Anakku, Ujian Nasional Bukanlah Batu Penghalang Bagimu

Kami tahu engkau telah berusaha sekuat tenaga 

Mempersiapkan diri menghadapi salah satu ujian dalam hidupmu

Engkau ingin menjadi ahli di bidang sipil juga komputer

Di lain waktu, engkau ingin menjadi wartawan atau reporter

 

Di rumah kita banyak buku yang telah engkau baca dan tamatkan

Mulai dari hikayat Nabi, Napoleon, Mac Arthur, bahkan Soekarno dan Hatta

Anakku, Ujian Nasional Bukanlah Batu Penghalang Bagimu

Doa kami bersama usaha dan tekadmu untuk dapat mencapai tujuan hidupmu

 

Catatan: 

Mohon doanya putra kami, Muhammad Firman Nugraha, dapat melewati Ujian Nasional 7-9 Mei 2012 dan mencapai apa yang dicita-citakannya selama ini….. Amin Ya Robbal Alamin…..

<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/7xo0QlavhW0″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Ujian Nasional: Antara Evaluasi Dan Monitoring Kinerja Proses Pembelajaran

 
Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online makna “ujian” adalah: 
uji.an [n] (1) hasil menguji; hasil memeriksa; (2) sesuatu yg dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dsb): ~ kenaikan kelas diselenggarakan di sekolah masing-masing; (3) cobaan: musibah ini adalah ~ dari Tuhan. 
 
Sedangkan Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas (sekarang Kemdikbud) di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.  
 
[slideshare id=1147554&doc=ujiannasionaldanpeningkatanmutupend-drramliz-090315093406-phpapp01]
   
Ada yang menarik dari Undang-undang tersebut bahwa selain evaluasi, UN/UNAS merupakan “proses pemantauan (Monitoring) evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan”. Apa artinya? Berarti “Keyword” (Kata Kunci)  penting lainnya adalah “Proses Pemantauan secara berkesinambungan”. Dalam bahasa lain ada proses “Monitoring” di sana. 
 
Dari “Kamus Bahasa Indonesia Online” makna “monitor” adalah: 
mo.ni.tor [n] orang yg memantau; (2) n alat untuk memantau (spt alat penerima yg digunakan untuk melihat gambar yg diambil oleh kamera televisi, alat untuk mengamati kondisi atau fungsi biologis, alat yg memantau kerja suatu sistem, terutama sistem komputer, dsb); (3) n alat semprot air dng tekanan 4-7 atmosfer yg digunakan pd tambang timah aluvial untuk menambang biji timah; (4) n alat yg dirancang untuk mengobservasi, mengawasi, mengontrol, atau memverifikasi operasi suatu sistem; (5) n pengawasan dan tindakan memverifikasi kebenaran operasi suatu program selama pelaksanaannya berdasarkan rutin diagnostik yg digunakan dr waktu ke waktu untuk menjawab pertanyaan tt program tsb; (6) v pantau; cek secara cermat
   
Permasalahan UN/UNAS menjadi pelik ketika ada “Disparitas” (Perbedaan Yang Mencolok) dan “Proses Yang Tidak Berkesinambungan” dari proses pendidikan. Menurut pasal-1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003:  
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”  
 
 
  
Disini jelas bahwa perlu monitoring berkesinambungan dari “usaha sadar dan terencana” menuju “suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya”. Jelas perlu metoda dan alat ukur yang tepat guna agar peserta didik “memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”    
  
 
Secara filosofis UN/UNAS baik konsepnya, namun perlu ditekankan bahwa prosesnya tidak hanya ditekankan pada akhir tahun ajaran. Ia harus merupakan bagian “Sistem Pendidikan Berkelanjutan” yang dimonitor setiap waktu terhadap semua pemangku kepentingan utama pendidikan yaitu Kepala Sekolah, Guru, Peserta Didik, Tenaga Non-Kependidikan, Dinas Pendidikan, Kemdikbud bahkan Orang Tua/Wali.   
  
  
 
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=R73fdqhpJBo&w=600&h=450]