimasuki oleh spiceworks.Spiceworks akan mencoba untuk terhubungmenggunakan SNMP, WMI, SSH, SIP, MAC alamat,kemudian HTTP. Jika semua port gagal, makaspiceworks akan mengidentifikasi mesin sesuai infoyang didapat dari NetBIOS dan akan berlabel“unkown”. Pada mesin yang mendapat label unkown, berarti spiceworks tidak mendapatkan informasimendetail tentang mesin, dan hanya info terbatas, dan biasanya akan bertuliskan “scan error”.

 

•     Informasi Dikumpulkan

Dengan protocol yang sesuai, spiceworks akanmengumpulkan informasi sesuai dengan jenis mesin.Misalnya, untuk PC, maka informasi software bisadidapat, dan untuk switch, port mana yang sedangon/off.

 

•    Sebuah Laporan DNS Dibuat

Laporan tentang Domain Name System akan dibuatsetelah proses scanning selesai, apakah ada perubahanDNS atau tidak.

 

•    Perangkat Dikelompokkan

Setelah melakukan proses scan dan mendapatkaninformasi dari perangkat, spiceworks akanmengelompokkan perangkat-perangkat tersebut kedalam beberapa kategori, seperti workstation/PC,server, printer, dll. Anda juga dapat melakukan pengelompokkan sendiri (custom) pada bagianinventory.

 

•    Kegiatan yang masuk

Ketika Scan berjalan, spiceworks akan mengumpulkankegiatan windows berdasarkan kriteria admin padasetiap perangkat.

Kelebihan Spiceworks :

1. Easy-installation (bisa localhost ataupun server, baca OS compatibility di situsnya)

2. Agent-less (tidak perlu menginstall tools tambahan di komputer client)

3. Full-featured (fiturnya lengkap, mulai dari network scanning, reporting hingga helpdesk)

4. Free License (gratis namun aplikasi ini bersifat closed-source dan disisipi ads oleh developernya, selebihnya tidak ada yang mengganggu)

5. Easy2Use (cukup mudah untuk mempelajari penggunaan tools ini)

 

Kelemahan Spiceworks:

Kepadatan informasi per komputer, memiliki banyak data per mesin tetapi untuk hal-hal seperti server banyak statistik perlu menggunakan alat lain.

 

Requirements:

Operating System:

  • Windows 7
  • Windows XP Professional SP2+
  • Windows Vista
  • Windows 2003 Server SP1+
  • Windows 2008 Server

Hardware:

  • 1.5 GHz Pentium 4 Class Processor – Minimum
  • 1.0 GB RAM – Minimum

Discovery Requirements:

  • Windows 2000 Professional
  • Windows 2000 Server
  • Windows XP Professional
  • Windows Vista
  • Windows 7
  • Windows 2003 Server
  • Windows 2008 Server
  • Macintosh OS X – SSH must be enabled
  • Linux/Unix – SSH must be enabled

Exchange Monitoring Support:

  • Spiceworks dapat memonitor Exchange 2003, dan dapat memonitor 2007 dan 2010 menggunakan script ini.

Deteksi Interface Bandwidth:

  • Device perlu support Bridge MIB atau Q-Bridge MIB untuk Spiceworks to mendapatkan kembali informasi VLAN.
  • Device perlu support IP-MIB dan IF-MIB untuk Spiceworks untuk mendapatkan kembali informasi interface.

Email Server Requirements:

  • Incoming Email: IMAP, POP, atau Exchange 2003, 2007, dan 2010
  • Outgoing Email: SMTP atau Exchange 2003, 2007, dan 2010

Browser Requirements:

 

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/6kdRoLMq-qo” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    REZA HERAWAN 0607004: Implementasi COBIT Pada Kerja Praktek di ”PT. TRANSINDO JAYA KOMARA”

    Pendahuluan

    COBIT yaitu Control Objectives for Information and Related Technology yang merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA), dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

    1. Business information requirements, terdiri dari : Information : effectiveness (efektif), efficiency (efisien), (keyakinan), integrity (integritas), availability (tersedia), (pemenuhan), reliability (dipercaya). 
    2. Confidentiality compliance  
    3. Information Technology Resource, terdiri dari : People, applications, technology, facilities, data. 
    4. High – Level IT Processes.

