“E-LEARNING” SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ORGANISASI (LEARNING ORGANIZATION)

Modal manusia (Human Capital) menjadi sumber utama nilai ekonomi dimana pendidikan dan pelatihan menjadi “upaya” seumur hidup bagi jutaan pekerja (Stokes, 2003; Urdan & Weggen, 2000). Hal ini karena keberhasilan usaha lebih tergantung pada kinerja karyawan berkualitas tinggi, yang pada gilirannya memerlukan pelatihan berkualitas tinggi. Kemajuan teknologi informasi dan hambatan perdagangan yang tidak ada lagi, memfasilitasi bisnis berkembang di seluruh dunia.

Solusi pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi yang berkembang harus mengantisipasi kebutuhan perusahaan secara global. Adalah e-Learning dimana tenaga kerja saat ini dapat memproses informasi pendidikan dan pelatihan lebih dalam dengan jumlah waktu yang lebih singkat.

 

Hal ini disebabkan produk-produk baru dan jasa muncul dengan cepat. Siklus produksi dan rentang hidup produk yang semakin singkat, menjadikan informasi dan pelatihan cepat menjadi usang. Ada urgensi pelatihan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan lebih cepat dan efisien kapanpun dan dimanapun diperlukan. Dalam era produksi “just-in-time”, pelatihan yang tepat waktu dan mutu menjadi elemen penting untuk keberhasilan organisasi (Rosenberg, 2001; Urdan & Weggen, 2000).

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi serta skill memadai untuk menunjang perusahaan adalah maksud disediakannya sistem e-learning di korporat. SDM adalah faktor utama keberhasilan perusahaan untuk merealisasikan visi dan misinya. Untuk itu SDM perlu dibangun. Salah satu cara membangunnya adalah mengimplementasikan sistem e-learning.

Supaya implementasi e-learning bisa berjalan sesuai harapan, harus dibuat kerangka strategi implementasinya. Dalam hal tersebut, strategi adalah sekumpulan aksi-aksi terintegrasi yang diarahkan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan serta kekuatan enterprise relatif terhadap kompetitor (Porter, 2000).

 

 

Organizational Learning: Konfigurasi Cisco Sederhana Kuliah Applied Networking IV

Pembelajaran dengan berorganisasi adalah suatu bidang pengetahuan dalam teori organisasi yang mempelajari model-model dan teori tentang bagaimana suatu organisasi belajar dan beradaptasi.
 
Dalam Pengembangan Organisasi (Organizational Development/OD), belajar merupakan karakteristik dari sebuah organisasi adaptif, yaitu sebuah organisasi pembelajaran yang mampu merasakan perubahan sinyal dari lingkungannya (baik internal maupun eksternal) dan beradaptasi sesuai keadaan.  Spesialis OD berusaha untuk membantu klien mereka untuk belajar dari pengalaman dan menggabungkan pembelajaran sebagai umpan balik ke dalam proses perencanaan.
  
Sering dalam kelas saya minta mahasiswa melakukan pembejaran ini dan salah satunya mereka diminta membuat Konfigurasi Cisco Sederhana  pada Kuliah Applied Networking IV sebagai berikut:  

KONFIGURASI CISCO SEDERHANA

 

Organizational Learning

 

Applied Networking IV

Kelas A

 

TEKNIK INFORMATIKA – UNIVERSITAS WIDYATAMA

BANDUNG

2012

Topologi yang dirancang:


Gambar  1 Topologi

 

Topologi kami memiliki dua PC dan dua Router, masing-masing device memiliki ip address seperti gambar di atas.

Langkah konfigurasi topologi ini:

1.       Hyper Terminal (Win XP)

2.       Router 1 dan 2 (Console via Win XP)

3.       Client 1 dan 2 (OS Win XP)

Konfigurasi Hyper Terminal

1.       Start -> All Programs -> Accessories -> Communications -> Hyper Terminal

2.       Connection Description: Name: Cisco, Icon: Bebas.

3.       Konfigurasi:

a.       Connect Using: COM1

b.      Bit Rate:  9600

 

 

 

Konfigurasi Router 1

Press Enter to Start 

Router>
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router1
Router1(config)#int fa0/0
Router1(config-if)#ip addr 202.123.40.21 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ex
Router1(config)#int fa0/1
Router1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 202.123.40.21
Router1(config)#end
Route1r#wr mem
Building configuration…
[OK]

 

Konfigurasi Router2

Press Enter to Start 

Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router2
Router2(config)#int fa0/0
Router2(config-if)#ip addr 202.123.40.22 255.255.255.252
Router2(config-if)#no shut
Router2(config-if)#ex
Router2(config)#int fa0/1
Router2(config-if)#ip addr 192.168.2.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shut
Router2(config-if)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 202.123.40.22
Router2(config)#end
Router2#wr mem
Building configuration…
[OK]

PC0 :

ip addr 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1 

 

PC1 :

ip addr 192.168.2.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.2.1

 

 

 

 

Hasil Ping PC1 ke PC0 dengan Static Routing

Gambar 2 Hasil Ping dari PC1 ke PC0

 

 

Pada saat akan me- routing kembali, tiba-tiba saja username dan password yang dimasukan invalid, dan langkah selanjutnya yang kami kerjakan adalah mencari tahu cara untuk me-reset username dan password menjadi default atau kembali ke awal.

Langkah yang kami lakukan untuk me-reset password adalah:

 

Reset password

1.    Matikan router

2.    Cabut compact flash

3.    Hidupkan router

4.    Pada mode rommon 1 ketikkan confreg 0x2142

5.    Maka akan pindah ke rommon 2 dan ketika reset

6.    Selesai

 

Maka konfigurasi yang telah kami kerjakan pun harus dimulai dari awal kembali. Namun karena kemarin cukup banyak kendala yang menyebabkan waktu cukup banyak habis terbuang, maka sebagian dari kami pun membuat simulasi konfigurasi di atas dengan menggunakan Packet Tracer dan hasilnya pun seperti pada gambar 2.

 

NB :

Untuk Pembagian tugas pada praktikum Tanggal 12 Maret 2012 sudah terlampir dalam file excel sbb: