I Love Monday: Antara Rapat Manajemen, Rekrutmen, Kuliah Cisco Security, Buka Bersama Dengan Riris dan Anak Tetangga Korban Tabrak Lari

 

Hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang lengkap dan berwarna. Mulai yang menggembirakan sampai yang menyedihkan terjadi silih berganti sbb:

 

Rapat Manajemen dan Rekrutmen

 

Rapat di Comlabs-ITB kali ini membicarakan beberapa topik penting diantaranya:

 

  1. Help Desk
  2. Sarpras/Duktek 
  3. Campus Center
  4. Jatinangor
  5. Kekurangan Ruangan
  6. SDM
 
Rapat berlangsung dari Jam 09.00-11.00 dan menghasilkan beberapa keputusan penting.  Diharapkan keputusan ini kan meberikan arah dan gerakan (Direction and Movement) yang menjaga keberlangsungan institusi ke depan.
 
Setelah rapat dilakukan diskusi dengan staf baru yang mengisi posisi Front Office. Banyak harapan digantungkan padanya karena dia punya latar belakang cukup mumpuni dengan penguasaan Bahasa Inggris yang cukup. Pastinya kami tekankan padanya bahwa institusi menekankan pada kinerja yang berkorelasi langsung dengan benefit dan profit yang akan dia terima
 
Kuliah Cisco Security Applied Networking-3
 
Tanpa makan siang dulu (karena shaum), saya langsung meluncur ke Laboratorium Networking Teknik Informatika Universitas Widyatama. Setelah sholat dhuhur, saya buka kuliah Applied Networking-3 dengan tugas kelompok agar mahasiswa membuat proposal Program Kreatifitas Mahasiswa DIKTI 2013. Menurut pengalaman sebelumnya, mahasiswa akan terpacu untuk membuat tugas karena tertarik dengan “exposure” keberhasilan teman-temannya di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional  (PIMNAS).
 
Kuliah dilanjutkan oleh Dosen Tamu Kang Akhmad Muhammad dengan teori dan praktek “Cisco Security” terutama topik “Access List”. Berikut adalah ulasannya:
 
Access List (ACL) digunakan untuk : 
  1. Mengontrol jalannya trafik data dalam network 
  2. Mem-filter paket-paket yang melewati router 
ACL adalah : 
  1. Sekumpulan list-list yang berisi kondisi-kondisi untuk diterapkan pada trafik yang  melewati interface router. 
  2. List ini menginstruksikan router paket mana saja yang akan di accept atau deny.
  3. Accept atau deny dapat berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, contoh: 
    • Address source dan atau destination 
    • Protokol yang digunakan 
    • Nomor port yang di akses  

Beberapa alasan menggunakan ACL : 

  1. Membatasi trafik  tertentu sehingga meningkatkan performa network 
  2. Menyediakan kontrol trafik 
  3. Menentukan tipe trafik yang boleh lewat dan yang di blok pada interface router
  4. Contoh: mengijinkan trafik e-mail dan mem-blok trafik telnet 
  5. Tanpa ACL, semua paket bisa melewati router bebas hambatan. 
 
Terima kasih pada Kang Akhmad Muhammad yang telah memberikan  sebagian ilmunya pada kami……..
 
Buka Bersama Dengan Riris
 
Kegiatan dilanjutkan dengan menjemput Riris di SBM-ITB. Kemudian kami menuju Riau Junction karena Riris suka dengan makana Jepang. Ia berencana meramu beberapa resep masakan Jepang yang mungkin terinspirasi oleh kepopuleran acara Master Chef 🙂
 
Setelah berbelanja, kami lanjutkan dengan buka bersama di Restoran Jepang Sushi Tora di Supermarket Yogya Riau Junction. Makanannya enak walau harganya premium dan cukup tinggi dibanding Kedai “Bar Time and Sushi” depan DPRD Jabar Jl.Diponegoro Bandung. Tidak lupa kami juga bawa untuk Firman walaupun bukan berisi ikan karena dia masih alergi.
 
Anak Tetangga Korban Tabrak Lari
 
Pulang ke rumah, kami mendapat berita bahwa ada Anak Tetangga yang menjadi Korban Tabrak Lari. Anak itu ditabrak pengendara motor di Jalan Supratman dekat rumah kami. Penabraknya tanpa perduli (baca: pengecut) melarikan diri dan tidak memikirkan bilamana anak itu adiknya atau keluarganya sendiri.
 
Seperti yang saya kemukakan beberapa waktu yang lalu bahwa “Mengemudi Adalah Bukan Pekerjaan Sampingan“. Serius….., kalaupun kita minimal bisa mengemudikan sepeda motor, seringkali kita merasa itu adalah sesuatu yang “given” dan punya anggapan serba gampang dan nggak ada aturan yang pasti.
 
Tahukah anda, cara mengemudi motor yg baik dan benar salah satunya adalah : Kedua tangan jangan lurus 180 derajat kedepan,tapi harus ada sedikit sudut pada siku tangan?
 
Tahukah anda, bahwa Mengemudikan Kendaraan Itu Bukan Pekerjaan Sampingan (kerennya: Driving Is Not A Part-Time Job) serta memerlukan konsentrasi penuh? 

Ehm…kelihatannya sepele ya..tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Coba lihat dan teliti film Amerika yang memperlihatkan seseorang harus ujian mengemudi berkali-kali agar lulus mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti di film “Speed-2″ dengan Sandra Bullock sebagai pemeran utamanya. Tilik juga Nelson Piquet, ex-pembalap F-1 yg terkenal dari Brazil, yang harus belajar mengemudi lagi karena sering melanggar lalu lintas.

Kelihatannya masih banyak pengemudi di Indonesia harus ujian SIM ulang agar mereka tidak menganggap kendaraannya dan mengemudi di jalanan adalah “Ekpresi Kebrutalan” dirinya 🙁

 http://www.youtube.com/watch?v=fPdgLWHC3xg

Indonesian Networkers Event @ITENAS Pembicara Himawan Nugroho (@hnugroho)

Sangat menarik setelah menjadi moderator Indonesian Networkers Event @ITENAS dengan Pembicara Himawan Nugroho (@hnugroho), Security dan Service Provider. Di dunia kerja, Himawan Nugroho terbilang profesional langka. Sarjana Teknik Mesin ITB ini salah satu dari segelintir orang di Indonesia yang mengantongi sertifikasi Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) di tiga bidang yang berbeda (Routing, Security, Service Provider) yang biasa disebut Triple CCIE – di seluruh dunia, hanya 300-an orang yang memilikinya. Sempat berkarier di IBM Global Services sebagai konsultan, November 2006 ia bergabung dengan Cisco System yang berbasis di Singapura, untuk mengerjakan proyek konsultasi untuk pelanggan di Asia Pasifik. Sekarang ia dipercaya menjabat sebagai Technical Lead, Solution Architect, Senior Consultant di Cisco System, Dubai, Uni Emirat Arab, mengerjakan proyek untuk pelanggan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.
Banyak orang yang bermimpi dan bercita-cita untuk bekerja di luar negeri. Pendapatan yang relatif lebih besar, mendapat pengalaman dan cerita unik, membuka wawasan, maupun taraf hidup yang lebih baik merupakan beberapa alasan mengapa orang-orang tertarik untuk merantau jauh meninggalkan kehidupan nyaman di Indonesia. Di sesi “Berkompetisi di Pasar Global sebagai IT Professional” di depan mahasiswa dan Alumni Elektro ITENAS ini pembicara Himawan Nugroho berbagi pengalaman pribadinya selama 10 tahun lebih bekerja di luar negeri dengan pokok pembahasan tentang program sertifikasi yang bisa membantu karir, case study tentang proyek IP Next Generation Network (NGN) di salah satu customer Service Provider, dan tips dalam berkompetisi di pasar international. Tujuan utama dari sesi ini adalah memberikan masukan khususnya buat para mahasiswa Indonesia dalam berkarir dan mempersiapkan diri memasuki pasar global, baik di luar maupun dalam negri, yang semakin hari semakin kompetitif.
“Setiap mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk masa depan dirinya termasuk mengambil sertifikasi yg mendukung kariernya” kata @hnugroho. Ia tambahkan: “Sertifikasi penting untuk memperoleh pengakuan profesional di suatu bidang yg kompetitif dan selektif”. Saat ini kata dia, ada beberapa Level N/W Engineer yaitu : “Configurator” aka “Copy Paste Monkey”, terus “Troublehooter”, kemudian “Specialist”, dilanjutkan “Designer”, selanjutnya “Architect” dan terakhir tingkat “Expert”.
Namun, “Dalam bekerja selain hal teknis perlu menguasai soft-skill terutama pada saat kritis menghadapi konsumen”. Hal ini didasarkan pengalaman ketika suatu pekerjaan yg “impossible” pernah hrs diselesaikan oleh @hnugroho spt “Memanggil 9 wanita utk melahirkan dalam waktu 1 bulan”. Ya, dia dan rekan-rekanya pernah diminta menyelesaika masalah dimana “customer” tidak mempunyai dokumentasi sama sekali yang semestinya ada padahal mereka meminta tenggat waktu yang ketat dalam pengerjaannya.
Re.@hnugroho saat kuliah, ada 10 hal agar kita berhasil yaitu:
  1. Melakukan banyak kesalahan dan mau ambil risiko yang diantisipasi.
  2. Temukan sesuatu yang anda suka lebih awal.
  3. Bekerja keras pada sesuatu yang bernilai. 
  4. Selesaikan apapun yang kita mulai.
  5. Buat jaringan pergaulan lebih banyak dan luas
  6. Selalu mencoba menjadi pemimpin 
  7. Lebih banyak meningkatkan berkomunikasi dan presentasi.
  8. Mengontrol keuangan dengan bijaksana. 
  9. Berkontribusi kepada komunitas.  
  10. Cobalah untuk berkeliling dunia.
Dia akhiri sesi ini dengan kata mutiara: “Jangan melihat kasta pekerjaan, seseorang dilihat dari hasil pekerjaannya.” Juga Kata Penutup: “Dream. Fight. Love. Live. Seize The Day”
Trims Mas.@hnugroho yg telah memberikan pencerahan pada mahasiswa alumni Elektro ITENAS SERTA Kg @tedhiachdiana semoga kariernya semakin gemilang.
<iframe width=”600″ height=”440″ src=”http://www.youtube.com/embed/Rm5sfgAYJBA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Organizational Learning: Konfigurasi Cisco Sederhana Kuliah Applied Networking IV

Pembelajaran dengan berorganisasi adalah suatu bidang pengetahuan dalam teori organisasi yang mempelajari model-model dan teori tentang bagaimana suatu organisasi belajar dan beradaptasi.
 
Dalam Pengembangan Organisasi (Organizational Development/OD), belajar merupakan karakteristik dari sebuah organisasi adaptif, yaitu sebuah organisasi pembelajaran yang mampu merasakan perubahan sinyal dari lingkungannya (baik internal maupun eksternal) dan beradaptasi sesuai keadaan.  Spesialis OD berusaha untuk membantu klien mereka untuk belajar dari pengalaman dan menggabungkan pembelajaran sebagai umpan balik ke dalam proses perencanaan.
  
Sering dalam kelas saya minta mahasiswa melakukan pembejaran ini dan salah satunya mereka diminta membuat Konfigurasi Cisco Sederhana  pada Kuliah Applied Networking IV sebagai berikut:  

KONFIGURASI CISCO SEDERHANA

 

Organizational Learning

 

Applied Networking IV

Kelas A

 

TEKNIK INFORMATIKA – UNIVERSITAS WIDYATAMA

BANDUNG

2012

Topologi yang dirancang:


Gambar  1 Topologi

 

Topologi kami memiliki dua PC dan dua Router, masing-masing device memiliki ip address seperti gambar di atas.

Langkah konfigurasi topologi ini:

1.       Hyper Terminal (Win XP)

2.       Router 1 dan 2 (Console via Win XP)

3.       Client 1 dan 2 (OS Win XP)

Konfigurasi Hyper Terminal

1.       Start -> All Programs -> Accessories -> Communications -> Hyper Terminal

2.       Connection Description: Name: Cisco, Icon: Bebas.

3.       Konfigurasi:

a.       Connect Using: COM1

b.      Bit Rate:  9600

 

 

 

Konfigurasi Router 1

Press Enter to Start 

Router>
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router1
Router1(config)#int fa0/0
Router1(config-if)#ip addr 202.123.40.21 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ex
Router1(config)#int fa0/1
Router1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shut
Router1(config-if)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 202.123.40.21
Router1(config)#end
Route1r#wr mem
Building configuration…
[OK]

 

Konfigurasi Router2

Press Enter to Start 

Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Router2
Router2(config)#int fa0/0
Router2(config-if)#ip addr 202.123.40.22 255.255.255.252
Router2(config-if)#no shut
Router2(config-if)#ex
Router2(config)#int fa0/1
Router2(config-if)#ip addr 192.168.2.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shut
Router2(config-if)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 202.123.40.22
Router2(config)#end
Router2#wr mem
Building configuration…
[OK]

PC0 :

ip addr 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1 

 

PC1 :

ip addr 192.168.2.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.2.1

 

 

 

 

Hasil Ping PC1 ke PC0 dengan Static Routing

Gambar 2 Hasil Ping dari PC1 ke PC0

 

 

Pada saat akan me- routing kembali, tiba-tiba saja username dan password yang dimasukan invalid, dan langkah selanjutnya yang kami kerjakan adalah mencari tahu cara untuk me-reset username dan password menjadi default atau kembali ke awal.

Langkah yang kami lakukan untuk me-reset password adalah:

 

Reset password

1.    Matikan router

2.    Cabut compact flash

3.    Hidupkan router

4.    Pada mode rommon 1 ketikkan confreg 0x2142

5.    Maka akan pindah ke rommon 2 dan ketika reset

6.    Selesai

 

Maka konfigurasi yang telah kami kerjakan pun harus dimulai dari awal kembali. Namun karena kemarin cukup banyak kendala yang menyebabkan waktu cukup banyak habis terbuang, maka sebagian dari kami pun membuat simulasi konfigurasi di atas dengan menggunakan Packet Tracer dan hasilnya pun seperti pada gambar 2.

 

NB :

Untuk Pembagian tugas pada praktikum Tanggal 12 Maret 2012 sudah terlampir dalam file excel sbb: