#Manajemen Pembebas: Kewajiban-Kewajiban Baru Manajemen SDM Di Era Bisnis Masa Kini

Dalam bukunya “HRM in Knowledge Economy”, Mark Lengnick-Hall dan Cynthia Lengnick-Hall mengatakan belakangan ini fungsi manajemen sumber daya manusia (SDM) di banyak organisasi bersifat dangkal. Mereka cenderung hanya berusaha melakukan pekerjaan rutin  secara lebih baik dan efisien daripada mengevaluasi peran dan kontribusi mereka dalam rangka menyongsong era bisnis baru menuju Human Capital Management (HCM).

Seiring dengan globalisasi, information-based, kemajuan teknologi, dan persaingan ketat, manajemen SDM dituntut meningkatkan kemampuan SDM-nya. Manajemen SDM akan menghadapi kewajiban-kewajiban baru di era bisnis masa kini, yaitu:

·         Membangun Kapabilitas Strategis

Organisasi pada era masa kini perlu membangun kapabilitas strategis, yaitu kapasitas untuk membuat value berdasarkan aset-aset intangible. Yang dimaksud dengan aset intangible adalah aset yang tidak terlihat, sulit dihitung, tidak ada dalam akunting, dan harus dikembangkan dari waktu ke waktu. Misalnya: pengetahuan teknologi, kesetiaan customer, proses bisnis dan lain-lain. Intangible aset inilah yang akan menentukan apakah perusahaan akan berhasil atau gagal.

Beberapa karakteristik perusahaan yang sudah mempunyai kapabilitas strategis adalah: kompetensi bisnis yang tinggi, kemampuan untuk menganalisis kondisi pasar, kemampuan mentransfer skill secara cepat dan akurat di perusahaan, dan lain-lain. Intinya, kapabilitas strategis (Intellectual Capital) adalah kesiapan pada saat ini dan kemampuan beradaptasi pada masa depan.

 

Kapabilitas strategis (Intelectual Capital) diperoleh melalui proses penciptaan, pertukaran, dan mengumpulkan pengetahuan yang membangun kapabilitas individu dan organisasi untuk memberi hasil yang terbaik bagi pelanggan. Kapabilitas strategis terdiri dari tiga komponen yang terkait dengan SDM, yaitu: human capital (skill dan kompetensi individu/organisasi), structural capital (arsitektur organisasi dan proses manajerial), dan relationship capital (hubungan interpersonal di organisasi). Manajemen SDM harus berkontribusi dengan menciptakan dan memelihara ketiga komponen kapabilitas strategis ini melalui program, praktek, dan kebijakan yang mendukung.

·         Memperluas Batas

Orang sering berpikir bahwa tugas manajemen SDM adalah merekrut, mempromosikan, melatih, memecat dan seterusnya serta fungsi manajemen SDM adalah hanya merupakan organisasi tunggal. Jadi menurut pandangan tersebut, manajemen SDM adalah fungsi internal perusahaan. Jarang orang berpikir bahwa manajemen SDM (termasuk program, praktek, dan kebijakannya) bisa diterapkan ke supplier atau distributor, bahkan ke pelanggan.

Hal ini akan menjadi keharusan dalam perkembangan era ekonomi pengetahuan (knowledge economy). Dengan memperluas batas dari perusahaan ke supplier, distibutor, dan pelanggan, manajemen SDM bisa mempunyai pengaruh yang lebih dan signifikan di organisasi. Pada dasarnya, dengan memperluas batas, manajemen SDM menggunakan kemampuan mereka untuk membantu organisasi memberi pengaruh ke pelanggan, supplier, dan seluruh pegawai yang menjalankan aktivitas organisasi.

·         Mengelola Peran Baru

Berdasarkan pandangan lama, peran manajemen SDM adalah menarik dan menyeleksi calon pegawai, mengembangkan manajemen performansi dan sistem kompensasi untuk menyelaraskan tingkah laku pegawai dengan tujuan organisasi, dan mengembangkan dan me-retensi pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Peran manajemen SDM seperti itu dalam era ekonomi pengetahuan (Knowledge Economy) tidaklah cukup. Bukan berarti manajemen SDM tidak akan melakukan fungsi-fungsi tersebut, peran ini tetap akan dilakukan. Bagaimanapun, untuk mengelola SDM di masa depan, manajemen SDM perlu mengadopsi peran baru untuk menghadapi tantangan.

Tetap bertahan di fungsional birokrasi semata akan menyebabkan fungsi manajemen SDM menjadi kurang efektif dalam organisasi. Kegagalan untuk berubah sesuai dengan tuntutan ekonomi akan menjadikan manajemen SDM kurang penting, di mana tantangan-tantangan baru seperti manajemen pengetahuan (knowledge management) dan pengembangan SDM akan diperankan di tempat lain dalam organisasi. Tetapi hal ini tidak perlu terjadi. Pada kenyataannya, SDM adalah sumber logis dari tantangan-tantangan baru ini. 

Bagaimanapun, untuk menjadi bagian dari solusi dan bukan menjadi kendala, manajemen SDM harus keluar dari birokrasi masa lalu. Ini memerlukan pergeseran paradigma bahwa manajemen SDM tidak hanya sekadar menjalankan fungsi dan proses, tetapi lebih kepada peran.

Definisi peran dalam organisasi adalah tanggung jawab, hubungan, dan area kontribusi, serta harapan-harapan. Peran bisa dianalogikan sebagai pernyataan visi organisasi. Dengan mengelola peran, manajemen SDM memberi kontribusi lebih untuk kesuksesan organisasi. Ini berarti paradigma manajemen SDM telah berubah dari fungsi dan proses menjadi hasil dan pencapaian.

 

Muhammad Yunus dan Keberhasilan Program Telepon Pedesaan (Village Phone) Grameen Telecom

 
Dikutip dari Tesis Djadja Sardjana (IMTelkom, 2008), “Village Phone” dari Grameen Telecom merupakan proyek percobaan dari Grameen yang didirikan Muhammad Yunus yang pada  tahun 2000 melibatkan 950 Village Phones yang menyediakan akses telepon kepada lebih dari 65,000 orang. Wanita-wanita desa/kampung mengakses kredit mikro untuk memperoleh pelayanan telepon selular GSM dan sesudah itu menjual lagi pelayanan tersebut di desa/kampung mereka. Grameen Telecom memperkirakan  bahwa ketika programnya selesai, akan ada 40,000 operator “Village Phone” dengan  laba bersih $24 juta USD tiap tahun. 
 
Program Village Phone muncul sebagai solusi teknis terbaik yang tersedia untuk akses telekomunikasi universal pedesaan sesuai dengan keadaan Regulasi Telekomunikasi Bangladesh  dan kondisi ekonomi saat itu. Program “Village Phone” adalah suatu solusi organisatoris dan teknis untuk akses telekomunikasi pedesaan yang dibutuhkan oleh suatu lingkungan dengan regulasi telekomunikasi yang tidak mendukung bagi percepatan infrastruktur telekomunikasi pedesaan. 
 
Konsep dari “akses yang universal” bukanlah sesuatu yang netral terhadap gender. Di dalam kasus dari Bangladesh ini, jenis kelamin dari operator “Village Phone” dan penempatan secara fisik dari telepon di dalam suatu desa/kampung yang tersegmentasi secara gender dapat menghalangi atau memperbaiki akses wanita-wanita untuk menelpon karena alasan religius. Biasanya Kantor Cabang Grameen menempatkan satu lokasi operator wanita yang akan menyediakan suatu ruang yang bisa diterima untuk wanita-wanita desa/kampung yang lain untuk mengakses telepon. Dari sudut pandang pendapatan dan laba, adalah penting untuk memastikan bahwa “Village Phone” secara penuh dapat diakses oleh seluruh populasi desa/kampung,  jika 50% dari pemakai berdasarkan gender menghadapi rintangan sosial budaya untuk menelpon, maka suatu arus pendapatan yang penting telah lenyap. 
 
“Village Phone” bertindak sebagai suatu instrumen yang tangguh untuk mengurangi resiko  dalam pengiriman uang dari para anggota keluarga para pekerja di Dhaka City dan yang bekerja di luar negeri, serta untuk membantu orang desa di dalam memperoleh informasi akurat tentang kurs valuta asing. Mengirim uang tunai dari suatu negara Timur Tengah ke suatu desa/kampung di Banglades adalah penuh resiko; pengiriman uang seperti itu adlah faktor pokok yang membuat laku/laris untuk pemakaian telepon. Mengurangi resiko dari pengiriman uang dari para pekerja di luar negeri mempunyai implikasi penting untuk penduduk rumah tangga dan pedesaan di Bangladesh. Di tingkatan yang mikro, pengiriman uang cenderung untuk digunakan untuk biaya rumah tangga sehari-hari seperti makanan, pakaian dan pelayanan kesehatan. Pengiriman uang seperti itu satu faktor yang penting dalam memenuhi penghidupan rumah tangga, dan dapat meningkatkan porsi yang penting dari penghasilan rumah tangga. Begitu penghidupan dipenuhi, pengiriman uang cenderung untuk digunakan untuk “investasi-investasi produktif,” atau untuk uang tabungan.
 
Panggilan-panggilan telepon kepada keluarga dan para teman sering melibatkan pertukaran informasi tentang harga pasar, daftar biaya pengiriman barang-barang,  tren pasar dan pertukaran valuta. Hal ini  membuat “Village Phone” satu alat yang penting untuk membuka peluang usaha rumah tangga dalam mengambil informasi pasar untuk meningkatkat keuntungan dan mengurangi biaya produktif. 
 
Pelayanan telepon pedesaan di Bangladesh adalah sangat menguntungkan karena regulasi yang ada saat itu (ketiadaan interkoneksi menjadi penghalang yang paling besar), sehingga operator telekomunikasi tidak mampu untuk mengimbangi permintaan untuk jasa telekomunikasi antar operator. Telepon-telepon di dalam program Grameen Telecom Village Phone menghasilkan tiga kali pendapatan untuk pelayanan selular pedesaan ($100/bulan lawan $30/bulan). Bahkan, satu pesaing operator telekomunikasi di BangladeshPemangku kepentingan melaporkan mempunyai pendapatan dari 12,000 sama dengan pendapatan dari 1,500 “Village Phone”. 
 
Teknologi telepon genggam GSM adalah suatu solusi yang mahal untuk akses  universal di daerah pedesaan Bangladesh. Liputan selular ini terbatas untuk daerah pedesaan serta hanya menguntungkan di bawah regulasi telekomunikasi yang sehat – ketika lingkungan yang regulasi diperbaiki, teknologi selular tidak akan menjadi alat paling efisien dan sehat dalam menyediakan servis yang universal. Teknologi telepon genggam GSM juga menempatkan tarif-tarif jauh lebih tinggi pada para pemakai telepon pedesaan dibanding “Wireless Local Loop” (WLL) teknologi. Tanpa perbaikan-perbaikan pada regulasi, teknologi selular adalah suatu solusi yang praktis. Juga, teknologi selular sekarang ini bukan suatu opsi yang sehat untuk hubungan email/Internet/data yang murah. WLL dan opsi lain dapat menyediakan secara luas dan jauh lebih baik dengan ongkos pelayanan lebih murah. 
 

Sekilas Perencanaan Kesinambungan Bisnis (Business Continuity Planning) Berbasis Sistem Informasi

 Manfaat utama dari pendekatan Business Continuity Plan adalah membantu mencapai keyakinan yang memadai ketersediaan proses bisnis dan fungsi “end-to-end” yang penting dengan biaya yang efektif dan efisien. Fokus utama adalah pada persyaratan pemulihan bisnis. Pemangku Kepentingan Bisnis bekerjasama untuk melaksanakan rencana darurat dan pengaturan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sangat dipercaya bahwa relevansi dari program kontinuitas bisnis tergantung pada proses bisnis yang mendasarinya diambil dalam konteks dan tujuan strategi manajemen. Tujuan bisnis harus mendorong strategi pemulihan. Hal ini adalah kombinasi pengalaman kontinuitas (keberlanjutan), teknologi “know-how”, dan pengetahuan industri untuk fokus secara efisien pada apa yang penting dan untuk membantu memfokuskan waktu dan sumber daya pada solusi kesinambungan yang tepat.
Pendekatan  Perencanaan Kesinambungan Bisnis (Business Continuity Planning) Berbasis Sistem Informasi seiring  dengan  kegiatan bertahap berikut :
• Identifikasi proses bisnis penting 
• Menganalisis dampak gangguan 
• Menjelaskan dampak operasional dan keuangan 
• Mensepakati “pemadaman maksimum” (Total Outage) untuk setiap proses 
• Menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk memulihkan proses penting – Kontinuitas Strategi Definisi 
• Mengidentifikasi alternatif untuk memenuhi pemadaman maksimum 
• Pertimbangan biaya dan manfaat dari alternatif 
• Menentukan strategi pemulihan yang paling tepat 
• meresmikan perjanjian cadangan sumber daya – Implementasi Rencana Kontingensi 
• Dokumen prosedur proses pemulihan bisnis 
• Dokumen sumber daya / infrastruktur prosedur pemulihan 
• Dokumen prosedur rencana manajemen kontingensi 
• Menetapkan rencana pemeliharaan dan proses pengujian.

 

#ManajemenPembebas Implementasi Strategi: Struktur dan Kontrol Organisasi (Organizational Structure and Control)

Menurut Stephen P. Robbins dalam Organization Theory-Structure Designs and Applications (2005,4), organisasi adalah:
“A consciously coordinated social entity, with a relatively identifiable boundary, that functions on a relatively, continuous basis to achieve a common goal or set of goals”.
Definisi ini mirip definisi organisasi menurut Warren B.Brown dan Dennis J. Moberg dalam Organization Theory and Management-A Macro Approach (1995,6) :  
“Organizations are relatively permanent social entities characterized goal-oriented behavior. Specialization and structure”.
Jauh sebelumnya, Philip Selznick melihat organisasi lebih dari sudut formal dan mikro. Ia mengembangkan konsep organisasi dari:
”The arrangement of personnel for facilitating the accomplishment of some agreed purpose through the allocation of functions and responsibilities”.
Organisasi dapat juga diamati sebagai “living organism” seperti halnya manusia, dan sebagai produk proses pengkoordinasian (organizing). Sebagai “living organism” yang sudah ada, suatu organisasi merupakan output proses panjang dimasa lalu, sedangkan sebagai produk proses pengkoordinasian, organisasi adalah alat atau input bagi usaha mencapai tujuan.
Menurut Budi Paramita (2000) dalam mendirikan organisasi diperlukan kerangka/struktur  dan kontrol organisasi yang baik agar dapat dipakai untuk mencapai tujuan dengan memakai prinsip-prinsip organisasi antara lain :
  1. Perumusan tujuan yang jelas
  2. Pembagian tugas pekerjaan.
  3. Delegasi kekuasaan.
  4. Rentang kekuasaan
  5. Tingkatan tatanan jenjang
  6. Kesatuan perintah dan tanggung jawab.
  7. Koordinasi
Fungsi dari kontrol organisasi yang berupa kontrol strategi dan keuangan/finasial menurut Hitt,Ireland&Hoskisson (2010) adalah :
  1. Sebagai pemandu dari kegunaan strategi.
  2. Menunjukkan bagaimana membandingkan hasil sebenarnya dengan yang diharapkan.
  3. Menyarankan langkah korektif yang harus diambil bilamana terjadi perbedaan dan tidak bisa diterima antara hasil  sebenarnya dengan yang diharapkan

#ManajemenPembebas Kode Etik dan Mandat Perusahaan: Seninya Menyatukan “Air & Minyak”

Etika Bisnis Perusahaan

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Mandat Perusahaan

Dengan melakukan kajian terhadap korporasi sebagai institusi ekononi dan berbadan hukum sebagaimana dikemukakan oleh Peter F. Drucker,  mengajukan premis sebagai berikut: 

  1. Mandat korporasi yang terdefinisi secara sah adalah untuk memperoleh manfaat ekonomi secara terus menerus, tanpa memedulikan konsekuensi yang merugikan bagi pihak lain; 
  2. Kepentingan-diri korporasi yang tidak terkendalikan dapat mengorbankan individu, masyarakat, dan ketika event yang terjadi tidak sesuai dengan yang direncanakan dapat merugikan pemegang saham, dan lebih jauh merubuhkan diri sendiri; 
  3. Meskipun tanggung jawab sosial korporasi dalam beberapa hal berjalan dengan baik, ia seringkali hanya dilakukan sebagai topeng menutupi karakter korporasi yang sebenarnya; 
  4. Secara tidak langsung pemerintah menyerahkan sebagian besar kekuasaan pengendalian terhadap korporasi, walaupun mengetahui karakter buruk korporasi, dengan membebaskannya dari hambatan hukum melalui deregulasi, dan dengan memberikan otoritas yang lebih tinggi dari masyarakat melalui privatisasi. 

Film dari buku “The Corporation: The Pathological Pursuit of Profit and Power” karangan Joel Bakan menyatakan bahwa korporasi diciptakan oleh hukum untuk berfungsi seperti psychopat yang berperilaku merusak, dan bila tidak dikendalikan menjurus kepada skandal dan kehancuran. Bakan percaya bahwa perubahan terhadap kondisi tersebut dimungkinkan. Untuk itu dalam bukunya Bakan memberikan sebuah program reformasi jangka panjang yang kongkret, pragmatis, realistik melalui regulasi hukum serta kendali demokrasi (democratic control). 

[slideshare id=13875110&doc=lecture-ethicsandsocialresponsibility-mm-exec-120804223538-phpapp01]

BJ HABIBIE: Ketika Prestasi Tokoh Bangsa Hanya Dianggap Iseng Belaka

Cuplikan Kunjungan Mantan Presiden BJ HABIBIE ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia yang saya peroleh dari Sahabat Suprayogi Permadi yang pernah sama-sama bekerja di Merpati Nusantara Airlines.
————————————————————————————-
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.
Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..”Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek.


Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900
jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Brazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11.
Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad”
sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

– Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten- C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis- D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya
1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya.
Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.
Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

  1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa! 
  2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………
  3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.


Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat………….saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara.
Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=WTkg5AFdsFU&w=600&h=400]

0610U029 Lutfi Azhari: Keuletan Berwirausaha Membawa Nikmat

Tugas Kewirausahaan: Menceritakan Apabila Saya Menjadi Seorang Wiraswasta

Disusun oleh : 0610U029 Lutfi Azhari

Jurusan Teknik Informatika – Universitas Widyatama Bandung

 

Jika Saya Menjadi Seorang Wiraswasta

Dalam melakukan berbagai pekerjaan kita tidak boleh malu dengan apa yang kita kerjakan, karena itu merupakan modal utama yang harus dimilki sebagai seseorang yang akan melakukan pekerjaan sebagai seorang wiraswasta, bila akan melakukan perkerjaan sebagai seorang wiraswasta pasti kita akan di hadapkan dengan berbagai orang. Oleh karena itu kita harus membuang rasa ego kita yang miliki supaya sesuatu yang akan dikata lakukan akan berjalan dengan lancar. Impian saya ketika pertama kali saya berkerja sebagai seorang Wiraswasta  saya harus mencari dulu perkerjaan yang nantinya saya bisa mendapatkan modal untuk melakukan berbagai macam aktifitas sebagai seorang Wiraswasta . Saya juga mengerti dalam mengumpukan modal tersebut harus memerlukan waktu yang lama supaya saya bisa melakukan usaha sendiri sebagai seorang Wiraswasta , dan Ketika sesuatu yang saya mau itu sudah terkumpul alias money itu sudah ada saya akan mencari tempat yang setrategis yang dimana tempat tersebut harus selalu ada bibit dalam melakuka akifitas berjualan. Karena apa, kita sebagai seorang Wiraswasta  harus memikirkan tempat, supaya parapembeli itu akan selalu datang untuk membeli barang-barang yang diinginkan dengan jumlah orang yang banyak. Jika kita tidak memperhitungankan itu maka usaha yang kita ciptakan tidak akan berkembang dengan cepat dan mungkin usaha yang kita lakukan tidak akan pernah berjalan dengan lancar. Apabila kita sudah mendapatkan tempat yang strategis dan mempunyai uang yang cukup untuk membangun tempat, kita harus pandai-pandai untuk mempromosikan kepada teman ataupun orang lain bahwa kita itu mulai melakukan bisnis berWiraswasta . Itu merupakan sesuatu yang kecil yang bisa kita lakukan dalam mempromosikan bahwa kita mulai melakukan berWiraswasta . Sebagai seorang wiraswasta kita hendaknya harus menganggap bahwa orang yang berbelanja itu sebagai raja, mengapa saya berkata begitu karena kita kalau orang yang membeli itu tidak nyama dengan pelayanan yang kita berikan maka pembeli tersebut akan selalu datang untuk membeli kembali dan apabila kita memberikan pelayanan yang tidak baik kepada orang yang membeli maka akibatnya orang-orang yang membeli tersebut tidak akan membeli lagi di tempat kita berwiraswasta itu dan nantinya mungkin kita akan rugi/gulungtikar. Dalam berwiraswasta juga kita harus memikirkan barang apa yang mestinya kita jual, mengapa kita harus memkirkan tentang barang apa yang harus kita jual karena itu merupakan sesuatu yang nantinya akan di beli oleh setiap orang. Kita harus pandai-pandai untuk menjual barang yang sering digunakan oleh orang-orang yang setiap hari mereka gunakan dengan begitu maka orang-orang setiap hari pasti akan membeli barang tersebut, tetapi kalau kita menjual barang-barang yang tidak digunkan oleh orang-orang maka barang tersebut yang kita jual akan susah untuk dibeli oleh parapembeli. Kita harus memikirkan bahwa barang tersebut kalau tidak dibeli oleh komsumen maka barang tersebut jangan yang mudah basi, karena jika barang  tersebut belum laku dan basi maka kita akan rugi. Oleh karena itu kita harus memikiran barang yang sering di konsumsi dan tidak mudah basi atau rusak. Setiap orang yang memulai berWiraswasta  pasti mengalami sepinya pembeli kita tidak boleh mudah menyerah apa bila barang-barang yang kita jual belum laku, kita harus sabar dengan itu, itu merupakan resiko yang didapatkan ketika kita memulai suatu usaha dengan berwiraswasta. Kebanyak orang yang berWiraswasta  itu mulai terkenal setelah berbula-bulan atau bertahun-tahun. Dalam berwiraswasta juga kita harus pandai-pandai memilih pekerja yang nantinya dia akan membatu kita dalam melayani parapelanggan. Kebanyak parapekerja walaupun tidak semua kita harus sering memperhatikan karena parapekerja itu tidak semua jujur itu lah yang sangat membahayakan seorang wiraswasta yang pemula selau lalai dalam mematau parapekerja tersebut dan akhirnya pekerjaanya tersebut akan terjadi kegagalan. Dalam berWiraswasta  kita pasti akan mendapakan keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang didapat tidak boleh digunakan sesuatu yang tidak bermanfaat karen itu merupakan sesuatu yang mungkin bila kita gunakan untuk membeli barang untuk menambah modal kita, pasti uang tersebut bisa menguntungkan kita. Kita dalam melakakuan berWiraswasta  kita tidak boleh berlaku tidak baik dengan paraWiraswasta  lain karena jika kita melakuakan sesuatu yang tidak baik kepada wiraswasta yang lain dan natinya parakonsumen tau dengan apa yang kita kerjakan maka pasti kita itu dicap dengan berbagai gosip yang tidak baik. Maka dari itu kita harus bersaing dengan sehat dalam melakukan wirwasta tersebut. Ketika saya mempuyai rejeki dan semua barang-barang yang kita jual itu sudah cukup maka yang akan saya lakukan saya  tidak akan menyimpan uang keuntungan itu dengan percuma saya akan menggolangkan uang itu kembali dengan membuat usaha baru yang sama tetapi di tempat yang berbeda. Menurut saya itu merupakan salah satu tindakan yang tepat yang selalu dilakukan oleh orang-orang sudah merasakan manisnya dalam melakukan perkerjakan sebagai Wiraswasta . Meraka ingin uang yang didapatkannya itu dapat bertambah banyak yang mungkin itu bisa megakibatkan orang tersebut harus berkerja dengan ekstra. Dan kita harus ingat bila kita sudah mendapatkan dengan apa yang kita dapatkan kita tidak boleh sombong karena kesombongan akan mendapakan sesuatu yang enyakitkan…terimakiash

Menceritakan Sesuatu Yang Menarik Tentang Keluarga

Saya akan menceritakan kisah sodara saya yang mempunyai kisah unik yang dialami ketika pertama kali melakukan perkerjaan sebagai seorang wiraswasta hingga akhirnya bisa menjadi sukses. Sebut saja EK mempunyai seorang ayah yang bernama ME , dia bekerja sebagai buruh pengantar bako ke setiap jongko pada sebuah pasar. Tetapi dia ulet dalam melakukan perkerjaannya itu. Dia juga bisa meracik dalam pembuatan barang tersebut. Dalam
mengantarkan perkerjaannya itu dia selau diberi gaji setiap hari dan dia selalu menabungkan sebagian gajinya terebut untuk keperluan lainnya nanti. Singkat cerita akhirnya dia bertekad untuk keluar dari perkerjaannya itu dan mulai membuat usaha baru. Dia dengan ulet terus melakukan usaha barunya. dia mempunyai seorang anak yang bernama EK dia lulusan S2 Unversitas pajajan kimia. Ketika sudah lulus dia mempunyai tekad untuk melanjutkan usaha bapaknya yaitu berjulan bako. Dan ayahnya menyuruh dia untuk bekerja disuatu perusahaan. Tapi anehnya ketika dia sudah sudah lulus, dia ditawarkan disuatu perusahan swasta dengan diberikan gaji sebesar 8 juta rupiah perbulan pada tahun 2003 dia menolaknya dengan alasan dia ingin melanjutkan usahanya ayahna, tetapi dia mengaku kepada ayahnya bahwa dia gagal melamar kerja. Tak lama kemudian dia meminta kepada ayahnya bahwa dia ingin bekerja berjualan bako di suatu jongko. Singkat cerita dia diijinkan untuk berjualan dan diberikan modal dengan diberikan sebuah jongko kecil, sudah mendapakan yang dia inginkan tidak lama dia menikah dengan bibi saya dengan bermodal kerja sebagai Wiraswasta
 yang pada saat itu pendapatan yang didapatnya belum tentu mendapakan pembeli atau tidak. dia melakukan pekerjaan setiap hari selama 2 tahun perjaannya itu belum laris juga,  tetapi dia tidak pantang menyerah dia terus saja berjualan hingga akhirnya dia mendapakan pelanggan yang tetap. Hari demi hari dia lewati, pelanggan pun mulai bertambah. Penghasilan yang didapatkan pada tahun ke 4 mulai menjajikan. Hingga beberapa tahun kemudian dia bisa membeli toko di sampingnya untuk dijadikan sebuah gudang. Pada tahun 2008an dia sudah mendapakan manisnya penghasilan yang didapkan akibat keuletan dia, hingga saat ini dia bisa membeli mobil barang dan juga 2 mobil lainya. Tak juga itu keuntungan yang didapakan dari hasil satu jongko itu bisa menghasilakan usaha lain yaitu menyewakan kosan sebanyak 20 kamar, usaha peternakan udang galah, hingga akhrnya sekarang bisa menikmati hasilnya. Itu lah yang didapatkan akibat keuletan dan kejujuran dalam bekerja.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=HPv-zCOVoEQ&w=600&h=400]

Telematika: "Business Intelligence" Sebagai Penunjang Keputusan Bisnis

Business Intelligence (BI) merupakan suatu proses untuk melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah “data warehouse”.‡ Selanjutnya “data warehouse” diproses menggunakan berbagai analisis statistik [atau data mining] sehingga dapat diperoleh berbagai kecenderungan atau pola data.‡ Hasil penyederhanaan data dan informasi tersebut disajikan kepada “end user” yang biasanya merupakan pengambil keputusan. Disini dapat diambil keputusan berdasarkan fakta-fakta aktual serta tidak hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman kuantitatif belaka.

Business Intelligence (BI) merupakan aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data dan informasi untuk membantu penggunanya dalam mengambil keputusan bisnis dengan lebih baik.‡Aplikasi ini mencakup beberapa aktivitas sistempendukung keputusan, seperti: query, reporting, OnLine Analytical Processing (OLAP), “Statistical Analysis”, “Forecasting” dan “Data Mining”.

Business Intelligence (BI) akan berfungsi sebagai analis dan sekaligus memberikan rekomendasi pada pengguna terhadap tindakan yang sebaiknya diambil.‡ BI berfungsi sebagai “Dashboard” dimana penggunanya akan cepat mengenali penyimpangan-penyimpangan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal tersebut berkembang menjadi masalah yang serius. 

 Business Intelligence (BI) memberikan ukuran-ukuran yang dapat menentukan kinerja organisasi.‡ Analogi dengan menggunakan “Dashboard” mobil:

  • BI memberikan informasi kondisi internal, seperti halnya suhu pada kendaraan. 
  • BI memberikan sinyal-sinyal pada pengemudi bilaterjadi kesalahan pada kendaraan, seperti bila bensin akan habis pada kendaraan. 
  • Semuanya berguna bagi pengemudi agar mampu mengendalikan kendaraannya dengan lebih baik dan mampu membuat keputusan yang tepat dengan lebih cepat.
Keungulan-keunggulan  Business Intelligence (BI) :
  1. Membutuhkan biaya yang relatif murah dalampengadaannya. 
  2. Proses pembuatan laporan dapat dilakukan dengancepat 
  3. Adanya “Graphic User Interface (GUI)” yang dapat dibentuk sesuai selera. 
  4. Mampu meminimalisasi masalah-masalah teknis,terutama terkait dengan human error. 
  5. Mudah dalam mengintegrasikan data dan informasi
  6. Adanya konsolidasi informasi, karena data diolah dalam satu platform. 
  7. Adanya respon yang cepat, sehingga dapat digunakan untuk mengantisipasi suatu kejadian.
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=0aHtHl-jcAs&w=560&h=315]