@NgabaduyIT Strikes Again To (Ngalalana Deui Ka) Batu Hijau – Sumbawa

Sekali lagi tim @NgabaduyIT berkelana ke Batu Hijau –Sumbawa. Kali ini tim diperkuat oleh @djadjas, @Tsauri28, Dwi Haryanto dan satu-satunya wanita yaitu Teh @k_amiDong. Misi bertujuan untuk memperkuat e-Learning di institusi tersebut terutama untuk Divisi Training.

Tambang Batu Hijau merupakan tambang terbuka tembaga dan emas.  Tambang dioperasikan oleh Newmont Mining Corporation anak perusahaan PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont). Tambang ini terletak 1.530 kilometer (950 mil) timur Indonesia dari ibukota Jakarta, di selatan Kabupaten Taliwang , di Pulau Sumbawa sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat. Tambang ini adalah hasil dari eksplorasi  dan program pembangunan sepuluh tahun didasarkan pada penemuan deposit tembaga tahun1999. Produksi dimulai pada tahun 2000.

Tambang memanfaatkan  metode penambangan terbuka “truck and shovel”  dengan bijih yang diproses pada “Semi-Autogenous Grinding” diikuti dengan sirkuit flotas . Produk jadi adalah konsentrat tembaga-emas, yang dikirim melalui pipa ke fasilitas penyimpanan di pantai Samudra Indonesia.

 

Apakah Peserta Didik Menikmati Pembelajaran Dengan “Role Playing Game”?

Sering saya melakukan pembelajaran dengan “Role Playing Game”, apakah mereka menikmatinya? Berikut adalah hasil karya mahasiswa TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG dengan topik “Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air”:

TUGAS KULIAH PENGANTAR LINGKUNGAN INDUSTRI

TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG

 

Anggota:Abdul Rohman 11-2006-084    [masyarakat]

Tri Wahyu Rubianto 11-2007-004   [teknisi]

Devi Slamet 11-2007-015   [humas]

Budhi Taufiq 11-2007-025    [hukum]

Crisca Angelia Yuda 11-2007-045     [akuntan]

 

Tema:PEMBANGKIT

 

Judul:Perencanan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air

 

Inti cerita:

Awalnya melakukan tinjauan terhadap suatu daerah dari segi hubungan antara masyarakat dalam meminta persetujuan untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, kemudian dalam melakukan pembangunan dibutuhkan surat legalitas dalam pembangunan, namun dalam mendapatkan persetujuan terdapat masalah dari sisi masyarakat yang menolak pembangunan tersebut, untuk itu terdapat humas yang membawa teknisi agar dapat mejelaskan lebih lanjut dalam pembangunan dan manfaat dari pembangunan PLTA ini, dan juga akuntan dan bagian hukum yang menjelaskan dari sisi ganti rugi dan surat legalitas yang bersangkutan dalam pembangunan ini, hingga mendapatkan hak legalitas dalam pembangunan PLTA ini.

 

 

 PERENCANAN PEMBANGUNAN

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

 

Suatu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi yang terbarukan akan melakukan suatu proyek mengenai pembangkit listrik. Proyek ini akan dibangun di tempat atau daerah terpencil yang terdapat banyak penduduk yang belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN. Sebelum dilakukan pembangunan proyek tersebut, dari perusahaan melakukan survey yang meliputi bebrapa faktor dan diantaranya yaitu lokasi pemukiman yang dihuni oleh banyak penduduk, belum ada pasokan listrik dari PLN atau belum semua penduduk bisa memanfaatkan listrik PLN (hanya sebagian kecil saja yang menggunakan listrik PLN), sumber energi yang cukup dan dapat diperbaharui.

 

Dalam situasi rapat:

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Assalamu’alaikum wr.wb.”

