Manajemen Proyek Mahasiswa: Pembangunan Aplikasi Penerimaan Bagi Siswa/i Pada Sekolah Menengah Atas

Pembangunan Aplikasi Penerimaan Bagi Siswa/i Pada Sekolah Menengah Atas
Guna memenuhi Tugas Manajemen Proyek Perangkat Lunak di Jurusan Teknik Informatika
Universitas Widyatama Bandung

 

Ringkasan Eksekutif

 Aplikasi berbasis komputer sudah mulai digunakan di lembaga pendidikan seperti di sekolah-sekolah.tekhnologi ini digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan seperti mengolah data, melakukan perhitungan, dan menampilkan informasi. Keuntungan melakukan pekerjaan dengan memanfaatkan tekhnologi komputer adalah mudah dalam penggunaan dan efektif serta efisien dalam pengolahan. Seiring dengan perkembangannya aplikasi berbasis komputer telah banyak digunakan dalam sistem pengolahan data siswa. Perkembangan ini memungkinkan kita mengelola data dengan mudah, sehingga informasi yang diinginkan pun dapat diperoleh dengan cepat. Informasi tersebut dapat dipercaya karena validasi data dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
Tekhnologi ini dapat diterapkan pada proses penerimaan siswa baru SMA. Biasanya proses pengolahan data pada saat penerimaan siswa baru dilakukan secara manual, sehingga dapat mengakibatkan banyak kesalahan. Selain itu prosesny yang berjalan lambat dan sangat tidak efisien. Maka dari itu perlulah dilakuakan pembangunan sistem informasi penerimaan bagi siswa/i pada sekolah menengah atas untuk mempermudah dan mempercepat pengolahan data calon siswa.
Pada sistem informasi ini kita dapat menginput data calon siswa SMA. Data-data tersebut akan di proses untuk menghasilkan informasi yang terperinci dan jelas yaitu urutan kelulusan siswa berdasarkan NEM. Sistem juga dapat mengatur pembagian kelas untuk siswa yang dinyatakan lulus. Sistem hanya dapat diakses oleh admin, untuk pengumuman kepada calon siswa, informasi dapat dicetak/diprint.
Lembar Persetujuan
 Pembangunan Aplikasi Penerimaan
Bagi Siswa/i Pada Sekolah Menengah Atas
Disusun oleh :
Kelompok 4 Kelas A
0607087 – Nendi Supartiana – Project Manager
0607085 – Hizkia M.S Siregar – Documenter
0607078 – Eka Widya Wardhani – Programmer
0607086 – M. Anggraeno – Analyst
0607083 – Rifaldy Subakti – Tester
Disetujui,
Project Sponsor
Djadja Achmad Sardjana, S.T., M.T.
Dosen

 

Pendahuluan

Latar Belakang
Sistem Informasi berasal dari kata Sistem yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan dan Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan. Dari kedua hal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi adalah suatu kesatuan sistem yang menyajikan hasil dari pengolahan data yang lebih berarti yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mencapai suatu tujuan.
Sistem informasi manajemen pendidikan merupakan sekumpulan sistem informasi yang saling berinteraksi, terkoordinasi secara terpadu, sehingga mampu mentransformasi data menjadi informasi yang berguna bagi para menejer pendidikan dalam melaksanakan peran dan fungsinya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi entitas organisasi pendidikan.
Dalam hal ini kita mengambil konsep tentang sistem informasi menejeman pendidikan guna membantu mempermudah pengolahan data dalam suatu organisasi atau instansi pendidkan. Yang dalam hal ini kami menyajikan suatu sistem informasi dalam Penerimaan Siswa Baru pada Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini di dasarkan pada pentingnya penerapan suatu sistem informasi untuk mempermudah pengolahan data dalam Penerimaan Siswa Baru.
Rumusan Masalah
Aplikasi ini dibangun dengan melihat kondisi dan kebutuhan sekolah dimana dapat dijabarkan sebagai beriku. :
  1. Bagaiamana mempermudah pihak sekolah yang terkait dalam pengolahan dan pemrosesan data-data pendaftar ?
  2. Bagaiamana cara memperoleh informasi tentang kelulusan dan pembagian kelas secara cepat, tepat dan akurat ?
  3. Data-data apa sajakah yang dibutuhkan dalam proses Penerimaan Siswa Baru?
  4. Bagaimana cara pemamfaatan teknologi informasi yang baik dalam bidang penerimaan suatu sekolah ?
Maksud danTujuan
Maksud yang kami tonjolkan dalam pembuatan perangkat lunak ini yaitu aplikasi yang membantu suatu SMA untuk menentukan siapa siswa/i yang akan dinyatakan diterima dan akan di klasifikasikan dalam kelas-kelas di sekolah tersebut.
Sedangkan tujuannya adalah :
  1. Mempermudah proses penyaringan masuk siswa/i yang mendaftar.
  2. Mempermudah penentuan kelas yang akan dimasuki oleh siswa/i yang masuk.
  3. Mempermudah pemberian jadwal dan wali kelas yang akan diterima siswa/i yang telah dinyatakan lulus.
  4. Mengefisienkan waktu dalam segala proses yang dulu saat teknologi informasi belum diterapkan pada proses penerimaan dan penyeleksian siswa/i baru.
Batasan Masalah
Mengingat harusnya ada batasan masalah dan persoalan yang harus dihadapi suatu aplikas ato perangkat lunak yang akan dibuat,maka kami pun memberikan batasan – batasan untuk aplikasi ini,yaitu :
  1. Informasi yang akan diinput
a.       Biodata
b.      NEM
  1. Informasi yang akan di olah/di tampilkan :
a.       Informasi kelulusan/penerimaan siswa/i baru
b.      Informasi kelas
c.       Informasi jadwal mata pelajaran
d.      Informasi wali kelas
Keuntungan yang Diperoleh dari Proyek
Dengan proyek ini, Sekolah akan memiliki aplikasi yang dapat memudahkan dalam penerimaan siswa/i baru dan dapat mengefisienkan waktu agar tidak terlalu banyak SDM yang digunakan dalam pengerjaan penerimaan dan pengklasifikasian kegiatan ini.
 
