Banjir…Janganlah Engkau Datang lagi

 

Sudah enam tahun sejak Februari 2007

Engkau datang tanpa diundang

Bukan salahmu memang……

Karena kami sering lupa akan dirimu

 

Hujan itu bukan bencana, 

Namun berkah dari Yang Maha Kuasa

Bukan salahmu engkau jadi murka…..

Itu karena manusia lalai pada alamnya

 

Satu yang kami minta padamu…..

Beritahu dulu kami bila engkau akan tiba

Atau sebaiknya, kami terus terang padamu

Banjir…Janganlah Engkau Datang lagi

 

@LingkunganPembebas Kemana Larinya Airku: Antara Kebutuhan dan Keinginan Penduduk Bandung

 
Saat ini di Muararajeun, tempat tinggal kami, air menjadi barang langka. Setelah mengalami keberlimpahan, saat ini air hanya bisa didapat dengan biaya yang cukup “mahal”. Termasuk di rumah saya yang sekarang, selain ada sumur bor, harus juga menggunakan Filter Air dari Pak Iyan Sofyan salah satu pakar filter dari ITB.
 
Dulu (20 tahun lalu) sumur bor rumah kami dengan kedalaman 6 meter sudah menghasilkan air bersih. Sekarang rata-rata sumur bor di lingkungan kami sudh berkedalaman 12-18 meter. Bahkan di rumah kakak ipar sumbur bornya mempunyai kedalaman 24 meter.
 
Hal ini sesuai dengan prakiraan dan riset tahun 2007 yang menyatakan pengambilan air bawah tanah yang tak terkendali menyebabkan penurunan muka air tanah yang signifikan. Itulah pula yang menyebabkan banyak daerah di Kota Bandung dan sekitarnya digolongkan sebagai daerah rawan dan kritis air. Daerah yang mengalami penurunan lapisan air tanah paling besar adalah kawasan Bandung selatan. Daerah tersebut berpotensi banjir karena lapisan tanahnya sebagian besar terdiri dari lempung yang kurang mampu menyerap air, sementara saluran keluarnya tidak ada.
 
Penurunan tanah ini merupakan salah satu faktor signifikan yang menyebabkan banjir. Ketika titik-titik tanah pada satu kawasan menurun, daerah tersebut menjadi lebih rendah dari tempat-tempat lainnya dan membentuk cekungan, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang berpotensi banjir terutama saat musim hujan. Ironisnya, air menjadi sesuatu yang sulit didapat setiap musim kemarau.
 
Jika diasumsikan jumlah penduduk kawasan Bandung Raya mencapai 7 juta orang dan kebutuhan air bersih sebanyak 125 liter per hari per orang, kebutuhan air yang harus tersedia sekitar 350 juta m3 per tahun.
 
Kebutuhan air bersih untuk industri diperkirakan mencapai 132 juta m3 per tahun, sedangkan untuk keperluan sosial (tempat ibadah, dsb.) dan perkantoran diperkirakan mencapai 30 juta m3 per tahun. Dengan demikian, total kebutuhan air bersih di kawasan ini mencapai 512 juta m3 per tahun.
 
 
Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air bersih yang mampu disediakan PDAM Kota Bandung hanya sekitar 17 juta m3 per tahun. Sedangkan PDAM Kab. Bandung-Cimahi baru mampu menyediakan sekitar 19 juta m3 per tahun.
 
Secara keseluruhan, pemenuhan air bersih oleh kedua PDAM itu baru mencapai 36,5 juta m3 per tahun dengan proporsi sumber air bakunya 40% berasal dari air permukaan dan 60% dari air tanah. Pengambilan air tanah yang dilakukan industri terjadi karena PDAM memang tak mampu menyediakan kebutuhan air mereka.
 
Penurunan muka air tanah yang drastis terjadi terutama sejak tahun 1980-an. Hal itu seiring dengan pesatnya perkembangan industri dan permukiman penduduk. Penurunan muka air tanah paling parah terjadi di daerah industri, seperti Cimahi (sekitar Leuwigajah), Batujajar, sekitar Jln. Moh. Toha, Dayeuhkolot, Rancaekek-Cicalengka, Ujungberung, Cicaheum, dan Kiaracondong.
 
Ayo Urang Bandung…….Jangan hamburkan air tanah untuk mencegah Bandung makin ambles atau “tenggelam”…………………..
 

#LingkunganPembebas Anak Cucuku, Aku Tinggalkan Air Sebagai Sumber Kehidupan Dan Sarana Penghidupan

Hari ini saya memasang Filter Air dari Pak Iyan Sofyan salah satu pakar filter dari ITB. Rumah kami di Muararajeun sebetulnya punya catatan cemerlang di bidang air tanah, karena punya kualitas yang baik disebabkan tanahnya terdiri dari cadas. Namun seperti tempat lainnya di Bandung, mengalami penurunan air tanah yang cepat sehingga mempengaruhi kualitasnya sebagai Sumber Kehidupan. Untuk itulah dibutuhkan solusi dan strategi untuk menyiasati kualitas air yang terus menurun karena banyaknya tempat yang menggunakan air sangat banyak sebagai Sarana Penghidupan seperti Hotel, Kantor, Mal, Tempat Rekreasi, Bengkel dan lain-lain.
Perlu diketahui sesuai data Pikiran Rakyat pada tahun 2007,  pengambilan air bawah tanah yang tak terkendali menyebabkan penurunan muka air tanah yang signifikan. Itulah pula yang menyebabkan banyak daerah di Kota Bandung dan sekitarnya digolongkan sebagai daerah rawan dan kritis air. Daerah yang mengalami penurunan lapisan air tanah paling besar adalah kawasan Bandung selatan. Daerah tersebut berpotensi banjir karena lapisan tanahnya sebagian besar terdiri dari lempung yang kurang mampu menyerap air, sementara saluran keluarnya tidak ada.
Penurunan tanah ini merupakan salah satu faktor signifikan yang menyebabkan banjir. Ketika titik-titik tanah pada satu kawasan menurun, daerah tersebut menjadi lebih rendah dari tempat-tempat lainnya dan membentuk cekungan, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang berpotensi banjir terutama saat musim hujan. Ironisnya, air menjadi sesuatu yang sulit didapat setiap musim kemarau.
Jika diasumsikan jumlah penduduk kawasan Bandung Raya mencapai 7 juta orang dan kebutuhan air bersih sebanyak 125 liter per hari per orang, kebutuhan air yang harus tersedia sekitar 350 juta m3 per tahun.
Kebutuhan air bersih untuk industri diperkirakan mencapai 132 juta m3 per tahun, sedangkan untuk keperluan sosial (tempat ibadah, dsb.) dan perkantoran diperkirakan mencapai 30 juta m3 per tahun. Dengan demikian, total kebutuhan air bersih di kawasan ini mencapai 512 juta m3 per tahun.
Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air bersih yang mampu disediakan PDAM Kota Bandung hanya sekitar 17 juta m3 per tahun. Sedangkan PDAM Kab. Bandung-Cimahi baru mampu menyediakan sekitar 19 juta m3 per tahun.
Secara keseluruhan, pemenuhan air bersih oleh kedua PDAM itu baru mencapai 36,5 juta m3 per tahun dengan proporsi sumber air bakunya 40% berasal dari air permukaan dan 60% dari air tanah. Pengambilan air tanah yang dilakukan industri terjadi karena PDAM memang tak mampu menyediakan kebutuhan air mereka.
Penurunan muka air tanah yang drastis terjadi terutama sejak tahun 1980-an. Hal itu seiring dengan pesatnya perkembangan industri dan permukiman penduduk. Penurunan muka air tanah paling parah terjadi di daerah industri, seperti Cimahi (sekitar Leuwigajah), Batujajar, sekitar Jln. Moh. Toha, Dayeuhkolot, Rancaekek-Cicalengka, Ujungberung, Cicaheum, dan Kiaracondong.
Di daerah permukiman dan perumahan, penurunan terjadi pada muka air tanah dangkal. Hal itu terlihat dari sulitnya penduduk mendapatkan air tanah dari sumur-sumur mereka. Berdasarkan data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar, di seluruh cekungan Bandung terdapat 2.237 sumur bor air tanah.
Kondisi penurunan air tanah yang disertai amblesnya permukaan tanah ini terjadi terus setiap tahun. Keadaan ini juga selalu dipaparkan para ahli. Apakah harus menunggu hingga cekungan Bandung benar-benar cekung? Atau, hingga bangunan mulai banyak yang miring karena tiang pancangnya bergeser? Tak ada kata terlambat untuk berbuat, setidaknya mulai dari diri kita sendiri.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan laju penurunan permukaan tanah di cekungan Bandung salah satunya dengan penggunaan kembali air yang telah digunakan (reuse) sehingga lebih efisien. Implementasi regulasi pengambilan air tanah juga harus ditegakkan dengan rencana tata ruang wilayah yang ditaati dan diimplementasikan secara baik oleh semua pihak, baik oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat di wilayah cekungan Bandung dapat berbuat dengan memperbanyak air yang meresap ke dalam tanah dengan menanam pepohonan, penghutanan, sumur resapan atau bendung penampung air. Masyarakat juga dapat mengalihkan pemenuhan kebutuhan air bersih yang berasal dari air tanah dengan sumber air lain seperti air permukaan atau penampungan air hujan

Analisis Lingkungan Politik dan Hukum Grameen Telecom

   
Dalam menjalankan kegiatannya, Grameen Telecom  menghadapi lingkungan eksternal berupa Lingkungan Umum (Makro),  Lingkungan Industri (Mikro) dan Lingkungan Operasional dan Lingkungan Operasional (Internal) yang masing-masing dianalisis yang menjadi dasar bagi perumusan strategi.
 
Lingkungan makro adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal yang faktor-faktornya memiliki ruang lingkup yang luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya diluar dan terlepas dari operasi perusahaan. Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam memformulasikan strategi. Kondisi Politik dan Hukum di Bangladesh ikut menyertai Grameen Phone dan Grameen Telecom dengan segala pasang surutnya.Seperti diketahui, pada tahun 1996 Kementrian Pos dan Telekomunikasi Bangladesh (MOPT) telah memberikan lisensi untuk operator GSM kepada TM International (Bangladesh), Grameen Phone Ltd. (Operator dari Grameen Telecom) dan Sheba Telecom Ltd. untuk jangka waktu 15 tahun. 
 
Grameen Phone Ltd. (GP Ltd.) kemudian memperkenalkan skema untuk menyediakan telepon bergerak kepada wanita pedesaan yang tarifnya disubsidi dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin yang berkolaborasi  dengan Grameen Bank (yang didirikan oleh Prof. Muhammad Yunus) dan telah menjadi kisah kebehasilan baik dibidang telekomunikasi dan pengurang kemisikinan di daerah pedesaan Bangladesh. 
 
Untuk memperkuat kebijakan diatas dan memfasilitasi ketersediaan pelayanan telekomunikasi yang terjangkau, pemerintah Bangladesh menyetujui implementasi dari  Kebijakan Telekomunikasi 2001 (Telecommunication Act of 2001). Dibawah kebijakan ini, sebuah komisi independent yang dinamakan Bangaladesh Telecommunication Regulatory Commission (BTRC) didirikan dan mulai berfungsi pada tanggal  31 Januari 2002. Sebagai Badan Regulator, BTRC menerbitkan lisensi kepada operator dan pengguna telekomunikasi serta diberikan mandat . untuk memfasilitasi pelayanan telekomunikasi dengan kualitas yang bisas diterima pelanggan di semua daerah di Bangladesh. Mandat ini dapat diterjemahkan dengan aktifitas sebagai berikut:
Meningkatkan teledensitas sekurang-kurangnya 10 telephon per 100 penduduk di tahun 2010;
Menyediakan komunikasi telepon disetiap desa pada tahun 2006;
Mempromosikan aplikasi telematika (ICT) untuk mendukung perkembangan sosial ekonomi;
Mengkreasikan lingkungan yang kondusif bagi pelayanan ICT;
Memfasilitasi kerjasama Publik dan Swasta dalam perkembangan ICT; dan
Memfasilitasi aplikasi ICT dalam pengentasan kemiskinan
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/T7c5CDGpFAA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

E-Learning: Lingkungan bagi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Berperan Mendukung Proses Pembelajaran

Modus Pembelajaran menurut Horton (Designing Web-Based Training, Wiley, 2010) bisa berupa Mendengarkan kuliah, diskusi; Mencari saran dari dosen, ahli; Membaca buku, artikel; Memperhatikan presentasi, demonstrasi; Menyimak pameran, contoh-contoh;  Menerima kritik dari ahli, sejawat; Memodelkan karakteristik sistem, fenomena; Mengeksplorasi hal-hal baru; Mendiskusikan ide dengan teman, ahli, guru/dosen; Mempraktekkan kemampuan atau Melakukan penelitian.
Bagaimana TIK dapat membantu pembelajaran? 

Menurut Horton pula pada buku tersebut kita dapat memanfaatkan hal-hal  sebagai berikut dalam pembelajaran  yaitu: Penggunaan perangkat keras komputer, Pemanfaatan jaringan komputer (termasuk Internet), Sumber informasi, Sarana komunikasi dan Penggunaan perangkat lunak untuk beragam keperluan yang kemudian disebut dengan Infrastruktur e-Learning.
Definisi E-Learning
Lingkungan yang memberikan kesempatan bagi teknologi informasi untuk berperan dalam mendukung proses pembelajaran
Kalau begitu:
  • E-learning bukan hanya “pemakaian komputer”
  • Ada komponen-komponen lain selain TIK (Integrasi antara “People, Process & Technology”)
  • Proses pembelajaran melibatkan TIK

Mengapa menggunakan E-Learning ?

  • Mengatasi rendahnya rasio pendidik-peserta didik
  • Beban pendidik dapat dikurangi dengan mengalihkan (sebagian) inisiatif pembelajaran kepada Peserta Didik
  • Fleksibilitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran
  • Melepaskan dari ketergantungan ruang dan waktu

Hal ini sesuai dengan artikel New Wave Marketing – Marketeers [LIVE INTERVIEW] – E-LEARNING UNTUK INDONESIA yang mengatakan:

Mungkin banyak yang memandang e-learning hanya dari satu sudut saja. Yaps, electronic learning, hanya itu yang umumnya orang ketahui, dan e-learning sebenarnya lebih dari itu.  E-Learning adalah sebuah konsep belajar digital yang berisi tentang banyak hal  dan tidak dapat dilihat dari perspektif kecil saja. Di luar negeri, konsep e-learning ini sudah banyak digunakan, dan sangat mudah didapatkan, ada yang bersifat gratis, hingga bersifat bisnis, sesuai dengan kebutuhan dari si pengguna.

Namun demikian “Berhasilnya suatu sistem e-learning, tergantung pada keberagaman dan keberlangsungan konten yang sesuai dengan kebutuhan”

Artikel Terkait:

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/sxUQsKxcOYM” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Mengapa Steve Jobs Berikutnya Akan Di Bidang Energi, Bukan Teknologi Informasi

oleh CHRISTOPHER MIMS Technology Review – MIT Published 2011/08/30 (http://www.technologyreview.com/blog/mimssbits/27121/?p1=blogs)
Melihat sekeliling kita, apa masalah utama yang kita hadapi, dalam cara apapun kesempatan apa yang menyerupai era awal PC? Hanya ada satu: energi.
Perjuangan untuk membuat komputer dapat digunakan oleh pengguna sehari-hari sudah selesai dilakukan. Anak Balita saya bahkan bisa mengetikkan dua kata dan dia sudah dapat menavigasi YouTube pada iPad. Kita semua bisa melihat makna hal ini: Apple menang, baris perintah pada komputer hilang, dan masa depan komputasi akan dibentuk untuk kebutuhan kita, bukan sebaliknya. Steve Jobs melakukannya.
Sekarang kita harus menerapkan kejeniusan untuk masalah dunia yang paling mendesak. Sesuatu yang mewakili ancaman yang luar biasa terhadap lingkungan dan fihak-fihak yang sudah mengorbankan standar hidup kita.
Sangat penting untuk memahami bahwa Jobs, Gates dan semua jenius lain  di zaman mereka – waktu kelahiran komputer pribadi sebagai hobi sampai sekarang, yang lebih pendek daripada satu generasi hidup manusia – tidak hanya luar biasa. Mereka juga hidup di waktu yang luar biasa, sehingga memiliki kesempatan untuk menciptakan peluang bagi diri mereka sendiri yang akan menjadi industri dunia yang paling transformatif.
Berikut adalah alasan bahwa mengapa Steve Jobs berikutnya – memang, harus – muncul di bidang energi.
1. Masalah komputer pribadi sudah “dipecahkan” – Itu sekarang hanya sekedar “alat”.
Ketika produk komputer sudah mencapai tahap ini, dengan inovasi menjadi keharusan inkremental. Sebuah Mobil adalah analogi yang baik. Kendaraan listrik, proses perakitan, dan otomatisasi penuh pabrik mobil – tapi itu semua masih sebuah mobil .
2. Energi adalah masalah yang mendesak berikutnya.
Jika kita tidak memecahkan energi melalui kombinasi efisiensi, mendistribusikan pembangkitan, mekanisme pendanaan baru, teknologi baru dan apa pun yang kita bisa lakukan, perekonomian kita bisa runtuh (dalam jangka pendek) dan planet ini akan “tidak ramah lagi dan bermusuhan” kepada penduduk bumi seperti apa yang diproyeksikan (pada akhir abad ini).
Jobs berkata kepada orang-orang di tim Apple bahwa mereka akan mengubah dunia, dan mereka percaya padanya. Tidak ada industri lain di mana seorang insinyur atau ilmuwan bisa memiliki dampak begitu besar sekarang.
3. Penggemar ada di bidang ini, dan memberikan mereka akses ke teknologi yang lebih baik akan mempercepat pengembangan dan adopsi inovasinya.
Komputer Apple pertama kali digunakan adalah trik Steve Wozniak  untuk mengesankan teman-temannya di klub komputer rakitan – hanya kemudian mereka melakukannya menjadi sebuah bisnis. Itu mirip di mana banyak teknologi energi saat ini, khususnya energi surya dan “Smart Meter” (Pengukur Listrik Pintar) . Agar teknologi tersebut bisa lepas landas, harus ada fihak/populasi pengadopsi awal (Early Adopter) yang melihat potensinya dan bersedia untuk mengambil kesempatan menggunakannya. Memang, mereka harus “menjadi sedikit gila”. Di bidang Energi penuh dengan orang-orang seperti itu, dan kenaikan harga bahan bakar yang tinggi ditambah kerawanan pasokannya akan membawa lebih banyak lagi dari mereka masuk ke bidang ini.
4. Masalah pada titik ini adalah desain, komersialisasi, pemasaran, dan sekali lagi desain, desain dan desain.
Mengapa Google, Microsoft dan Cisco semua baru-baru mengundurkan diri dari bidang manajemen energi rumah? Mungkin karena tidak satupun dari mereka bisa menemukan cara untuk membuat teknologi yang dapat diakses. Sebuah survei terbaru dari IBM menunjukkan bahwa orang tidak tahu apa-apa tentang listrik, sehingga “Smart Meter” (Pengukur Listrik Pintar) kebanyakan dari kita tidak tahu apa fungsinya.
Teknologi energi sukses bila dapat “plug and play“, WYSIWYG (Apa yang kamu lihat, apa yang kamu dapatkan), dan bahkan mungkin menginspirasi seseorang untuk menyebutnya “sebuah kegilaan.” Hal itu “harus berfungsi,” seperti iPhone atau Mac OS X. Itu akan menciptakan setiap “bit polarisasi” seperti Apple, karena akan mengabarkan semua keberanian untuk memecahkan masalah dan akan mendorong “Geeks” dan “orang aneh” itu mencoba menciptakan sesuatu.
Teknologi Energi yang benar benar manjur tidak hanya akan terlihat keren karena beberapa desainer industri meletakkannya pada kemasan atau memiliki kampanye iklan yang menarik, namun memiliki semua hal yang dibutuhkan, karena didalamnya ada “DNA“, yang mendorong perfeksionis untuk menemukan cara menjawab kebutuhan dan keinginan pengguna energi serta membuat solusinya  .
Desainer Teknologi seperti ini tidak menggunakan “kelompok fokus” (Focus Group) karena mereka pada akhirnya hanya menangani selera mereka sendiri. Mereka termasuk Steve Jobs, Nintendo Miyamoto, dan puluhan orang lain yang namanya kita tidak tahu, tetapi telah mengisi hidup kita dengan penemuan-penemuan ikonik mulai dari “kamera Flip” sampai klip kertas. Banyak inovasi akan lahir di abad 21, tetapi hanya orang yang bisa benar-benar transformatif, yang bisa menimbulkan sesuatu yang bisa menggantikan Apple sebagai perusahaan terbesar di dunia, dan itu akan di bidang energi.
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=mKTLmpQQejc&w=640&h=410]
Related articles,
courtesy of Zemanta: