Persahabatan: Seperti Ulat Berubah Jadi Kepompong Dan Akhirnya Menjadi Kupu-Kupu

Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu
* kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang
Reff:
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na na na na na na na na na
Semua yang berlalu
Biarkanlah berlalu
Seperti hangatnya mentari
Siang berganti malam
Sembunyikan sinarnya
Hingga ia bersinar lagi
** dulu kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang
Repeat reff
(Lagu Kepompong – Sindentosca)

 

Sebagai pribadi, saya sangat menghargai Persahabatan Selama kurang lebih 5 windu setelah terlahir di dunia……hal ini menjadi prioritas dalam hidup. Mungkin tidak semulus seperti yang ada dalam sinetron, namun menurut pengalaman, persahabatan adalah sesuatu yang menjadi fitrah diri manusia sebagai mahluk sosial……..

 

Diri ini mencoba menjalin persahabatan dengan beberapa orang yang saling percaya (Trustworthiness)….dan Alhamdullilah berjalan dengan baik…… Kata kuncinya adalah Kami mencoba untuk tetap “lurus” dan “tidak berubah” semenjak pertama kali bersahabat sampai sekarang….meskipun jalan yang dilalui “terjal dan sampai bibir jurang”.

 

Hikayat 1 November: Lahirnya Paul Tibbets Yang Menjatuhkan Bom Atom “Little Boy” di Hiroshima

Paul Warfield Tibbets, Jr. (Quincy, Illinois, Amerika Serikat, 23 Februari 1915–Columbus, Ohio, 1 November 2007) adalah seorang perwira AS yang terkenal. Ia dikenal sebagai pilot Enola Gay, pesawat yang menjatuhkan bom atom (“Little Boy”) di atas kota Hiroshima-Jepang. Pada tanggal 6 Agustus 1945, pertama kalinya penjatuhan bom atom itu menimbulkan kematian massal warga sipil.
Bom yang dijatuhkan Tibbets menewaskan 140.000 orang Jepang dengan seketika. Pesawat tempur Enola Gay mendapatkan namanya dari ibu Paul Tibbets.
Setelah perang, Tibbets naik pangkat di US Air Force dari kolonel ke brigadir pada tahun 1959. Paul Tibbets pensiun dari kedudukan itu pada tanggal 31 Agustus 1966. Ia tak pernah menyesalkan pengeboman Hiroshima, dan mengatakan bahwa bila terjadi keadaan yang sama ia akan mengulanginya.
Setelah kematiannya mayatnya dikremasikan dan dimakamkan di tanah tak bernisan. Ia memastikan bahwa kuburannya takkan pernah bisa menjadi tempat peziarahan bagi penentang penggunaan senjata nuklir.

Petuah @DausGonia @PojokPendidikan Imaji+Nasi: Perpaduan Antara Idealisme (Imaji) dan Penghidupan (Nasi) Manusia

Pada hari Ulang Tahun @DausGonia, salah satu tokoh @PojokPendidikan saya selalu teringat Idiom darinya yaitu “Imaji+Nasi”. Dalam blognya DausGonia.com menulis “Jangan tanyakan siapa itu Daus Gonia, tapi tanyakan apa yang telah engkau berikan kepada negara.” Selain berkarya di Pojok Pendidikan, Ia juga menulis “Seringnya ngaku-ngaku pengangguran, padahal Freelancer dan menyibukan diri sebagai Self Employed di Playwork-ID juga sebagai penggembira di salah satu perusahaan Game Developer di Bandung. Selain suka bikin kopi dan bikin pusing, saya juga suka bikin Game dan Apps baik untuk mobile ataupun untuk Web Apps. Aktif di sosial Media Twitter dengan akun @dausgonia, enggan aktif di radio karena nanti disangka radio aktif. Padahal cita-citanya dulu jadi Pohon Pisang.”

Bagi saya, benar adanya bahwa kehidupan kita harus berdasarkan kesetimbangan serta Perpaduan Antara Idealisme (Imaji) dan Penghidupan (Nasi) Manusia. Idealisme yang kita anut, serta realisme kita hadapi. Ketika suatu sistem atau tatanan lingkungan bertentangan dengan idealisme kita, berpikir bijaklah, tidak harus dengan pemberontakan dan kata tegas yang kemungkinan akan mengeluarkan kita dari sistem tersebut. Karena ketika kita keluar dari sistem maka sulit bagi kita memperbaiki. 

Ada memang beberapa diskusi  menunjukkan adanya suatu tantangan bagi kita yang khususnya ketika masuk dunia kerja. Apakah idealisme masih perlu dipegang seiring dengan tuntutan kepada kita yang nyata dan realitis adanya? Tantangan untuk mewujudkan idealisme sementara sistem dan lingkungan yang kita masuki mungkin berlawanan dengan idealisme yang dianut.

Dalam situasi ini, kita dihadapkan pada pilihan antara idealisme dan kenyataan bahwa proses negoisasi dan kompromi sering terjadi dalam lingkungan kita. Semua itu adalah proses, maka apabila posisi kita dalam posisi sudah menikmati “Nasi” (Penghidupan), atau menjadi pengambil keputusan/kebijakan mulailah untuk mewujudkan “Imaji” (Idealisme) tersebut.

Selamat Ulang Tahun Daus Gonia, semoga selalu bisa menjaga Imaji+Nasi 🙂

#PendidikPembebas @PojokPendidikan Apakah Kita Sudah Memberikan Yang Terbaik Bagi Anak Didik Kita?

 

Pagi ini saya menjadi “Nara Sumber Dadakan” di acara “Teacher Social Media” yang diadakan Pojok Pendidikan dan LPP Masjid Salman-ITB. Sebagai sesama pendidik, selalu saya tekankan pada mereka agar Mencintai Profesinya sebagai Pendidik karena “Guru bukan sebuah Profesi atau Pengabdian, namun kecintaan dan gelora untuk melakukan perubahan”. Selain itu, Peran Guru  berubah, dia bukan lagi satu-satunya sumber kebenaran namun koki yang menyajikan pembelajaran agar menarik dan  bermanfaat bagi peserta didik.

 

Para guru yang paling dikagumi  anak didik adalah mereka yang tetap punya  keingin-tahuan secara intelektual dan profesional baik di dalam dan di luar kelas. Mereka menghindari stagnasi (kebekuan) dan mempertahankan semangat yang patut ditiru dalam proses belajar dan kehiduapan mereka sendiri. Mereka tetap hidup dalam kenangan siswa selamanya karena, rasa kreativitas menyenangkan, dan kasih sayang mereka.

 

Berikut adalah kualitas pendidik paling  berkontribusi agar  sukses, tahan lama, dan bahagia dalam karir mereka:

 

 

1. Guru yang sukses mempunyai harapan tinggi:
Para guru yang paling efektif mengharapkan prestasi besar dari siswa mereka, dan mereka tidak menerima sesuatu yang kurang dari itu. Di bidang pendidikan, harapan membentuk “self-fulfilling prophecy.” Ketika guru percaya bahwa setiap siswa dapat melambungkan harapan melampaui batas imajinasinya, anak-anak akan merasakan kepercayaan dan bekerja dengan guru untuk mewujudkannya.

 

 

2. Mereka berpikiran kreatif:
Para guru terbaik berpikir di luar kotak (Out of The Box), di luar kelas dan di luar norma. Mereka melompat “ke luar dinding kelas” dan mengajak siswa  dengan mereka! Sebisa mungkin, guru  mencoba untuk membuat pengalaman kelas yang menarik dan mengesankan bagi para siswa. Mereka mencari cara untuk memberikan siswa mereka aplikasi dunia nyata untuk pengetahuan, mengambil pembelajaran ke depan tindakan-dikemas tingkat. Bila kita berpikir taktis, tak terduga, berorientasi gerakan, dan sedikit gila … maka Anda akan berada di jalur yang benar.

 

 

3. Guru yang baik fleksibel dan sensitif:
Para guru terbaik meninggalkan kebutuhan mereka sendiri dan tetap peka terhadap kebutuhan orang lain, termasuk para siswa, orang tua, kolega, dan masyarakat. Ini menantang, karena setiap individu membutuhkan sesuatu yang berbeda, tapi guru yang sukses adalah jenis khusus yang memainkan banyak peran yang berbeda dalam hari tertentu dengan “fluiditas” dan rahmat, namun tetap setia kepada diri mereka sendiri.

 

 

4. Mereka penasaran, percaya diri, dan berkembang:
Kita semua akrab dengan guru yang stagnan, sinis, rendah-energi serta mengulur waktu mereka sampai pensiun. Mereka juga “menonton jam” (hanya mengisi waktu) bahkan lebih parah daripada siswa yang sekolah. Itulah yang TIDAK boleh dilakukan oleh guru. Sebaliknya, guru yang paling dikagumi memperbaharui energi mereka dengan belajar ide-ide baru dari guru yang lebih muda, dan mereka tidak merasa terancam oleh cara-cara baru dalam melakukan sesuatu di sekolah atau kampus. Mereka memiliki prinsip-prinsip yang kuat, tapi masih berkembang dengan perubahan zaman. Mereka “merangkul” teknologi baru dan percaya diri maju ke masa depan.

 

 

5. Mereka adalah manusia yang tidak sempurna:
Para pendidik yang paling efektif membawa diri mereka ke seluruh tantangan yang ada. Mereka merayakan keberhasilan siswa, menunjukkan belas kasih bagi orang tua yang berjuang, menceritakan kisah dari kehidupan mereka sendiri, menertawakan kesalahan mereka, berbagi kebiasaan unik mereka, dan tidak takut untuk menjadi manusia tidak sempurna  di depan murid-murid mereka.

Mereka memahami bahwa guru tidak hanya memberikan pelajaran dan kurikulum, melainkan guru-guru terbaik adalah pemimpin inspiratif yang menunjukkan kepada siswa bagaimana harus bersikap dalam semua bidang kehidupan dan di semua jenis situasi. Guru yang baik mengakui ketika mereka tidak tahu jawabannya. Mereka meminta maaf bila diperlukan dan memperlakukan siswa dengan hormat.

 

 

6. Guru yang sukses menyenangkan dalam belajar dan dalam kehidupan:
Para guru yang paling dikagumi menyenangkan, ringan  serta keluar dari pembelajaran yang serius. Mereka tidak takut untuk menjadi konyol karena mereka dapat memusatkan perhatian siswa kembali – dengan hanya bahasa tubuh atau perubahan nada suara.

 

@KokiPembelajaran Sabtu Berwarna: Kuliah Pengganti Applied Networking-3 dan Meninggalnya @PengajarMuda @HendraAripin

Kuliah Pengganti Applied Networking-3
 
Kemarin saya memberikan kuliah Kuliah Pengganti Applied Networking-3 karena  jadwal semestinya pada hari Senin saya harus ke luar Jawa. Sama seperti hari sebelumnya, masih dalam keadaan serak namun memaksakan diri karena merasa punya hutang pada mahasiswa.
 
Kuliah harus dimulai dengan acara mencari kunci Ruangan Laboratorium Networking (B410) karena para “pemangku kepentingan kunci” masih terlelap tidur. Akhirnya kuliah bisa dimulai dengan teori terlebih dahulu sbb: 
 
Router mempunyai fungsi untuk menghubungkan 2 atau lebih network yang berbeda.  Router mempunyai routing table yang digunakan sebagai dasar dalam pencarian jalur menuju network yang dituju oleh paket. Bila terdapat lebih  dari sisa jalur menuju network tujuan, maka router akan mencari jalur yang terbaik menurut aturan ” best path ” yang dimilikinya, jalur-jalur tersebut dinilai sama baik, maka bukan tidak mungkin router  akan melakukan ” load balancing ” yaitu menggunakan semua jalur2 tersebut. Isi dari routing table bisa didapat melalui berbagai cara: 
  1. Ketika sebuah interface di router akan diberikan IP dari sebuah network , dan statik layer 1 sudah “up” dan layer 2 juga sudah “up”, maka otomatis network dari IP yang di- assign ke interface tersebut akan di- input ke dalam  routing table . 
  2. Static route, ini adalah jenis route yang diinput secara manual ke dalam routing  table. Route jenis ini hanya cocok digunakan bila skala network tidak terlalu besar atau ketika diperlukan route khusus ke sebuah network, karena sering bertambahnya jumlah segment/network , maka jumlah statik route dan juga  “gateway” tempat paket dikeluarkan akan meningkat. 
  3. Dynamic route , route jenis ini akan di-input ke dalam routing table dan bantuan  dari routing protocol . Jenis route ini akan cukup dideklarasikan saja (menggunakan comment “network”), lalu routing protocol pada router akan meng- input ke dalam routing table dan mencarikan “gateway” atau jalur keluar bagi paketberdasarkan algoritma yang dijalankan. 
  4. Default route ini adalah route yang akan  digunakan ketika router tidak dapat menemukan jalur lain menuju network tujuan yang lebihspesifik, default route sebenarn ya adalah static route dengan format 0.0.0.0/0.

Kuliah dilanjutkan dengan Praktek pada Perangkat Cisco yang ada di Ruangan Laboratorium Networking (B410) dengan  konfigurasi sbb:

Meninggalnya @PengajarMuda @HendraAripin

Pada hari yang sama kami mendapat berita duka Telah berpulang ke hadapan-Nya Hendra Aripin (1986-2012), alumni Pengajar Muda Kabupaten Halmahera Selatan, tahun 2010-2011,  di Kuching, Malaysia. Beberapa bulan terakhir, Hendra menjalani pengobatan intensif di sana. 

Hendra, atau lebih akrab disapa dengan nama Aheng, lulus sebagai Sarjana Teknik dari jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 2009. Hendra aktif di Himpunan Mahasiswa Sipil ITB dan Komunitas Sahabat Kota di Bandung. Menjadi sukarelawan Komunitas Sahabat Kota untuk Program Edukasi Kreatif April 2010 merupakan pengalaman yang paling penting menurutnya. Sebab mengenalkannya kepada dunia pendidikan anak-anak sekolah dasar, lewat cara pendidikan yang sama sekali berbeda dengan pendidikan formal. Mengajar lewat bermain, mengenalkan pengetahuan umum dengan cara yang menyenangkan dan mudah diserap anak-anak SD.

“Nothing permanent in this wicked world, not even our troubles,” demikian nasihat bijak Hendra yang masih terngiang walau dia sudah mendiang.

Pantas jika Keluarga Besar Indonesia Mengajar mengungkapkan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Hendra. Semoga amal perbuatan Hendra diterima dalam kondisi terbaik di hadapan Sang Pemilik Hidup dan dia diampuni segala kesalahannya.

Terima kasih semua sumbangsihmu….Kami dari Komunitas Pojok Pendidikan terinspirasi perjalanan hidupmu seperti yang kau katakan: “Terkadang keberadaan momen yang berharga untuk kita muncul karena sebuah peristiwa di mana kita tidak terlibat di dalamnya.”

 

Filosofi Pembelajaran Dengan Bermain Peran (Role Playing)

Bermain Peran, turunan dari sosiodrama, adalah metode untuk menjelajahi isu yang terlibat dalam situasi sosial yang kompleks. Ini dapat digunakan untuk pelatihan profesional atau di ruang kelas untuk memahami sastra, sejarah, dan bahkan teknik, kedokteran serta ilmu pengetahuan.
FYI. Saya sudah lakukan untuk Kuliah Kewirausahaan, Ekonomi Teknik, Manajemen Inovasi, Pengantar Lingkungan Industri, IT Audit, Applied Networking-IV, bahkan Statistik 🙂
Psikolog perkembangan terkenal, Jean Piaget, menggambarkan dua mode belajar: “Akomodasi” dan “Asimilasi”. Dalam asimilasi, peserta didik seperti “mengisi” peta mental sesuai dunia mereka. Sementara pada akomodasi, mereka mengubah peta mental, dengan memperluas atau mengubahnya agar sesuai dengan persepsi baru mereka. Kedua proses saling melengkapi dan bersamaan, namun berbagai jenis pembelajaran cenderung hanya menekankan salah satu modus.
Menghafal hafalan cenderung menekankan asimilasi. Sebaliknya, belajar memanjat pohon, berenang, atau naik sepeda menekankan akomodasi. Akomodasi melibatkan cara mendapatkan sebuah “bakat”, dan cenderung menjadi semacam pembelajaran yang hampir tidak mungkin untuk dilupakan. Belajar asimilatif, seperti yang kita semua tahu, adalah sangat mudah dilupakan.
Beberapa jenis hafalan dapat menjadi akomodatif sampai-sampai kata-kata, atmosfir atau gagasan terkait dengan ritme, irama puitis, dan musik sehingga mengapa kelompok kecil tertentu mudah memibacakan atau memainkan naskah atau lagu narasi Shakespeare. Hal ini memungkinkan seseorang jauh lebih mudah memahami dan menguasai daripada, katakanlah menghafal daftar kosakata yang harus dikuasai dan kemudian dilupakan. Ini ada hubungannya dengan penggunaan informasi dan metodologi tertentu seperti Bermain Peran.
Sayangnya, begitu banyak pendidikan berorientasi pada jenis pembelajaran yang dapat lebih mudah diuji, yang sifatnya asimilatif, yaitu tipe belajar penghafalan. Namun yang dunia benar-benar butuhkan adalah orang yang memiliki keahlian, dan keterampilan melampaui pengetahuan fakta belaka. Keterampilan, memerlukan pengujian kinerja berorientasi lebih kompleks yang membutuhkan perhatian lebih dari pendidik, mencakup variabel yang lebih dalam dan halus. Dan kompetensi serta keterampilan mencerminkan jenis pembelajaran akomodatif.
<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/mhtdwIHXeU8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Mengapa Ada Ikatan Emosional Yang Kuat Pada Keluarga Kita

Manusia sering cenderung bereaksi berlebihan terhadap hidupnya. Kita terlalu terluka dalam berbagai hal. Kita terlalu banyak memompa adrenalin, dan hal-hal kecil terlalu cepat menjadi besar. Hidup sebagian besar waktunya menjadi sebuah opera sabun saat benar-benar itu tidak harus terjadi.

Masyarakat mengajarkan kita bahwa pria dan wanita secara emosional reaktif dengan cara yang berbeda. Wanita dituduh mengekspresikan emosi mereka terlalu banyak; dimana pria yang seharusnya menyembunyikan emosi mereka. Pria telah belajar untuk menutupi emosi mereka untuk beberapa hal, tetapi mereka tidak dapat menutupi perasaan ini dari diri mereka sendiri.

Proses penghancuran dan tabrakan serta tumpahan pada semua hubungan melalui berbagai tingkat yang telah disebut adalah proses penyesuaian perkawinan. Dibutuhkan banyak pasangan untuk beberapa tahun sebelum percampuran kepribadian terjadi. Proses ajaib ini cenderung bekerja lebih cepat dan lebih efisien jika kita dapat mengontrol emosi kita dan tidak terbawa ketika emosi kita tinggi.

Sibernetika adalah ilmu yang berhubungan dengan studi perbandingan sistem kontrol manusia, seperti otak dan sistem saraf. Sibernetika juga mengacu pada sistem syaraf yang kompleks. Dalam Sibernetik ada frase kenikmatan, suatu umpan balik yang tak terkendali. Ini menggambarkan bagaimana impuls syaraf dapat benar-benar keluar dari tangan, berhubungan bolak-balik satu sama lain, tidak bisa berhenti.

Orang tidak harus melihat lebih jauh untuk melihat perilaku menyimpang di kalangan orang dewasa. Misalnya, Rapat di kantor kadang-kadang tak terkendali seperti yang kita menumpahkan emosi masing-masing, baik negatif dan positif. Orang-orang pada usia berapa pun dapat menjadi tidak masuk akal. Keluarga juga dapat menumpahkan emosi satu sama lain dan dapat dengan cepat menjadi baik sangat positif atau negatif. Umpan balik Sibernetika menghasilkan “Multiplier Effect” (Efek Berganda).

Dalam satu keluarga, sebuah contoh dari sebuah “umpan balik tak terkendali sibernetik” akan terjadi saat seorang ibu tiba di rumah serta menemukan anak remajanya  mengerjakan pekerjaan rumah melainkan menonton TV. Semua suasana hati yang baik seorang ibu tiba-tiba kusut. Musik anak perempuannya tersebut terdengar terlalu keras, rumah tampak berantakan, tidak ada yang tersedia untuk makan malam dan suaminya bertanya-tanya apa masalahnya? Dapatkah Anda memikirkan contoh terkendali loop umpan balik sibernetik dalam keluarga Anda?

Ketika kita berusaha untuk berkomunikasi secara efektif dengan satu sama lain dalam keluarga kita, keseimbangan terletak pada bagaimana kita mengelola untuk menjaga emosi positif.  Hidup dalam hubungan kita yang sangat erat satu sama lain dapat meminimalkan simpang siur emosi negatif yang dapat dengan mudah keluar dari kontrol.

Bagaimana individu menenangkan diri ketika mereka terlalu emosional?

  • Biarkan orang lain tahu bahwa Anda perlu timeout (jeda sesaat). Kembali ketika Anda tenang, kemudian dengarkan, bicara dan mencari solusi.
  • Sadarilah bahwa ada hubungan pikiran negatif satu sama lain, begitu juga pikiran positif.
  • Bersihkan kepala Anda dengan menghitung mundur dari 10 atau 20.
  • Bayangkan sebuah adegan yang menenangkan atau santai.
  • Jangan melihat seluruh situasi, melainkan memecahnya menjadi bagian-bagian kecil yang tidak muncul emosi yang begitu kuat.
  • Baik pria dan wanita, perlu belajar untuk berbicara dan mengekspresikan diri.

Bagaimana kita memberikan pengaruh positif bagi keluarga?

  • Memantau dan membatasi tayangan yang tidak memberikan hal positif yang berhubungan dengan manusia, termasuk acara seperti sinetron, reality show TV, film, video game kekerasan, surfing situs Web yang tidak sehat.
  • Beri batas waktu keluarga untuk menunjukkan dan membuat semua orang menyadari adanya umpan balik sibernetik tak terkendali seperti yang sering terjadi. Gunakan kata kode yang memiliki arti bagi keluarga. Satu keluarga menggunakan nama “Charlie” karena itu merupakan nama anjing yang  mereka miliki serta tidak terkendali.
  • Pikirkan tentang saat ketika keluarga Anda mengalami umpan balik sibernetik tak terkendali. Bagaimana mulainya? Apa yang terjadi? Bagaimana bisa dihindari lain kali? Ketika emosi tenang, bersenang-senanglah dengan bermain peran situasi ini sebagai sebuah keluarga sehingga semua orang bisa merasakan bagaimana bisa dilakukan secara berbeda. 
 John D. DeFrain, Extension Specialist, Family and Community Development; Jeanette L. Friesen, Extension Educator; Gail L. Brand, Extension Educator; Dianne M. Swanson, Extension Educator 

 

    Puisi: Sedu Sedan Antara Tawa dan Airmata

    Sudah kering kelopak jiwamu terbawa seka
    Seketika kelam sangsaka kelana meratap hampa
    Sedu sedan antara tawa dan airmata
    Simbah harapan terpaku karma tergolek kasta

    Simpan rindu semesta langit karsa
    Sampaikan do’a pengiring kalbu kantata
    Suguhkan arti semanis hantaran takwa
    Sembilu kala derita ruang maya nan hampa

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=orAFPh_KHlg&w=600&h=400]

    Saya dan Presiden Fidel Ramos: Filosofi "Global, Dynamic, Entrepreneurship"

    Saya dan Presiden Ramos

    Tanggal 26 Januari 2012 adalah hari istimewa bagi saya dan Asep Tsauri pada saat mengikuti “2012 International Conference on Business, Entrepreneurship and Management” (ICBEM2012) di San Beda College Manila, Philippines. Hari itu pada saat para tamu sudah memasuki arena konferensi, saya dan Asep sedang ber-narsis ria mendokumentasikan kegiatan ini untuk Universitas Widyatama, COMLABS-ITB dan Pojok Pendidikan. Tiba-tiba, kami lihat sosok yang sudah saya kenal sejak lama dan menjadi idola banyak orang di Filipina dan Asia Tenggara bahkan dunia termasuk saya. Dialah Fidel Valdez Ramos Presiden Filipina ke-12 yang lahir di Lingayen, Pangasinan, Filipina, 18 Maret 1928. Ia menggantikan Corazon Aquino dan mengakhiri jabatan kepresidenannya pada tahun 1998, saat digantikan oleh Joseph Estrada.

    Adalah suatu kehormatan dan kebetulan tanggal lahir saya sama dengan beliau yaitu 18 Maret. Beliau beberapa kali mengatakan pada saya kata-kata “Global, Dynamic, Entrepreneurship” dengan penekanan pada nilai-nilai yang mirip dengan “Silaturahmi Mendatangkan Rejeki”. Ya, Fidel Ramos walaupun seorang tentara dengan masa kerja lebih dari 40 tahun, adalah seorang Negarawan yang cinta perdamaian pada semua kalangan. Bahkan ia menceritakan secara menggelitik pertemuannya dengan salah satu tokoh pemerintahan Indonesia yang Muslim dan mengkorelasikannya dengan hubungan kedua negara yang selama ini terjalin dengan baik. Itu dibuktikannya dengan digenggam dan dijabatnya tangan saya selama kurang lebih 20 menit oleh mantan presiden Philipina Fidel V. Ramos sebagai tanda persahabatan dan penghormatan kepada tamu seolah sahabat dekatnya 🙂

    Fidel “Eddie” Valdez Ramos (lahir 18 Maret 1928), dikenal sebagai FVR, adalah Presiden Filipina ke-12 1992-1998. Selama enam tahun berkuasa, Ramos dikenal secara luas dan dikagumi oleh banyak orang untuk revitalisasi dan memperbaharui kepercayaan internasional dalam perekonomian Filipina. Sebelum terpilih sebagai presiden, Ramos bertugas di Kabinet Presiden Corazon Aquino, pertama sebagai kepala staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dan kemudian, sebagai Sekretaris Pertahanan Nasional 1986-1991.

    Selama Revolusi EDSA 1986 yang bersejarah dikenal dengan “People Power”, Ramos atas undangan Menteri Pertahanan Juan Ponce Enrile, dielu-elukan sebagai pahlawan meskipun dia bukan bagian dari rencana banyak orang Filipina karena keputusannya untuk melepaskan diri dari pemerintahan Ferdinand Marcos serta berjanji setia dan loyal kepada pemerintah revolusioner yang baru dibentuk Presiden Aquino, mengikuti kejatuhan Marcos dari kekuasaan pada Februari 1986. Sebelumnya, dia adalah wakil kepala staf AFP di bawah Presiden Marcos.

    Di bawah Ramos, Filipina mengalami periode stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan ekspansif, sebagai akibat dari kebijakan dan program yang dirancang untuk mendorong rekonsiliasi nasional dan persatuan. Ramos mampu mengamankan perjanjian damai besar dengan separatis Muslim, pemberontak komunis dan pemberontak militer, yang didukung kepercayaan investor dalam perekonomian Filipina. Ramos juga agresif mendorong deregulasi industri utama bangsa dan privatisasi aset pemerintah yang buruk. Sebagai hasil pendekatan ekonominya, Filipina dijuluki oleh majalah internasional dan berbagai pengamat sebagai Harimau Berikutnya dari Pertumbuhan Ekonomi Asia.

    Namun, momentum dalam keuntungan ekonomi yang dibuat di bawah Administrasi Ramos sempat terganggu selama terjadinya Krisis Keuangan Asia 1997. Namun demikian, selama tahun terakhir istilah, perekonomian berhasil membuat rebound karena tidak parah terkena krisis dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

    Dia adalah satu-satunya orang Filipina yang menerima Gelar Bangsawan Kehormatan dari Kerajaan Inggris (British Knighthood from the United Kingdom, the GCMG or the Knight Grand Cross of the Most Distinguished Order of St Michael and St George). Ini diberikan kepadanya oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1995 untuk pengabdiannya di bidang politik dan pemerintahan.

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=bFeYSpNzYxo&w=600&h=420]

    Visi Pendidikan: Butuh Pandangan Garuda Yang Terbang Tinggi di Angkasa

    “Education is not a preparation for life, education is life itself.”

    Pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Demikian John Dewey menegaskan pemikirannya tentang pendidikan. Dengan demikian, umur pendidikan sama dengan keberadaan manusia di muka bumi ini.

    Untuk menjadi manusia yang sempurna, manusia tidak boleh tidak memang harus belajar, atau harus memperoleh pendidikan. Manusia merupakan mahluk yang dapat diajar dan dapat mengajar. Animat educandum dan animal educancus. Manudia mahluk pembelajar, mahluk yang dapat dididik dan dapat mendidik.

    Namun demikian, saat ini dimana pertumbuhan ekonomi yang dijadikan panglima dengan tidak berakar pada ekonomi rakyat dan sumber daya domestik serta ketergantungan pada utang luar negeri sehingga melahirkan sistem pendidikan yang tidak peka terhadap daya saing dan tidak produktif. Pendidikan tidak mempunyai akuntabilitas sosial oleh karena masyarakat tidak diikutsertakan di dalam manajemen sekolah. Pendidikan diselenggarakan dengan mengingkari kebhinekaan dan mengurangi toleransi serta semakin dipertajam dengan bentuk primordialisme. Hal ini ditunjang dengan Visi Depdiknas yang lebih menekankan pada pendidikan transformatif, yang menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak perubahan dari “masyarakat berkembang” menuju “masyarakat maju”.

    Untuk itu dibutuhkan Visi Pendidikan yang berperan seperti “Pandangan Garuda Yang Terbang Tinggi di Angkasa” dimana harus disadari bahwa pembentukan masyarakat maju selalu diikuti oleh proses transformasi struktural. Hal ini yang menandai suatu perubahan dari masyarakat yang potensi kemanusiannya kurang berkembang menuju masyarakat maju dan berkembang yang mengaktualisasikan potensi kemanusiannya secara optimal. 

    [youtube http://www.youtube.com/watch?v=_9jdZhceZr8?rel=0&w=640&h=420]