Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI: Berkah Atau Masalah Bagi Dosen Pembimbing?

 

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI
PKM merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.

 

PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi.

 

 

Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

 

Pada awalnya, dikenal 5 (lima) jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKMPenelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-I). Dalam upaya mengefisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokkan ke dalam masing-masing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -K, -M, KT).

 

 

Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
  • Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi.
  • Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
  • Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika.
  • Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian.
  • Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi : Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
  • Bidang Humaniora, yang meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, Seni.
  • Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan.

 

 
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) : Berkah Atau Masalah Bagi Dosen Pembimbing?

Bagi beberapa dosen ini mungkin ada pertanyaan strategis sbb: Berkah Atau Masalah Bagi Dosen Pembimbing?
Seperti diketahui,  tidak ada honor/renumerasi PKM untuk dosen 🙂 
Hal inilah yang mungkin membuat dosen agak enggan untuk membimbing mahasiswa yang ikut PKM….

 

Saya sendiri berpedoman pada “Pernyataan Filosofis Pendidikan”  diantaranya berbunyi sebagai berikut:
Tujuan saya dalam mendidik tidak terbatas pada domain pengetahuan. Pendidik harus belajar keterampilan kerja sama dan manajemen tim juga. Mengekspos struktur “Permainan Peran” atau metode lain yang mendasari pembelajar bekerja ketika menyelesaikan sebuah tugas, merencanakan atau mengkritisi tim, atau membuat keputusan kepemimpinan pembelajaran. Model ini mengarah pada langkah penting memberikan umpan balik yang dapat diidentifikasi. Pembelajar juga harus memberikan umpan balik kepada pendidik namun biasanya pendidik yang memintanya.

 

Pendidik harus bertanggung jawab besar dalam proses pembelajaran. Mereka harus mengambil pendekatan aktif untuk belajar. Saya percaya pembelajar yang sukses berkembang memiliki pengulangan teori atau kasus untuk menghubungkan pengalaman kerja mereka dengan pengetahuan yang ada di luar. Pada akhir pendidikan, diharapkan pembelajar yang sukses dapat belajar di luar konteks kasus, karena mereka berusaha untuk “menguasai” lapangan kehidupan.

 

 

Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2012

Saat ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu : PKMP, PKMM, PKMK, PKMT dan PKMKC yang akan didanai tahun 2013.

 

DIKTI menginformasikan bahwa sesuai panduan PKM tahun 2012, pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal On-Line ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) dapat di download pada website http://dikti.go.id, dengan headline : Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2012.

 

Untuk itulah saya telah menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa Universitas Widyatama, sebagai berikut :
  1. Pendaftaran dilakukan Oleh Staf bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi dengan alamat http://simlitabmas.dikti.go.id.
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran yang dilakukan selesai.
  3. Pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line mulai tanggal 29 Oktober s.d. 24 November 2012, apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  4. Dit. Litabmas tidak menerima Proposal Usulan dalam bentuk Hardcopy (dokumen tersebut disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).
  5. Selanjutnya Kemahasiswaan Universitas Widyatama menerima email dari pkm.dp2m@dikti.go.id untuk user dan password operator kemahasiswaan.

 

@DosenInspiratif Bersatunya Kuliah Applied Networking, Pemutaran Film Anti Rokok dan Rasa Terima Kasih Mahasiswa

Kemarin ada beberapa peristiwa yang merupakan “Mile Stone” dalam kehidupan saya sebagai dosen:

Kuliah Applied Networking 

Dalam kuliah ini disampaikan teori dan praktek perihal Router   sebagai sebuah komputer  khusus.   Router   mempunyai  komponen-ko mponen  dasar  yang  sama  dengan   PC    desktop ,   Router   mempunyai   CPU ,  memori,  sistem bus ,  dan  banyak   interface input/output .   Router   didisain  untuk  melakukan  tugas khusus  yang tidak  dimiliki  oleh   PC   desktop.  Contoh,   router menghubungkan  dan mengijinkan  komunikasi  antara  dua  jaringan  dan  menentukan  jalur  data  yang melalui koneksi jaringan.  

Komponen  utama  dari   router   adalah   random-access  memory   ( RAM ),   nonvolatile  random-access  memory   ( NVRAM ),   flash memory,  read-only  memory   ( ROM )  dan interface-interface. 

Network Interface  adalah  sebuah  Interface   yang berfungsi untuk  menyambungkan sebuah   host   ke   network .    Network  Interface adalah  perangkat  keras  yang  bekerja pada   layer   1  dari  Model  OSI (Open  System  Interconnection).   Network  Interface dibutuhkan  oleh   Router   untuk  menghubungkan   Router   dengan  sebuah  LAN  atau WAN.  Karena   Router   bertugas menyambungkan   network-network ,  sebuah   router harus  mempunyai  minimal  2   network  interface.  Dengan  konfigurasi  minimal ini,   router   tersebut bisa  menghubungkan dua   network,  karena  masing-masing   network  membutuhkan satu  network interface yang terhubung ke  Router.  

Pemutaran Film Anti Rokok 

Pada saat akan masuk kelas, ada pemandangan yang mebuat saya prihatin. Para mahasiswa bergerombol yang banyak diantaranya sambil menikmati rokok masing-masing. Seperti disampaikan di artikrl blog  sebelumnya, saya sampaikan Tag-Line “Silahkan Anda Merokok, Asal Pakai Kresek Di Kepala Anda“, sebagai penolakan kepada orang yang merokok.

Melihat hal tersebut, saya katakan saat ini banyak orang mempermasalahkan rokok dari sisi kesehatan, agama, ekonomi bahkan ideologi, politik, sosial dan budaya. Bahkan pada artikel Detik.com disebutkan bahwa: “Lama sudah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan polemik rokok dalam UU Kesehatan. Namun hingga saat ini Menteri Kesehatan belum melaksanakan poin-poin putusan MK yang menyudahi silang sengketa tersebut.” 

Kemudian di tengah kuliah saya melakukan Pemutaran Film Anti Rokok yang isinya Fakta mengenai Industri dan bisnis Rokok di Indonesia, serta Penetrasi Rokok dalam masyarakat Indonesia yang memprihatinkan. Dalam Konferensi Dunia untuk Tembakau 2010 Koresponden Christof Putzel pergi menyelinap dan melakukan pembicaraan dengan karyawan perusahaan tembakau. Ia juga melakukan wawancara dan investigasi langsung mengenai bocah perokok terkecil di Dunia serta memaparkan mengenai fakta-fakta cengkraman bisnis tembakau global di Indonesia. Film ini Disharing oleh Yayasan Jantung Indonesia melalui Komisi Nasional Pengendalian Tembakau serta Current TV Untuk Kepentingan edukasi mengenai bahaya rokok.

Tayangan ini melengkapi video berjudul “Smoking Kid” yang dibuat oleh Yayasan Promosi Kesehatan Thailand. Di awal terlihat beberapa perokok dewasa sedang asyik merokok. Mereka tidak sadar sedang diambil gambar lantaran dilakukan dengan kamera tersembunyi. Tiba-tiba saat sedang asyik mengepulkan asap kenikmatan, masing-masing perokok di tempat berbeda itu didatangi bocah, satu laki-laki dan perempuan. Perokok dewasa, laki-laki dan perempuan, terkejut saat sang bocah hendak meminjam korek sembari mengeluarkan sebatang rokok. Lucunya para perokok dewasa itu tidak mau meminjamkan korek kepada para bocah itu. Bahkan dalam salah satu adegan, seorang perokok wanita mengatakan hal itu tidak baik buat kesehatan dan menyuruh anak itu berhenti merokok. Ada salah satu perokok pria sempat menceramahi bocah itu jika kegiatan merokok itu dapat menyebabkan kanker, emfisema, stroke, dan lainnya. Saat asyik menceramahi, tiba-tiba para bocah itu balik bertanya, “Jadi kenapa Anda merokok?” Langsung saja para perokok dewasa itu tidak berkutik menghadapi pertanyaan itu. Sejurus kemudian, anak laki-laki dan perempuan itu menyodorkan sebuah kertas berisi kalimat berbunyi, ‘Anda peduli dengan saya. Lalu kenapa Anda tidak peduli dengan diri Anda? Ingatkan diri Anda adalah langkah paling efektif buat berhenti merokok.’ Setelah kedua bocah itu meninggalkan masing-masing perokok, mereka pun terdiam dengan ekspresi wajah yang kaget, terdiam, menggaruk kepala, dan langsung memasukkan kertas itu langsung ke sakunya……… 

Rasa Terima Kasih Mahasiswa 

Tadi malam ada beberapa mahasiswa yang datang ke rumah untuk menyampaikan rasa terima kasih karena telah dibimbing Program Kreatif Mahasiswa (PKM) DIKTI. Mereka lolos sebagai salah satu tim yang masuk PIMNAS di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu dengan karya “WEB GIS Untuk Tracking Rute Perjalanan Transportasi Umum Dengan Menggunakan Algoritma Dijikstra dan Google Maps API”. 

Saat itu tim dari Teknik Informatika Universitas Widyatama berada di Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti PIMNAS ke 25 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim yang adalah 4 (empat) peserta PKM yang terpilih sebelumnya dan lolos didanai DIKTI tahun 2012. 

Kedatangan mereka ke rumah saya merupakan penghargaan  kepada dosen yang telah meluangkan waktu dan pikiran dalam bagian kesuksesan mereka di PIMNAS. Sungguh suatu perilaku yang sangat saya hargai, bukan dari “buah tangannya”, namun perhatian pada profesi “pendidik yang karirnya tidak pernah berakhir“. Menurut saya, Ini adalah salah satu implementasi dari filososfi “Basa mah teu meuli” antara pendidik yang ikhlas dengan siswanya yang santun serta semoga membentuk mereka menjadi manusia yang lebih baik….Amin Ya Robbal Alamin…….

Kiprah @Utama @HimatifUtama di #PIMNAS #PKM @DIKTI @UMYjogja: Kami Datang Kami Bertarung Kami Buktikan (Vini Vidi Probare)

 

Saat ini tim dari Teknik Informatika Universitas Widyatama sedang berada di Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengikuti PIMNAS ke 25 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim yang adalah 4 (empat) peserta PKM yang terpilih sebelumnya dan lolos didanai DIKTI tahun 2012. Keempat tim ini secara bersamaan kemudian lolos  untuk mengikuti PIMNAS  ke 25 yang terdiri dari:

 

No.

Judul kegiatan

Bidang Kegiatan

Kelompok Pemenang

Dosen Pendamping

1.     

WEB GIS Untuk Tracking Rute Perjalanan Transportasi Umum Dengan Menggunakan Algoritma Dijikstra dan Google Maps API 

PKM-KC

·   Abraham Mikhael D 

·   Esa Fauzi

·   Rizkiyanda Tri Putera Akhmad

·   Muh. Fitra Ramadhan

·   Rizal Rifqiana Mutaqin

Djadja A. Sardjana, ST, MM

2.     

WOBI-TRABAS (Web and Mobile Based Decision Support Application for Traffic Booster Adjustment System) 

PKM-KC

·   Fikri Arfiana 

·   Mohamad Sodiq

·   Anna Mardiyani

·   Ema Patmawati

·   Yuliana

Danang Junaedi,ST, MT

3.     

Sistem Rekomendasi Pemilihan Dokter Berdasarkan Penyakit, Lokasi dan Biaya untuk Masyarakat Kota Bandung

PKM-KC

·   Vika Sylvana

·   Irfan Anggara

·   Arbyanshah

·   Aulia Saufa Y

·   Ragha Pramadita P

Danang Junaedi,ST, MT

 

 

4.     

Aplikasi Pencarian Data Informasi Untuk Penyandang Disabilitas

PKM-T

·   Mochammad Taufan Maulana Rukanda

·   Ahmad Gelar Andika

·   Adhi Subhana

·   Dicky Rai P

·   Dickson Pratama

Sriyani Violina, ST, MT.

