Analisis SPICEWORKS Sebagai Alat Bantu IT Audit

Tugas Kuliah Information Technology-3

 

0606020          Rd. Kasono Galih     Pamungkas

0608125          Ihsan   Nugraha

0605036          Raditya           Rachman

0608118          Chandra        

0608139          DAHLIA        GUTERIES BERNARDO

0605073          Yogi    Ramanda

 

 

Analisis SPICEWORKS Sebagai Alat Bantu IT Audit  

 

Spiceworks IT Desktop adalah sebuah aplikasi untuk manajemen desktop, manajemen persediaan, pengelolaan jaringan dan help desk perangkat lunak. 

Secara umum untuk mendapatkan paket software yang lengkap untuk Windows dengan hampir semua fitur yang dibutuhkan, pengguna diharuskan untuk membeli perangkat lunak yang berharga mahal dan kebanyakan hanya digunakan oleh perusahaan besar serta menengah.

Namun untuk aplikasi ini, pengguna komputer dapat memakainya secara gratis.

Perangkat lunak ini menawarkan fitur 7 menu utama, yaitu:

           * My Spiceworks

* Inventory

* Help Desk

* Reports

    * Community

* Store

           * Settings

Freeware ini sangat cocok bagi anda yang memiliki bisnis kecil atau network di rumah anda namun tidak memiliki staff IT yang banyak.

Spiceworks akan menghemat biaya pengeluaran anda dengan mengurangi jumlah Staff IT yang anda sewa.

Spiceworks akan menampilkan berbagai informasi mengenai network device anda ecaran detail dan dilengkapi dengan IT managemen tool sehingga anda bisa menemukan solusi dan troubleshooting jika terjadi masalah di network anda.

Spicework akan memanage network anda mulai dari memberikan informasi disk space, antivirus yang digunakan hingga memberikan notifikasi dan pemberitahuan saat terjadi error atau masalah pada network anda.

Spicework juga akan memberi saran kepada anda jika terjadi masalah semisal saran untuk menginstall software tertentu dan troubleshooting lainnya.

Cara Kerja Spiceworks

 

Spiceworks berjalan dengan tahapan sebagai berikut :

 

•     Aktive Direktori Diakses

Jika digunakan Spiceworks memiliki aksesterhadap active directory, Spiceworks akan memeriksa active directory tersebut untuk menginventarisasi asset pada jaringan. Spiceworks menggunakan info ini(alamat IP, sistem operasi, tingkat service pack, nama mesin) untuk mengisi informasi perangkat yangditemukan.

 

•     NetBIOS diakses

Netbios akan diakses untuk mendapatkan informasi asset pada jaringan sebanyak mungkin

 

•    Alamat IP pada jaringan di Ping

IP addres yang ada dijaringan akan di ping, danspiceworks akan memberikan informasi yang mana IP yang online dan yang kosong ( offline )

 

•     Mesin Diidentifikasi

Mesin yang merespon ping, akan diidentifikasi oleh berdasarkan port yang bisa dimasuki oleh spiceworks.Spiceworks akan mencoba untuk terhubungmenggunakan SNMP, WMI, SSH, SIP, MAC alamat,kemudian HTTP. Jika semua port gagal, makaspiceworks akan mengidentifikasi mesin sesuai infoyang didapat dari NetBIOS dan akan berlabel“unkown”. Pada mesin yang mendapat label unkown, berarti spiceworks tidak mendapatkan informasimendetail tentang mesin, dan hanya info terbatas, dan biasanya akan bertuliskan “scan error”.

 

•     Informasi Dikumpulkan

Dengan protocol yang sesuai, spiceworks akanmengumpulkan informasi sesuai dengan jenis mesin.Misalnya, untuk PC, maka informasi software bisadidapat, dan untuk switch, port mana yang sedangon/off.

 

•    Sebuah Laporan DNS Dibuat

Laporan tentang Domain Name System akan dibuatsetelah proses scanning selesai, apakah ada perubahanDNS atau tidak.

 

•    Perangkat Dikelompokkan

Setelah melakukan proses scan dan mendapatkaninformasi dari perangkat, spiceworks akanmengelompokkan perangkat-perangkat tersebut kedalam beberapa kategori, seperti workstation/PC,server, printer, dll. Anda juga dapat melakukan pengelompokkan sendiri (custom) pada bagianinventory.

 

•    Kegiatan yang masuk

Ketika Scan berjalan, spiceworks akan mengumpulkankegiatan windows berdasarkan kriteria admin padasetiap perangkat.

Kelebihan Spiceworks :

1. Easy-installation (bisa localhost ataupun server, baca OS compatibility di situsnya)

2. Agent-less (tidak perlu menginstall tools tambahan di komputer client)

3. Full-featured (fiturnya lengkap, mulai dari network scanning, reporting hingga helpdesk)

4. Free License (gratis namun aplikasi ini bersifat closed-source dan disisipi ads oleh developernya, selebihnya tidak ada yang mengganggu)

5. Easy2Use (cukup mudah untuk mempelajari penggunaan tools ini)

 

Kelemahan Spiceworks:

Kepadatan informasi per komputer, memiliki banyak data per mesin tetapi untuk hal-hal seperti server banyak statistik perlu menggunakan alat lain.

 

Requirements:

Operating System:

  • Windows 7
  • Windows XP Professional SP2+
  • Windows Vista
  • Windows 2003 Server SP1+
  • Windows 2008 Server

Hardware:

  • 1.5 GHz Pentium 4 Class Processor – Minimum
  • 1.0 GB RAM – Minimum

Discovery Requirements:

  • Windows 2000 Professional
  • Windows 2000 Server
  • Windows XP Professional
  • Windows Vista
  • Windows 7
  • Windows 2003 Server
  • Windows 2008 Server
  • Macintosh OS X – SSH must be enabled
  • Linux/Unix – SSH must be enabled

Exchange Monitoring Support:

  • Spiceworks dapat memonitor Exchange 2003, dan dapat memonitor 2007 dan 2010 menggunakan script ini.

Deteksi Interface Bandwidth:

  • Device perlu support Bridge MIB atau Q-Bridge MIB untuk Spiceworks to mendapatkan kembali informasi VLAN.
  • Device perlu support IP-MIB dan IF-MIB untuk Spiceworks untuk mendapatkan kembali informasi interface.

Email Server Requirements:

  • Incoming Email: IMAP, POP, atau Exchange 2003, 2007, dan 2010
  • Outgoing Email: SMTP atau Exchange 2003, 2007, dan 2010

Browser Requirements:

 

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/6kdRoLMq-qo” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    Kewirausahaan: Penjualan PARASIT (Bersatunya Tekad dan Nekad)

    Laporan Kegiatan Kewirausahaan Hasil Penjualan

    PARASIT ( PISANG AROMA PANGSIT)

    Kelompok 1

      

    Dosen : Djadja Ahmad Sardjana S.T., M.M.

     

    Disusun Oleh :

    Gaby Permata           0110u196

    Eka Andika .P.          0110u127

    Ari Achmad               0105076

    Meriani                       0110u324

    Rickna Fitria .S.        0110u157

     

     

    Fakultas Ekonomi

    Universitas Widyatama

     

    Pendahuluan

    Latar belakang

    Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

    Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

    Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).

    Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang (Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

                Dalam pembelajaran menjadi seorang pewirausaha pemula kita sebagai mahasiswa mencoba memberikan ide dalam melakukan suatru usaha, usaha ini didasari dari tugas yang diberikan oleh dosen kewirausahaan untuk memenuhi salah satu tugas akhir semester 3.

    Kelompok kita adalah terdiri dari 5 orang yang terdiri dari Ari, Eka, Rickna, Gaby, dan Meriani. Pada awalnya kita memulainya dengan cara berdiskusi dan menemukan ide yg terinspirasi dari pisang aroma yang awalnya bernama papangsit (pisang pangsit) namun karena nama tersebut kurang enak didengar namanya di ubah menjadi PARASIT (pisang aroma pangsit).

    Usaha ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suatu profit dan juga mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha. Dalam melakukann suatu usaha kita melalui beberapa tahap aspek :

    1. Sales

    2. Marketing

    3. Wawancara Konsumen

    4. Sosialisasi produk

     

    Pelaksanaan Kegiatan

    Waktu dan Tempat

              Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di sekitar kampus dalam waktu yang sama selama 3 hari, yaitu:

              Hari/Tanggal  : Jumat,Sabtu, dan Senin (tanggal 9,10, dan12 Desember 2011)

             Waktu            : Pukul 13.00– 17.00 WIB

    Segmen pasar dalam hal ini adalah semua kalangan masyarakat, dari mulai masyarakat tingkat atas, menengah, dan bawah. Harga parasit ini sangan terjangkau sehingga bisa dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. Target market yang dipilih diantaranya adalah mahasiswa, dosen, warga sekitar kampus widyatama dan seluruh masyarakat.

    Produk

    Makanan yang dibuat adalah makanan ringan dari pisang, yaitu pisang aroma yang berbentuk seperti pangsit. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan parasit ini adalah bahan-bahan yang mudah di dapat di pasaran dan terbilang murah, diantaranya adalah gula pasir, susu, messes, kulit lumpia, minyak goreng, dan bahan utamanya yaitu pisang.

    Parasit ini terdiri dari 5 rasa, yaitu rasa manis original, rasa keju coklat, rasa colat, rasa keju, dan rasa susu. Semuanya memiliki sensasi tersendiri. Bentuknya berbeda dari pisang aroma lain, dengan bentuk seperti pangsit, parasit ini bisa menarik rasa penasaran pembeli untuk mencobanya. Dan rasa pada isinya yang bercampur dengan pisang akan membuat pembeli ketagihan.

     

    Pencatatan Keuangan Penjualan Parasit

    Selama 3 hari (Tgl. 9,10,12 Desember 2011)

     

    Tanggal

    Keterangan

    Debit

    Kredit

    Saldo

    8 Des 2011

    Modal awal 5 orang @12.000

    Rp.   60.000

     

    Rp.   60.000

     

    Belanja hari ke 1:

     

     

     

     

    ·         Pisang 2kg

     

    Rp.   8.000

    Rp.   52.000

     

    ·         Lumpia 10 bungkus

    @2.500

     

    Rp. 10.000

    Rp.   42.000

     

    ·         Susu kaleng

     

    Rp.   7.000

    Rp.   35.000

     

    ·         Gula

     

    Rp.   4.000

    Rp.   31.000

     

    ·         Minyak goreng

     

    Rp. 15.200

    Rp.   15.800

     

    ·         Meises

     

    Rp.   5.000

    Rp.   10.800

     

    ·         Plastik bening

    3 bungkus @1.000

     

    Rp.   3.000

    Rp.     7.800

     

    ·         Tisu makan

     

    Rp.   3.000

    Rp.     4.800

    9 Des 2011

    Penghasilan hari ke 1:

    45 buah

    Rp.   71.000

     

    Rp.   75.800

    10 Des 2011

    Belanja hari ke 2:

     

     

     

     

    ·         Pisang 2,5kg

     

    Rp.   7.500

    Rp.   68.300

     

    ·         Lumpia 10 bungkus @2.500

     

    Rp. 10.000

    Rp.   58.300

     

    ·         Keju batang

     

    Rp. 15.000

    Rp.   43.300

     

    ·         Meises

     

    Rp.   3.500

    Rp.   39.800

     

    ·         Tisu makan

     

    Rp.   2.000

    Rp.   37.800

     

    ·         Kantung kresek

     

    Rp.   2.000

    Rp.   35.800

     

    ·         Minyak goreng

     

    Rp. 12.600

    Rp.   23.200

    10 Des 2011

    Penghasilan hari ke 2:

    60 buah

    Rp. 120.400

     

    Rp. 143.600

    12 Des 2011

    Belanja hari ke 3:

     

     

     

     

    ·         Lumpia 3 bungkus

    @2.500

     

    Rp.   7.500

    Rp. 136.100

     

    ·         Susu 2 bungkus

    @2.500

     

    Rp.   5.000

    Rp. 131.100

    12 Des 2011

    Penghasilan hari ke 3:

    77 buah

    Rp. 150.500

     

    Rp. 281.600

     

    Rincian Biaya Belanja Perhari:

     

    *      Belanja hari ke 1:

    ·         Pisang 2kg                                                 Rp.   8.000

    ·         Lumpia 10 bungkus @2.500                     Rp. 10.000

    ·         Susu kaleng                                               Rp.   7.000

    ·         Gula                                                          Rp.   4.000

    ·         Minyak goreng                                          Rp. 15.200

    ·         Meises                                                       Rp.   5.000

    ·         Plastik bening 3 bungkus @1.000            Rp.   3.000

    ·         Tisu makan                                                Rp.   3.000

    Total                                                         Rp. 55.200

     

    *      Belanja hari ke 2:

    ·         Pisang 2,5kg                                              Rp.   7.500

    ·         Lumpia 10 bungkus @2.500                     Rp. 10.000

    ·         Keju batang                                               Rp. 15.000

    ·         Meises                                                       Rp.   3.500

    ·         Tisu makan                                                Rp.   2.000

    ·         Kantung kresek                                         Rp.   2.000

    ·         Minyak goreng                                          Rp. 12.600

    Total                                                         Rp. 52.600

     

    *      Belanja hari ke 3:

    ·         Lumpia 3 bungkus @2.500                       Rp.   7.500

    ·         Susu 2 bungkus @2.500                           Rp.   5.000

    Total                                                         Rp. 12.500

     

     

    Pemasaran

                Proses pemasaran parasit dilakukan seperti kebanyakan penjual lainnya yaitu dengan cara promosi ke costumer yang berada dikampus Universitas Widyatama dengan cara mendatangi ke beberapa ukm dan juga dilakukan dengan cara broadcast via bbm dan lewat sms.

                Dalam melakukan pemasaran ketika bertemu langsung dengan costumer kita melakukan beberapa cara dalam menarik pelanggan seperti perkenalan terlebih dahulu, bersikap ramah, dan meyakinkan pembeli terhadap produk tersebut.

     

    Penjualan

                Penjualan dilakukan dengan cara menjual produk yang dikemas sendiri dimana penjualan merupakan suatu proses bertemunya seorang penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi jual beli guna mencapai kesepakatan dengan tujuan memperoleh laba.

                Dalam proses wirausaha ini kami mencoba menjual suatu produk yang sudah tidak asing lagi dengar di kalangan masyarakat yaitu produk yang diolah dari pisang namun cara penampilannya yang kita ubah menjadi unik dan beda dari pisang aroma pada umumnya.

     

    Hasil dan Pembahasan

    Analisa Usaha

                Dari keseluruhan kegiatan usaha yang telah kami lakukan selama 3 hari kami dapat menganalisis bahwa usaha yang kita dapat dibilang sukses karena pihak konsumen di lingkungan kampuspun dapat menerima dan juga dilihat dari modal yang kita keluarkan sedikit namun profit yang kita dapat banyak .

                Hal ini juga dapat terjadi karena sebuah strategi yang kita lakukan yaitu dengan cara setiap harinya harga penjualan produk dinaikan secara bertahap sehingga profit yang dihasilkan mengalami peningkatan setiap harinya. Dari kegiatan inipun kami banyak belajar dalam hal pengalaman dan mengetahui bahwa sebagai seorang pewirausaha bukanlah hal yang mudah melainkan membutuhkan kesabaran, keuletan, resiko, dan motivasi yang timbul dalam diri seorang pewirausaha pemula khususnya.

     

    Kesimpulan dan Saran

    Kesimpulan

                Kesimpulan dari melakukan suatu kegiatan ini kita dapat belajar menjadi seorang pewirausaha dimana kita dari awal mencari sebuah ide untuk menciptakan suatu produk, resiko yang harus diambil saat berjualan, dan strategi dalam pemasaran suatu produk. Selain itu kegiatan inipun sangat baik bagi proses belajar mahasiswa sehingga mahasiswa mampu berpikir untuk lebih luas dalam mencari inovasi-inovasi baru dan juga dapat merealisasikan ilmunya dengannya cara turun kelapangan secara langsung.

     

    Saran

                Saran dari kita bagi para pewirausaha pemula janganlah takut untuk belajar menjadi seorang pewirausaha karena hal yang terpenting adalah motivasi dalam diri kita dalam menjalankan suatu usaha dan mampu menerima resiko yang ada. Disamping itu juga kita harus mampu bekerja sama dengan rekan-rekan karena dengan demikian suatu usaha dapat berjalan dengan baik dan efisien sehingga dapat menemukan banyak peluang dalam menjalankan suatu usaha.

    REZA HERAWAN 0607004: Implementasi COBIT Pada Kerja Praktek di ”PT. TRANSINDO JAYA KOMARA”

    Pendahuluan

    COBIT yaitu Control Objectives for Information and Related Technology yang merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA), dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

    1. Business information requirements, terdiri dari : Information : effectiveness (efektif), efficiency (efisien), (keyakinan), integrity (integritas), availability (tersedia), (pemenuhan), reliability (dipercaya). 
    2. Confidentiality compliance  
    3. Information Technology Resource, terdiri dari : People, applications, technology, facilities, data. 
    4. High – Level IT Processes.

     

    COBIT didasari oleh analisis dan harmonisasi dari standar teknologi informasi dan best practices yang ada, serta sesuai dengan prinsip governance yang diterima secara umum. COBIT berada pada level atas yang dikendalikan oleh kebutuhan bisnis, yang mencakupi seluruh aktifitas teknologi informasi, dan mengutamakan pada apa yang seharusnya dicapai dari pada bagaimana untuk mencapai tatakelola, manajemen dan kontrol yang efektif. COBIT Framework bergerak sebagai integrator dari praktik IT governance dan juga yang dipertimbangkan kepada petinggi manajemen atau manager; manajemen teknologi informasi dan bisnis; para ahli governance, asuransi dan keamanan; dan juga para ahli auditor teknologi informasi dan kontrol. COBIT Framework dibentuk agar dapat berjalan berdampingan dengan standar dan best practices yang lainnya.

     

    Implementasi dari best practices harus konsisten dengan tatakelola dan kerangka kontrol Perusahaan, tepat dengan organisasi, dan terintegrasi dengan metode lain yang digunakan. Standar dan best practices bukan merupakan solusi yang selalu berhasil dan efektifitasnya tergantung dari bagaimana mereka diimplementasikan dan tetap diperbaharui. Best practices biasanya lebih berguna jika diterapkan sebagai kumpulan pinsip dan sebagai permulaan (starting point) dalam menentukan prosedur. Untuk mencapai keselarasan dari best practices terhadap kebutuhan bisnis, sangat disarankan agar menggunakan COBIT pada tingkatan teratas (highest level), menyediakan kontrol framework berdasarkan model proses teknologi informasi yang seharusnya cocok untuk perusahaan  secara umum.

     

    COBIT FRAMEWORK

    Kerangka kerja CobIT terdiri dari beberapa guidelines (arahan), yakni :

    a.    Control Objectives

    Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition & implementation, delivery & support, dan monitoring.

    b.    Audit Guidelines

    Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atau saran perbaikan.

     

     

    c.    Management Guidelines

    Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus, apa saja resiko yang timbul, dan lain-lain.

    d.    Maturity Models

    Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5).

     

    Pengelolaan TI (Tata Kelola TI)

    Teknologi informasi memiliki peranan penting bagi setiap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi pada kegiatan bisnisnya, serta merupakan salah satu faktor dalam mencapai tujuan perusahaan. Peran TI akan optimal jika pengelolaan TI maksimal. Pengelolaan TI yang maksimal akan dilaksanakan dengan baik dengan menilai keselarasan antara penerapan TI dengan kebutuhan perusahaan sendiri.

    Semua kegiatan yang dilakukan pasti memiliki resiko, begitu juga dengan pengelolaan TI. Pengelolaan TI yang baik pasti mengiidentifikasikan segala bentuk resiko dari penerapan TI dan penanganan dari resiko-resiko  yang akan dihadapi. Untuk itu perusahaan memerlukan adanya suatu penerapan yang harus dilakukan perusahaan, yakni menerapkan Tata Kelola TI (IT Governance).

     

    PT. Transindo Jaya Komara 

    KOPERASI LANGIT BIRU yang sebelumnya dikenal dengan PT. Transindo Jaya Komara (PT. TJK) dengan Akte Notaris H. Feby Rubein Hidayat SH No. AHU. 0006152.AH.01.09. Tahun 2011 adalah perusahaan konvensional yang sudah berdiri 2 tahun dan bergerak khusus mengelola daging sapi dan air  mineral.
    Saat ini KOPERASI LANGIT BIRU telah memiliki 62 suplayer pemotongan dan pendistribusian daging sapi serta pusat pendistribusian air mineral SAFWA. Adalah Ustad Jaya Komara sebagai Direktur utama memiliki pengalaman 16 Tahun dalam pengelolaan daging sapi. Ustad yang selalu berpenampilan sederhana dan apa adanya ini memiliki visi misi besar untuk kesejahteraan bersama khususnya Umat Islam. Untuk mengembangkan usahanya ini Ustad jaya Komara pada awalnya hanya menggandeng masyarakat sekitar saja untuk ikut serta menikmati keuntungan hasil usaha daging sapinya.

    Berawal dari pandanganya terhadap strata kehidupan masyarakat Indonesia dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin. Maka tercetuslah ide kreatif untuk pengembangan usahanya dengan mengikutsertakan masyarakat pada umumnya. Pada awalnya hanya diadakan arisan daging untuk masyarakat sekitar saja, yang hasilnya dibagikan tiap lebaran haji baik berupa keuntungan berupa uang dan daging sapi itu sendiri, hal ini sudah dilakukan oleh ustad jaya komara sebelum KOPERASI LANGIT BIRU resmi berdiri.

     

    Berkaitan dengan pertimbangan diatas, perlu adanya suatu metode untuk mengelola IT. Dalam hal ini, metode COBIT perlu diterapkan dalam pengelolaan perusahaan agar pengguna IT sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif serta mencegah atau meminimalisir adanya resiko terhadap penggunaan IT. Dalam hal ini saya mencoba merancang penerapan COBIT pada PT. Transindo Jaya Komara.

    1.    Analisis Permasalahan

    ·         Pada PT. Transindo Jaya Komara sudah memiliki prosedur pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan, tetapi faktanya prosedur tersebut tidak sepenuhnya dijalankan, sehingga user biasanya melakukan secara manual.

    ·         Mengetahui berbagai kendala dalam pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan.

    ·         Perusahaan menginginkan adanya suatu evaluasi tata kelola teknologi informasi untuk peningkatan mutu perusahaan .

    ·         Pengolahan Data

    PO 1 Merencanakan rencana strategis IT

    Pada PT. Transindo Jaya Komara sudah mengetahui akan rencana strategis TI, meski kenyataannya pelaksanaannya sering diabaikan. Pendokumentasian belum terstruktur dengan jelas. Dan hanya diketahui oleh beberapa pegawai yang berkepentingan saja. Update dari rencana strategis TI merupakan respon dari permintaan pihak perusahaan dan juga berdasarkan perubahan kondisi yang ada. Keputusan-keputusan stategis yang diambil hanya berdasarkan pada masalah yang ada dalam proyek yang dilaksanakan, belum berdasarkan rencana strategis TI yang telah ditetapkan secara konsisten.

    Tetapi pada perusahaan ini sudah adanya solusi TI yang dibuat untuk menghadapi masalah yang ada. Penyampaian kepada konsumen juga sudah dilakukan, hanya belum berjalan dengan maksimal. Penyampaian kepada konsumen dilakukan secara online, dengan website yang diberikan perusahaan.

    Seperti adanya rencana strategis dalam pemanfataan TI pada perusahaan ini yakni :

    ·         Solusi menyeluruh untuk industri perdagangan dan investasi

    ·         Solusi TI menyeluruh dengan nilai yang luar biasa

    ·         Solusi TI menyeluruh dengan kompetensi yang tinggi

     

    PO 2 Arsitektur Informasi

    Belum semua instansi memiliki sistem informasi dan sistem informasi yang dikembangkan belum terintegrasi.

    PO 3 Arah Teknologi

    Teknologi yang digunakan belum begitu canggih karena sarana dan prasarana belum memadai.

    PO 4 Organisasi TI dan hubungan

    Sudah ada sebuah organisasi yang jelas dan secara khusus menangani bidang IT, tetapi belum bekerja secara maksimal.

     

    PO 5 Investasi TI

    Belum adanya rancangan anggaran TI yang menyeluruh.

    Alokasi anggaran yang terbatas.

     

    PO6 Komunikasi tujuan dan arah manajemen

    Masih lemahnya koordinasi pembagian produk produk. Hal ini menyebabkan

    koordinasi koperasi kurang efektif dan antrian yang semakin panjang.

     

    PO 7 Manage SDM

    Penempatan SDM yang tidak tepat dan pembagian tugas yang tidak jelas.

    Pengelolaan sumber daya yang belum optimal baik di tingkat teknis operasional

    maupun manajerial.

     

    PO 8 Kesesuaian dengan external requirement

    Kurangnya kesiapan dalam antisipasi (change of management) baik terhadap

    perkembangan teknologi informasi dan komunikasi maupun terhadap tuntutan

    masyarakat (globalisasi).i TI menyeluruh untuk industri transportasi dan perjalan

    PO 9 Menilai Resiko TI

    Di PT. Transindo Jaya Komara sudah adanya  kebijakan akan manajemen resiko, karena sebagian besar pelaksanaan kegiatan bisnis di Departemen TI di perusahaan ini sudah memanfaatkan teknologi 100 %. Manajemen resiko dilakukan sesuai dengan proses yang telah ditentukan perusahaan, namun belum ada standart khusus untuk mengatur kebijakan manajemen resiko tersebut. Tetapi manajemen resiko pada perusahaan ini belum disosialisasikan kepada seluruh pegawai, jadi hanya pihak terkait atau manager yang mengaturnya dan menjalankannya. Apabila terjadi kesalahan manajer yang memberitahukan secara manual kepada pegawainya.

    Proses kelonggaran/mitigasi yang diberikan terhadap resiko proyek, baik proyek baru atau lama semuanya diperiksa oleh manager, tetapi masih belum konsisten karena tidak adanya standart khusus untuk proses tersebut.

    PO 10 Manajemen Proyek

    Pada perusahaan ini, menajemen untuk proyek telah memenuhi kebutuhan user. User disini ialah pegawai, manager, pimpinan dan stakeholders lainnya. Namun, proses pedokumentasian belum berjalan dengan baik serta pengembangan dan penggunaan teknik juga belum dilaksanakan dengan baik. Serta aplikasi dari penerapan management proyek tergantung pada kebijakan dari manager.

    PO 11 Manajemen kualitas

    Kurangnya tenaga ahli yang mampu mengawasi kualitas TI dan rendahnya penghargaan terhadap SDM TI terampil mempengaruhi kualitas sistem dan pengembangan TI.

     

    KESIMPULAN

    Metode cobit perlu diterapkan pada PT Transindo Jaya Komara, hal ini berdasarkan atas kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Dengan diterapkannya metode cobit diharapkan kinerja PT Transindo Jaya Komara dapat lebih baik dan terorganisir sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dan juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor koperasi, pemegang saham dan pemerintah.

    <iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/WxwXshM2v3Y” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    MPPL: PENGEMBANGAN WEB BAPINGER UNTUK DATABASE BUKU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MYSQL


    PENGEMBANGAN WEB BAPINGER UNTUK DATABASE
    BUKU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MYSQL

     

    Guna memenuhi Tugas Manajemen Proyek Perangkat Lunak

    di Jurusan Teknik Informatika

     

     Disusun oleh :

    Kelompok 3 Kelas A

    0607055 – Anisa Andini – Project Manager

    0607052 – Acep Mulyana – Documenter

    0607033 – Tina Agustin – Programmer

    0607054 – Melinda Fatimah – Analyst

    0607042 – Roni Wahyu Gunawan – Tester

     

    UNIVERSITAS WIDYATAMA

    BANDUNG

     

    Pengembangan Web Bapinger untuk Database Buku Sekolah Menengah Pertama dengan MySql

     

    Ringkasan Eksekutif

    Web Bapinger merupakan web penddikan yang berisikan mengenai informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan sekarang ini. Perkembangan teknollogi internet yang pesat memungkinkan kita memiliki akses yang cepat terhadap informasi yang kita butuhkan. Internet menyajikan informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu dimana hal ini tidak bisa lepas dari adanya web sebagai sumber informasi di intenet.

    Dengan adanya web Bapinger yang menyediakan berbagai informasi khususnya mengenai informasi dunia pendidikan, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan akan informasi dalam hal ini informasi data buku pelajaran SMP.

    Dalam web Bapinger terdapat berbagai nformasi, salah satunya yaitu informasi data buku pelajaran SMP. Untuk memberikan informasi yang lebih data buku tersebut terdiri dari dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain bahasa informasi yang ada pada data buku yakni informasi an terdiri dari : judul buku, pengarang, penerbit dan tahun terbit. Informsi data buku SMP ini dilengkapi dengan gambar sampul buku. Untuk memudahkan pencarian informasi, data buku dikelaskan kedalam tiga kelas yang terdiri dari kelas vii untuk data buku SMP kelas 1, kelas viii untuk data buku SMP kelas 2 dan kelas ix untuk data buku SMP kelas 3. 

    <iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/vDs0Pl710ZM” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    Hambatan Mengintegrasikan Teknologi Intruksional ke dalam Pendidikan Tinggi

    Dikutip dari http://ernisilvernie.wordpress.com/2011/11/08/teknologi-pendidikan/

     

    Dikutip dari Jurnal “Mengintegrasikan Teknologi Pembelajaran  ke dalam Pendidikan Tinggi” karya David M. Antonacci University of Missouri-Kansas City IS 11 Desember 2002:

     

    “Perguruan tinggi dan universitas melakukan investasi yang cukup besar yang berhubungan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung dan meningkatkan instruksional (Massy & Zemsky, 1996). Namun, kebanyakan dosen tidak menggunakan teknologi dalam kuliah mereka (Dewa & Miller, 2001). Perlu langkah strategis untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran pendidikan tinggi.

     

    Dalam literatur, penting meneliti hambatan atau rintangan menghambat integrasi teknologi ke dalam pembelajaran. Berdasarkan literatur dan pengalaman praktisi, Leggett & Persichitte (1998) mengidentifikasi lima kategori hambatan untuk integrasi teknologi: waktu, keahlian, akses, sumber daya, dan dukungan.  

     

    PL Rogers (2000) mengidentifikasi hambatan yang sama dan mengembangkan model untuk memvisualisasikan hubungan antara hambatan itu. Dalam model ini, sikap dan persepsi pemangku kepentingan terhadap teknologi, penggunaannya dalam pendidikan, dan kelembagaan mendukung menentukan apa yang akan dipertimbangkan.  

     

    Setelah itu ditetapkan, tiga hambatan eksternal yang dapat memperlambat atau menghentikan pelaksanaannya: ketersediaan dan akses, dukungan teknis, dan stakeholder pembangunan. Juga, waktu dan dana mempengaruhi tiga hambatan itu.

     

    Untuk lengkapnya bisa dibaca di: 

    http://associations.missouristate.edu/assets/mohighedweb/IS-TechnologyIntegrationinHigherEducation.pdf  

     

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=nJ0nlh5FU5A&w=600&h=400]

    Kewirausahaan: Laporan Kegiatan Praktek Lapangan Penjualan Roti Bakar



    Laporan Kegiatan Kewirausahaan Praktek Lapangan Kelompok 7

    Dosen : Djadja Ahmad Sardjana

    Disusun Oleh :

    Efrianty Sitanggan – 0108278

    Chaerul Rizal – 0108298

    Sheila Tofani – 0110U321

    Muhammad Ryan Rinaldhi – 0110U027

     

    Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi – S1

    Universitas Widyatama

    2011

     

    Pendahuluan

    Dalam menghadapi tantangan bisnis termasuk menghadapi customer maka sebagai mahasiswa kita juga harus belajar dalam memasarkan suatu produk. Dalam tugas akhir mata kuliah kewirausahaan ini kami mencoba melakukan sebuah usaha sederhana guna mendapatkan pembelajaran untuk menjadi seorang wirausahawan. Usaha ini didasari oleh tugas kelompok kelas Kewirausahaan dimana tugas ini dikerjakan secara berkelompok, terdiri dari Efrianty Sitanggang, Chaerul Rizal, Sheila Tofani.

    Usaha yang kami jalankan merupakan sebuah usaha singkat yang mungkin bisa menjadi peluang bagi setiap individu untuk masa yang akan datang. Saat ini kami mencoba menawarkan roti bakar di lingkungan Universitas Widyatama.

    Tujuan usaha ini merupakan sebuah pencapaian tujuan usaha yaitu profit, akan tetapi tidak hanya sekedar profit saja yang kami coba temukan melainkan penekanan pada pengalaman sebuah proses wirausaha. Karena melalui penjualan dan pemasaran ini kami dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak, bagaimana cara menawarkan dengan baik dan sopan, meyakinkan pembeli untuk membeli produk yang kita tawarkan dan memberikan pelayanan yang terbaik agar customer merasa puas.

     

    Pelaksanaan Kegiatan

    Waktu dan Tempat

              Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di beberapa tempat dalam waktu satu hari yaitu :

              Hari/Tanggal  : Rabu, 14 Desember 2011

              Waktu             : Pukul 08.00 13.00 WIB

              Kegiatan ini kami lakukan di lingkungan kampus Universitas Widyatama dengan target pemasaran adalah mahasiswa-mahasiswa, karyawan di Universitas Widyatama itu sendiri. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 5 jam, kami mencoba menawarkan produk kami ke berbagai kalangan yang ada di sekitar gedung C, gedung K, gedung F, Kopma, Puslok (Pustaka Loka), UKM – UKM yang ada dan beberapa tempat lain di lingkungan Universitas Widyatama.

     

    Proses Produksi/ Proses perekrutan barang

              Dalam proses pembuatan roti bakar ini, kami mengerjakannya di pagi hari sebelum di jual dan dipasarkan. Bahan-bahan dibeli sehari sebelum kami mengerjakannya. Adapun bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan yaitu :

    Bahan :

    Roti Sharon toas panjang 4 bungkus (isi 18 lembar) @Rp. 30.000,-

    Selai Strawberry Paleta 250 gr @Rp. 5.500,-

    Selai Blueberry Paleta 250 gr @Rp.5.500,-

    Meses Ceres Classic 225 gr @Rp. 16.100,-

    Keju Zeddar 250 gr @Rp. 15.000,-

    Tissue suntiss 50 lembar @Rp. 2.000,-

    Margarin blue band 200 gr @Rp. 5.000,-

    Peralatan :

    Panggangan roti, penjepit, piring tempat roti, sendok makan.

    Pemasaran

    Proses pemasaran yang kami lakukan yaitu dengan cara promosi langsung kepada customer, pada saat roti dibakar, dua orang mencari pembeli dan menawarkannya, sehingga seteleh roti matang pembeli bisa langsung menikmatinya. Selain mendatangi orang-orang yang lagi duduk santai menunggu kelas atau hanya bercerita-cerita, kami juga melakukan pemasaran melalui mobile, kami menawarkan roti bakar kepada beberapa teman-teman yang kami kenal untuk membeli. Banyak yang datang untuk mencoba roti bakar kami.

    Dengan melakukan tahap-tahap diatas kami berusaha untuk membujuk customer agar tertarik perhatiannya pada produk sehingga pada akhirnya bisa melakukan pembelian atau transaksi. Bahkan setelah kami melakukan sosialisasi produk ada beberapa customer yang langsung membeli. Kebanyakan dari customer kami adalah mahasiswa/i yang sedang menunggu kuliah di lingkungan kampus Universitas Widyatama pada waktu pagi hari karena kebanyakan mahasiswa-mahasiswa yang kuliah pagi hari tidak sempat sarapan dari rumah, sehingga penjualan roti bakar pun dapat berjalan lancar dan banyak yang beli.

    Penjualan

                Kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau suplemen dari transaksi, oleh karena itu kegiatan penjualan terdiri dari serangkaian yang meliputi, menemukan si pembeli, pengenalan produk, negosiasi harga serta syarat-syarat pembayaran. Penjualan yang kami lakukan merupakan sebuah rangkaian penjualan produk dimana produk-produk tersebut merupakan produk pangan.

    Dalam kegiatan ini kami mencoba menawarkan roti bakar. Proses penjualan yang kami lakukan berdasarkan segmentasi, targeting dan positioning yang dianalisis secara nalar. Oleh karena itu kami melakukan penjualan kebanyakan pada Mahasiswa-mahasiswa yang kuliah pada pagi hari karena kebanyakan dari mereka tidak sempat sarapan dari rumah sehingga membutuhkan makanan berat untuk menambah energi.

    Laporan Keuangan Praktek Lapangan

    Anggaran

    Realisai

    Roti

    36.000

    30.000

    Selai Strawberry

    6.300

    5.500

    Selai Blueberry

    6.300

    5.500

    Meses

    14.500

    16.100

    Keju

    16.500

    15.000

    Tissue

    4.500

    2.000

    Margarin

    5.000

    5.000

    Jumlah

    84.100

    79.100

     

    Modal :

    Rp.30.000 x 3 orang

     = Rp. 90.000,-

    Realisasi

     = Rp. 79.100,-

    Sisa Modal

     = Rp. 10.900,-

    Tambahan Modal

     = Rp. 24.000,-

    Total sisa modal

     = Rp. 34.900,-

     

    Penjualan :

    Roti yang terjual habis ada 36 lembar roti x Rp. 3.000 = Rp. 108.000,-

    modal yang keluar = Rp. 79.100,-

    keuntungan penjualan = Rp. 28.900,-

     Hasil dan Pembahasan

                Kegiatan ini kami lakukan agar mendapatkan sebuah pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi seorang Wirausaha yang handal disamping mendapatkan profit. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya kami, karena dengan melakukan kegiatan seperti ini maka kami mendapatkan sebuah pengalaman untuk menjadi seorang Wirausaha, mempelajari bagaimana cara menawarkan dengan baik dan berinteraksi dengan orang banyak. Dari keseluruhan kegiatan yang kami lakukan maka kami dapat menganalisa usaha yang kami jalankan sebenarnya cocok untuk dilaksanakan secara continue di dalam Lingkungan kampus karena pasar yang potensial dan sangat menerima.

     

    Kesimpulan dan Saran

    Kesimpulan    

    Kesimpulan dari kegiatan yang telah kami lakukan adalah bahwa mahasiswa sangat memerlukan proses pembelajaran seperti ini. Menawarkan dan menjual produk kepada mahasiswa memiliki banyak manfaat untuk menjadi seorang wirausaha yang handal dan sukses. Bahkan dapat kami simpulkan bahwa modal bukan lah segalanya dalam dunia usaha seperti ini, asal ada kemauan dan keinginan untuk berusaha pasti kita bisa melakukannya. Hanya saja kita harus benar-benar melihat peluang yang ada serta berbagai hal yang penting seperti segmentasi, target dan positioningnya.

    Saran

              Saran yang ingin kami sampaikan yaitu semoga dalam perkuliahan kewirausahaan selanjutnya kegiatan Praktek Lapangan ini tetap bisa dilaksanakan dan ditingkatkan lebih lagi. Karena sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang ingin menjadi seorang wirausaha yang handal. Kegiatan ini dapat menjadi proses awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung di dunia bisnis. Dan peluang bisnis yang mungkin sangat potensial di lingkungan Universitas Widyatama adalah bisnis pangan, sehingga perlu dilanjutkan secara continue.

     

    Organizational Learning: Konfigurasi Cisco Sederhana Kuliah Applied Networking IV

    Pembelajaran dengan berorganisasi adalah suatu bidang pengetahuan dalam teori organisasi yang mempelajari model-model dan teori tentang bagaimana suatu organisasi belajar dan beradaptasi.
     
    Dalam Pengembangan Organisasi (Organizational Development/OD), belajar merupakan karakteristik dari sebuah organisasi adaptif, yaitu sebuah organisasi pembelajaran yang mampu merasakan perubahan sinyal dari lingkungannya (baik internal maupun eksternal) dan beradaptasi sesuai keadaan.  Spesialis OD berusaha untuk membantu klien mereka untuk belajar dari pengalaman dan menggabungkan pembelajaran sebagai umpan balik ke dalam proses perencanaan.
      
    Sering dalam kelas saya minta mahasiswa melakukan pembejaran ini dan salah satunya mereka diminta membuat Konfigurasi Cisco Sederhana  pada Kuliah Applied Networking IV sebagai berikut:  

    KONFIGURASI CISCO SEDERHANA

     

    Organizational Learning

     

    Applied Networking IV

    Kelas A

     

    TEKNIK INFORMATIKA – UNIVERSITAS WIDYATAMA

    BANDUNG

    2012

    Topologi yang dirancang:


    Gambar  1 Topologi

     

    Topologi kami memiliki dua PC dan dua Router, masing-masing device memiliki ip address seperti gambar di atas.

    Langkah konfigurasi topologi ini:

    1.       Hyper Terminal (Win XP)

    2.       Router 1 dan 2 (Console via Win XP)

    3.       Client 1 dan 2 (OS Win XP)

    Konfigurasi Hyper Terminal

    1.       Start -> All Programs -> Accessories -> Communications -> Hyper Terminal

    2.       Connection Description: Name: Cisco, Icon: Bebas.

    3.       Konfigurasi:

    a.       Connect Using: COM1

    b.      Bit Rate:  9600

     

     

     

    Konfigurasi Router 1

    Press Enter to Start 

    Router>
    Router>ena
    Router#conf t
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Router(config)#hostname Router1
    Router1(config)#int fa0/0
    Router1(config-if)#ip addr 202.123.40.21 255.255.255.252
    Router(config-if)#no shut
    Router1(config-if)#ex
    Router1(config)#int fa0/1
    Router1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
    Router1(config-if)#no shut
    Router1(config-if)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 202.123.40.21
    Router1(config)#end
    Route1r#wr mem
    Building configuration…
    [OK]

     

    Konfigurasi Router2

    Press Enter to Start 

    Router>ena
    Router#conf t
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Router(config)#hostname Router2
    Router2(config)#int fa0/0
    Router2(config-if)#ip addr 202.123.40.22 255.255.255.252
    Router2(config-if)#no shut
    Router2(config-if)#ex
    Router2(config)#int fa0/1
    Router2(config-if)#ip addr 192.168.2.1 255.255.255.0
    Router2(config-if)#no shut
    Router2(config-if)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 202.123.40.22
    Router2(config)#end
    Router2#wr mem
    Building configuration…
    [OK]

    PC0 :

    ip addr 192.168.1.2
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.1.1 

     

    PC1 :

    ip addr 192.168.2.2
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.2.1

     

     

     

     

    Hasil Ping PC1 ke PC0 dengan Static Routing

    Gambar 2 Hasil Ping dari PC1 ke PC0

     

     

    Pada saat akan me- routing kembali, tiba-tiba saja username dan password yang dimasukan invalid, dan langkah selanjutnya yang kami kerjakan adalah mencari tahu cara untuk me-reset username dan password menjadi default atau kembali ke awal.

    Langkah yang kami lakukan untuk me-reset password adalah:

     

    Reset password

    1.    Matikan router

    2.    Cabut compact flash

    3.    Hidupkan router

    4.    Pada mode rommon 1 ketikkan confreg 0x2142

    5.    Maka akan pindah ke rommon 2 dan ketika reset

    6.    Selesai

     

    Maka konfigurasi yang telah kami kerjakan pun harus dimulai dari awal kembali. Namun karena kemarin cukup banyak kendala yang menyebabkan waktu cukup banyak habis terbuang, maka sebagian dari kami pun membuat simulasi konfigurasi di atas dengan menggunakan Packet Tracer dan hasilnya pun seperti pada gambar 2.

     

    NB :

    Untuk Pembagian tugas pada praktikum Tanggal 12 Maret 2012 sudah terlampir dalam file excel sbb:

     

    Selamat UTS: Bekal Untukmu Mahasiswaku

     

    Dear Mahasiswa APNET-4 dan Kewirausahaan Universitas Widyatama untuk UTS (Open Book) persiapkan hal-hal sbb:
    1. Bahan UTS adalah sampai kuliah terakhir minggu ini.
    2. Bawalah/ingatlah tugas-tugas mandiri dan kelompok yg sdh kamu kerjakan. Kamu akan ditanyakan apa yang kamu kerjakan/ceritakan dalam tugas tersebut (Jawaban akan bervariasi tergantung masing-masing).
    3. Bila kamu merasa gagal dalam tugas / UTS ini, buat tugas tambahan (termasuk proposal PKM, Lomba/proyek yg kamu ikuti dll) yang kamu sukai dari topik kuliah bersangkutan sebelum nilai keluar (tidak usah tanya dosen).  Kirim via mail dan Infokan saja via SMS, Facebook atau  Twitter.
    4. IMHO. Koreksi nilai dimungkinkan namun jangan seperti “Membangkitkan mayat dari kubur” (Berikan data dan fakta bhw kamu berhak dan wajib mendapat nilai lebih baik). Nilai kuliah memang sangat penting namun bukan segalanya. Kamu harus lebih merasa berhak mendapat ilmu, pengetahuan, kompetensi, nilai kehidupan dan suri tauladan dari saya.
    Selamat UTS, semoga ini adalah salah satu sarana pembuktian dan sukses kecil “Ujian Kehidupan” yang akan kamu jalani nanti 🙂

     

    Pendidikmu
    Djadja Sardjana

     

    Apakah Peserta Didik Menikmati Pembelajaran Dengan “Role Playing Game”?

    Sering saya melakukan pembelajaran dengan “Role Playing Game”, apakah mereka menikmatinya? Berikut adalah hasil karya mahasiswa TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG dengan topik “Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air”:

    TUGAS KULIAH PENGANTAR LINGKUNGAN INDUSTRI

    TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG

     

    Anggota:Abdul Rohman 11-2006-084    [masyarakat]

    Tri Wahyu Rubianto 11-2007-004   [teknisi]

    Devi Slamet 11-2007-015   [humas]

    Budhi Taufiq 11-2007-025    [hukum]

    Crisca Angelia Yuda 11-2007-045     [akuntan]

     

    Tema:PEMBANGKIT

     

    Judul:Perencanan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air

     

    Inti cerita:

    Awalnya melakukan tinjauan terhadap suatu daerah dari segi hubungan antara masyarakat dalam meminta persetujuan untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, kemudian dalam melakukan pembangunan dibutuhkan surat legalitas dalam pembangunan, namun dalam mendapatkan persetujuan terdapat masalah dari sisi masyarakat yang menolak pembangunan tersebut, untuk itu terdapat humas yang membawa teknisi agar dapat mejelaskan lebih lanjut dalam pembangunan dan manfaat dari pembangunan PLTA ini, dan juga akuntan dan bagian hukum yang menjelaskan dari sisi ganti rugi dan surat legalitas yang bersangkutan dalam pembangunan ini, hingga mendapatkan hak legalitas dalam pembangunan PLTA ini.

     

     

     PERENCANAN PEMBANGUNAN

    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

     

    Suatu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi yang terbarukan akan melakukan suatu proyek mengenai pembangkit listrik. Proyek ini akan dibangun di tempat atau daerah terpencil yang terdapat banyak penduduk yang belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN. Sebelum dilakukan pembangunan proyek tersebut, dari perusahaan melakukan survey yang meliputi bebrapa faktor dan diantaranya yaitu lokasi pemukiman yang dihuni oleh banyak penduduk, belum ada pasokan listrik dari PLN atau belum semua penduduk bisa memanfaatkan listrik PLN (hanya sebagian kecil saja yang menggunakan listrik PLN), sumber energi yang cukup dan dapat diperbaharui.

     

    Dalam situasi rapat:

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Assalamu’alaikum wr.wb.”

    Bpk. Devi Slamet (Humas)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

    Bpk Budhi Taufiq (Hukum)            : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

    Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Terima kasih kpd bpk-bpk dan ibu yg telah hadir dalam rapat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga hydro ini. Di sini kita akan membahas persiapan dalam melakukan survey di desa yang masih belum terjangkau pasokan listrik. Dari kriteria yang kita tentukan dan dari beberapa desa yg meiliki kriteria tersebut, dipilih Desa Tak Tahu Di mana. Kepada bagian humas diharapkan bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sana.”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, saya akan laksanakan. Saya akan bersosialisasi dengan masyarakat disana dan meminta bantuan dari tokoh masyarakatnya agar masyarakat lebih bisa mengerti maksud dan tujuan proyek ini.”

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kepada bagian Hukum, agar dipersiapkan segala persiapan yang berkaitan dengan proyek ini. Dimulai dari berkas-berkas sampai surat-surat berharga lainnya, agar memperoleh kelegalan persetujuan dari semua pihak.”

     

    Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”OK, saya sudah persiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan dan segala surat-surat penting lainnya.”

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kemudian untuk proses pengalihan lahan, biaya, ganti rugi, dan sebagainya, agar bagian Akuntan bisa mengatasinya. Dalam hal ini dibantu oleh bagian Hukum dan Humas.”

     

    Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : “Baik Pak, saya akan persiapkan segala sesuatunya mengenai hal tersebut. Kepada bagian Hukum dan Humas saya mohon kerjasamanya agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

     

    Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baik Bu, saya akan melakukan yang terbaik agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, kalau begitu kita harus terus melakukan koordinasi jika ada sesuatu hal yang membutuhkan bantuan.”

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” OK, jadi semua bagian sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam proyek ini. Namun, jangan sampai mementingkan diri sendiri. Dimohon dalam proyek ini kerja sama dari setiap bagian dapat terkoordinasi dengan baik. Demikian rapat kali ini dan besok kita berangkat menuju Desa Tak Tahu Dimana untuk melaksanakan proyek ini. Terima kasih semuanya. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

     

    Humas, Hukum, Akuntan                : ”Sama-sama, Wa’alaikumsalam wr.wb.”

     

     

    Di lokasi proyek Desa Tak Tahu Dimana:

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           :”Kita telah berada di Desa Tak Tahu Dimana, bagaimana dengan persiapan dan kelengkapan dari setiap bagian?”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Saya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk sosialisasi nanti dengan masyarakat desai ini. Saya juga telah menghubungi tokoh masyarakat desa ini dan meminta bantuannya untuk mengumpulkan masyarakat dalam rangka sosialisasi.”

     

    Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Saya juga telah mempersiapkan semua berkas dan surat-surat yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembangunan proyek ini. Selain itu, saya telah menghubungi pihak berwajib untuk meminta bantuan keamanan agar pada saat terjadi sesuatu yang berhubungan dengan keamanan misalkan kericuhan ataupun kekacauan bisa terkendali. Namun, di sini kita berharap hal tersebut tidak sampai terjadi.”

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Tentu, kita semua di sini mengharapkan yang terbaik dan hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi, walaupun hal seperti itu sampai terjadi kita harus bisa menyigapinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar dapat mengurangi dampak yang seminimal mungkin. Selanjutnya bagaimana dengan bagian Akuntan? Apakah semua sudah dipersiapkan?”

     

    Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Semua kebutuhan dan hal penting lainnya telah dipersiapkan, seperti biaya, ganti rugi, proses pengalihan lahan kepemilikan, surat-surat penting, catatan-catatan, dan sebagainya. Nanti saya beserta bagian Humas dan Hukum akan saling berkoordinasi kembali.”

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Baiklah jika semua sudah beres dan telah dipersiapkan. Sekarang kita akan bertemu dengan masyarakat , mereka telah berkumpul di balai desa dan kita akan menuju ke sana.”

     

    Tempat Sosialisasi :

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Assalamu’alaikum wr.wb.”

     

    Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada masyarkat yang telah meluangkan waktunya dan bersedia menghadiri acara sosialisai ini dan juga para tokoh masyarakat yang bersedia membantu kami dalam sosialisasi ini. Terutama kepada Bpk. Lurah Desa Tak Tahu Dimana yang telah berada bersama kita di ruangan ini. Terima kasih Pak atas kesediaan Bapak untuk mengajak masyarakt untuk berkumpul di sini bersama kami. Baiklah, langsung saja kita mulai acara sosialisasi ini. Namun sebelumnya, kami akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Devi Slamet sebagai HUMAS. Kemudian ada Bpk. Tri Wahyu Rubianto sebagai TEKNISI. Ada Bpk Budhi Taufiq yang bergerak di bagian HUKUM dan yang terakhir merupakan yang tercantik di antara kami karena satu-satunya wanita, beliau adalah Ibu Crisca Angelia  bergerak di bagian AKUNTAN. Kami merupakan orang-orang yang berasal dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi terbarukan. Tujuan kami di sini untuk membangun suatu pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air. Sebelumnya kami telah melakukan survey di beberapa lokasi, setelah di analisa kami memilih desa ini karena sesuai dengan kriteria yang ada. Selain itu, kami juga di sini dalam rangka kerja sosial karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat di sini. Namun, di sini kami tidak dapat berkerja sendiri, kami membutuhkan bantuan bapak ibu sekalian. Dalam proyek ini kami membutuhkan lahan yang tidak sedikit.”

     

    Masyarakat                                        : ”Kenapa harus desa kami Pak? Lahan yang gak sedikit emangnya baut apa? Apa bapak mau memeras kami sebagai orang yang gak berpendidikan ini? Bapak Ibu sekalian, kita jangan mau dibodohin oleh orang-orang seperti mereka yang mau memanfaatkan dan menghasilkan keuntungan buat mereka sendiri.” (Masyarakat lain berkata     : ”Yaaaa…. Betul…! Betul…!)

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Bapak-bapak, Ibu-ibu, mohon dengarkan penjelasan kami dulu. Kami tidak ada maksud seperti itu.”

     

    Masyarakat                                        : ”Aaah…. Bohong! Bapak-bapak, Ibu-ibu jangan sampe percaya gitu ajah sama orang-orang ini. Kita gak tau sebenarnya apa yang mereka inginkan.”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Tenang dulu bapak-bapak, ibu-ibu, dan sodara sekalian. Kami mengumpulkan masyarakat di sini bermaksud menjelaskan maksud dan tujuan pembangunan proyek ini. Untuk itu bapak ibu sekalian kami mohon dengan sangat kepada semuanya yang ada di sini untuk mendengarkan dan memberi kesempatan kepada kami agar jelas persoalannya. Soal lahan atau tanah, tentu saja kami tidak akan merugikan masyarakat di sini. Kami tentu akan membayarnya dan memberi ganti rugi yang sepantasnya atas lahan yang akan kami digunakan nanti sebagai lahan proyek ini.” (Bpk. Lurah menenangkan warganya agar dapat mendengarkan penjelasan proyek tersebut).

     

    Masyarakat                                        : ”Mohon maaf kalo begitu, kami sebagai masyarakat di sini hanya tidak ingin dirugikan dan dimanfaatkan untuk keuntungan semata oleh bapak sekalian. Silahkan bapak jelaskan kembali kepada kami dan kami akan mendengarkannya.”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, terima kasih atas perhatian semuanya. Untuk penjelasan mengenai proses pembangunan pembangkit ini akan saya serahkan kepada bagian TEKNISI kami.”

     

    Bpk. Tri Wahyu Rubianto (Teknisi)           : ”Terima kasih sebelumnya. Kami di sini bermaksud untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan aliran sungai yang cukup besar di desa ini. Dari survey yang kami lakukan,  desa ini belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN dan kalu pun ada yang menggunakan listrik itu hanya sebagian kecil saja bagi mereka yang berkecukupan. Untuk itu, kami ingin membantu masyarakat di sini agar dapat menikmati penggunaan listrik. Selain itu, proyek ini nantinya bisa mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini sehingga masyarakat di sini bisa mendapatkan penghasilan tambahan bahkan bisa mengembangkan jenis industri yang besar. Sebelumnya, untuk membantu proses pembangunan proyek ini kami membutuhkan lahan dan lokasi yang strategis sebagai tempat pengoperasian dan perawatannya. Lokasinya harus berada di sekitar sungai, mudah terjangkau, dan listrik bisa terdistribusikan secara merata ke rumah-rumah masyarakat. Oleh karena itu kami akan mengganti lahan yang akan kami gunakan dalam proyek  ini dengan penggantian yang sesuai dan tidak merugikan.”

     

    Masyarakat                                        : ”Bagai mana dengan pekerjaan kami pak? Karena lahan yang digunakan merupakan tempat pencaharian kami sebagai petani. Dari mana kami bisa mendapatkan penghasilan kalau lahan yang kami gunakan sebagai pencaharian kami sudah tidak ada?

     

    Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Untuk soal itu sebaiknya akan lebih jelas bila bagian HUKUM dan AKUNTAN yang menjelaskannya.”

     

    Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baiklah, untuk persoalan lahan tanah dan legalisasinya akan saya urus. Saya beserta bagian AKUNTAN akan mengurus surat-surat tanah dan penggantiannya dengan harga yang sesuai. Saya akan melengkapi semua berkas-berkas kepemilikan lahan atau tanah bila memang masih belum lengkap dan merundingkan mengenai legalitasnya dengan Bapak Ibu sekalian sesuai hukum yang berlaku. Selain itu juga, saya akan membuat perjanjian dari semua pihak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu saja perjanjian tersebut kita buat bersama warga yang bersangkutan dan disaksikan oleh oleh beberapa saksi dari semua pihak. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan semua menyetujuinya. Kemudian untuk biaya dan hal lain akan disampaikan oleh bagian AKUNTAN.”

     

    Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Terima kasih. Untuk biaya penggantian lahan atau ganti rugi telah saya persiapkan dan akan saya perhitungkan dengan baik. Penggantian ini akan saya bicarakan terlebih dahulu dengan pihak yang bersangkutan mengenai lahan dan ganti rugi. Segala biaya akan kami sediakan sampai proyek ini selesai. Untuk persoalan mengenai pekerjaan Dapak Ibu sekalian, Tujuan kami di sini memang untuk membantu dan mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini. Dalam proses pembangunan nanti, kami akan membutuhkan pekerja yang berasal dari desa ini juga dan akan kami upah yang sesuai. Kemudian jika ada lulusan-lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang memeiliki keahlian di bidang teknisi atau pun kelistrikan akan kami pekerjakan dan menjadi pekerja tetap dalam proyek pembangkit ini. Namun, jika tidak ada atau hanya sedikit yang lulusan SMK, kami akan memberikan pelatihan terlebih dahulu agar memiliki keahlian dan mendapat pekerjaan agar tidak menjadi pengangguran. Tidak hanya itu, kami juga memberi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di sini agar mendapat keahlian yang berkaitan dengan potensi yang ada seperti pengembangan usaha pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Demikian penjelasan dari saya.”

     

    Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih. Baiklah bapak-bapak, Ibu-ibu, dan sodara sekalian, demikian untuk sosialisai mengenai proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air ini. Kami mohon kerja samanya dari semua pihak, semoga kedepannya proyek ini terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya untuk masyarakat Desa Tak Tahu Di mana ini. Amin…! Proyek ini akan dilaksanakan sebulan kemudian setelah semua perjanjian dan kesepakatan dari semua pihak telah disetujui dan mendapat legalisasi. Bila ada sesuatu hal yang ingin disampaikan bisa langsung menghubungi kami. Demikian dari kami, mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak Ibu sekalian. Akhir kata kami ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

     

    Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

     

     

    Semua bersalaman dengan masyarakat dan tokoh masyarakat di sana. Walaupun sempat terjadi penolakan dari masyarakat, namun semua berakhir dengan baik. Setelah sebulan mendapat persetujuan dan legalisasi, proyek pun dilaksanakan sampai selesai. Dalam proses pembangunan proyek yang dilaksanakan tentu saja masih ada kendala-kendala lain yang harus diselesaikan, namun semua diselesaikan dengan baik-baik untuk mendapat titik tujuan yang tidak saling merugikan. Setelah proyek selesai dibangun, masyarakat Desa Tak Tahu Dimana dapat menikmati penggunaan listrik dan bisa mengembangkan pontensi usaha yang ada di sesa itu. Masyarakatnya pun sekarang telah memiliki penghasilan lebih bahkan melebihi penghasilan sebagai petani yang sebelumnya. Meraka pun berharap menjadi masyarakat yang selalu berkembang dan menjadi lebih baik lagi, namun tidak melakukan segala sesuatu secara berlebihan dan tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan mereka agar bisa dinikmati oleh cucu-cucu mereka di masa yang akan datang.

     -SEKIAN-

    <iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/mhtdwIHXeU8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    Pengenalan IT Audit

    IT Audit Diagram

    IT Audit adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi, pengumpulan serta pengevaluasian bukti untuk menentukan apakah suatu sistem komputer yang digunakan telah mampu melindungi aset pemilik dan mampu menjaga integritas dan mampu membantu pencapaian tujuan secara efektif yang berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality) dan keutuhan(integrity) dari sistem informasi organisasi. 

    IT Audit terbagi kedalam beberapa jenis yaitu sistem dan aplikasi, fasilitas pemrosesan informasi, pengembangan sistem, arsitektur manajemen dan perusahaan IT serta client/server telekomunikasi intranet dan internet:

    1. Sistem dan aplikasi.  Memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
    2. Fasilitas pemrosesan informasi. Memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
    3. Pengembangan sistem. Memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
    4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI. Memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
    5. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.  Memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

     

    Adapun tahapan-tahapan audit IT adalah:

    1. Tahapan Perencanaan. Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.
    2. Mengidentifikasikan resiko dan kendali. Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktek-praktek terbaik.
    3. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti. Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
    4. Mendokumentasikan. Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan audit.
    5. Menyusun laporan. Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=_oo03ikz_28?feature=player_embedded&w=640&h=360]