     

    COBIT didasari oleh analisis dan harmonisasi dari standar teknologi informasi dan best practices yang ada, serta sesuai dengan prinsip governance yang diterima secara umum. COBIT berada pada level atas yang dikendalikan oleh kebutuhan bisnis, yang mencakupi seluruh aktifitas teknologi informasi, dan mengutamakan pada apa yang seharusnya dicapai dari pada bagaimana untuk mencapai tatakelola, manajemen dan kontrol yang efektif. COBIT Framework bergerak sebagai integrator dari praktik IT governance dan juga yang dipertimbangkan kepada petinggi manajemen atau manager; manajemen teknologi informasi dan bisnis; para ahli governance, asuransi dan keamanan; dan juga para ahli auditor teknologi informasi dan kontrol. COBIT Framework dibentuk agar dapat berjalan berdampingan dengan standar dan best practices yang lainnya.

     

    Implementasi dari best practices harus konsisten dengan tatakelola dan kerangka kontrol Perusahaan, tepat dengan organisasi, dan terintegrasi dengan metode lain yang digunakan. Standar dan best practices bukan merupakan solusi yang selalu berhasil dan efektifitasnya tergantung dari bagaimana mereka diimplementasikan dan tetap diperbaharui. Best practices biasanya lebih berguna jika diterapkan sebagai kumpulan pinsip dan sebagai permulaan (starting point) dalam menentukan prosedur. Untuk mencapai keselarasan dari best practices terhadap kebutuhan bisnis, sangat disarankan agar menggunakan COBIT pada tingkatan teratas (highest level), menyediakan kontrol framework berdasarkan model proses teknologi informasi yang seharusnya cocok untuk perusahaan  secara umum.

     

    COBIT FRAMEWORK

    Kerangka kerja CobIT terdiri dari beberapa guidelines (arahan), yakni :

    a.    Control Objectives

    Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition & implementation, delivery & support, dan monitoring.

    b.    Audit Guidelines

    Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atau saran perbaikan.

     

     

    c.    Management Guidelines

    Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus, apa saja resiko yang timbul, dan lain-lain.

    d.    Maturity Models

    Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5).

     

    Pengelolaan TI (Tata Kelola TI)

    Teknologi informasi memiliki peranan penting bagi setiap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi pada kegiatan bisnisnya, serta merupakan salah satu faktor dalam mencapai tujuan perusahaan. Peran TI akan optimal jika pengelolaan TI maksimal. Pengelolaan TI yang maksimal akan dilaksanakan dengan baik dengan menilai keselarasan antara penerapan TI dengan kebutuhan perusahaan sendiri.

    Semua kegiatan yang dilakukan pasti memiliki resiko, begitu juga dengan pengelolaan TI. Pengelolaan TI yang baik pasti mengiidentifikasikan segala bentuk resiko dari penerapan TI dan penanganan dari resiko-resiko  yang akan dihadapi. Untuk itu perusahaan memerlukan adanya suatu penerapan yang harus dilakukan perusahaan, yakni menerapkan Tata Kelola TI (IT Governance).

     

    PT. Transindo Jaya Komara 

    KOPERASI LANGIT BIRU yang sebelumnya dikenal dengan PT. Transindo Jaya Komara (PT. TJK) dengan Akte Notaris H. Feby Rubein Hidayat SH No. AHU. 0006152.AH.01.09. Tahun 2011 adalah perusahaan konvensional yang sudah berdiri 2 tahun dan bergerak khusus mengelola daging sapi dan air  mineral.
    Saat ini KOPERASI LANGIT BIRU telah memiliki 62 suplayer pemotongan dan pendistribusian daging sapi serta pusat pendistribusian air mineral SAFWA. Adalah Ustad Jaya Komara sebagai Direktur utama memiliki pengalaman 16 Tahun dalam pengelolaan daging sapi. Ustad yang selalu berpenampilan sederhana dan apa adanya ini memiliki visi misi besar untuk kesejahteraan bersama khususnya Umat Islam. Untuk mengembangkan usahanya ini Ustad jaya Komara pada awalnya hanya menggandeng masyarakat sekitar saja untuk ikut serta menikmati keuntungan hasil usaha daging sapinya.

    Berawal dari pandanganya terhadap strata kehidupan masyarakat Indonesia dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin. Maka tercetuslah ide kreatif untuk pengembangan usahanya dengan mengikutsertakan masyarakat pada umumnya. Pada awalnya hanya diadakan arisan daging untuk masyarakat sekitar saja, yang hasilnya dibagikan tiap lebaran haji baik berupa keuntungan berupa uang dan daging sapi itu sendiri, hal ini sudah dilakukan oleh ustad jaya komara sebelum KOPERASI LANGIT BIRU resmi berdiri.

     

    Berkaitan dengan pertimbangan diatas, perlu adanya suatu metode untuk mengelola IT. Dalam hal ini, metode COBIT perlu diterapkan dalam pengelolaan perusahaan agar pengguna IT sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif serta mencegah atau meminimalisir adanya resiko terhadap penggunaan IT. Dalam hal ini saya mencoba merancang penerapan COBIT pada PT. Transindo Jaya Komara.

    1.    Analisis Permasalahan

    ·         Pada PT. Transindo Jaya Komara sudah memiliki prosedur pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan, tetapi faktanya prosedur tersebut tidak sepenuhnya dijalankan, sehingga user biasanya melakukan secara manual.

    ·         Mengetahui berbagai kendala dalam pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan.

    ·         Perusahaan menginginkan adanya suatu evaluasi tata kelola teknologi informasi untuk peningkatan mutu perusahaan .

    ·         Pengolahan Data

    PO 1 Merencanakan rencana strategis IT

    Pada PT. Transindo Jaya Komara sudah mengetahui akan rencana strategis TI, meski kenyataannya pelaksanaannya sering diabaikan. Pendokumentasian belum terstruktur dengan jelas. Dan hanya diketahui oleh beberapa pegawai yang berkepentingan saja. Update dari rencana strategis TI merupakan respon dari permintaan pihak perusahaan dan juga berdasarkan perubahan kondisi yang ada. Keputusan-keputusan stategis yang diambil hanya berdasarkan pada masalah yang ada dalam proyek yang dilaksanakan, belum berdasarkan rencana strategis TI yang telah ditetapkan secara konsisten.

    Tetapi pada perusahaan ini sudah adanya solusi TI yang dibuat untuk menghadapi masalah yang ada. Penyampaian kepada konsumen juga sudah dilakukan, hanya belum berjalan dengan maksimal. Penyampaian kepada konsumen dilakukan secara online, dengan website yang diberikan perusahaan.

    Seperti adanya rencana strategis dalam pemanfataan TI pada perusahaan ini yakni :

    ·         Solusi menyeluruh untuk industri perdagangan dan investasi

    ·         Solusi TI menyeluruh dengan nilai yang luar biasa

    ·         Solusi TI menyeluruh dengan kompetensi yang tinggi

     

    PO 2 Arsitektur Informasi

    Belum semua instansi memiliki sistem informasi dan sistem informasi yang dikembangkan belum terintegrasi.

    PO 3 Arah Teknologi

    Teknologi yang digunakan belum begitu canggih karena sarana dan prasarana belum memadai.

