Blackberry dan RIM: Ketika Kreatifitas dan Inovasi Berhenti

 

Selalu sedih melihat perusahaan  besar yang tersapu ke dalam kelesuan, tak memperoleh angin dari komunitas teknologi, serta secara bertahap keluar dari Silicon Valley sampai “jatuh ke tempat gelap”. Setelah itu, mati dan secara menyedihkan dilupakan. Itu memang sedikit melodramatis.

Research In Motion; Mereka benar-benar berjaya dengan pesan dan “multitasking software Blackberry Messenger” di tahun 2000an ini. Mereka juga bertanggung jawab untuk ponsel pertama yang benar-benar terhubung dengan orang kaya dan pengusaha yang miskin waktu, yang memungkinkan penguasa industri untuk berbaring sementara tetap terhubung ke kantor setiap saat.  


Tapi saat ini berbeda, khususnya antara 2007/8 ketika RIM dan perangkat Blackberry mempunyai masa jayanya. Enkripsi yang ditawarkan pada semua pesan dan email yang dikirim melalui handset adalah menarik bagi bisnis, dan semuanya berjalan baik pada perangkat RIM untuk waktu yang singkat. Meskipun penting untuk diingat, ini adalah waktu ketika iPhone tidak mampu menangani layanan email terenkripsi dan Android hanyalah isapan jempol imajinasi di Microsoft. RIM berada di atas, dan tampak seperti itu bisa tetap seperti itu.

Tapi seperti halnya dengan semua perusahaan yang tak tertandingi, RIM sedikit terlalu puas serta agak terlalu malas ketika mengembangkan perangkat lunak baru dan model untuk smartphone mereka. Mengapa mengubah produk setelah semua menjadi pemenang? Nah RIM, itu dilema teknologi yang Anda hadapi – anda bukan sepasang itu Levi atau Magimix, yang kekuatannya terletak pada warisan mereka – dimana formula mereka  tetap tak berubah selama 50 tahun terakhir.  

 

 

Dan inilah kepuasan yang mengakibatkan situasi saat ini dihadapi RIM: model bisnis bombastis dengan telepon imajinatif. Untuk pengguna bisnis kelas atas yang menginginkan antarmuka multimedia ramping serta fungsionabilitas bisnis, ada iPhone. Untuk pelanggan finansial yang ingin akses ke App Store, ada Android. Apakah RIM cocok dalam dunia teknologi yang baru ini? Kita tidak  tahu pasti. Kita hanya bisa berharap bahwa  mereka bangkit dari abu kehancuran diri mereka sendiri .

Lengkapnya bisa dibaca di http://www.the7thchamber.com/2012/04/the-death-of-rim/  

<a href=”http://www.mbaonline.com/death-of-rim/”><img src=”http://images.mbaonline.com.s3.amazonaws.com/death-of-rim.gif” alt=”Death of RIM” width=”600″  border=”0″ /></a><br />Created by: <a href=”http://www.mbaonline.com/”>MBAOnline.com</a>

Manajemen: Peran Masif Manajer Kreatif Agar Tetap Kompetitif

Manajemen kreatif bertujuan untuk mengubah organisasi melalui perubahan cara mereka dijalankan, dengan membuka iklim dan gaya manajemen, meningkatkan partisipasi dan memberikan lebih banyak kebebasan pada karyawan  untuk cara-cara yang akan dicapai, misalnya pengembangan produk baru.

Manajer kreatif  mengelola orang secara efektif dan memiliki pendekatan kreatif untuk masalah organisasi berfokus pada:

  • Pemecahan dan kerja sama tim
  • Mencapai inovasi dan keunggulan kompetitif
  • Memetik manfaat & keuntungan dengan meningkatkan “tingkat” kreativitas dalam organisasi.

KARAKTERISTIK MANAGER KREATIF:

  1. Bersedia untuk menyerap risiko yang diambil oleh bawahannya ==> Merasa nyaman dengan ide-ide yang baru dikembangkan ==> Mampu membuat keputusan yang cepat ==> Mereka adalah pendengar yang baik.
  2. Tidak memikirkan kesalahan masa lalu ==> Menikmati pekerjaan mereka ==> Mengharapkan bawahan untuk berhasil ==> Memanfaatkan kekuatan bawahan

Lebih lanjut dapat dibaca di bawah ini:

[slideshare id=10683563&doc=thecreativemanager-16sep11-111224211338-phpapp02]

Manajemen: Kreatifitas dan Inovasi Nyawa Suatu Institusi dan Organisasi

Orang sering mengartikan berpikir kreatif hanya untuk pekerjaan yang ada hubungannya dengan seni. Ini adalah salah persepsi dan miskonsepsi. Dr. Edward de Bono, pakar dunia tentang berpikir kreatif mengatakan, kualitas berpikir kita menentukan masa depan kita. Edward De Bono lahir di Malta, dan lulus sebagai dokter dan psikologi. Kemudian bekerja di bidang medis selama 48tahun. 
Banyak persepsi yang terbentuk sekarang ini, yang menyatakan bahwa Kreatifitas itu adalah bawaan dari lahir atau bakat alami. Tetapi menurut pendapat Edward De Bono, Kreatifitas itu bisa dirancang. Otak manusia tidak dirancang untuk menjadi Kreatif. Otak dirancang untuk membuat pola-pola rutin, lalu mengenakannya serta mengikuti pola-pola tersebut.Itulah mengapa hidup itu mudah dan memungkinkan. Boleh jadi kita memerlukan pola-pola rutin itu sebesar 98% selama hidup ini dan hanya 2% untuk menjadi kreatif.
Pada tahun 1970-an dia mengubah persepsi orang tentang kreativitas dengan konsepnya Lateral Thinking. Pada dasarnya otak tidak didesain untuk kreatif. Namun dengan penerapan tools dari Lateral Thinking tools, otak dapat dilatih untuk bergerak menyamping dari pola yang sudah ada. Akibatnya ini akan membuka persepsi, konsep dan gagasan-gagasan baru.
Apa beda kreativitas dengan inovasi bagi suatu Institusi dan Organisasi? Kreativitas adalah proses melahirkan ide atau gagasan. Proses ini merupakan perpaduan dari motivasi, waktu, usaha dan pengetahuan. Sementara inovasi sering kali diartikan sebagai ide yang aplikatif dan tindakan yang mendatangkan hasil. Kreativitas adalah produk berpikir divergen, sedangkan inovasi adalah hasil dari berpikir konvergen. Atau sederhananya, kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan inovasi menciptakan hal yang berbeda dari yang sebelumnya sudah ada. Kreativitas saja, dalam artian penciptaan ide ide baru, tidaklah mencukupi. Yang kita butuhkan adalah inovasi yaitu bagaimana caranya menerjemahkan sebuah ide (entah itu ide lama atau baru) kedalam sebuah tindakan. Inovasi lahir dari gabungan pengetahuan yang sudah ada dan pengembangan pengetahuan yang baru.
Untuk selanjutnya silahkan baca presentasi saya di bawah ini:
[slideshare id=10683592&doc=creativemanagement-23sep11-111224213330-phpapp01]