MANAJEMEN STRATEGI E-LEARNING DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT MENUJU SDM KOMPETITIF

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi serta skill memadai untuk menunjang perusahaan adalah maksud disediakannya sistem e-learning di korporat. SDM adalah faktor utama keberhasilan perusahaan untuk merealisasikan visi dan misinya. Untuk itu SDM perlu dibangun. Salah satu cara membangunnya adalah mengimplementasikan sistem e-learning dan Knowledge Management.

Supaya implementasi bisa berjalan sesuai harapan, harus dibuat kerangka strategi implementasinya. Dalam hal tersebut, strategi adalah sekumpulan aksi-aksi terintegrasi yang diarahkan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan serta kekuatan enterprise relatif terhadap kompetitor (Porter, 2000).

Tanpa strategi, seorang implementor e-learning dan Knowledge Management tidak akan memiliki hal-hal berikut:

  • Tidak memiliki resep untuk melakukan implementasi,
  •  Tidak memiliki roadmap untuk keunggulan kompetitif,
  • Tidak memiliki game plan untuk memuaskan stakeholder atau mencapai goal kinerja.

Tiga proses yang mendukung penetapan suatu strategi :

1.       Pemikiran strategis : kreatif, pandangan entrepreneur,

2.       Perencanaan strategis : sistematis, komprehensif, analisis untuk membuat rencana/tindakan,

3.       Pengambilan keputusan: reaksi efektif terhadap peluang dan ancaman yang tidak dikehendaki;

Kaitannya dengan strategi, peranan sistem teknologi informasi atau sistem informasi, IT/IS adalah adalah untuk menerapkan strategi yang dipilih dan juga sebagai enabler untuk strategi bisnis baru atau strategi yang hanya bisa diterapkan dengan alat bantu teknologi informasi.

Kiprah @Utama @HimatifUtama di #PIMNAS #PKM @DIKTI @UMYjogja: Kami Datang Kami Bertarung Kami Buktikan (Vini Vidi Probare)

 

Saat ini tim dari Teknik Informatika Universitas Widyatama sedang berada di Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengikuti PIMNAS ke 25 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim yang adalah 4 (empat) peserta PKM yang terpilih sebelumnya dan lolos didanai DIKTI tahun 2012. Keempat tim ini secara bersamaan kemudian lolos  untuk mengikuti PIMNAS  ke 25 yang terdiri dari:

 

No.

Judul kegiatan

Bidang Kegiatan

Kelompok Pemenang

Dosen Pendamping

1.     

WEB GIS Untuk Tracking Rute Perjalanan Transportasi Umum Dengan Menggunakan Algoritma Dijikstra dan Google Maps API 

PKM-KC

·   Abraham Mikhael D 

·   Esa Fauzi

·   Rizkiyanda Tri Putera Akhmad

·   Muh. Fitra Ramadhan

·   Rizal Rifqiana Mutaqin

Djadja A. Sardjana, ST, MM

2.     

WOBI-TRABAS (Web and Mobile Based Decision Support Application for Traffic Booster Adjustment System) 

PKM-KC

·   Fikri Arfiana 

·   Mohamad Sodiq

·   Anna Mardiyani

·   Ema Patmawati

·   Yuliana

Danang Junaedi,ST, MT

3.     

Sistem Rekomendasi Pemilihan Dokter Berdasarkan Penyakit, Lokasi dan Biaya untuk Masyarakat Kota Bandung

PKM-KC

·   Vika Sylvana

·   Irfan Anggara

·   Arbyanshah

·   Aulia Saufa Y

·   Ragha Pramadita P

Danang Junaedi,ST, MT

 

 

4.     

Aplikasi Pencarian Data Informasi Untuk Penyandang Disabilitas

PKM-T

·   Mochammad Taufan Maulana Rukanda

·   Ahmad Gelar Andika

·   Adhi Subhana

·   Dicky Rai P

·   Dickson Pratama

Sriyani Violina, ST, MT.

 

Kegiatan ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki potensi dan energi yang besar untuk diasah dan dikembangkan ke arah suatu kemampuan yang dibutuhkan bagi peningkatan mutu pembangunan bangsa dan negara. Untuk itu, mahasiswa perlu diberi peluang dan tantangan tersistematis guna meningkatkan mutu kreativitas, mentalitas dan perilakunya. Di samping itu, aspek kerjasama dan komunikasi yang bermanfaat antar intelektual muda, yang selama ini menjadi kendala lulusan perguruan tinggi, juga perlu dibudayakan. Perkembangan paradigma dan budaya akademik baru tersebut seyogyanya tidak hanya sebatas lokal di Perguruan Tinggi masing masing semata, melainkan juga sampai pada level nasional, bahkan global. Oleh karena itu, Ditjen Dikti memandang perlu menciptakan berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk saling berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual berskala nasional, seperti Lomba Robot, Lomba Konstruksi Jembatan dan lain-lain, termasuk even akademik mahasiswa terbesar, yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Melalui PIMNAS, karya-karya kreatif mahasiswa dipertemukan, dibahas sesama mahasiswa dan juga juri, sekaligus disampaikan kepada masyarakat.

Atas keberhasilan ini Koordinator Pusat Studi Univesitas Widyatama, Nugroho J. Setiadi, PhD menyampaikan apresiasinya sebagai berikut:

Kepada mereka yang berhasil memenangkan hibah PKM dan berkesempatan ikut PIMNAS, kami ucapkan SELAMAT atas prestasinya dan selanjutnya tunjukkan karya kreatif kalian dan pertanggungjawabkan hasilnya. Kepada Biro Kemahasiswaan dan Prodi yang berupaya memotivasi dan mengkoordinasi kegiatan ini, serta para dosen pendamping yang secara tulus dan ikhlas mendampingi para mahasiswanya, kami dari Koordinator Pusat Studi hanya menyampaikan apresiasi dalam bentuk ucapan SELAMAT dan TERIMA KASIH. Mudah-mudahan keberhasilan ini dapat menjadi pemacu bagi yang lainnya dan mendapat perhatian dari para pemimpinnya. 

 

 

Konser #LadyGaga, “Benefit dan Profit Setan” Serta Hilangnya “Subsidi Media”

 

 

Saat ini masyarakat, fihak berwenang sedang sibuk dengan “Distorsi Infomasi” tentang Konser #LadyGaga.  Dikutip dari @DetikNews (Kamis, 17/05/2012 14:04 WIB), Konser Lady Gaga di Jakarta terancam batal. Polri masih mengkaji untuk melakukan keputusan yang terbaik terkait pemberian izin untuk konser meski Polda Metro Jaya tidak merekomendasikan digelarnya konser Lady Gaga.

 

Bahkan pemerintah  Malaysia selaku negara serumpun dengan Indonesia punya sikap senada. “Sama dengan kebijakan pemerintah Indonesia ha ha,” ujar Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan Malaysia, Dato Seri Mohamed Nazri Bin Abdul Azis, usai bertamu ke kediaman Ketua MPR, Taufik Kiemas, di Jl Teuku Umar, Jakarta, Kamis (17/5/2012). Tahun lalu, radio-radio di Malaysia pernah memboikot salah satu single Lady Gaga yang berjudul ‘Born This Way’. Mereka khawatir lagu yang disebut-sebut sebagai lagunya kaum gay itu bisa menyakiti perasaan warga Malaysia.  

 

 

Banyak fihak yang menganggap Konser Konser #LadyGaga ini akan berkontribusi pada “Benefit dan Profit Setan” dengan berbagai alasan. Bisa jadi ini juga merupakan pergulatan sengit kapitalis “Fun, Food and Fashion” dari Amerika, Eropa, Jepang, Korea bahkan Cina untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Mereka mencoba menjadikan Indonesia seperti Spanyol yang netral pada Perang Dunia Kedua, namun penuh intrik spionase untuk memperebutkan pengaruh “Human Capital” (Modal Insani) Indonesia di masa datang.