Bpk. Devi Slamet (Humas)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)            : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Terima kasih kpd bpk-bpk dan ibu yg telah hadir dalam rapat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga hydro ini. Di sini kita akan membahas persiapan dalam melakukan survey di desa yang masih belum terjangkau pasokan listrik. Dari kriteria yang kita tentukan dan dari beberapa desa yg meiliki kriteria tersebut, dipilih Desa Tak Tahu Di mana. Kepada bagian humas diharapkan bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sana.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, saya akan laksanakan. Saya akan bersosialisasi dengan masyarakat disana dan meminta bantuan dari tokoh masyarakatnya agar masyarakat lebih bisa mengerti maksud dan tujuan proyek ini.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kepada bagian Hukum, agar dipersiapkan segala persiapan yang berkaitan dengan proyek ini. Dimulai dari berkas-berkas sampai surat-surat berharga lainnya, agar memperoleh kelegalan persetujuan dari semua pihak.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”OK, saya sudah persiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan dan segala surat-surat penting lainnya.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kemudian untuk proses pengalihan lahan, biaya, ganti rugi, dan sebagainya, agar bagian Akuntan bisa mengatasinya. Dalam hal ini dibantu oleh bagian Hukum dan Humas.”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : “Baik Pak, saya akan persiapkan segala sesuatunya mengenai hal tersebut. Kepada bagian Hukum dan Humas saya mohon kerjasamanya agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baik Bu, saya akan melakukan yang terbaik agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, kalau begitu kita harus terus melakukan koordinasi jika ada sesuatu hal yang membutuhkan bantuan.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” OK, jadi semua bagian sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam proyek ini. Namun, jangan sampai mementingkan diri sendiri. Dimohon dalam proyek ini kerja sama dari setiap bagian dapat terkoordinasi dengan baik. Demikian rapat kali ini dan besok kita berangkat menuju Desa Tak Tahu Dimana untuk melaksanakan proyek ini. Terima kasih semuanya. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

 

Humas, Hukum, Akuntan                : ”Sama-sama, Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

 

Di lokasi proyek Desa Tak Tahu Dimana:

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           :”Kita telah berada di Desa Tak Tahu Dimana, bagaimana dengan persiapan dan kelengkapan dari setiap bagian?”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Saya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk sosialisasi nanti dengan masyarakat desai ini. Saya juga telah menghubungi tokoh masyarakat desa ini dan meminta bantuannya untuk mengumpulkan masyarakat dalam rangka sosialisasi.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Saya juga telah mempersiapkan semua berkas dan surat-surat yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembangunan proyek ini. Selain itu, saya telah menghubungi pihak berwajib untuk meminta bantuan keamanan agar pada saat terjadi sesuatu yang berhubungan dengan keamanan misalkan kericuhan ataupun kekacauan bisa terkendali. Namun, di sini kita berharap hal tersebut tidak sampai terjadi.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Tentu, kita semua di sini mengharapkan yang terbaik dan hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi, walaupun hal seperti itu sampai terjadi kita harus bisa menyigapinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar dapat mengurangi dampak yang seminimal mungkin. Selanjutnya bagaimana dengan bagian Akuntan? Apakah semua sudah dipersiapkan?”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Semua kebutuhan dan hal penting lainnya telah dipersiapkan, seperti biaya, ganti rugi, proses pengalihan lahan kepemilikan, surat-surat penting, catatan-catatan, dan sebagainya. Nanti saya beserta bagian Humas dan Hukum akan saling berkoordinasi kembali.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Baiklah jika semua sudah beres dan telah dipersiapkan. Sekarang kita akan bertemu dengan masyarakat , mereka telah berkumpul di balai desa dan kita akan menuju ke sana.”

 

Tempat Sosialisasi :

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Assalamu’alaikum wr.wb.”

 

Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada masyarkat yang telah meluangkan waktunya dan bersedia menghadiri acara sosialisai ini dan juga para tokoh masyarakat yang bersedia membantu kami dalam sosialisasi ini. Terutama kepada Bpk. Lurah Desa Tak Tahu Dimana yang telah berada bersama kita di ruangan ini. Terima kasih Pak atas kesediaan Bapak untuk mengajak masyarakt untuk berkumpul di sini bersama kami. Baiklah, langsung saja kita mulai acara sosialisasi ini. Namun sebelumnya, kami akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Devi Slamet sebagai HUMAS. Kemudian ada Bpk. Tri Wahyu Rubianto sebagai TEKNISI. Ada Bpk Budhi Taufiq yang bergerak di bagian HUKUM dan yang terakhir merupakan yang tercantik di antara kami karena satu-satunya wanita, beliau adalah Ibu Crisca Angelia  bergerak di bagian AKUNTAN. Kami merupakan orang-orang yang berasal dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi terbarukan. Tujuan kami di sini untuk membangun suatu pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air. Sebelumnya kami telah melakukan survey di beberapa lokasi, setelah di analisa kami memilih desa ini karena sesuai dengan kriteria yang ada. Selain itu, kami juga di sini dalam rangka kerja sosial karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat di sini. Namun, di sini kami tidak dapat berkerja sendiri, kami membutuhkan bantuan bapak ibu sekalian. Dalam proyek ini kami membutuhkan lahan yang tidak sedikit.”

 

Masyarakat                                        : ”Kenapa harus desa kami Pak? Lahan yang gak sedikit emangnya baut apa? Apa bapak mau memeras kami sebagai orang yang gak berpendidikan ini? Bapak Ibu sekalian, kita jangan mau dibodohin oleh orang-orang seperti mereka yang mau memanfaatkan dan menghasilkan keuntungan buat mereka sendiri.” (Masyarakat lain berkata     : ”Yaaaa…. Betul…! Betul…!)

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Bapak-bapak, Ibu-ibu, mohon dengarkan penjelasan kami dulu. Kami tidak ada maksud seperti itu.”

 

Masyarakat                                        : ”Aaah…. Bohong! Bapak-bapak, Ibu-ibu jangan sampe percaya gitu ajah sama orang-orang ini. Kita gak tau sebenarnya apa yang mereka inginkan.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Tenang dulu bapak-bapak, ibu-ibu, dan sodara sekalian. Kami mengumpulkan masyarakat di sini bermaksud menjelaskan maksud dan tujuan pembangunan proyek ini. Untuk itu bapak ibu sekalian kami mohon dengan sangat kepada semuanya yang ada di sini untuk mendengarkan dan memberi kesempatan kepada kami agar jelas persoalannya. Soal lahan atau tanah, tentu saja kami tidak akan merugikan masyarakat di sini. Kami tentu akan membayarnya dan memberi ganti rugi yang sepantasnya atas lahan yang akan kami digunakan nanti sebagai lahan proyek ini.” (Bpk. Lurah menenangkan warganya agar dapat mendengarkan penjelasan proyek tersebut).

 

Masyarakat                                        : ”Mohon maaf kalo begitu, kami sebagai masyarakat di sini hanya tidak ingin dirugikan dan dimanfaatkan untuk keuntungan semata oleh bapak sekalian. Silahkan bapak jelaskan kembali kepada kami dan kami akan mendengarkannya.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, terima kasih atas perhatian semuanya. Untuk penjelasan mengenai proses pembangunan pembangkit ini akan saya serahkan kepada bagian TEKNISI kami.”

 

Bpk. Tri Wahyu Rubianto (Teknisi)           : ”Terima kasih sebelumnya. Kami di sini bermaksud untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan aliran sungai yang cukup besar di desa ini. Dari survey yang kami lakukan,  desa ini belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN dan kalu pun ada yang menggunakan listrik itu hanya sebagian kecil saja bagi mereka yang berkecukupan. Untuk itu, kami ingin membantu masyarakat di sini agar dapat menikmati penggunaan listrik. Selain itu, proyek ini nantinya bisa mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini sehingga masyarakat di sini bisa mendapatkan penghasilan tambahan bahkan bisa mengembangkan jenis industri yang besar. Sebelumnya, untuk membantu proses pembangunan proyek ini kami membutuhkan lahan dan lokasi yang strategis sebagai tempat pengoperasian dan perawatannya. Lokasinya harus berada di sekitar sungai, mudah terjangkau, dan listrik bisa terdistribusikan secara merata ke rumah-rumah masyarakat. Oleh karena itu kami akan mengganti lahan yang akan kami gunakan dalam proyek  ini dengan penggantian yang sesuai dan tidak merugikan.”