    PO 4 Organisasi TI dan hubungan

    Sudah ada sebuah organisasi yang jelas dan secara khusus menangani bidang IT, tetapi belum bekerja secara maksimal.

     

    PO 5 Investasi TI

    Belum adanya rancangan anggaran TI yang menyeluruh.

    Alokasi anggaran yang terbatas.

     

    PO6 Komunikasi tujuan dan arah manajemen

    Masih lemahnya koordinasi pembagian produk produk. Hal ini menyebabkan

    koordinasi koperasi kurang efektif dan antrian yang semakin panjang.

     

    PO 7 Manage SDM

    Penempatan SDM yang tidak tepat dan pembagian tugas yang tidak jelas.

    Pengelolaan sumber daya yang belum optimal baik di tingkat teknis operasional

    maupun manajerial.

     

    PO 8 Kesesuaian dengan external requirement

    Kurangnya kesiapan dalam antisipasi (change of management) baik terhadap

    perkembangan teknologi informasi dan komunikasi maupun terhadap tuntutan

    masyarakat (globalisasi).i TI menyeluruh untuk industri transportasi dan perjalan

    PO 9 Menilai Resiko TI

    Di PT. Transindo Jaya Komara sudah adanya  kebijakan akan manajemen resiko, karena sebagian besar pelaksanaan kegiatan bisnis di Departemen TI di perusahaan ini sudah memanfaatkan teknologi 100 %. Manajemen resiko dilakukan sesuai dengan proses yang telah ditentukan perusahaan, namun belum ada standart khusus untuk mengatur kebijakan manajemen resiko tersebut. Tetapi manajemen resiko pada perusahaan ini belum disosialisasikan kepada seluruh pegawai, jadi hanya pihak terkait atau manager yang mengaturnya dan menjalankannya. Apabila terjadi kesalahan manajer yang memberitahukan secara manual kepada pegawainya.

    Proses kelonggaran/mitigasi yang diberikan terhadap resiko proyek, baik proyek baru atau lama semuanya diperiksa oleh manager, tetapi masih belum konsisten karena tidak adanya standart khusus untuk proses tersebut.

    PO 10 Manajemen Proyek

    Pada perusahaan ini, menajemen untuk proyek telah memenuhi kebutuhan user. User disini ialah pegawai, manager, pimpinan dan stakeholders lainnya. Namun, proses pedokumentasian belum berjalan dengan baik serta pengembangan dan penggunaan teknik juga belum dilaksanakan dengan baik. Serta aplikasi dari penerapan management proyek tergantung pada kebijakan dari manager.

    PO 11 Manajemen kualitas

    Kurangnya tenaga ahli yang mampu mengawasi kualitas TI dan rendahnya penghargaan terhadap SDM TI terampil mempengaruhi kualitas sistem dan pengembangan TI.

     

    KESIMPULAN

    Metode cobit perlu diterapkan pada PT Transindo Jaya Komara, hal ini berdasarkan atas kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Dengan diterapkannya metode cobit diharapkan kinerja PT Transindo Jaya Komara dapat lebih baik dan terorganisir sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dan juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor koperasi, pemegang saham dan pemerintah.

    <iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/WxwXshM2v3Y” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    0610U029 Lutfi Azhari: Keuletan Berwirausaha Membawa Nikmat

    Tugas Kewirausahaan: Menceritakan Apabila Saya Menjadi Seorang Wiraswasta

    Disusun oleh : 0610U029 Lutfi Azhari

    Jurusan Teknik Informatika – Universitas Widyatama Bandung

     

    Jika Saya Menjadi Seorang Wiraswasta

    Dalam melakukan berbagai pekerjaan kita tidak boleh malu dengan apa yang kita kerjakan, karena itu merupakan modal utama yang harus dimilki sebagai seseorang yang akan melakukan pekerjaan sebagai seorang wiraswasta, bila akan melakukan perkerjaan sebagai seorang wiraswasta pasti kita akan di hadapkan dengan berbagai orang. Oleh karena itu kita harus membuang rasa ego kita yang miliki supaya sesuatu yang akan dikata lakukan akan berjalan dengan lancar. Impian saya ketika pertama kali saya berkerja sebagai seorang Wiraswasta  saya harus mencari dulu perkerjaan yang nantinya saya bisa mendapatkan modal untuk melakukan berbagai macam aktifitas sebagai seorang Wiraswasta . Saya juga mengerti dalam mengumpukan modal tersebut harus memerlukan waktu yang lama supaya saya bisa melakukan usaha sendiri sebagai seorang Wiraswasta , dan Ketika sesuatu yang saya mau itu sudah terkumpul alias money itu sudah ada saya akan mencari tempat yang setrategis yang dimana tempat tersebut harus selalu ada bibit dalam melakuka akifitas berjualan. Karena apa, kita sebagai seorang Wiraswasta  harus memikirkan tempat, supaya parapembeli itu akan selalu datang untuk membeli barang-barang yang diinginkan dengan jumlah orang yang banyak. Jika kita tidak memperhitungankan itu maka usaha yang kita ciptakan tidak akan berkembang dengan cepat dan mungkin usaha yang kita lakukan tidak akan pernah berjalan dengan lancar. Apabila kita sudah mendapatkan tempat yang strategis dan mempunyai uang yang cukup untuk membangun tempat, kita harus pandai-pandai untuk mempromosikan kepada teman ataupun orang lain bahwa kita itu mulai melakukan bisnis berWiraswasta . Itu merupakan sesuatu yang kecil yang bisa kita lakukan dalam mempromosikan bahwa kita mulai melakukan berWiraswasta . Sebagai seorang wiraswasta kita hendaknya harus menganggap bahwa orang yang berbelanja itu sebagai raja, mengapa saya berkata begitu karena kita kalau orang yang membeli itu tidak nyama dengan pelayanan yang kita berikan maka pembeli tersebut akan selalu datang untuk membeli kembali dan apabila kita memberikan pelayanan yang tidak baik kepada orang yang membeli maka akibatnya orang-orang yang membeli tersebut tidak akan membeli lagi di tempat kita berwiraswasta itu dan nantinya mungkin kita akan rugi/gulungtikar. Dalam berwiraswasta juga kita harus memikirkan barang apa yang mestinya kita jual, mengapa kita harus memkirkan tentang barang apa yang harus kita jual karena itu merupakan sesuatu yang nantinya akan di beli oleh setiap orang. Kita harus pandai-pandai untuk menjual barang yang sering digunakan oleh orang-orang yang setiap hari mereka gunakan dengan begitu maka orang-orang setiap hari pasti akan membeli barang tersebut, tetapi kalau kita menjual barang-barang yang tidak digunkan oleh orang-orang maka barang tersebut yang kita jual akan susah untuk dibeli oleh parapembeli. Kita harus memikirkan bahwa barang tersebut kalau tidak dibeli oleh komsumen maka barang tersebut jangan yang mudah basi, karena jika barang  tersebut belum laku dan basi maka kita akan rugi. Oleh karena itu kita harus memikiran barang yang sering di konsumsi dan tidak mudah basi atau rusak. Setiap orang yang memulai berWiraswasta  pasti mengalami sepinya pembeli kita tidak boleh mudah menyerah apa bila barang-barang yang kita jual belum laku, kita harus sabar dengan itu, itu merupakan resiko yang didapatkan ketika kita memulai suatu usaha dengan berwiraswasta. Kebanyak orang yang berWiraswasta  itu mulai terkenal setelah berbula-bulan atau bertahun-tahun. Dalam berwiraswasta juga kita harus pandai-pandai memilih pekerja yang nantinya dia akan membatu kita dalam melayani parapelanggan. Kebanyak parapekerja walaupun tidak semua kita harus sering memperhatikan karena parapekerja itu tidak semua jujur itu lah yang sangat membahayakan seorang wiraswasta yang pemula selau lalai dalam mematau parapekerja tersebut dan akhirnya pekerjaanya tersebut akan terjadi kegagalan. Dalam berWiraswasta  kita pasti akan mendapakan keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang didapat tidak boleh digunakan sesuatu yang tidak bermanfaat karen itu merupakan sesuatu yang mungkin bila kita gunakan untuk membeli barang untuk menambah modal kita, pasti uang tersebut bisa menguntungkan kita. Kita dalam melakakuan berWiraswasta  kita tidak boleh berlaku tidak baik dengan paraWiraswasta  lain karena jika kita melakuakan sesuatu yang tidak baik kepada wiraswasta yang lain dan natinya parakonsumen tau dengan apa yang kita kerjakan maka pasti kita itu dicap dengan berbagai gosip yang tidak baik. Maka dari itu kita harus bersaing dengan sehat dalam melakukan wirwasta tersebut. Ketika saya mempuyai rejeki dan semua barang-barang yang kita jual itu sudah cukup maka yang akan saya lakukan saya  tidak akan menyimpan uang keuntungan itu dengan percuma saya akan menggolangkan uang itu kembali dengan membuat usaha baru yang sama tetapi di tempat yang berbeda. Menurut saya itu merupakan salah satu tindakan yang tepat yang selalu dilakukan oleh orang-orang sudah merasakan manisnya dalam melakukan perkerjakan sebagai Wiraswasta . Meraka ingin uang yang didapatkannya itu dapat bertambah banyak yang mungkin itu bisa megakibatkan orang tersebut harus berkerja dengan ekstra. Dan kita harus ingat bila kita sudah mendapatkan dengan apa yang kita dapatkan kita tidak boleh sombong karena kesombongan akan mendapakan sesuatu yang enyakitkan…terimakiash

    Menceritakan Sesuatu Yang Menarik Tentang Keluarga

    Saya akan menceritakan kisah sodara saya yang mempunyai kisah unik yang dialami ketika pertama kali melakukan perkerjaan sebagai seorang wiraswasta hingga akhirnya bisa menjadi sukses. Sebut saja EK mempunyai seorang ayah yang bernama ME , dia bekerja sebagai buruh pengantar bako ke setiap jongko pada sebuah pasar. Tetapi dia ulet dalam melakukan perkerjaannya itu. Dia juga bisa meracik dalam pembuatan barang tersebut. Dalam
    mengantarkan perkerjaannya itu dia selau diberi gaji setiap hari dan dia selalu menabungkan sebagian gajinya terebut untuk keperluan lainnya nanti. Singkat cerita akhirnya dia bertekad untuk keluar dari perkerjaannya itu dan mulai membuat usaha baru. Dia dengan ulet terus melakukan usaha barunya. dia mempunyai seorang anak yang bernama EK dia lulusan S2 Unversitas pajajan kimia. Ketika sudah lulus dia mempunyai tekad untuk melanjutkan usaha bapaknya yaitu berjulan bako. Dan ayahnya menyuruh dia untuk bekerja disuatu perusahaan. Tapi anehnya ketika dia sudah sudah lulus, dia ditawarkan disuatu perusahan swasta dengan diberikan gaji sebesar 8 juta rupiah perbulan pada tahun 2003 dia menolaknya dengan alasan dia ingin melanjutkan usahanya ayahna, tetapi dia mengaku kepada ayahnya bahwa dia gagal melamar kerja. Tak lama kemudian dia meminta kepada ayahnya bahwa dia ingin bekerja berjualan bako di suatu jongko. Singkat cerita dia diijinkan untuk berjualan dan diberikan modal dengan diberikan sebuah jongko kecil, sudah mendapakan yang dia inginkan tidak lama dia menikah dengan bibi saya dengan bermodal kerja sebagai Wiraswasta
     yang pada saat itu pendapatan yang didapatnya belum tentu mendapakan pembeli atau tidak. dia melakukan pekerjaan setiap hari selama 2 tahun perjaannya itu belum laris juga,  tetapi dia tidak pantang menyerah dia terus saja berjualan hingga akhirnya dia mendapakan pelanggan yang tetap. Hari demi hari dia lewati, pelanggan pun mulai bertambah. Penghasilan yang didapatkan pada tahun ke 4 mulai menjajikan. Hingga beberapa tahun kemudian dia bisa membeli toko di sampingnya untuk dijadikan sebuah gudang. Pada tahun 2008an dia sudah mendapakan manisnya penghasilan yang didapkan akibat keuletan dia, hingga saat ini dia bisa membeli mobil barang dan juga 2 mobil lainya. Tak juga itu keuntungan yang didapakan dari hasil satu jongko itu bisa menghasilakan usaha lain yaitu menyewakan kosan sebanyak 20 kamar, usaha peternakan udang galah, hingga akhrnya sekarang bisa menikmati hasilnya. Itu lah yang didapatkan akibat keuletan dan kejujuran dalam bekerja.

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=HPv-zCOVoEQ&w=600&h=400]

    Kewirausahaan Mahasiswa: Tugas Praktek Lapangan (Antara Tantangan dan Keuntungan)


    Hari ini s/d minggu depan mahasiswa Kewirausahan Prodi Akuntansi Universitas Widyatama melakukan Tugas Praktek Lapangan dengan Dosen Pengampu Djadja Achmad Sardjana S.T.,M.M, untuk melakukan kegiatan Melakukan usaha-usaha Wirausahawan berupa :

    1. Penjualan (Sales)
    2. Marketing (Pemasaran)
    3. Studi Kelayakan Bisnis/Riset
    4. Wawancara Bisnis/Negosiasi
    5. Sosialisasi Produk/Jasa Kewirausahaan

    Setelah selesai mereka dimohon membuat dokumen sbb:

    1. Laporan Aktifitas Wirausaha (Word, min.5 hal., A4, Arial/Roman Font 12)
    2. Presentasi Aktifitas Wirausaha (Powerpoint, min.5 hal.)
    3. Clip Video yg diupload ke youtube.com (min. 5 menit, kirimkan link-nya saja)

    Ada beberapa kelompok yang mulai menawarkan produk atau jasa kepada mahasiswa, dosen bahkan fihak lain termasuk di Gasibu dan Car Free Day – Dago. Kita tunggu hasilnya minggu depan 🙂

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=Li7Hxjidx1s?rel=0&w=640&h=420]

    LOTEK PARANTI YANG FENOMENAL: Wawancara Kewirausahaan Informatika Widyatama

    Lotek adalah salah satu makanan tradisional yang telah ada sejak dahulu kala. Lotek itu berupa sayuran yang di bumbui oleh bumbu kacang yang dapat disajikan dengan lontong atau nasi hangat, disertai dengan kerupuk dan bawang goreng. Biasanya tidak ada yang spesial dari makanan tradisional ini, karena hampir semua orang mungkin dapat membuatnya, selain itu juga banyak penjual yang menjual lotek dimana-mana, dan biasanya memiliki rasa yang hampir sama satu sama lain, tetapi ternyata ada salah satu lotek yang fenomenal, yang memiliki keunikan dan membuat banyak orang membelinya dengan harga yang relatif mahal. Lotek tersebut bernama Lotek Paranti.

    Lotek Paranti berdiri sejak tahun 1953, didirikan oleh Ibu Uwat. Ibu Uwat adalah mertua dari Ibu Hani yang sekarang mengurus usaha Lotek Paranti ini sejak tahun 1996. Dari dulu hingga saat ini Lotek Paranti masih berlokasi di Jalan Cilentah no.4. Namun sewaktu awal berdiri, lotek ini hanya berjualan diatas satu meja, lalu usaha lotek ini terus maju hingga memiliki tempat yang nyaman seperti saat ini.

    Dilihat dari penampilan, Lotek Paranti hampir sama dengan lotek-lotek lain yang dijual seperti biasanya, tetapi setelah dicicipi lotek ini mempunyai rasa yang ‘beda’ juga bumbu kacangnya lebih terasa gurih tetapi tetap pas disajikan dengan semua sayuran. Rasa yang membedakannya lagi adalah adanya kerupuk yang dibubukkan dan dicampur kedalam bagian lotek, dan cara penyajiannya pun menggunakan bawang goreng dan kerupuk emping. Hal unik lainnya ialah lotek ini tidak berair meskipun sudah dibiarkan beberapa jam.

    Di Lotek Paranti ini menjual 2 macam makanan yang terdiri dari lotek dan rujak. Loteknya pun ada dua jenis yaitu, lotek ‘mateng’ dan juga lotek ‘mentah’. Namun kebanyakan orang yang datang ketempat ini membeli lotek ‘mateng’. Hal menarik lainnya adalah hampir semua usia menyukai lotek ini, padahal biasanya kebanyakan dari anak-anak tidak menyukai makanan tradisional, tetapi lotek ini merubah anggapan bahwa anak-anak tidak menyukai makanan tradisional.
    Lotek Paranti menjual loteknya seharga Rp15.000,00 dan Rp13.000,00 untuk harga rujak. Dengan harga yang terbilang mahal untuk ukuran harga sebuah makanan traditional seperti lotek, angka penjualan lotek ini per hari nya bisa mencapai 100-150 bungkus dihari biasa, namun dihari libur merah dan Hari Libur Nasional penjualannya bisa mencapai 300 bungkus.

    Hal ini sungguh sangat fenomenal untuk sebuah usaha lotek, tetapi itulah kenyataan yang terjadi di pasaran. Karena pesatnya usaha lotek ini, pengurus lotek membuka franchise untuk lebih meningkatkan usahanya. Rencananya pada tahun ini akan dibuka dua cabang baru yaitu di Kota Bali dan Medan.

    Dari hasil usaha yang diurusnya, Ibu Hani bisa menyekolahkan anak-anaknya dan bisa merenovasi rumah, membeli mobil dan masih banyak keuntungan yang lainnya.

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=VJANeJUsfbY&w=640&h=480]

    Artikel Terkait:

    Role Playing Kewirausahaan Mahasiswa FBM Universitas Widyatama

    Bermain peran pada prinsipnya merupakan pembelajaran untuk ‘menghadirkan’ peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Pembelajaran ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.

    Role playing adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield, 1986). Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas, dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, role Playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu, 2000).

    Dalam role playing murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid (Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Lebih lanjut prinsip pembelajaran ini memahami kebebasan berorganisasi, dan menghargai keputusan bersama, murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah, melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi, mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono, 2001). Jadi, dalam pembelajaran murid harus aktif, karena tanpa adanya aktivitas, maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. 

    Sementara itu, sesuai dengan pengalaman penelitian sejenis yang telah dilakukan, manfaat yang dapat diambil dari role playing adalah: Pertama, role playing dapat memberikan semacam hidden practise, dimana murid tanpa sadar menggunakan ungkapan-ungkapan terhadap materi yang telah dan sedang mereka pelajari. Kedua, role playing melibatkan jumlah murid yang cukup banyak, cocok untuk kelas besar. Ketiga, role playing dapat memberikan kepada murid kesenangan karena role playing pada dasarnya adalah permainan. Dengan bermain murid akan merasa senang karena bermain adalah dunia siswa. Masuklah ke dunia siswa, sambil kita antarkan dunia kita (Bobby DePorter, 2000: 12).

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=mRuw8_nGH08&w=640&h=510]

    Related articles, courtesy of Zemanta: