@NgabaduyIT Strikes Again To (Ngalalana Deui Ka) Batu Hijau – Sumbawa

Sekali lagi tim @NgabaduyIT berkelana ke Batu Hijau –Sumbawa. Kali ini tim diperkuat oleh @djadjas, @Tsauri28, Dwi Haryanto dan satu-satunya wanita yaitu Teh @k_amiDong. Misi bertujuan untuk memperkuat e-Learning di institusi tersebut terutama untuk Divisi Training.

Tambang Batu Hijau merupakan tambang terbuka tembaga dan emas.  Tambang dioperasikan oleh Newmont Mining Corporation anak perusahaan PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont). Tambang ini terletak 1.530 kilometer (950 mil) timur Indonesia dari ibukota Jakarta, di selatan Kabupaten Taliwang , di Pulau Sumbawa sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat. Tambang ini adalah hasil dari eksplorasi  dan program pembangunan sepuluh tahun didasarkan pada penemuan deposit tembaga tahun1999. Produksi dimulai pada tahun 2000.

Tambang memanfaatkan  metode penambangan terbuka “truck and shovel”  dengan bijih yang diproses pada “Semi-Autogenous Grinding” diikuti dengan sirkuit flotas . Produk jadi adalah konsentrat tembaga-emas, yang dikirim melalui pipa ke fasilitas penyimpanan di pantai Samudra Indonesia.

 

@NgabaduyIT Team @ariefbb @djadjas @ruangchupa On The Move: We Are Back To Batu Hijau

From Tue (18 Sep) to (20 Sep 2012) we are from @NgabaduyIT On The Move To Batu Hijau. We continue our journey on “The Rise of COMLABS e-Learning” at Sumbawa Besar one of big mine company. Our team consist of  @ariefbb (Arief Bahtiar), @djadjas (Djadja Sardjana) and @ruangchupa (Muhammad Yusuf).

My journey started from Bandung on 1:30PM and take only 3 hours to Soekarno Hatta International Airport (SHIA) Lion Air Terminal 1A by XTrans Travel….Amazing, that it can be done in the middle of Monday traffict jam at  Jakarta. For the next flight from SHIA we must predict approximately how lang it take jour from Bandung to Cengkareng because our flight is on 8PM 🙂

The other surprising moment that “Air Lion 1” JT650 (We call our flight to LOP fom JKT) only delayed ~30 minutes. You can imagine if our flight delay more than that, we will arrive at LOP in early morning of the next day. Below is our foto right after landed on 11:30PM on the same day 🙂

This mission merely stress on Content especially for TOEIC, Safety and Licensing. We hope this mission satisfy or goal and can give “sustainable operation”……Common Agent @ruangchupa we count on you 🙂 

In the middle of ATP, I still can write this blog as part of @Ngabaduy-IT task to give routine report to Control Room at Bandung. We hope our job in the good shape and achieve satisfying goal. We ended this report as Wa Kepoh said: “Euh, waktosna seep pamiarsa…. Urang sambung deui sanes waktos……” 😀

 

#TelematikaPembebas Bersiaplah karena @NgabaduyIT akan mengguncang Indonesia!

Ngabaduy, kalau dalam istilah mah disebutnya ngalalana atau hitchiker dalam bahasa Inggris. 

Kata ini diperkenalkan oleh Pak Djadja Sardjana saat tim Comlabs melaksanakan tugas-tugasnya ke seantero nusantara. 

Bercirikan gembolan tas, dan perangkat-perangkat yang dibawa, jadilah kami komplotan ngabaduy.