 

Masyarakat                                        : ”Bagai mana dengan pekerjaan kami pak? Karena lahan yang digunakan merupakan tempat pencaharian kami sebagai petani. Dari mana kami bisa mendapatkan penghasilan kalau lahan yang kami gunakan sebagai pencaharian kami sudah tidak ada?

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Untuk soal itu sebaiknya akan lebih jelas bila bagian HUKUM dan AKUNTAN yang menjelaskannya.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baiklah, untuk persoalan lahan tanah dan legalisasinya akan saya urus. Saya beserta bagian AKUNTAN akan mengurus surat-surat tanah dan penggantiannya dengan harga yang sesuai. Saya akan melengkapi semua berkas-berkas kepemilikan lahan atau tanah bila memang masih belum lengkap dan merundingkan mengenai legalitasnya dengan Bapak Ibu sekalian sesuai hukum yang berlaku. Selain itu juga, saya akan membuat perjanjian dari semua pihak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu saja perjanjian tersebut kita buat bersama warga yang bersangkutan dan disaksikan oleh oleh beberapa saksi dari semua pihak. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan semua menyetujuinya. Kemudian untuk biaya dan hal lain akan disampaikan oleh bagian AKUNTAN.”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Terima kasih. Untuk biaya penggantian lahan atau ganti rugi telah saya persiapkan dan akan saya perhitungkan dengan baik. Penggantian ini akan saya bicarakan terlebih dahulu dengan pihak yang bersangkutan mengenai lahan dan ganti rugi. Segala biaya akan kami sediakan sampai proyek ini selesai. Untuk persoalan mengenai pekerjaan Dapak Ibu sekalian, Tujuan kami di sini memang untuk membantu dan mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini. Dalam proses pembangunan nanti, kami akan membutuhkan pekerja yang berasal dari desa ini juga dan akan kami upah yang sesuai. Kemudian jika ada lulusan-lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang memeiliki keahlian di bidang teknisi atau pun kelistrikan akan kami pekerjakan dan menjadi pekerja tetap dalam proyek pembangkit ini. Namun, jika tidak ada atau hanya sedikit yang lulusan SMK, kami akan memberikan pelatihan terlebih dahulu agar memiliki keahlian dan mendapat pekerjaan agar tidak menjadi pengangguran. Tidak hanya itu, kami juga memberi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di sini agar mendapat keahlian yang berkaitan dengan potensi yang ada seperti pengembangan usaha pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Demikian penjelasan dari saya.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih. Baiklah bapak-bapak, Ibu-ibu, dan sodara sekalian, demikian untuk sosialisai mengenai proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air ini. Kami mohon kerja samanya dari semua pihak, semoga kedepannya proyek ini terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya untuk masyarakat Desa Tak Tahu Di mana ini. Amin…! Proyek ini akan dilaksanakan sebulan kemudian setelah semua perjanjian dan kesepakatan dari semua pihak telah disetujui dan mendapat legalisasi. Bila ada sesuatu hal yang ingin disampaikan bisa langsung menghubungi kami. Demikian dari kami, mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak Ibu sekalian. Akhir kata kami ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

 

Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

 

Semua bersalaman dengan masyarakat dan tokoh masyarakat di sana. Walaupun sempat terjadi penolakan dari masyarakat, namun semua berakhir dengan baik. Setelah sebulan mendapat persetujuan dan legalisasi, proyek pun dilaksanakan sampai selesai. Dalam proses pembangunan proyek yang dilaksanakan tentu saja masih ada kendala-kendala lain yang harus diselesaikan, namun semua diselesaikan dengan baik-baik untuk mendapat titik tujuan yang tidak saling merugikan. Setelah proyek selesai dibangun, masyarakat Desa Tak Tahu Dimana dapat menikmati penggunaan listrik dan bisa mengembangkan pontensi usaha yang ada di sesa itu. Masyarakatnya pun sekarang telah memiliki penghasilan lebih bahkan melebihi penghasilan sebagai petani yang sebelumnya. Meraka pun berharap menjadi masyarakat yang selalu berkembang dan menjadi lebih baik lagi, namun tidak melakukan segala sesuatu secara berlebihan dan tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan mereka agar bisa dinikmati oleh cucu-cucu mereka di masa yang akan datang.

 -SEKIAN-

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/mhtdwIHXeU8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Manajemen Proyek Mahasiswa: Pembangunan Aplikasi Penerimaan Bagi Siswa/i Pada Sekolah Menengah Atas

Pembangunan Aplikasi Penerimaan Bagi Siswa/i Pada Sekolah Menengah Atas
Guna memenuhi Tugas Manajemen Proyek Perangkat Lunak di Jurusan Teknik Informatika
Universitas Widyatama Bandung

 

Ringkasan Eksekutif

 Aplikasi berbasis komputer sudah mulai digunakan di lembaga pendidikan seperti di sekolah-sekolah.tekhnologi ini digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan seperti mengolah data, melakukan perhitungan, dan menampilkan informasi. Keuntungan melakukan pekerjaan dengan memanfaatkan tekhnologi komputer adalah mudah dalam penggunaan dan efektif serta efisien dalam pengolahan. Seiring dengan perkembangannya aplikasi berbasis komputer telah banyak digunakan dalam sistem pengolahan data siswa. Perkembangan ini memungkinkan kita mengelola data dengan mudah, sehingga informasi yang diinginkan pun dapat diperoleh dengan cepat. Informasi tersebut dapat dipercaya karena validasi data dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
Tekhnologi ini dapat diterapkan pada proses penerimaan siswa baru SMA. Biasanya proses pengolahan data pada saat penerimaan siswa baru dilakukan secara manual, sehingga dapat mengakibatkan banyak kesalahan. Selain itu prosesny yang berjalan lambat dan sangat tidak efisien. Maka dari itu perlulah dilakuakan pembangunan sistem informasi penerimaan bagi siswa/i pada sekolah menengah atas untuk mempermudah dan mempercepat pengolahan data calon siswa.
Pada sistem informasi ini kita dapat menginput data calon siswa SMA. Data-data tersebut akan di proses untuk menghasilkan informasi yang terperinci dan jelas yaitu urutan kelulusan siswa berdasarkan NEM. Sistem juga dapat mengatur pembagian kelas untuk siswa yang dinyatakan lulus. Sistem hanya dapat diakses oleh admin, untuk pengumuman kepada calon siswa, informasi dapat dicetak/diprint.
Lembar Persetujuan
 Pembangunan Aplikasi Penerimaan
Bagi Siswa/i Pada Sekolah Menengah Atas
Disusun oleh :
Kelompok 4 Kelas A
0607087 – Nendi Supartiana – Project Manager
0607085 – Hizkia M.S Siregar – Documenter
0607078 – Eka Widya Wardhani – Programmer
0607086 – M. Anggraeno – Analyst
0607083 – Rifaldy Subakti – Tester
Disetujui,
Project Sponsor
Djadja Achmad Sardjana, S.T., M.T.
Dosen

 

Pendahuluan

Latar Belakang
Sistem Informasi berasal dari kata Sistem yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan dan Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan. Dari kedua hal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi adalah suatu kesatuan sistem yang menyajikan hasil dari pengolahan data yang lebih berarti yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mencapai suatu tujuan.
Sistem informasi manajemen pendidikan merupakan sekumpulan sistem informasi yang saling berinteraksi, terkoordinasi secara terpadu, sehingga mampu mentransformasi data menjadi informasi yang berguna bagi para menejer pendidikan dalam melaksanakan peran dan fungsinya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi entitas organisasi pendidikan.
Dalam hal ini kita mengambil konsep tentang sistem informasi menejeman pendidikan guna membantu mempermudah pengolahan data dalam suatu organisasi atau instansi pendidkan. Yang dalam hal ini kami menyajikan suatu sistem informasi dalam Penerimaan Siswa Baru pada Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini di dasarkan pada pentingnya penerapan suatu sistem informasi untuk mempermudah pengolahan data dalam Penerimaan Siswa Baru.
Rumusan Masalah
Aplikasi ini dibangun dengan melihat kondisi dan kebutuhan sekolah dimana dapat dijabarkan sebagai beriku. :
  1. Bagaiamana mempermudah pihak sekolah yang terkait dalam pengolahan dan pemrosesan data-data pendaftar ?
  2. Bagaiamana cara memperoleh informasi tentang kelulusan dan pembagian kelas secara cepat, tepat dan akurat ?
  3. Data-data apa sajakah yang dibutuhkan dalam proses Penerimaan Siswa Baru?
  4. Bagaimana cara pemamfaatan teknologi informasi yang baik dalam bidang penerimaan suatu sekolah ?
Maksud danTujuan
Maksud yang kami tonjolkan dalam pembuatan perangkat lunak ini yaitu aplikasi yang membantu suatu SMA untuk menentukan siapa siswa/i yang akan dinyatakan diterima dan akan di klasifikasikan dalam kelas-kelas di sekolah tersebut.
Sedangkan tujuannya adalah :
  1. Mempermudah proses penyaringan masuk siswa/i yang mendaftar.
  2. Mempermudah penentuan kelas yang akan dimasuki oleh siswa/i yang masuk.
  3. Mempermudah pemberian jadwal dan wali kelas yang akan diterima siswa/i yang telah dinyatakan lulus.
  4. Mengefisienkan waktu dalam segala proses yang dulu saat teknologi informasi belum diterapkan pada proses penerimaan dan penyeleksian siswa/i baru.
Batasan Masalah
Mengingat harusnya ada batasan masalah dan persoalan yang harus dihadapi suatu aplikas ato perangkat lunak yang akan dibuat,maka kami pun memberikan batasan – batasan untuk aplikasi ini,yaitu :
  1. Informasi yang akan diinput
a.       Biodata
b.      NEM
  1. Informasi yang akan di olah/di tampilkan :
a.       Informasi kelulusan/penerimaan siswa/i baru
b.      Informasi kelas
c.       Informasi jadwal mata pelajaran
d.      Informasi wali kelas
Keuntungan yang Diperoleh dari Proyek
Dengan proyek ini, Sekolah akan memiliki aplikasi yang dapat memudahkan dalam penerimaan siswa/i baru dan dapat mengefisienkan waktu agar tidak terlalu banyak SDM yang digunakan dalam pengerjaan penerimaan dan pengklasifikasian kegiatan ini.
 
Metodologi Pembangunan Sistem
Aplikasi ini akan dibangun dengan menggunakan teknik penyelesaian Fountain lifecycle, adapun tahapan yang akan dilakukan oleh penulisan yaitu :
Tahap I: pendefinisian kebutuhan
Di dalam tahap ini, tim akan mengerjakan rancanagan dari desain interface dari aplikasi yang akan dibuat,merumuskan bahasa pemograman yang akan digunakan,struktur pengerjaan dan apa saja yang akan dibutuhkan tim secara teknis untuk kedepannya.
Tahap II: desain
Di dalam tahap ini, tim akan mengimplementasikan semua rancangan desain yang telah digambarkan dalam tahapan pendefinisian kebutuhan pada pertemuan sebelumnya.
Tahap III: koding dan unit testing
Di dalam tahap ini, tim akan melakukan peng-embed-an coding untuk aplikasi yang akan dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic .Net, lalu akan melakukan pengecekan secara berkala setiap tahapan coding yang baru selesai agar kesalahan yang di temukan tidak terlalu rumit dan banyak.
Tahap IV: pengujian
Di dalam tahap ini, tim akan mengerjakan Pengujian pada keseluruhan aplikasi yang telah dibuat pada proses I,II,III untuk mengetahui seberapa berfungsi dan bergunanya program yang telah dibuat oleh tim kami,dan juga untuk mengidentifikasi setiap kesalahan secara menyeluruh dari awal coding pada aplikasi.
Tahap V: implementasi
Di dalam tahap ini, tim akan mengerjakan implementasi program dengan menggunakan vb.net dan database dengan SQL server
Tahap  VI : Dokumentasi
Di dalam tahap ini, tim akan menyusun dokumen dari proyek yang sudah dibuat.

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=7ur3BEpzPsQ&w=600&h=400]

"Project Charter": Dokumen Yang Membawa Pemangku Kepentingan Pada Tujuan Bersama

Tadi siang saya meminta mahasiswa untuk kuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi menyelesaikan “Project Charter” sebagai Dokumen Yang Membawa Pemangku Kepentingan Pada Tujuan Bersama. Mahasiswa diberikan tugas menyiapkan dokumen yang juga disebut “Piagam Proyek” ( dokumen “Terms of Reference” / Kerangka Acuan), sebagai acuan untuk memulai proyek yg mereka kerjakan. Adapun garis besar dari dokumen tersebut adalah:

  1. Latar belakang proyek
  2. Tujuan Proyek
  3. Cakupan Proyek
  4. Kendala Proyek
  5. Asumsi Proyek
  6. Peran dan Tanggung Jawab Pemangku Kepentingan Proyek
  7. Key Deliverables (Pencapaian Terpenting)

Berikut adalah contoh ringkas “Project Charter yang dibuat oleh Mahasiswa Informatika Universitas Widyatama (M. Dimas, Faliqul Amin, Defrin Karisia, Michael Mara Ie dan Heru Prabowo:

Project Charter 

Judul Proyek                 :  ”THEKOSAN.CZ.CC” SEBAGAI MEDIA INFORMASI KOS-KOSAN DI BANDUNG

Tanggal Mulai Proyek  :  1 DESEMBER 2011

Tanggal Akhir Proyek  : 22 DESEMBER 2011

Nomor Kontrak             :  123456

Informasi Anggaran   :

Perusahaan menganggarkan Rp 90.000.000,- untuk proyek ini. Biaya teralokasi untuk pekerjaan manajer proyek dan staff selama 5@10 jam per minggu selama satu bulan.

Manajer Proyek           :  M. Dimas

Tujuan Proyek            :

Membuat aplikasi berbasis web service untuk membantu memberikan informasi kos – kosan dengan metode baru (melalui web) dalam peningkatan pelayanan secara lebih cepat dan efisien. Software ini akan mencakup beberapa fitur yang bisa digunakan oleh user (pencari kos-kosan) antara lain : informasi ketersedian kos-kosan/ kontrakan , input data kos-kosan/kontrakan secara online.. Beberapa bagian web bebas diakses publik, sedangkan bagian lainnya hanya dapat diakses oleh member yang berwenang.

Pendekatan:

·         Melakukan survey langsung terhadap user untuk mendapatkan requirement-requirement yang dibutuhkan.

·         Mengembangkan software dengan pendekatan iteratif, mengumpulkan umpan balik dari user.

 Peran dan Tanggung Jawab

Nama

Peranan

Posisi

Informasi Kontak

M. Dimas

Project Manager

Project Manager

NPM : 0608107

Faliqul Amin

Anggota Tim

Software Analyst & Progamer

NPM : 0608131

Defrin Karisia

Anggota tim

Sekertaris dan Dokumentasi project

NPM : 0608082

Michael Mara ie

Anggota Tim

Programer 

NPM : 0608P02

Heru Prabowo            

Anggota Tim

Tester

NPM : (0607     )

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=7ur3BEpzPsQ?rel=0&w=600&h=400]