Filsafat pendidikan tidak berada “di-langit”, tetapi dalam suatu konteks historis dan sosial

lecture on western & islamic philosophy

Lecture on western & islamic philosophy

Pengertian Falsafah Pendidikan:

  • Filsafat pendidikan adalah filsafat yang diterapkan pada wilayah tertentu dari usaha manusia.
  • Melibatkan refleksi kritis untuk mempengaruhi dan mengarahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang disebut sebagai pendidikan.
  • Filsafat pendidikan tidak berada “di-langit”, tetapi dalam suatu konteks historis dan sosial.

Mengapa Kita Membutuhkan Falsafah Pendidikan?

  • Semua pendidik harus memiliki  falsafah pribadi yang mewarnai cara mereka bertindak
  • Membenarkan atau menjelaskan pendidikan  secara  logis & sistematis

Fungsi Falsafah Pendidikan

  • Membawa penafsiran baru serta menganalisis, memperbaiki, memodifikasi konsep-konsep dan prosedur pendidikan yang ada
  • Bertindak sebagai “ruang pembersih” untuk menganalisis dan menjelaskan ide-ide dan masalah-masalah pendidikan
  • Menawarkan sumber & bimbingan etis bagi pendidikan
  • Menginduksi kebiasaan berpikir seperti toleransi, tidak memihak, dan sikap tidak menghakimi

[slideshare id=2778325&doc=philosophyofeducation-bapinger-26dect09-091226081541-phpapp02]

Kreatifitas: Tuntutan Guru Profesional di Era Global

[slideshare id=6413231&doc=presentasigurukreatifpojokpendidikan-30dec10-101231023256-phpapp01]

Permasalahan sekolah saat ini:

• Tingkat perubahan yang terjadi sangat cepat dan ketika kita memikirkan itu, sudah menjadi tidak relevan.

• Berkembang birokrasi yang secara alami sangat resisten  terhadap perubahan

Penerapan E-Learning Terhambat SDM

 

BANDUNG  – Kebiasaan dosen atau guru melakukan pembelajaran secara manual menjadi salah satu kendala penerapan e-learning.Hal tersebut karena faktor kebiasaan yang dilakukan di sekolah atau universitas.
“Ini hanya soal kebiasaan, dosen terbiasa untuk mengajar dengan mencatat di depan papan tulis, sehingga kesadaran menggunakan metode e-learning masih kurang,” ungkap praktisi e-learning dan dosen Universitas Widyatama Djadja Achmad Sardjana usai seminar nasional “Peran E-learning Dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan Indonesia”di Aula Timur ITB, Jalan Ganeca,kemarin. Dia mengatakan,di Widyatama sendiri baru sekitar 40–50% mata kuliah yang sudah menerapkan elearning.“

Untuk mata kuliah dasar e-learning banyak diterapkan untuk efisiensi dan efektivitas.Namun, pada mata kuliah tertentu belum banyak digunakan. Untuk itu, perlu ada peningkatan penggunaannya,” jelasnya. Untuk lebih memperbanyak pengguna e-learning,kata dia,perlu adanya penyediaan infrastruktur yang murah. Selain ini, Dinas Pendidikan memberikan alokasi dana kepada tiap sekolah, namun jumlahnya masih kurang.

Praktisi e-leraning ITB Arief Bachtiar mengatakan, ITB telah memulai program e-learning sejak 2009 lalu dengan infrastruktur seperti komputer dan internet. Namun, dosen sebagai digital imigrant belum begitu akrab dengan dunia digital. Berbeda dengan mahasiswa yang merupakan digital natif. “Dari 120 dosen, baru sekitar 20% dosen yang memanfaatkan aplikasi e-learning,”jelas Arief. Dari 600 mata kuliah, kata dia, baru 130 mata kuliah dilakukan dengan tatap muka dan e-learning, dan 400 mata kuliah dengan e-learning.
Arief mengatakan perlunya sosialisasi semua stakeholder tentang pentingnya e-learning. Penggunaan e-learning, menurut Arief,justru banyak digunakan di luar jam kuliah. Hal ini karena mahasiswa bisa mengaksesnya kapan saja sehingga tidak terpaku pada jam kuliah. Penggunaan elearning memiliki banyak keuntungan, antara lain bisa mempunyai standar pembelajaran, meningkatkan akses,feedbacklebih cepat, arsip kuliah lebih mudah terekam dan jangkauannya lebih luas. (masita ulfah)

Sumber:

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/368546/

http://www.facebook.com/note.php?note_id=468344441815

Sugata Mitra: Pendidikan yang didorong anak didik (The child-driven education)

Ilmuwan Pendidikan Sugata Mitra menangani salah satu masalah terbesar pendidikan – guru yang terbaik dan sekolah tidak ada pada sat mereka dibutuhkan. Dalam serangkaian percobaan kehidupan nyata dari New Delhi ke Afrika Selatan sampai Italia, ia memberikan kesempatan pada anak-anak yang diawasi untuk mengakses web dan melihat hasil yang dapat merevolusi cara kitaberpikir tentang pendidikan.

Sugata Mitra: The child-driven education | Video on TED.com

Education scientist Sugata Mitra tackles one of the greatest problems of education — the best teachers and schools don’t exist where they’re needed most. In a series of real-life experiments from New Delhi to South Africa to Italy, he gave kids self-supervised access to the web and saw results that could revolutionize how we think about teaching.

[ted id=’949′]

Lecture IMTelkom:ICT Intro IP&Wireless Part02

Lecture IMTelkom:ICT Intro IP&Wireless Part02[gigya width=”425″ height=”355″ src=”http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=lecture-ict-intro-ipwireless-part02-mm-biztel-26oct09-100124070642-phpapp01&stripped_title=lecture-imtelkomict-intro-ipwireless-part02″ quality=”high” flashvars=”gig_lt=1264509753515&gig_pt=1264509772140&gig_g=1&gig_n=wordpress” wmode=”tranparent” ]

View more documents from Djadja Sardjana.