 

Dilain fihak, ada masukan dari beberapa elemen yang menjadi acuan polisi untuk tidak merekomendasikan pemberian izin digelarnya konser musik penyanyi dunia Lady Gaga. Elemen tersebut diantaranya organisasi masyarakat, fraksi di DPR dan lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Ada 8 elemen yang memberi masukan untuk tidak diberi rekomendasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/5/2012).

 

Pada sisi lain mungkin ini mirip dengan fenomena “Distorsi Infomasi” pada saat BBM akan dinaikkan beberapa waktu yang lalu. Terlihat hilangnya “Subsidi Media” pada beberapa kesempatan dimana “subsidi” yang harusnya diterima oleh rakyat banyak yang masih sangat membutuhkan pangan dan papan. “Subsidi  informasi”, layaknya Subsisid BBM, seharusnya merupakan representasi kepentingan bagi ratusan juta Bangsa Indonesia yang lebih berhak menikmati subsidi ini untuk memperoleh data, informasi, pengetahuan dan “Wisdom” (kebijakan/kearifan) dari Media.

 

<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/G49q6uPcwY8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Persepsi Manajemen Pengetahuan Yang Terdistorsi

Bagi banyak orang, manajemen pengetahuan adalah sebuah konsep yang membuat frustasi. Tidak seperti, intelijen bisnis (Business Intelligence) yang berkaitan dengan konten terstruktur seperti statistik dan data lapangan, manajemen pengetahuan berusaha untuk menangkap memori, ide-ide tidak terstruktur dan pikiran karyawan yang bermafaat bagi perusahaan.
 
Dalam lingkungan bisnis yang berfokus pada hasil, di mana peluncuran produk dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham adalah hal yang terpenting. Pengambil keputusan berjuang untuk mengukur manajemen pengetahuan. Sebagai suatu disiplin, pada dasarnya Manajemen Pengetahuan tidak jelas dan karena itu sering dipandang oleh manajemen senior sebagai hal yang tidak penting.
Mencari Nilai Kebenaran
Bisnis adalah tentang proses, fungsi dan “bottom-line”, serta semua ini adalah tentang inovasi dan ide. Dalam sebuah artikel berjudul “The New Knowledge Management”, Mark W. McElroy presiden  Konsorsium Internasional Manajemen Pengetahuan, mengatakan:
“Bisnis yang mendukung gagasan majemuk, bahkan yang tidak masuk akal, akan juga memiliki dampak pada kinerja secara keseluruhan dalam inovasi perusahaan.”
  
Ide-ide yang berharga muncul ketika karyawan mengkonsumsi, menganalisis, mengasimilasi dan secara spontan membuat repositori informasi. Pemeraman ide-ide ini membentuk dasar pengetahuan organisasi dan evolusinya. Para Manajer mengakui pentingnya menangkap ide dan menyadari bahwa mereka harus berurusan dengan manajemen pengetahuan.
Sebuah survei di Eropa, yang dilakukan oleh Jasa Manajemen Pengetahuan KPMG, menemukan bahwa 80% dari manajer senior mempertimbangkan manajemen pengetahuan untuk menjadi aset strategis. Pada saat yang sama, banyak manajer tidak dapat menentukan strategi manajemen pengetahuan.
Hal ini disebabkan, sebagian industri gagal untuk menemukan definisi yang berkelanjutan tentang apa yang merupakan manajemen pengetahuan. Tanpa kohesi itu, upaya internal untuk mendefinisikan manajemen pengetahuan akan menjadi terdilusi dari waktu ke waktu agar karyawan membawa ide-ide   dan definisi baru untuk perusahaan mereka.

Sistem Filter
Ada persepsi terdistorsi dari manajemen pengetahuan adalah fakta bahwa perusahaan dipenuhi dengan informasi yang keliru. Kolaborasi seperti sistem email dan forum diskusi, selain tempat-tempat yang lebih tradisional untuk berdiskusi seperti pertemuan dan sesi pelatihan, telah menyebabkan informasi yang berlebihan bagi perusahaan
Sebuah survei dari 423 perusahaan di Inggris, benua Eropa dan Amerika Serikat dilakukan oleh KPMG Consulting menemukan bahwa 65% organisasi mengeluhkan informasi yang berlebihan.
Di antara tumpukan informasi yang tidak berguna; ada wawasan yang berguna, pengetahuan yang bisa diperthankan dan ide-ide inovatif yang bahkan memungkinkan  perusahaan memimpin dalam bidangnya. Tantangannya terletak dalam memisahkan “padi dari sekamnya”. Proses pengkajian yang baik diperlukan untuk menangkap informasi yang berharga dan menyaring ide-ide yang kurang penting.
Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan seksama menganalisis apa  sumber daya karyawan yang diggunakan. Kadang-kadang sistem strategis yang ditempatkan oleh manajemen senior  tidak dapat digunakan, sedangkan sistem yang dikembangkan oleh seorang karyawan baru dipekerjakan dipakai oleh sesama karyawan karena paling sesuai dengan situasi yang ada. Mampu mengidentifikasi dan mendorong terobosan ini dapat menjadi vital untuk evolusi suatu perusahaan.
  
Proses penilaian ide paling terikat langsung dengan struktur dan hirarkis organisasi. Sebagai contoh, sebuah asosiasi penjualan mungkin punya ide untuk restrukturisasi suatu aspek tertentu dari proses penjualan. Nilai gagasan  mungkin awalnya dimulai dalam percakapan santai dengan kolega. Namun, potensi dari ide hanya akan terwujud ketika disajikan kepada para pembuat keputusan kunci dalam struktur hirarki organisasi.
“Memastikan aliran ide-ide melalui hirarki organisasi sangat penting untuk meningkatkan lingkungan manajemen pengetahuan.”
Di sisi lain, proses tersebut menyiratkan struktur untuk menangkap ide-ide dan pengetahuan yang memiliki potensi untuk menggerogoti hal yang paling berharga tentang manajemen pengetahuan. Definisi terlalu ketat dan apa yang harus diisi akan mengurangi kemampuan karyawan untuk beradaptasi dan terbuka dalam komunikasi dan kolaborasi dari manajemen pengetahuan.
Beradaptasi atau Mati
Untuk menuai manfaat manajemen pengetahuan,  pembuat keputusan perusahaan harus menemukan cara untuk merumuskan beberapa struktur yang  pada akhirnya, tetap suatu proses yang tidak terstruktur. Organisasi yang gagal untuk memelihara ide-ide berharga karyawan mereka dengan cepat akan dihancurkan oleh saingan yang lebih gesit dan kompetitif.
Jadi, daripada berpikir manajemen pengetahuan sebagai “Sesuatu Yang Terdistorsi” oleh ketidakjelasan, pengambil keputusan harus melakukannya dengan baik. Untuk diingat bahwa dalam beberapa hal itu tidak jelas, terbuka untuk interpretasi, pertimbangan dan inovasi.
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/FZ5AY2j1cqk” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Blackberry dan RIM: Ketika Kreatifitas dan Inovasi Berhenti

 

Selalu sedih melihat perusahaan  besar yang tersapu ke dalam kelesuan, tak memperoleh angin dari komunitas teknologi, serta secara bertahap keluar dari Silicon Valley sampai “jatuh ke tempat gelap”. Setelah itu, mati dan secara menyedihkan dilupakan. Itu memang sedikit melodramatis.

Research In Motion; Mereka benar-benar berjaya dengan pesan dan “multitasking software Blackberry Messenger” di tahun 2000an ini. Mereka juga bertanggung jawab untuk ponsel pertama yang benar-benar terhubung dengan orang kaya dan pengusaha yang miskin waktu, yang memungkinkan penguasa industri untuk berbaring sementara tetap terhubung ke kantor setiap saat.  


Tapi saat ini berbeda, khususnya antara 2007/8 ketika RIM dan perangkat Blackberry mempunyai masa jayanya. Enkripsi yang ditawarkan pada semua pesan dan email yang dikirim melalui handset adalah menarik bagi bisnis, dan semuanya berjalan baik pada perangkat RIM untuk waktu yang singkat. Meskipun penting untuk diingat, ini adalah waktu ketika iPhone tidak mampu menangani layanan email terenkripsi dan Android hanyalah isapan jempol imajinasi di Microsoft. RIM berada di atas, dan tampak seperti itu bisa tetap seperti itu.

Tapi seperti halnya dengan semua perusahaan yang tak tertandingi, RIM sedikit terlalu puas serta agak terlalu malas ketika mengembangkan perangkat lunak baru dan model untuk smartphone mereka. Mengapa mengubah produk setelah semua menjadi pemenang? Nah RIM, itu dilema teknologi yang Anda hadapi – anda bukan sepasang itu Levi atau Magimix, yang kekuatannya terletak pada warisan mereka – dimana formula mereka  tetap tak berubah selama 50 tahun terakhir.  

 

 

Dan inilah kepuasan yang mengakibatkan situasi saat ini dihadapi RIM: model bisnis bombastis dengan telepon imajinatif. Untuk pengguna bisnis kelas atas yang menginginkan antarmuka multimedia ramping serta fungsionabilitas bisnis, ada iPhone. Untuk pelanggan finansial yang ingin akses ke App Store, ada Android. Apakah RIM cocok dalam dunia teknologi yang baru ini? Kita tidak  tahu pasti. Kita hanya bisa berharap bahwa  mereka bangkit dari abu kehancuran diri mereka sendiri .

Lengkapnya bisa dibaca di http://www.the7thchamber.com/2012/04/the-death-of-rim/  

<a href=”http://www.mbaonline.com/death-of-rim/”><img src=”http://images.mbaonline.com.s3.amazonaws.com/death-of-rim.gif” alt=”Death of RIM” width=”600″  border=”0″ /></a><br />Created by: <a href=”http://www.mbaonline.com/”>MBAOnline.com</a>

Manajemen: Peran Masif Manajer Kreatif Agar Tetap Kompetitif

Manajemen kreatif bertujuan untuk mengubah organisasi melalui perubahan cara mereka dijalankan, dengan membuka iklim dan gaya manajemen, meningkatkan partisipasi dan memberikan lebih banyak kebebasan pada karyawan  untuk cara-cara yang akan dicapai, misalnya pengembangan produk baru.

Manajer kreatif  mengelola orang secara efektif dan memiliki pendekatan kreatif untuk masalah organisasi berfokus pada:

  • Pemecahan dan kerja sama tim
  • Mencapai inovasi dan keunggulan kompetitif
  • Memetik manfaat & keuntungan dengan meningkatkan “tingkat” kreativitas dalam organisasi.

KARAKTERISTIK MANAGER KREATIF:

  1. Bersedia untuk menyerap risiko yang diambil oleh bawahannya ==> Merasa nyaman dengan ide-ide yang baru dikembangkan ==> Mampu membuat keputusan yang cepat ==> Mereka adalah pendengar yang baik.
  2. Tidak memikirkan kesalahan masa lalu ==> Menikmati pekerjaan mereka ==> Mengharapkan bawahan untuk berhasil ==> Memanfaatkan kekuatan bawahan

Lebih lanjut dapat dibaca di bawah ini:

[slideshare id=10683563&doc=thecreativemanager-16sep11-111224211338-phpapp02]