 

Kegiatan ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki potensi dan energi yang besar untuk diasah dan dikembangkan ke arah suatu kemampuan yang dibutuhkan bagi peningkatan mutu pembangunan bangsa dan negara. Untuk itu, mahasiswa perlu diberi peluang dan tantangan tersistematis guna meningkatkan mutu kreativitas, mentalitas dan perilakunya. Di samping itu, aspek kerjasama dan komunikasi yang bermanfaat antar intelektual muda, yang selama ini menjadi kendala lulusan perguruan tinggi, juga perlu dibudayakan. Perkembangan paradigma dan budaya akademik baru tersebut seyogyanya tidak hanya sebatas lokal di Perguruan Tinggi masing masing semata, melainkan juga sampai pada level nasional, bahkan global. Oleh karena itu, Ditjen Dikti memandang perlu menciptakan berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk saling berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual berskala nasional, seperti Lomba Robot, Lomba Konstruksi Jembatan dan lain-lain, termasuk even akademik mahasiswa terbesar, yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Melalui PIMNAS, karya-karya kreatif mahasiswa dipertemukan, dibahas sesama mahasiswa dan juga juri, sekaligus disampaikan kepada masyarakat.

Atas keberhasilan ini Koordinator Pusat Studi Univesitas Widyatama, Nugroho J. Setiadi, PhD menyampaikan apresiasinya sebagai berikut:

Kepada mereka yang berhasil memenangkan hibah PKM dan berkesempatan ikut PIMNAS, kami ucapkan SELAMAT atas prestasinya dan selanjutnya tunjukkan karya kreatif kalian dan pertanggungjawabkan hasilnya. Kepada Biro Kemahasiswaan dan Prodi yang berupaya memotivasi dan mengkoordinasi kegiatan ini, serta para dosen pendamping yang secara tulus dan ikhlas mendampingi para mahasiswanya, kami dari Koordinator Pusat Studi hanya menyampaikan apresiasi dalam bentuk ucapan SELAMAT dan TERIMA KASIH. Mudah-mudahan keberhasilan ini dapat menjadi pemacu bagi yang lainnya dan mendapat perhatian dari para pemimpinnya. 

 

 

Mengapa Kewirausahaan di Perguruan Tinggi Sangat Penting?

“Seorang Wirausaha adalah orang yang bersedia dan mampu untuk mengkonversi  ide atau penemuan baru menjadi sukses inovasi, sekaligus menciptakan produk dan model bisnis baru yang memberi sumbangan atas pertumbuhan dinamisme industri dan ekonomi jangka panjang.”~Joseph A. Schumpeter  

Daya saing, inovasi dan pertumbuhan ekonomi tergantung pada kemampuan untuk menghasilkan pemimpin masa depan dengan keterampilan, sikap dan perilaku untuk menjadi wirausaha dan  di saat yang sama bertanggung jawab secara sosial. Kewiraswastaan tidak hanya tentang membuat rencana bisnis dan  usaha. Hal ini juga tentang kreativitas, inovasi dan pertumbuhan, cara berpikir dan bertindak yang relevan dengan semua bagian dari ekonomi dan masyarakat serta seluruh ekosistem sekitarnya. Dalam konteks ini ekosistem kewirausahaan dapat dicirikan sebagai kerangka saling tergantung dan interaktif untuk aktivitas kewirausahaan. Saling ketergantungan ini terdiri dari aturan kelembagaan dan kondisi lingkungan  yang menentukan rentang dari sosial dan ekonomi peluang kewirausahaan yang layak. Serta cara di mana pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya membentuk kondisi kelembagaan dan lingkungan sekitarnya.

Orang yang kreatif, inovatif dan berwirausaha sangat penting untuk penciptaan kekayaan dan pertumbuhan ekonomi. Pengusaha Inovatif  datang dalam segala bentuk. Mereka memulai dan menumbuhkan perusahaan, menginkubasi perusahaan dari universitas atau organisasi lain, merestrukturisasi perusahaan yang membutuhkan pemusatan, atau berinovasi dalam organisasi yang lebih besar.

Dalam mengembangkan kewirausahaan, lulusan pendidikan tinggi memiliki peran penting untuk bermain. Hal ini dapat dipahami sebagai proses seumur hidup yang mengembangkan keterampilan individu, sikap dan perilaku. Penting untuk memulai sedini mungkin di semua tingkat pendidikan formal dan informal. Itu harus diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan dasar dan sekolah menengah serta pendidikan tinggi. Untuk pendidikan kewirausahaan yang efektif, kurikulum selama bertahun-tahun haruslah konsisten dan terkoordinasi dan pendidikan kewirausahaan harus terus mendapat tempat  lembaga pendidikan tinggi.

Program dan modul Kewirausahaan dapat memiliki berbagai tujuan, seperti:

  1. Pengembangan Kewirausahaan di kalangan siswa (meningkatkan kesadaran dan motivasi);
  2. Mengembangkan kemampuan kewirausahaan untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang;
  3. Pelatihan keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai  dan mengelola pertumbuhan  bisnis. 

Dalam semua konteks ini, penting untuk mendorong mahasiswa untuk berpikir dan bertindak kewirausahaan serta punya etis dan bertanggung jawab sosial.

<iframe width=”640″ height=”480″ src=”http://www.youtube.com/embed/Z9dzOUUt4AM” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Hambatan Mengintegrasikan Teknologi Intruksional ke dalam Pendidikan Tinggi

Dikutip dari http://ernisilvernie.wordpress.com/2011/11/08/teknologi-pendidikan/

 

Dikutip dari Jurnal “Mengintegrasikan Teknologi Pembelajaran  ke dalam Pendidikan Tinggi” karya David M. Antonacci University of Missouri-Kansas City IS 11 Desember 2002:

 

“Perguruan tinggi dan universitas melakukan investasi yang cukup besar yang berhubungan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung dan meningkatkan instruksional (Massy & Zemsky, 1996). Namun, kebanyakan dosen tidak menggunakan teknologi dalam kuliah mereka (Dewa & Miller, 2001). Perlu langkah strategis untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran pendidikan tinggi.

 

Dalam literatur, penting meneliti hambatan atau rintangan menghambat integrasi teknologi ke dalam pembelajaran. Berdasarkan literatur dan pengalaman praktisi, Leggett & Persichitte (1998) mengidentifikasi lima kategori hambatan untuk integrasi teknologi: waktu, keahlian, akses, sumber daya, dan dukungan.  

 

PL Rogers (2000) mengidentifikasi hambatan yang sama dan mengembangkan model untuk memvisualisasikan hubungan antara hambatan itu. Dalam model ini, sikap dan persepsi pemangku kepentingan terhadap teknologi, penggunaannya dalam pendidikan, dan kelembagaan mendukung menentukan apa yang akan dipertimbangkan.  

 

Setelah itu ditetapkan, tiga hambatan eksternal yang dapat memperlambat atau menghentikan pelaksanaannya: ketersediaan dan akses, dukungan teknis, dan stakeholder pembangunan. Juga, waktu dan dana mempengaruhi tiga hambatan itu.

 

Untuk lengkapnya bisa dibaca di: 

http://associations.missouristate.edu/assets/mohighedweb/IS-TechnologyIntegrationinHigherEducation.pdf  

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=nJ0nlh5FU5A&w=600&h=400]

Karakteristik "Online Learner" Pendidikan Tinggi dan Implikasi Pedagogis-nya

Karakteristik Pembelajar Online (Online Learner)  dewasa ini sangat berbeda dengan karakteristik pembelajar pada sistem pendidikan jarak jauh klasik. Pembelajar jarak jauh dengan memanfaatkan jasa teknologi internet lebih memanfaatkan jaringan komunikasi sosial (social collaborative network for learning). Pembelajar Online (Online Learner), yang merupakan karakteristik pembelajar abad 21 juga harus memiliki beberapa keterampilan diantaranya keterampilan komunikasi sosial, keterampilan dialogis, keterampilan evaluasi diri maupun kelompok, dan keterampilan refleksi.  

[slideshare id=9496444&doc=comlabs-karakteristikonlinelearnerpendidikantinggidanimplikasipedagogis-nya-04mar2011-111001024732-phpapp02&type=d]

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=I4FJMJtt8dk&w=640&h=480]