Metodologi Pembangunan Sistem
Aplikasi ini akan dibangun dengan menggunakan teknik penyelesaian Fountain lifecycle, adapun tahapan yang akan dilakukan oleh penulisan yaitu :
Tahap I: pendefinisian kebutuhan
Di dalam tahap ini, tim akan mengerjakan rancanagan dari desain interface dari aplikasi yang akan dibuat,merumuskan bahasa pemograman yang akan digunakan,struktur pengerjaan dan apa saja yang akan dibutuhkan tim secara teknis untuk kedepannya.
Tahap II: desain
Di dalam tahap ini, tim akan mengimplementasikan semua rancangan desain yang telah digambarkan dalam tahapan pendefinisian kebutuhan pada pertemuan sebelumnya.
Tahap III: koding dan unit testing
Di dalam tahap ini, tim akan melakukan peng-embed-an coding untuk aplikasi yang akan dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic .Net, lalu akan melakukan pengecekan secara berkala setiap tahapan coding yang baru selesai agar kesalahan yang di temukan tidak terlalu rumit dan banyak.
Tahap IV: pengujian
Di dalam tahap ini, tim akan mengerjakan Pengujian pada keseluruhan aplikasi yang telah dibuat pada proses I,II,III untuk mengetahui seberapa berfungsi dan bergunanya program yang telah dibuat oleh tim kami,dan juga untuk mengidentifikasi setiap kesalahan secara menyeluruh dari awal coding pada aplikasi.
Tahap V: implementasi
Di dalam tahap ini, tim akan mengerjakan implementasi program dengan menggunakan vb.net dan database dengan SQL server
Tahap  VI : Dokumentasi
Di dalam tahap ini, tim akan menyusun dokumen dari proyek yang sudah dibuat.

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=7ur3BEpzPsQ&w=600&h=400]

0610U029 Lutfi Azhari: Keuletan Berwirausaha Membawa Nikmat

Tugas Kewirausahaan: Menceritakan Apabila Saya Menjadi Seorang Wiraswasta

Disusun oleh : 0610U029 Lutfi Azhari

Jurusan Teknik Informatika – Universitas Widyatama Bandung

 

Jika Saya Menjadi Seorang Wiraswasta

Dalam melakukan berbagai pekerjaan kita tidak boleh malu dengan apa yang kita kerjakan, karena itu merupakan modal utama yang harus dimilki sebagai seseorang yang akan melakukan pekerjaan sebagai seorang wiraswasta, bila akan melakukan perkerjaan sebagai seorang wiraswasta pasti kita akan di hadapkan dengan berbagai orang. Oleh karena itu kita harus membuang rasa ego kita yang miliki supaya sesuatu yang akan dikata lakukan akan berjalan dengan lancar. Impian saya ketika pertama kali saya berkerja sebagai seorang Wiraswasta  saya harus mencari dulu perkerjaan yang nantinya saya bisa mendapatkan modal untuk melakukan berbagai macam aktifitas sebagai seorang Wiraswasta . Saya juga mengerti dalam mengumpukan modal tersebut harus memerlukan waktu yang lama supaya saya bisa melakukan usaha sendiri sebagai seorang Wiraswasta , dan Ketika sesuatu yang saya mau itu sudah terkumpul alias money itu sudah ada saya akan mencari tempat yang setrategis yang dimana tempat tersebut harus selalu ada bibit dalam melakuka akifitas berjualan. Karena apa, kita sebagai seorang Wiraswasta  harus memikirkan tempat, supaya parapembeli itu akan selalu datang untuk membeli barang-barang yang diinginkan dengan jumlah orang yang banyak. Jika kita tidak memperhitungankan itu maka usaha yang kita ciptakan tidak akan berkembang dengan cepat dan mungkin usaha yang kita lakukan tidak akan pernah berjalan dengan lancar. Apabila kita sudah mendapatkan tempat yang strategis dan mempunyai uang yang cukup untuk membangun tempat, kita harus pandai-pandai untuk mempromosikan kepada teman ataupun orang lain bahwa kita itu mulai melakukan bisnis berWiraswasta . Itu merupakan sesuatu yang kecil yang bisa kita lakukan dalam mempromosikan bahwa kita mulai melakukan berWiraswasta . Sebagai seorang wiraswasta kita hendaknya harus menganggap bahwa orang yang berbelanja itu sebagai raja, mengapa saya berkata begitu karena kita kalau orang yang membeli itu tidak nyama dengan pelayanan yang kita berikan maka pembeli tersebut akan selalu datang untuk membeli kembali dan apabila kita memberikan pelayanan yang tidak baik kepada orang yang membeli maka akibatnya orang-orang yang membeli tersebut tidak akan membeli lagi di tempat kita berwiraswasta itu dan nantinya mungkin kita akan rugi/gulungtikar. Dalam berwiraswasta juga kita harus memikirkan barang apa yang mestinya kita jual, mengapa kita harus memkirkan tentang barang apa yang harus kita jual karena itu merupakan sesuatu yang nantinya akan di beli oleh setiap orang. Kita harus pandai-pandai untuk menjual barang yang sering digunakan oleh orang-orang yang setiap hari mereka gunakan dengan begitu maka orang-orang setiap hari pasti akan membeli barang tersebut, tetapi kalau kita menjual barang-barang yang tidak digunkan oleh orang-orang maka barang tersebut yang kita jual akan susah untuk dibeli oleh parapembeli. Kita harus memikirkan bahwa barang tersebut kalau tidak dibeli oleh komsumen maka barang tersebut jangan yang mudah basi, karena jika barang  tersebut belum laku dan basi maka kita akan rugi. Oleh karena itu kita harus memikiran barang yang sering di konsumsi dan tidak mudah basi atau rusak. Setiap orang yang memulai berWiraswasta  pasti mengalami sepinya pembeli kita tidak boleh mudah menyerah apa bila barang-barang yang kita jual belum laku, kita harus sabar dengan itu, itu merupakan resiko yang didapatkan ketika kita memulai suatu usaha dengan berwiraswasta. Kebanyak orang yang berWiraswasta  itu mulai terkenal setelah berbula-bulan atau bertahun-tahun. Dalam berwiraswasta juga kita harus pandai-pandai memilih pekerja yang nantinya dia akan membatu kita dalam melayani parapelanggan. Kebanyak parapekerja walaupun tidak semua kita harus sering memperhatikan karena parapekerja itu tidak semua jujur itu lah yang sangat membahayakan seorang wiraswasta yang pemula selau lalai dalam mematau parapekerja tersebut dan akhirnya pekerjaanya tersebut akan terjadi kegagalan. Dalam berWiraswasta  kita pasti akan mendapakan keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang didapat tidak boleh digunakan sesuatu yang tidak bermanfaat karen itu merupakan sesuatu yang mungkin bila kita gunakan untuk membeli barang untuk menambah modal kita, pasti uang tersebut bisa menguntungkan kita. Kita dalam melakakuan berWiraswasta  kita tidak boleh berlaku tidak baik dengan paraWiraswasta  lain karena jika kita melakuakan sesuatu yang tidak baik kepada wiraswasta yang lain dan natinya parakonsumen tau dengan apa yang kita kerjakan maka pasti kita itu dicap dengan berbagai gosip yang tidak baik. Maka dari itu kita harus bersaing dengan sehat dalam melakukan wirwasta tersebut. Ketika saya mempuyai rejeki dan semua barang-barang yang kita jual itu sudah cukup maka yang akan saya lakukan saya  tidak akan menyimpan uang keuntungan itu dengan percuma saya akan menggolangkan uang itu kembali dengan membuat usaha baru yang sama tetapi di tempat yang berbeda. Menurut saya itu merupakan salah satu tindakan yang tepat yang selalu dilakukan oleh orang-orang sudah merasakan manisnya dalam melakukan perkerjakan sebagai Wiraswasta . Meraka ingin uang yang didapatkannya itu dapat bertambah banyak yang mungkin itu bisa megakibatkan orang tersebut harus berkerja dengan ekstra. Dan kita harus ingat bila kita sudah mendapatkan dengan apa yang kita dapatkan kita tidak boleh sombong karena kesombongan akan mendapakan sesuatu yang enyakitkan…terimakiash

Menceritakan Sesuatu Yang Menarik Tentang Keluarga

Saya akan menceritakan kisah sodara saya yang mempunyai kisah unik yang dialami ketika pertama kali melakukan perkerjaan sebagai seorang wiraswasta hingga akhirnya bisa menjadi sukses. Sebut saja EK mempunyai seorang ayah yang bernama ME , dia bekerja sebagai buruh pengantar bako ke setiap jongko pada sebuah pasar. Tetapi dia ulet dalam melakukan perkerjaannya itu. Dia juga bisa meracik dalam pembuatan barang tersebut. Dalam
mengantarkan perkerjaannya itu dia selau diberi gaji setiap hari dan dia selalu menabungkan sebagian gajinya terebut untuk keperluan lainnya nanti. Singkat cerita akhirnya dia bertekad untuk keluar dari perkerjaannya itu dan mulai membuat usaha baru. Dia dengan ulet terus melakukan usaha barunya. dia mempunyai seorang anak yang bernama EK dia lulusan S2 Unversitas pajajan kimia. Ketika sudah lulus dia mempunyai tekad untuk melanjutkan usaha bapaknya yaitu berjulan bako. Dan ayahnya menyuruh dia untuk bekerja disuatu perusahaan. Tapi anehnya ketika dia sudah sudah lulus, dia ditawarkan disuatu perusahan swasta dengan diberikan gaji sebesar 8 juta rupiah perbulan pada tahun 2003 dia menolaknya dengan alasan dia ingin melanjutkan usahanya ayahna, tetapi dia mengaku kepada ayahnya bahwa dia gagal melamar kerja. Tak lama kemudian dia meminta kepada ayahnya bahwa dia ingin bekerja berjualan bako di suatu jongko. Singkat cerita dia diijinkan untuk berjualan dan diberikan modal dengan diberikan sebuah jongko kecil, sudah mendapakan yang dia inginkan tidak lama dia menikah dengan bibi saya dengan bermodal kerja sebagai Wiraswasta
 yang pada saat itu pendapatan yang didapatnya belum tentu mendapakan pembeli atau tidak. dia melakukan pekerjaan setiap hari selama 2 tahun perjaannya itu belum laris juga,  tetapi dia tidak pantang menyerah dia terus saja berjualan hingga akhirnya dia mendapakan pelanggan yang tetap. Hari demi hari dia lewati, pelanggan pun mulai bertambah. Penghasilan yang didapatkan pada tahun ke 4 mulai menjajikan. Hingga beberapa tahun kemudian dia bisa membeli toko di sampingnya untuk dijadikan sebuah gudang. Pada tahun 2008an dia sudah mendapakan manisnya penghasilan yang didapkan akibat keuletan dia, hingga saat ini dia bisa membeli mobil barang dan juga 2 mobil lainya. Tak juga itu keuntungan yang didapakan dari hasil satu jongko itu bisa menghasilakan usaha lain yaitu menyewakan kosan sebanyak 20 kamar, usaha peternakan udang galah, hingga akhrnya sekarang bisa menikmati hasilnya. Itu lah yang didapatkan akibat keuletan dan kejujuran dalam bekerja.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=HPv-zCOVoEQ&w=600&h=400]

Peran Alumni Dalam Pengembangan Almamaternya

Sering terjadi bahwa setelah lepas dari sekolah/institusi pendidikan yang telah membesarkan kita, tidak ada yang perlu dan bisa dilakukan untuk almamater kita tersebut. Setelah lulus yang dirasakan adalah lepas dari salah satu penjara akademis yang melelahkan dan menguras otak, materi dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Namun apa yang dilakukan oleh Universitas Cincinnati, dengan Program Bakti Alumni, membawa para lulusan kembali ke kampus untuk saling berbagi kesuksesan dan menjalin hubungan dengan para mahasiswa dan fakultas dimana mereka pernah menuntut ilmu. Melalui berbagai kegiatan dan pertemuan-pertemuan, para siswa belajar tentang “menguasai kehidupan” di luar ijasah & pencapaian akademis, serta pembuatan surat lamaran yang menjadi bekal dari suatu kesuksesan.
Eva Paus, profesor ekonomi dan CLPIA mencatat bahwa, “Kita dapat belajar banyak melalui interaksi dengan peran alumni, namun dengan waktu dan sumber daya membatasi kemampuan kita diantaranya mendatangkan suatu sejumlah besar alumni kepada kampus. Saya melihat Web sebagai satu cara yang efektif untuk menukar gagasan-gagasan antar alumni dan seluruh civitas akademika.”
Masing-masing lulusan diminta untuk menyediakan satu awal pernyataan tentang pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan sebagian dari permasalahan yang tidak bisa dipisahkan dengan menjawab tiga pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara anda memutuskan harus berbuat apa setelah lulus dari univesitas dan bagaimana cara anda dapat seperti hari ini? Apa yang sesungguhnya area/issue yang spesifik di mana anda memberikan kontribusi kepada komunitas almamatermu? dan Apa salah satu dilema paling sulit yang anda hadapi dalam memperjuangkan komunitas almamater Anda?
Nah bagaimana dengan anda???
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=j1YaefhWVNE?rel=0&w=640&h=450]

Kewirausahaan Mahasiswa: Tugas Praktek Lapangan (Antara Tantangan dan Keuntungan)


Hari ini s/d minggu depan mahasiswa Kewirausahan Prodi Akuntansi Universitas Widyatama melakukan Tugas Praktek Lapangan dengan Dosen Pengampu Djadja Achmad Sardjana S.T.,M.M, untuk melakukan kegiatan Melakukan usaha-usaha Wirausahawan berupa :

  1. Penjualan (Sales)
  2. Marketing (Pemasaran)
  3. Studi Kelayakan Bisnis/Riset
  4. Wawancara Bisnis/Negosiasi
  5. Sosialisasi Produk/Jasa Kewirausahaan

Setelah selesai mereka dimohon membuat dokumen sbb:

  1. Laporan Aktifitas Wirausaha (Word, min.5 hal., A4, Arial/Roman Font 12)
  2. Presentasi Aktifitas Wirausaha (Powerpoint, min.5 hal.)
  3. Clip Video yg diupload ke youtube.com (min. 5 menit, kirimkan link-nya saja)

Ada beberapa kelompok yang mulai menawarkan produk atau jasa kepada mahasiswa, dosen bahkan fihak lain termasuk di Gasibu dan Car Free Day – Dago. Kita tunggu hasilnya minggu depan 🙂

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Li7Hxjidx1s?rel=0&w=640&h=420]

Kewirausahaan Mahasiswa: Mewujudkan Impian Selagi Muda

Saat ini saya mengampu Mata Kuliah Kewirausahaan di Universitas Widyatama. Salah satu tugas yang diminta pada mahasiswa adalah agar mereka menuliskan karangan, impian atau kenangan mereka terhadap kewirausahaan. Berikut adalah beberapa hasil karya mereka:

1. ROBBY NOER ILLAHI:

Pertama impian saya sebagai seorang mahasiswa yaitu ingin sekali menjadi seseorang yang berguna bagi masyarakat, dan dapat bekerja di dalam instansi instansi pemerintahan.

Saat ini saya sebagai seorang mahasiswa berfikir bahwa bagaimana caranya agar bisa mendapatkan sebuah penghasilan dari modal sekecil-kecilnya, tetapi bisa menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya..??

Insyaallah jika saya diberi kesempatan untuk memiliki keuangan dan Rezeki yang lebih, saya akan membuat sebuah WIRAUSAHA dalam bidang INDUSTRI MAKANAN..

Dimana yaitu sebuah usaha yang dapat membantu dalam keuangan saya, dan juga dapat bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan semacam makanan gituh..

Lalu saya berfikir bagaimana caranya membuat sebuah wirausaha dalam bidang Industri Makanan, dan akhirnya saya mendapatkan sebuah ide yaitu membuat sebuah makanan semacam MIE AYAM BASO ALA SIXTEENDAY’S.. dimana nama sixteenday’s itu adalah nama sebuah grup band yang saya miliki. J 

Pertama, setelah saya menentukan sebuah nama untuk wirausaha di bidang industri makanan, lalu selanjutnya saya harus bisa menentukan kembali bagaimana proses untuk kedepannya,.

Saya bersama teman satu grup band yang bernama Sixteenday’s, berencana untuk menyiapkan sebuah tempat yang strategis untuk wirausaha yang akan saya jalani, dan akhirnya sebuah tempat yang strategis telah tersedia, lalu saya harus menyiapkan semua bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat sebuah makanan semacam mie ayam baso. saya sendiri bingung dan bahkan tidak tahu sama sekali apa saja bahan-bahan yang harus diperlukan dan dibutuhkan dalam proses pembuatan makanan tersebut..

Lalu saya berfikir keras tentang hal ini, yaitu apa yang harus saya lakukan?? Saya berfikir bagaimana apabila saya bekerjasama dengan tukang mie ayam yang selalu berkeliaran di pinggir jalan..??? dan akhirnya saya pun menjalani ide terbaik yang saya punya, yaitu BEKERJASAMA DENGAN TUKANG MIE AYAM YANG BIASA BERKELIARAN DI PINGGIR JALAN..

Dan akhirnya semua masalah telah terpecahkan. lalu setelah tempat yang strategis, dan bekerjasama dengan tukang mie ayam jalanan, saya berniat untuk merenovasi tempat berjualan saya, yang sesuai dengan keinginan anak muda jaman sekarang J. Yaitu, saya membuat keadaan dan suasana tempat dengan senyaman mungkin dan memfasilitasi tempat tersebut dengan adanya beberapa musik yang berkeliaran di udara, bahkan memasang semacam wifii agar para pelanggan yang mayoritas para anak-anak muda jaman sekarang dapat senantiasa merasa senyaman mungkin makan di tempat berjualan yang saya buat.

Saya bersama teman-teman saya akan selalu mengembangkan bisnis wirausaha industri makanan ini, bahkan jika penjualan di bidang makanan ini berjalan sesuai dengan harapan, yaitu menghasilkan untung yang sangat besar. Insyaallah saya ingin membuka cabang di berbagai daerah, untuk membuat mie ayam baso ala sixteenday’s menjadi tambah berkembang dan terus semakin berkembang.

Untuk membuat wirausaha ini menjadi semakin maju yaitu, pasti sangat membutuhkan sekali beberapa INVESTOR. Maka dari itu sangat penting sekali fungsi dari investor tersebut.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya lakukan, mohon maaph apabila ada kata-kata yang kurang tepat dan mungkin berlebihan dalam karangan yang buat ini.

Terimakasih banyak.. J 

Cerita fakta yang terjadi pada saudara saya:

Pada waktu itu dia adalah seorang menager di perusahaan ternama yaitu perusahaan ASTRA HONDA. Sudah sangat lama sekali dia bekerja disana sampai akhirnya dia melakukan pensiunan dini karena dengan alasan mungkin sudah terlalu cape bekerja di perusahaan tersebut. Setelah dia pensiunan dia mencoba untuk membuat suatu wirausaha yang dapat menguntungkan dia di kemudian hari, lalu dia membuat sebuah wirausaha yaitu MEMBUAT KOLAM APUNG DI TENGAH DANAU CIRATA. Dan wirausaha yang dia lakukan pun ternyata sangat menguntungkan bagi dia. Bahkan pekerjaanya pun tidak sama sekali membuat dia menjadi lelah.

Lalu, wirausaha yang dia buat pun sampai sekarang masih di jalaninya, bahkan sekarang dia sudah memperluas daerah kolam apungnya, di karenakan mendapatkan untung yang sangat besar dari hasil wirausaha tersebut.


2. MELATI PUSPITA KUSUMAH
 

Saya Melati Puspita, saya salah satu orang yang sangat berkeinginan besar di dalam berwirausaha. Karena saya pikir dengan berwirausaha memberikan jalan untuk saya agar dapat inovatif dan tidak pasif,,mungkin bagi sebagian orang setelah mereka lulus kuliah mereka lebih memilih berkerja di perusahaan milik orang lain,yang mungkin bagi mereka itu pekerjaan yang pasti dan sangat sedikit memungkinkan terjadinya kerugian.tapi bagi saya pada decade sekarang lebuh baik berwirausaha meskipun mungkin pada awalnya saya juga akan berkerja terlebih dahulu di perusahaan milik orang lain untuk mengumpulkan modal awal saya untuk dapat berwirausaha.

Pengalaman saya berwirausaha di mulai ketika saya kecil,,waktu saya SD saya berjualan kue kering buatan nenek saya kepada teman-teman saya,dan banyak yg berminat untuk membeli kue saya. Selain dari itu juga saya sempat menjual aksesoris yang saya buat sendiri dengan bahan manic-manik. Sejak SMP saya pun pernah berwirausaha dengan membuka perpustakaan di rumah saya dan saya melakukan ini bersama teman-teman sepermainan saya karena pada saat itu saya sudah berfikir untuk dapat mengefektifkan barang agar dapat menghasilkan sesuatu yang lebih,akhirnya kita putuskan untuk membuka perpustakaan dengan meminjamkan buku-buku yang kita miliki sambil menyewakan buku saya juga menjua kue hasil karya saya sendiri dan akamdulilah banyak peminatnya.

Ketika SMA saya mulai mencoba bergabung dengan oriflamme untuk melakukan bisnis MLM (multi level marketing ). Dan alhamdulilah saya bias mendapatkan keuntungan yang banyak dari bisnis ini.dan alhamdulilah saya menekuni bisnis ini sampai sekarang jadi sekitar sudah 3 tahun saya menekuni bisnis ini. Dan sekarang selain saya menekuni bisnis oriflamme saya juga menjual coklat hasil karya tante saya kepada teman-teman saya selain dari itu juga saya menjual produk kecantikan seperti lulur,masker,body bleaching,dll. Produk ini langsung saya ambil dari salon teman saya. Saya menjual produk ini dengan jasa dapat di antarkan ke rumah pemesan dan alhmdulilah dari usaha ini juga saya memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Itulah beberapa usaha yang pernah saya lakukan selama ini,adapun harapan saya dalam berwirausaha untuk selanjutnya saya sangat ingin membuka café minimalis yang mengedepankan kenyamanan tempat,harga yang terjangkau,kualitas makanan dan minuman yang baik,dan yang terakhir pelayanan yang memuaskan.
Untuk bias menjadi seorang wirausaha tentunya saya harus berorientasi pada tindakan saya. Yang pertama saya harus proaktif dengan saya berkuliah di widyatama saya sudah merasa proaktif karena saya berkeyakinan apabila saya mengikuti perkuliahan di widyatama ini dengan baik dan penuh keseriussan maka saya akan selangkah lagi menuju kesuksesan. Yang kedua bermula dari ujung pemikiran yaitu saya harus memulai segala aktivitas dengan meyakini bahwa saya akan lulus dari universitas widyatama ini februari 2013 dengan ipk minimal 3,5. 

Yang ketiga saya harus dahulukan yang utama,dimana saya harus menomorsatukan kuliah dari pada yang lain guna mencapi kesuksesan yang di harapkan. Yang keempat berpikir menang-menang yaitu ketika saya mulai merasa lelah dengan perkuliahan yang saya jalani, saya selau menanamkan dalam hati saya bahwa saya harus tetap semangat, raihlah kelulusan dengan cepat dan buatlah orang tua bangga dengan diri kita. Yang kelima memahami untuk dipahami yaitu bukan bagaimana orang lain memahami kita tapi bagaiman kita mampu memahami orang lain,misalnya saja saya tentunya sangat wajib memahami peraturan universitas saya,memahami dosen dan memahami tean-teman saya dengan itu mereka semua pun secara otomatis pasti akan memahami saya juga.

Yang keenam saya harus membuat sinergi terutama dengan orang-orang di sekitar saya karena merekalah yang akan selalu memberi support kepada saya untuk selalu menjadi yang terdepan. Yang ketujuh ketahanan fleksibelitas dan kekuatan yaitu dimana ketika saya mendapatkan kegagalan dalam hidup saya,saya harus tetap bangkit dan mencoba terus karena dengan begitu saya akan semakin dekat dengan kesuksesan. Yang terakhir menemukan keunikan diri dan membantu orang lain menemukannya, yaitu saya harus menggali kelebihan saya setelah itu kita harus membantu teman kita untuk menemukan kelebihannya dengan begitu dengan kelebihan diri kita dan kelebihan teman kita,kita dapat berkerjasama dengan kelebihan masing-masing untuk menghasiilkan sesuatu yang inovatif dan menciptakan suatu peluang bisnis bagi kita.
Sekian pengalaman dan keinginan saya di dalam berwirausaha semoga bermanfaat.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=zdwxeFWfTf4?rel=0&w=640&h=450]

 


Partisipasi Menulis untuk Meningkatkan Diskusi Akademis

Menghubungkan diskusi kelas dengan menulis dapat membantu Anda fokus pada tujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Tips berikut tentang penggunaan menulis untuk meningkatkan diskusi dari Pusat Studi dan Pengajaran “The Ohio State University.”

Bagaimana cara memfasilitasi partisipasi yang produktif dan aktif di kelas? Bagaimana kita bisa menghubungkan keterlibatan kelas dengan tulisan yang siswa lakukan di luar kelas?

 Beberapa dosen tertarik untuk melakukan diskusi dan keterlibatan mahasiswa, mereka melihat partisipasi dalam kelas sebagai cara untuk memperluas bagaimana mahasiswa berpikir tentang masalah tertentu atau menginterpretasikan suatu buku tertentu. Beberapa dosen mungkin mendekati topik keterlibatan kelas dengan sedikit gamang, mereka khawatir yang mungkin terjadi jika siswa tidak berpartisipasi dan percakapan berhenti, atau jika siswa terjebak dalam perdebatan yang panas tentang topik kontroversial. Menghubungkan diskusi kelas dengan partisipasi mahasiwa untuk menulis dapat membantu Anda memfokuskan tujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Menghubungkan keterlibatan kelas dan partisipasi menulis akan menjadi lebih penting bila kita harus menyesuaikan diri dengan mengajar kelas (semester) pendek!

Minggu Pertama: Awali dan akhiri kelas Anda dengan beberapa menit menulis bebas.

 Hal ini  untuk membantu mahasiswa punya pendirian dan menyimpulkan pikiran mereka sendiri di kelas. Coba angkat masalah atau isu yang relevan ke kelas. Awali kelas Anda dengan memberikan mahasiswa waktu lima menit untuk menulis tentang referensi mereka. Ini akan memberi mereka waktu untuk “ganti persneling” dan fokus pada topik di kelas, dan juga akan memberi mereka sesuatu yang konkret untuk membangun partisipasi kelas. Setelah siswa menulis di akhir kelas, dapat membantu mereka untuk menarik pemikiran mereka selama periode itu, mulai mempertimbangkan isu-isu sesi berikutnya, dan menghubungkan diskusi untuk tugas-tugas mereka. Selain itu, jika Anda memiliki kesempatan untuk mengumpulkan tulisan mereka, Anda dapat memiliki gambaran yang benar-benar kaya dari apa yang siswa pikirkan dan bagaimana mereka belajar. Anda bahkan tidak perlu menilai refleksi-refleksi ini.

Tunjukkan bahwa menulis adalah cara yang baik untuk membangun pikiran seseorang, dan bahwa diskusi dan kuliah akan membantu membangun ide dari latihan menulis bebas. Menulis bebas dapat sangat efektif bila Anda mengarahkan siswa langsung terhadap pertanyaan tertentu atau masalah, dan ketika Anda secara eksplisit menghubungkan penulisan yang siswa lakukan untuk pembahasan atau kegiatan berikutnya .

Minggu Berikutnya: Mengembangkan kerja kelompok dan kegiatan diskusi.

yang meminta mahasiswa untuk praktek menulis dan mengembangkan keterampilan berpikir  yang mereka perlukan untuk tugas-tugas menulis mereka. Bagilah kelas menjadi kelompok-kelompok dan membuat kegiatan yang mendorong siswa untuk melatih keterampilan yang mereka akan gunakan dalam tulisan mereka dengan cara yang interaktif. Minta kelompok-kelompok itu untuk menulis tanggapan terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dan posting mereka ke papan diskusi atau membaca dengan suara keras di kelas.

Sebagai contoh, seorang dosen dalam ilmu sosial dapat meminta siswa untuk membentuk sebuah tesis operasional untuk mengatasi masalah atau pertanyaan yang luas. Kemudian, kelompok ini bisa berdiskusi variabel potensial yang beririsan untuk tesis kelompok lain, dan anggota kelompok ini bisa merevisi tesis mereka yang lebih baik untuk variabel tersebut.

Seorang dosen humaniora mungkin meminta siswa membangun suatu pernyataan analitis berdasarkan teks yang kelas telah membaca dan menganalisisnya. Kelompok mahasiswa kemudian bisa membaca bukti tekstual yang mendukung dan meragukan atau bertentangan dengan tesis yang ada, serta mereka bisa merevisinya karena menemukan dan mengintegrasikan bukti baru dari teks.

Dosen bisa menampilkan data dari studi yang ada dan meminta kelompok untuk mendiskusikan dan menulis kesimpulan yang mungkin menarik dari data-data tersebut. Kelompok itu kemudian membaca hasil riset asli, membandingkan dan mengevaluasi kesimpulan mereka dengan laporan penelitian yang sudah ada.

Dosen dapat menekankan bahwa siswa harus mendengarkan setiap posisi anggota kelompok  dan melalui dialog kolaboratif, menyepakati tesis dan bukti pendukung. Setelah siswa mempraktekannya secara singkat, menulis kolaboratif informal dapat membantu mereka melihat menulis sebagai sebuah proses  langsung dari keterlibatan kolaboratif. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk membahas bagaimana kolaborasi tidak terpisahkan untuk proses penelitian dan pengetahuan.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=5HePQWodWiQ&w=640&h=400]

Artikel terkait: 

Role Playing Kewirausahaan Mahasiswa FBM Universitas Widyatama

Bermain peran pada prinsipnya merupakan pembelajaran untuk ‘menghadirkan’ peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Pembelajaran ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.

Role playing adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield, 1986). Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas, dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, role Playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu, 2000).

Dalam role playing murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid (Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Lebih lanjut prinsip pembelajaran ini memahami kebebasan berorganisasi, dan menghargai keputusan bersama, murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah, melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi, mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono, 2001). Jadi, dalam pembelajaran murid harus aktif, karena tanpa adanya aktivitas, maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. 

Sementara itu, sesuai dengan pengalaman penelitian sejenis yang telah dilakukan, manfaat yang dapat diambil dari role playing adalah: Pertama, role playing dapat memberikan semacam hidden practise, dimana murid tanpa sadar menggunakan ungkapan-ungkapan terhadap materi yang telah dan sedang mereka pelajari. Kedua, role playing melibatkan jumlah murid yang cukup banyak, cocok untuk kelas besar. Ketiga, role playing dapat memberikan kepada murid kesenangan karena role playing pada dasarnya adalah permainan. Dengan bermain murid akan merasa senang karena bermain adalah dunia siswa. Masuklah ke dunia siswa, sambil kita antarkan dunia kita (Bobby DePorter, 2000: 12).

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=mRuw8_nGH08&w=640&h=510]

Related articles, courtesy of Zemanta: