Hikmah Dari Lahirnya Oemar Seno Adji, Meninggalnya Mozart dan Peringatan Hari Armada

Hari ini, Tanggal 5 Desember, ada beberapa peristiwa penting yang patut menjadi hikmah. Diantaranya adalah Lahirnya Oemar Seno Adji, Meninggalnya Mozart dan Hari Armada.

Mengenang Oemar Seno Adji

Oemar Seno Adji (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Desember 1915-1984) adalah mantan Ketua Mahkamah Agung RI periode 1974-1982. Alumni dari Universitas Gadjah Mada ini juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Ia memulai karier sebagai pegawai departemen kehakiman dan sempat menjadi jaksa agung muda.

Setelah masa jabatannya berakhir sebagai Jaksa Agung Muda, sejak tahun 1959 Seno menjadi dosen dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1966-1968). Di pemerintahan, ia dipercaya menjabat Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan I (1968-1973) dan Ketua Mahkamah Agung (1974-1982). Setelah itu, ia kembali ke dunia akademis sebagai rektor memimpin Universitas Krisnadwipayana (1981-1984). Seno juga membuka Kantor Advokat Oemar Seno Adji. 

Berbagai karya tulis dan pandangan Seno dijadikan sebagai referensi penting. Keputusannya juga menjadi yurisprudensi yang menjadi ensiklopedi hukum Indonesia. Beberapa bukunya mengenai hukum seperti : Aspek-Aspek Hukum Pers, Massmedia dan Hukum, serta Hukum (Acara) Pidana dalam Prospeksi telah menjadi rujukan bagi praktisi hukum. Selain itu, makalah-makalahnya di berbagai seminar dan simposium dalam dan luar negeri, juga menjadi referensi. 

Sebagai ahli hukum, beberapa kali menduduki jabatan dalam pemerintahan, antara lain sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Berpendidikan Rechtshogeschool di Jakarta dan Fakultas Hukum UGM di Yogyakarta, pernah menjadi pegawai di Departemen Kehakiman (1946-1949), dosen pada Fakultas Hukum UI di Jakarta (1966), menteri Kehakiman (1966-1971), dan kemudian Ketua Mahkamah Agung sampai 1981. Prof. Oemar juga anggota dewan Pembina LIPI dan anggota kehormatan PWI. Tulisan-tulisannya mengenai hukum pidana, undang-undang pers dan masalah hukum, pada umumnya banyak disiarkan dalam bentuk penerbitan dan makalah dalam berbagai seminar. Pemegang berbagai tanda jasa ini juga pernah menerima tanda penghargaan dari Filipina, The Maginoo of the Order of Sikatuna.

Wolfgang Amadeus Mozart: Catatan Kelabu Seorang Pemusik Besar Dunia

Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun)[1][2] adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

Suatu waktu Mozart mendapat pesanan dari Pangeran Franz von Walsegg untuk membuat sebuah Requiem yang bermaksud menjadikan komposisi tersebut sebagai karyanya untuk mengenang istrinya yang telah meninggal. Mozart tak sempat menyelesaikan karya besar ini lalu diteruskan oleh muridnya, Franz Xaver Süssmayr. Menurut beberapa sumber, Mozart tak sanggup menyanyikan bagian Lacrimosa saat sedang memainkan lagu ini dengan teman-temannya. Dari musiknya yang kelam, Franz Beyer mengomentari, dalam album Requiem ‘Aku bisa mendengar suara Mozart, yang berbicara untuk kepentingannya sendiri, dengan keadaan yang mendesak, seperti anak kecil yang sakit dan melihat ibunya dengan penuh harapan dan ketakutan akan perpisahan. Mozart juga mengalami takut akan kematian. Pada tanggal 5 Desember 1791, Mozart meninggal, jam satu pagi.

Sebab-musabab Mozart meninggal tak pernah tercatat dengan jelas. Para musikolog membuat beberapa dugaan kemungkinan kenapa kuburan Mozart tak diketahui letaknya karena:

  1. Mozart diracuni Salieri yang merupakan saingannya. Ada jurnal di Eropa yang mengatakan Salieri mengakuinya sebelum ia meninggal di tempat tidurnya (1825), walau ada cerita lain yang menentang hal ini.
  2. Pada pemakaman Mozart terdapat badai salju sehingga keluarganya tak bisa mengikuti pemakaman. Cerita ini dibantah oleh catatan cuaca Wina.
  3. Tubuh Mozart dipindahkan ke tempat lain karena keluarganya tak membayar ongkos penguburan.

Republik Indonesia: Negeri Bahari dan Sejarah Hari Armada 

Nun jauh sebelum NKRI berdiri, para pemimpin Kerajaan Sriwijaya di abad ke-7 hingga ke-13 serta Kerajaan Majapahit di ujung abad ke-12 hingga ke-15 telah membuktikan kemampuannya dalam menggunakan wilayah strategis perairan Indonesia dari sisi geopolitik dan geostrategi. ”Kesultanan” kecil seperti Kudus dapat begitu tegasnya memerintahkan ”juru bayarnya” (Kementerian Keuangan dalam konteks Indonesia hari ini) untuk membangun armada laut sangat besar dengan 375 kapal kapal perang raksasa kelas “Jung Jawa”dalam kurun waktu 1 tahun saja, mempersenjatai dan mengerahkan armada kesultanannya (1.000 personel setiap kapalnya).

Ratu Kalinyamat pada 1550 mengirim 4.000 tentara Jepara dalam 40 buah kapal, memenuhi permintaan Sultan Johor untuk membebaskan Malaka dari bangsa Eropa.Armada Jepara ini kemudian bergabung dengan armada pasukan Persekutuan Melayu hingga mencapai 200 kapal perang.Pasukan gabungan tersebut menyerang dari utara dan berhasil merebut sebagian Malaka. 

Cerita tentang Ratu Kalinyamat memang tidak berakhir dengan digelari duchesse atau lord dari Kerajaan Inggris Raya, tetapi namanya ditulis dalam sejarah Portugis dengan julukan yang menggetarkan hati: Rainha de Jepara,Senora Pade Rosa se Rica” (Ratu Jepara yang penuh kekuatan dan kekuasaan). Hari ini kemampuan armada laut kita sangat jauh dari apa yang seharusnya kita miliki. 

Cikal bakal berdirinya Armada Republik Indonesia sebagai bagian dari perjalanan sejarah TNI Angkatan Laut. Sesuai dengan tuntutan perkembangan situasi saat itu, maka harus dilakukan penataan organisasi untuk dapat melakukan koordinasi dalam membangun suatu kekuatan keamanan laut.

Berdasarkan Skep Kasal Nomor: A.4/2/10, tanggal 14 September 1959, ditetapkan berdirinya Armada Angkatan Laut RI yang menggabungkan seluruh jajaran kekuatan tempur laut ke dalam Armada ALRI. Namun mengingat berbagai hal, maka pelaksanaan upacara peresmian Armada ALRI tersebut baru dapat terlaksana pada tanggal 5 Desember 1959. Sejarah inilah yang menjadikan dasar peringatan hari Armada yang kita laksanakan setiap tahunnya.

 

Hikayat 1 November: Lahirnya Paul Tibbets Yang Menjatuhkan Bom Atom “Little Boy” di Hiroshima

Paul Warfield Tibbets, Jr. (Quincy, Illinois, Amerika Serikat, 23 Februari 1915–Columbus, Ohio, 1 November 2007) adalah seorang perwira AS yang terkenal. Ia dikenal sebagai pilot Enola Gay, pesawat yang menjatuhkan bom atom (“Little Boy”) di atas kota Hiroshima-Jepang. Pada tanggal 6 Agustus 1945, pertama kalinya penjatuhan bom atom itu menimbulkan kematian massal warga sipil.
Bom yang dijatuhkan Tibbets menewaskan 140.000 orang Jepang dengan seketika. Pesawat tempur Enola Gay mendapatkan namanya dari ibu Paul Tibbets.
Setelah perang, Tibbets naik pangkat di US Air Force dari kolonel ke brigadir pada tahun 1959. Paul Tibbets pensiun dari kedudukan itu pada tanggal 31 Agustus 1966. Ia tak pernah menyesalkan pengeboman Hiroshima, dan mengatakan bahwa bila terjadi keadaan yang sama ia akan mengulanginya.
Setelah kematiannya mayatnya dikremasikan dan dimakamkan di tanah tak bernisan. Ia memastikan bahwa kuburannya takkan pernah bisa menjadi tempat peziarahan bagi penentang penggunaan senjata nuklir.

Hari Lahir Pancasila dan Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo @Pojokpendidikan @ComlabsITB (1)

Sekilas Lahirnya Pancasila  sebagai falsafah dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kemarin diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

 

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.

Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Pada 1 Juni 2012, mantan presiden dan mantan wapres beserta keluarga hadir  pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang dikenal Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR/MPR. Mantan kepala negara yang hadir diantaranya B.J. Habibie, dan Megawati Soekarno Putri. Adapun mantan Wapres yang hadir diantaranya Try Sutrisno, Hamzah Haz, serta Jusuf Kalla. Keluarga mantan Presiden Soeharto dan anak-anak mantan Presiden  Soekarno serta putra-putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid juga ikut dalam peringatan kelahiran Pancasila itu.

Dalam peringatan kelahiran Pancasila ini para tokoh agama diberikan kesematan untuk menyampaikan pidato kebangsaan. Berbeda dengan tahun lalu, yang justru para mantan presiden yang bergiliran menyampaikan pidato kebangsaan. Wakil Presiden Boediono akan menyampaikan pidato kunci dalam peringatan hari bersejarah ini.

Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo: Menghidmati Pancasila Dengan Usaha Pengembangan Modal Insani

Menurut Adam Smith, Human Capital (Modal Insani) berupa kemampuan dan kecakapan yang diperoleh melalui pendidikan, belajar sendiri, belajar sambil bekerja memerlukan biaya yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan. Perolehan ketrampilan dan kemampuan akan menghasilkan tingkat balik “Rate of Return” yang sangat tinggi terhadap penghasilan seseorang. Berdasarkan pendekatan Human Capital ada hubungan Linier antara Investasi Pendidikan dengan “Higher Productivity & Higher Earning”. Manusia sebagai modal dasar yang diinvestasikan akan menghasilkan manusia terdidik yang produktif dan meningkatnya penghasilan sebagai akibat dari kualitas kerja yang ditampilkan.

Untuk itulah, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila, diselenggarakan Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo (@TEPSeminarExpo) oleh Comlabs USDI ITB dan Pojok Pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo memiliki tiga kegiatan utama, yaitu seminar, expo, dan lomba untuk guru.

Seminar 

Seminar  diselenggarakan terdiri dari dua sesi seminar, yaitu:

  1. Seminar Pendidikan Kreatif dan Kewirausahaan: Seminar ini ditujukan untuk Guru pendidikan dasar dan menengah, Pemerhati/Komunitas pendidikan, Perusahaan pendukung pendidikan, Wirausahawan, Mahasiswa dan Umum.
  2. Seminar E-Learning dan Knowledge Management: Seminar ini ditujukan untuk Akademisi, Korporasi, Penyelenggara Training, Penyedia layanan Distance Learning dan Departemen pemerintahan.

Sebagai salam kebangsaan dan dalam rangka memperingan ketiga hari bersejarah di atas, seminar ini dibuka dengan Peserta, Panitia dan Narasumber berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya. Acara kemudian dibuka oleh Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D (Wakil Rektor Bid. Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni ITB) yang menekankan pendidikan dan latihan sebagai sarana pembangunan dan pengembangan Modal Insani (Human Capital). Beliau mengatakan: “Setiap diri manusia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan tanpa mengenal ruang dan waktu, tanpa mengenal usia dan tanpa dibatasi oleh bangunan gedung sekolah yang megah yang memisahkan antara si kaya dan si miskin walaupun itu membutuhkan Pembiayaan Pendidikan yang cukup besar. Falsafah Pendidikan yang memanusiakan manusia (humanize the human being) harus tetap menjadi pandangan hidup dalam dunia pendidikan sehingga akan tercipta pendidikan yang bebas secara politik, sejahtera secara ekonomi, adil secara hukum dan partisipatif secara budaya”.

Seminar Pendidikan Kreatif dan Kewirausahaan

Sebagai Pembicara Pertama adalah Pendidik Kreatif Bapak Dedi Dwitagama (Kepsek. SMKN 29 Penerbangan Jakarta) yang pertama kali hadir di Aula Barat ITB Bandung tahun 1978, saat ikut Lomba Paduan Suara se-Jawa bersama Tim Paduan Suara SMPN 19 Jakarta. Pada Seminar  Techno.edu.preuneur kali ini, beliau memberikan pencerahan perihal kreativitas di sekolah serta mengkhidmati pendidikan adalah jalan untuk menaikkan status ekonomi dan sosial seseorang. Beliau juga katakan bahwa peran Guru Kreatif  sebagai Lokomotif Pendidikan Berkualitas sangat penting terutama di era Teknologi Informasi ini. Pencerahan yang sangat menginspirasi peserta seminar ini diakhiri Pak Dedi:

Dengan hanya berpikir sebagai seorang pengajar, guru hanya memberikan materi ajar di depan kelas tanpa mampu mentrasfer nilai-nilai pokok dari sebuah pendidikan. Guru harus mencoba untuk membuka wawasan peserta didik tentang kehidupan, dia tidak hanya mengajar tapi juga berperan sebagai pendidik yang kreatif

Pembicara Kedua adalah Bapak Mohamad Rosihan (Presiden Komunitas Tangan Di Atas) yang menyampaikan bahwa untuk membangkitkan perekonomian Indonesia dan melepaskan ketergantungan Indonesia terhadap bangsa lain, perlu dicetak wirausaha yang banyak. Banyaknya wirausaha perlu dibarengi juga dengan karakter yang sehat yang sesuai dengan budaya dan kearifan masyarakat Indonesia melalui konsep Characterpreneurship. Karakter Entrepreneur ini dibentuk tidak dengan cara instant, namun melalui proses pendidikan jangka panjang yang berkarakter. Komunitas TDA dibangun atas dasar kesamaan Visi dan Misi yaitu menebar rahmat dengan jalan berbisnis. Hingga saat ini, Komunitas TDA telah beranggotakan lebih dari 20.000 pengusaha kecil menengah yang tersebar di seluruh Indonesia:

“Bagi kami, tujuan berbisnis atau berwiraswasta bukan hanya mencari kuntungan semata, tetapi juga orangnya harus berkarakter. Characterpreneurship berpegang pada nilai atau etika bisnis, anti korupsi, pembelaan terhadap produk dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan tentunya berkah bagi masyarakat” Muhamad Rosihan, Presiden TDA.

Pembicara Ketiga adalah Pak Brimy Laksmana (Education Manager Intel Education Indonesia) yangmembuka wawasan para pendidik tentang kebutuhan perubahan paradigma dan cara mendidik untuk menyesuaikan perkembangan dunia abad 21 lewat presentasi yang disampaikannya. Disampaikan juga workshop di Ruang Multimedia Comlabs-ITB untuk beberapa guru yang telah menerima Intel Classmate PC (CMPC) bersama aplikasi pendukung yang menyertainya untuk digunakan dalam mendukung pembelajaran dikelas, yang difasilititasi oleh Winastwan Gora (Senior Trainer Intel Education Indonesia).

Pembicara Keempat atau terakhir adalah Gerald Goh (Polyvision Education Consultant) yang memperkenalkan “Interactive Whiteboard” untuk penunjang peningkatan kualitas pendidikan. Melalui event ini, Polyvision ingin memperkenalkan 21st Century Classroom Technology dengan produk “Interactive Whiteboard” yang memiliki ceramic steel surface, open software architecture, dan wireless technology. Ini bisa digunakan dengan software-software pendidikan/corporate/personal yang sesuai dengan spek mereka. Hal ini tentu saja sangat menarik untuk komunitas IT di Indonesia, karena itu artinya kita bisa mengembangkan software untuk “interactive whiteboard” dengan platform Eno board.

Expo

Expo terdiri dari dua rangkaian utama yakni Pameran Kreativitas dan Paralel Session. Pameran Kreativitas diisi insan-insan kreatif dalam pendidikan maupun korporat untuk menampilkan hasil karyanya serta memotivasi pengunjung. Pameran ini akan menampilkan alat peraga hasil karya finalis kompetisi alat peraga pengajaran. Selain itu, akan ditampilkan juga produk-produk dari komunitas kreatif serta dari perusahaan sponsor sebagai berikut:

Nama Komunitas Presentor Judul Presentasi Waktu Presentasi
Start Duration End
Komunitas Lingkungan Hidup (M. Febrian) M. Febrian daerah berpotensi tanpa pengelolaan SDM yang unggul 9:30 0:30 10:00
Agate Studio(Mewakili komunitas Gedebuk – Game Devleoper Bukabukaan) Aditia Dwiperdana Why Learning Should be a Game 10:00 0:30 10:30
Npaperbox Taufik Sulaeman Museum of Knowledge 10:30 0:30 11:00
Segitiga.Net(Kummara) Adieb A. Haryadi Tiga Tantangan Boardgame untuk Techno.Edu.Preneur 11:00 0:30 11:30
SKHOLE PM-KM ITB Ganar Firmananda SKHOLE – Asyiknya Berbagi 11:30 0:30 12:00
Rumah BelajarSAHAJA (Sahabat Anak Jalanan) Rahma Ainun Nisa Kehidupan Jalanan dan Pendidikan 12:00 0:30 12:30
ISTIRAHAT




Fantastic Inc. Lingga Robi P. #Xpressive Basic Public Speaking Mini Workshop 13:00 0:30 13:30
Tim Network ComLabs Galih Nugraha Nurkahfi, Dwi Haryanto Teknologi Infrastruktur IT Tepat Guna 13:30 0:30 14:00
YPBB Perswina Allaili profil YPBB dan kegiatan yang bisa diikuti 14:00 0:30 14:30
LPP Salman ITB Jamah Halid ICT dan problematika pendidikan 14:30 0:30 15:00
Komunitas Sahabat Kota Siti Fauziah Education for Sustainable Development 15:00 0:30 15:30
Marketeers Aji Hogantara Marketing Yourself 15:30 0:30 16:00
Nyangkod Kresna Galuh Darastya Herlangga Belajar Pemrograman Tapi Nggak Horor 16:00 0:30 16:30

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/Dj2zRH0C888″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>