Tadinya ingin jadi Avatar-IT tapi tak apalah jadi Ngabaduy-IT 🙂

Bisa dibaca dan dilihat Sekuelnya di  http://www.facebook.com/NgabaduyIt dan Timeline Twitter di @NgabduyIT 

 

 

Hari Lahir Pancasila dan Techno.Edu.Preneur Seminar+Expo @Pojokpendidikan @ComlabsITB (2)

Dikutip dari http://bappeda.bantulkab.go.id/photo-post/post-43_n.jpg
Perlunya Kerja Sama Dalam Pengembangan Modal Insani (Human Capital)

Keberhasilan suatu bangsa sesuai yang disiratkan sila-sila dalam Pancasila, memerlukan sebuah cara atau sebuah strategi untuk melaksanakannya dan dalam hal ini kaitannya dengan Pengembangan Modal Insani sebagai suatu cara yang perlu mendapatkan pioritas yang tinggi dalam perencanaan pembangunan Sistem Pendidikan di Indonesia. Keberhasilan suatu Sistem Pendidikan dalam membangun bangsa adalah terjadinya keseimbangan tujuan-tujuan pendidikan yang akan mencapai manusia seutuhnya. Dan yang terjadi di Indonesia tidak terjadi sinkronasi antara Sistem Ekonomi Pendidikan dengan faktor makro ekonomi dan faktor mikro ekonomi, hal ini bisa terjadi terjadi karena akademis, bisnis dan pemerintah belum menyediakan parameter jembatan yang tepat (bridging).
Faktor “bridging” ini adalah adanya lembaga-lembaga  akademis, bisnis dan pemerintah yang belum fokus dan tidak punya strategi yang singkron dengan lembaga lainya. Atau dalam istilah sederhananya antar lembaga ini berdiri sendiri-sendiri dengan visi masing-masing tanpa memperhatikan hubungannya dan keterkaitannya dengan lembaga lainnya khususnya kaitannya dengan Pengembangan Modal Insani. Kementerian Pendidikan Nasional seharusnya melibatkan bidang Sumber Daya Manusia (Badan Kepegawaian Negara dan Daerah), Keuangan (Kementerian Keuangan), Pemerintahan (Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah), Sarana dan Prasarana (Kementerian Pekerjaan Umum), Telematika (Kementrian Kominfo), Legal (Kementerian Hukum dan HAM) dan lembaga lain dikalangan akademis dan bisnis untuk mencapai hal itu.
Modal utama dalam keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam membangun modal insani dan membangun jembatannya. Dan dalam hal ini pemerintah belum bisa memberikan strategi yang tepat dalam membangun modal insani yang  dapat dibangun melalui keberhasilan pembangunan pendidikan, termasuk Ekonomi Pendidikan di dalamnya, sebagai fondasi awal. Strategi pembangunan bangsa yang sedari awal sudah salah langkah jika dilihat dari perkembangan negara lain dalam menentukan kebijakan ekonominya. Atau lebih tepatnya adalah bukan salah langkah tapi kurang strategis sebagai langkah awal. Karena strategi kita menggunakan strategi ekonomi terbuka, atau yang dikenal dengan istilah liberasi ekonomi, dan langkah ini berpedoman kepada Konsesus Washington, yang menurut Pemenang Nobel Joseph Stiglitz , negara-negara berkembang yang berpedoman pada konsensus Washington pertumbuhan ekonominya tidak secepat Negara-negara yang tidak berpedoman kepada Konsensus Washington. Yang mana dalam konsensus Washington ini banyak kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada ekonomi mikro, dan modal insani yang keduanya tidak berjalan seimbang dengan ekonomi makro sehingga sangat berpengaruh pada isi dan konteks  dari Persfektif Ekonomi Pendidikan.  
Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo: “Lesson Learned” Dari Beberapa Perusahaan 
 
Sesi ini dibuka oleh Prof Dr. Ir. Bambang Riyanto (Kepala Lembaga Pengkajian Pendidikan , Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat ITB) dan meresmikan Blended Learning ITB yang merupakan portal belajar online bagi mahasiswa ITB yang saat ini telah mengakomodasi 246 mata kuliah. Berisi materi kuliah, platform pengumpulan tugas, bahkan forum diskusi, Blended Learning ITB yang dapat dikunjungi di http://blendedlearning.itb.ac.id ini bertujuan untuk mendukung sistem pembelajaran yang lebih berpusat kepada mahasiswa serta mengintegrasikan pembelajaran online dan tatap muka dengan menyediakan keduanya, sehingga kedua pendekatan ini saling mendukung satu sama lain.  
Hasil yang diharapkan dari adanya Blended Learning ITB yang juga memiliki aktivitas School on Internet dan Distance Education ini antara lain adalah adanya standardisasi pembelajaran, pemberian akses kepada masyarakat umum untuk ikut mempelajari mata kuliah di ITB, dan dalam jangka panjang untuk menciptakan masyarakat pembelajaran. Blended Learning ITB juga dibentuk untuk meningkatkan akses dan visibilitas web ITB, agar ITB makin dikenal oleh masyarakat luas.  
Sebagai Pembicara Pertama sesi ini adalah Hasnul Suhaimi (CEO PT. XL Axiata Tbk) yang menggambarkan Tantangan Terbesar Indonesia yaitu membutuhkan masyarakat Indonesia yang siap menjadi pemimpin global yang kompetitif. Namun demikian masih ada “Education Quality Gap” yang terlalu luas antara Indonesia dan negara sekitarnya. Hal ini disertai kurangnya “character building”, integritas menurun, Tidak mengajarkan Life Skills, Budaya “malu”, rendahnya semangat kompetisi karena rendah diri, dan Kemampuan Berbahasa Inggris praktis.  
Beliau mengatakan: “Indonesia membutuhkan masyarakat Indonesia yang siap menjadi pemimpin global yang kompetitif”. Untuk itulah XL menjawab tantangan Global dengan mengadakan program  “XL Future Leaders” (http://www.xl.co.id/futureleaders) yang bertujuan Menciptakan bibit baru Indonesia yang siap berkompetisi secara global untuk menjadi pemimpin melalui pendidikan Keahlian Utama (Life Skills) berbasis TIK. Kerangka 5 PILAR XL FUTURE LEADERS adalah:
  1. Berpikir Kritis: Kemampuan untuk memproses dan mengevaluasi suatu kondisi menggunakan pengetahuan dan logika, serta menyajikannya dengan cara yang  rasional.
  2. Kepemimpinan: Memupuk kemampuan seseorang menjadi visioner, mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain, memiliki rasa yang  kuat keberanian, tanggung jawab dan empati.
  3. Komunikasi: MengarBkulasikan pikiran dan pendapat secara efektif dan bermakna dalam hubungan apapun, serta mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan dan memahami.
  4. Kreatifitas: Stimulasi untuk mendorong batas-batas yang  diketahui dan berpikir di luar kebiasaan, dalam pengembangan metode baru yang inovatif dan solusi.
  5. Sikap: Seorang pemimpin harus memiliki sikap yang baik dan benar.
Pembicara Kedua adalah Harry Hermania (General Function Training Manager, Pertamina Learning Center) dengan judul presentasi “E-Learning Pertamina”. Beliau menggambarkan latar belakang dari program ini adalah: 
  1. Biaya pembelajaran (termasuk  biaya perjalanan dinas) masih relatif  tinggi.
  2. Program pembelajaran masih bersifat konvensional hanya dengan menggunakan metode tatap muka di kelas
  3. Optimalisasi pembelajaran masih relatif rendah dalam mendukung kompetensi teknis setiap pekerja

Adapun objektif yang diinginkan Pertamina dari “E-Learning Pertamina” adalah:

  1. Proses pembelajaran dapat dilakukan melaluipembelajaran jarak jauh.
  2. Mengurangi biaya pembelajaran (termasuk biaya perjalanan dinas)
  3. Menumbuhkan budaya proaktif learning
  4. Optimalisasi pembelajaran yang  mendukung peningkatan kompetensi teknis pekerja secara terukur
Pembicara Ketiga adalah Batara Yohannes (PT. Bank Internasional Indonesia Tbk) yang membahas “New Learning Initiative”. BII e-Learning dmulai dari tahun 2002 dengan biaya 40 juta rupiah dengan 1 modul: Mengenal Nasabah. Saat ini ada  28000 pengguna di 2012 dengan 20 Modul  yaitu  2 Modul Nilai / Induksi, 4 Modul Syariah, 3 modul KYC, 5 modul Manajemen Risiko, 2 Video Layanan Belajar  dan 1 Dalam proses. BII Memulainya dengan mengirim Nota Internal dan Hadiah, dan  Penilaian Kinerja dengan Pelatihan (e-learning) adalah komponen inti serta karyawan harus melewati Masa Percobaan periode dengan e-Learning.
Sesi ini diakhiri oleh dua pembicara yaitu William Tepfenhardt (Nokia) dan Mico Wendy (Konsep.Net) dengan topik “Mobile Learning Application”. Wiliam menginformasikan bahwa Nokia di Indonesia telah melibatkan 12,000 pengembang dari 50 universitas dan 3 operator, 2.5 jutaan orang men-download/minggu, telah ada 3.000 aplikasi lokal  dan  5 Nokia “Data Plan”. Sedangkan Mico mendeskripsikan aplikasi “Baby Play Learn” yang dikembangkannya.
Techno.Edu.Preneur Seminar+Expo juga dimeriahkan oleh penampilan Robot Angklung karya Kurnia Jaya Elizar (Alumni Informatika Universitas Widyatama) dan Ferry (Siswa SMK-4 Bandung) yang memberi hiburan tersendiri bagi hadirin. Bersamaan dengan seminar, dilaksanakan juga expo dan seminar paralel bertemakan pendidikan. Terdapat berbagai organisasi non-profit maupun perusahaan yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, antara lain Skhole PM-KM ITB, SD IT Rabbani, Komunitas Lingkungan Hidup, Agate Studio, Npaperbox, Segitiga.net, Rumah Belajar Sahaja, Fantastic Inc., Tim Network Comlabs, YPBB, LPP Salman ITB, Komunitas Sahabat Kota, Marketeers, dan Nyangkod.
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/–u3SyOxfqE” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Hari Lahir Pancasila dan Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo @Pojokpendidikan @ComlabsITB (1)

Sekilas Lahirnya Pancasila  sebagai falsafah dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kemarin diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

 

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.

Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Pada 1 Juni 2012, mantan presiden dan mantan wapres beserta keluarga hadir  pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang dikenal Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR/MPR. Mantan kepala negara yang hadir diantaranya B.J. Habibie, dan Megawati Soekarno Putri. Adapun mantan Wapres yang hadir diantaranya Try Sutrisno, Hamzah Haz, serta Jusuf Kalla. Keluarga mantan Presiden Soeharto dan anak-anak mantan Presiden  Soekarno serta putra-putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid juga ikut dalam peringatan kelahiran Pancasila itu.

Dalam peringatan kelahiran Pancasila ini para tokoh agama diberikan kesematan untuk menyampaikan pidato kebangsaan. Berbeda dengan tahun lalu, yang justru para mantan presiden yang bergiliran menyampaikan pidato kebangsaan. Wakil Presiden Boediono akan menyampaikan pidato kunci dalam peringatan hari bersejarah ini.

Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo: Menghidmati Pancasila Dengan Usaha Pengembangan Modal Insani

Menurut Adam Smith, Human Capital (Modal Insani) berupa kemampuan dan kecakapan yang diperoleh melalui pendidikan, belajar sendiri, belajar sambil bekerja memerlukan biaya yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan. Perolehan ketrampilan dan kemampuan akan menghasilkan tingkat balik “Rate of Return” yang sangat tinggi terhadap penghasilan seseorang. Berdasarkan pendekatan Human Capital ada hubungan Linier antara Investasi Pendidikan dengan “Higher Productivity & Higher Earning”. Manusia sebagai modal dasar yang diinvestasikan akan menghasilkan manusia terdidik yang produktif dan meningkatnya penghasilan sebagai akibat dari kualitas kerja yang ditampilkan.

Untuk itulah, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila, diselenggarakan Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo (@TEPSeminarExpo) oleh Comlabs USDI ITB dan Pojok Pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Techno.Edu.Preneur Seminar & Expo memiliki tiga kegiatan utama, yaitu seminar, expo, dan lomba untuk guru.

Seminar 

Seminar  diselenggarakan terdiri dari dua sesi seminar, yaitu:

  1. Seminar Pendidikan Kreatif dan Kewirausahaan: Seminar ini ditujukan untuk Guru pendidikan dasar dan menengah, Pemerhati/Komunitas pendidikan, Perusahaan pendukung pendidikan, Wirausahawan, Mahasiswa dan Umum.
  2. Seminar E-Learning dan Knowledge Management: Seminar ini ditujukan untuk Akademisi, Korporasi, Penyelenggara Training, Penyedia layanan Distance Learning dan Departemen pemerintahan.

Sebagai salam kebangsaan dan dalam rangka memperingan ketiga hari bersejarah di atas, seminar ini dibuka dengan Peserta, Panitia dan Narasumber berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya. Acara kemudian dibuka oleh Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D (Wakil Rektor Bid. Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni ITB) yang menekankan pendidikan dan latihan sebagai sarana pembangunan dan pengembangan Modal Insani (Human Capital). Beliau mengatakan: “Setiap diri manusia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan tanpa mengenal ruang dan waktu, tanpa mengenal usia dan tanpa dibatasi oleh bangunan gedung sekolah yang megah yang memisahkan antara si kaya dan si miskin walaupun itu membutuhkan Pembiayaan Pendidikan yang cukup besar. Falsafah Pendidikan yang memanusiakan manusia (humanize the human being) harus tetap menjadi pandangan hidup dalam dunia pendidikan sehingga akan tercipta pendidikan yang bebas secara politik, sejahtera secara ekonomi, adil secara hukum dan partisipatif secara budaya”.

Seminar Pendidikan Kreatif dan Kewirausahaan

Sebagai Pembicara Pertama adalah Pendidik Kreatif Bapak Dedi Dwitagama (Kepsek. SMKN 29 Penerbangan Jakarta) yang pertama kali hadir di Aula Barat ITB Bandung tahun 1978, saat ikut Lomba Paduan Suara se-Jawa bersama Tim Paduan Suara SMPN 19 Jakarta. Pada Seminar  Techno.edu.preuneur kali ini, beliau memberikan pencerahan perihal kreativitas di sekolah serta mengkhidmati pendidikan adalah jalan untuk menaikkan status ekonomi dan sosial seseorang. Beliau juga katakan bahwa peran Guru Kreatif  sebagai Lokomotif Pendidikan Berkualitas sangat penting terutama di era Teknologi Informasi ini. Pencerahan yang sangat menginspirasi peserta seminar ini diakhiri Pak Dedi:

Dengan hanya berpikir sebagai seorang pengajar, guru hanya memberikan materi ajar di depan kelas tanpa mampu mentrasfer nilai-nilai pokok dari sebuah pendidikan. Guru harus mencoba untuk membuka wawasan peserta didik tentang kehidupan, dia tidak hanya mengajar tapi juga berperan sebagai pendidik yang kreatif

Pembicara Kedua adalah Bapak Mohamad Rosihan (Presiden Komunitas Tangan Di Atas) yang menyampaikan bahwa untuk membangkitkan perekonomian Indonesia dan melepaskan ketergantungan Indonesia terhadap bangsa lain, perlu dicetak wirausaha yang banyak. Banyaknya wirausaha perlu dibarengi juga dengan karakter yang sehat yang sesuai dengan budaya dan kearifan masyarakat Indonesia melalui konsep Characterpreneurship. Karakter Entrepreneur ini dibentuk tidak dengan cara instant, namun melalui proses pendidikan jangka panjang yang berkarakter. Komunitas TDA dibangun atas dasar kesamaan Visi dan Misi yaitu menebar rahmat dengan jalan berbisnis. Hingga saat ini, Komunitas TDA telah beranggotakan lebih dari 20.000 pengusaha kecil menengah yang tersebar di seluruh Indonesia:

“Bagi kami, tujuan berbisnis atau berwiraswasta bukan hanya mencari kuntungan semata, tetapi juga orangnya harus berkarakter. Characterpreneurship berpegang pada nilai atau etika bisnis, anti korupsi, pembelaan terhadap produk dalam negeri, menciptakan lapangan kerja dan tentunya berkah bagi masyarakat” Muhamad Rosihan, Presiden TDA.

Pembicara Ketiga adalah Pak Brimy Laksmana (Education Manager Intel Education Indonesia) yangmembuka wawasan para pendidik tentang kebutuhan perubahan paradigma dan cara mendidik untuk menyesuaikan perkembangan dunia abad 21 lewat presentasi yang disampaikannya. Disampaikan juga workshop di Ruang Multimedia Comlabs-ITB untuk beberapa guru yang telah menerima Intel Classmate PC (CMPC) bersama aplikasi pendukung yang menyertainya untuk digunakan dalam mendukung pembelajaran dikelas, yang difasilititasi oleh Winastwan Gora (Senior Trainer Intel Education Indonesia).

Pembicara Keempat atau terakhir adalah Gerald Goh (Polyvision Education Consultant) yang memperkenalkan “Interactive Whiteboard” untuk penunjang peningkatan kualitas pendidikan. Melalui event ini, Polyvision ingin memperkenalkan 21st Century Classroom Technology dengan produk “Interactive Whiteboard” yang memiliki ceramic steel surface, open software architecture, dan wireless technology. Ini bisa digunakan dengan software-software pendidikan/corporate/personal yang sesuai dengan spek mereka. Hal ini tentu saja sangat menarik untuk komunitas IT di Indonesia, karena itu artinya kita bisa mengembangkan software untuk “interactive whiteboard” dengan platform Eno board.

Expo

Expo terdiri dari dua rangkaian utama yakni Pameran Kreativitas dan Paralel Session. Pameran Kreativitas diisi insan-insan kreatif dalam pendidikan maupun korporat untuk menampilkan hasil karyanya serta memotivasi pengunjung. Pameran ini akan menampilkan alat peraga hasil karya finalis kompetisi alat peraga pengajaran. Selain itu, akan ditampilkan juga produk-produk dari komunitas kreatif serta dari perusahaan sponsor sebagai berikut:

Nama Komunitas Presentor Judul Presentasi Waktu Presentasi
Start Duration End
Komunitas Lingkungan Hidup (M. Febrian) M. Febrian daerah berpotensi tanpa pengelolaan SDM yang unggul 9:30 0:30 10:00
Agate Studio(Mewakili komunitas Gedebuk – Game Devleoper Bukabukaan) Aditia Dwiperdana Why Learning Should be a Game 10:00 0:30 10:30
Npaperbox Taufik Sulaeman Museum of Knowledge 10:30 0:30 11:00
Segitiga.Net(Kummara) Adieb A. Haryadi Tiga Tantangan Boardgame untuk Techno.Edu.Preneur 11:00 0:30 11:30
SKHOLE PM-KM ITB Ganar Firmananda SKHOLE – Asyiknya Berbagi 11:30 0:30 12:00
Rumah BelajarSAHAJA (Sahabat Anak Jalanan) Rahma Ainun Nisa Kehidupan Jalanan dan Pendidikan 12:00 0:30 12:30
ISTIRAHAT




Fantastic Inc. Lingga Robi P. #Xpressive Basic Public Speaking Mini Workshop 13:00 0:30 13:30
Tim Network ComLabs Galih Nugraha Nurkahfi, Dwi Haryanto Teknologi Infrastruktur IT Tepat Guna 13:30 0:30 14:00
YPBB Perswina Allaili profil YPBB dan kegiatan yang bisa diikuti 14:00 0:30 14:30
LPP Salman ITB Jamah Halid ICT dan problematika pendidikan 14:30 0:30 15:00
Komunitas Sahabat Kota Siti Fauziah Education for Sustainable Development 15:00 0:30 15:30
Marketeers Aji Hogantara Marketing Yourself 15:30 0:30 16:00
Nyangkod Kresna Galuh Darastya Herlangga Belajar Pemrograman Tapi Nggak Horor 16:00 0:30 16:30

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/Dj2zRH0C888″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>