Tugas Kewirausahaan: Analisis Kegagalan Manajemen Adam Air

 

OLEH: KELOMPOK 3

  Andi Fajrin                           (11-2007-013)

  Dyan Juniarto                       (11-2007-020)

  Abdul Rochmat S                 (11-2007-019)

  R. Teguh A                            (11-2007-034)

  Leo  Renanto                         (11-2007-026)

                       

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL


1.      Apa yang mendasari adam air didirikan?

Pembelian Adam Air didasarkan pada pertimbangan bahwa potensi yang bisa diraih terkait dengan peluang pertumbuhan bisnis penerbangan. Dengan pasar domestik yang besar, investasi melalui Adam Air, memberi peluang bagi Adam Air untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Adam Air sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau.

Adam Air, dengan nama resmi PT. Adam SkyConnection Airlines, pertama kali beroperasi pada Desember 2003. Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono, yang juga menjabat sebagai mantan Ketua DPR. Pimpinan tertingginya adalah Adam Aditya Suherman, sekaligus sebagai CEO, dipercaya nama penerbangan ini diambil dari nama pendirinya. Airline ini berbasis utama di bandara Sukarno-Hatta Cengakreng. Adam air merupakan salah satu perusahaan penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier yang berkembang pesat di Indonesia.

 

2.      Siapakah pemegang saham (orang – orang penting) di adam air?

          Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono, yang juga menjabat sebagai mantan Ketua DPR.

          Pimpinan tertingginya (presiden) adalah Adam Aditya Suherman, sekaligus sebagai CEO

          Pada April 2007, PT. Bhakti Investama melalui anak perusahaannya Global Air Transport membeli 50% saham Adam Air dari keluarga Sandra Ang dan Adam Suherman, namun setahun kemudian pada 14 Maret 2008 menarik seluruh sahamnya karena merasa Adam Air tidak melakukan perbaikan tingkat keselamatan serta tiadanya transparansi.

 

3.      Apa yang membuat perusahaan Adam Air bangkrut?

 Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab Adam Air bangkrut? Kasus Adam Air ini lah yang menjadi topik dalam Komunikasi Ilmiah yang diadakan pada tanggal 28 April 2008 lalu.

Komunikasi Ilmiah yang diadakan oleh Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi ini dihadiri tiga dosen dari Program Studi Teknik Industri: Bapak Budiarto Subroto, Bapak Mame Slamet Sutoko, dan Bapak Gunawan. Ketiganya ikut berdiskusi bersama para asisten lab.

Acara dimulai dengan pemaparan mengenai profil singkat Adam Air dan kecelakaan-kecelakaan yang menimpa perusahaan ini. Di dalam presentasi yang disampaikan terdapat breakdown masalah yang didapatkan dengan menggunakan tools yaitu Fishbone Diagram. Dengan menggunakan Fishbone Diagram diidentifikasi beberapa penyebab bangkrutnya Adam Air, diantaranya faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan.

Isu-isu mengenai ketidak terampilan pilot Adam Air dalam mengemudikan pesawat mengindikasikan adanya proses rekrutmen yang buruk dan kurangnya pelatihan yang diberikan dari pihak Adam Air. Selain itu, terdapat kontrak kerja yang tidak jelas antara para pegawai dan pihak manajemen. Korupsi pun menjadi salah satu isu penting dalam runtuhnya Adam Air ini. Kasus-kasus korupsi yang terdapat pada Adam Air diantaranya korupsi BBM, audit tidak transparan, bukti-bukti pembelian suku cadang yang mahal namun tidak berkualitas baik dan adanya penipuan pada laporan kewajiban pajak.

Faktor usia pesawat menyumbang resiko yang cukup besar pada terjadinya kecelakaan pesawat. Mayoritas aircraft di Indonesia memang cukup tua. Hal ini berarti lower ownership cost. Namun dibutuhkan higher maintenance cost agar pesawat tetap dapat berfungsi dengan semestinya. Pesawat Adam Air sendiri sudah berumur 18 tahun saat kecelakaan terjadi dan telah melalui inspeksi seminggu sebelum kecelakaan (25 Desember 2006). Diduga Adam Air tidak memiliki sistem maintenance  yang baik dan memadai.

Etika bisnis yang buruk juga salah satu hal yang patut disoroti dalam kasus Adam Air ini. Tekanan psikologis yang diberikan pihak manajemen kepada seluruh karyawan termasuk pilot dan pramugari menjadi hal yang cukup menyalahi aturan. Selain itu sistem pembayaran hutang yang tidak teratur menjadikan Adam Air perusahaan penerbangan dengan tingkat hutang yang tinggi.

             Ditinjau dari faktor lingkungan, Adam Air merupakan organisasi dengan tekstur lingkungan yang kacau dan memiliki ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Adam Air juga melakukan Interlocking Directorates, yaitu pengangkatan Direktorat Keuangan yang berasal dari investor yaitu PT Bakrie Investama.

                Dalam diskusi mengenai topik ini, Bapak Budiarto menyebutkan mengenai Capital Intensif yaitu kecukupan modal kerja yang dalam bisnis penerbangan seharusnya biaya operasional yang ada harus mencukupi biaya minimum untuk tiga bulan ke depan. Sementara itu, profit yang diperoleh kecil sekali, bahkan untuk memperoleh 5% saja sulit. Kenyataan ini cukup mengherankan dimana banyak perusahaan maskapai penerbangan mampu menawarkan tarif pesawat serendah mungkin.

 

4.      Apa yang harus dihindarkan suatu perusahaan agar tidak mengalami seperti Adam Air?

          Memberikan pelatihan terhadap pilot agar lebih terampil.

          Membisakan hidup disiplin, jujur, tidak korupsi, dll.

          Memperbaiki hubungan antara pegawai dan majaement.

          Mengganti pesawat yang usianya cukup tua dengan pesawat yang lebih layak.

          Harus memiliki sistem maintenance  yang baik dan memadai.

          Menciptakan etika bisnis yang baik.

5. Jika anda mempunyai usaha, nilai-nilai penting apa yang akan anda terapkan dalam perusahaan tersebut ?

 Nilai-nilai penting yang akan diterapkan :

a.       Material dan fisik, Contoh : kesehatan, comfort, security
b.      Ekonomi, Contoh : Benefit dan profit yang seimbang
c.       Moral, Contoh : kejujuran, keadilan
d.      Sosial, Contoh : sopan santun
e.       Politis, Contoh : kebebasan & keadilan
f.       Estetika, Contoh : keindahan, kesopanan, kerapihan
g.      KerohanianContoh : beriman, takwa
h.      IntelektualContoh : kecerdasan
i.        ProfesionalContoh : bekerja sesuai penempatan
j.        SentimentalContoh : sangat perasa

<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/2YK136amZYI” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Seminar @WifiUtama: Memprediksi masa depan ERP – Sebuah Analisis SWOT

Saya jadi moderator dan “pembicara”  acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widyatamabertajuk Widyatama Informatics Festival (WIFi). Rangkaian acara ini telah dimulai sejak awal April kemarin dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 26 – 28 April 2012.

WIFi  menggelar seminar dan workshop ditambah dengan berbagai macam kompetisi. Seminar diadakan pada tanggal 28 April 2012 di Universitas Widyatama, Jl. Cikutra 204, Bandung. Seminar akan terdiri dari dua bagian. Seminar pertama akan membahas tentang ERP khususnya SAP dan  diselenggarakan pada pukul 09.30 sampai pukul 12.00. Seminar SAP ini diisi oleh Wahyudi (Staff Ahli Direksi PT. Kereta Api Indonesia) dan Ribkah Gustina (Metrasys) dan moderator Djadja Sardjana.

Berikut adalah ulasan atas seminar tersebut dikaitkan dengan Sebuah Analisis SWOT memprediksi masa depan ERP: 

Teknologi informasi telah tumbuh di era yang didominasi proses di mana otomatisasi telah difokuskan pada pertanyaan “Apa yang harus saya lakukan?”. Hal ini diyakini bahwa kita sekarang telah memasuki era baru di mana otomatisasi dapat membantu menjawab pertanyaan besar: “Apa yang harus saya ketahui” Di era ini, kemampuan untuk mengekspos, mengasosiasikan, menganalisis, dan mempresentasikan konten terstruktur dan tidak terstruktur adalah salah satu sumber yang belum dimanfaatkan untuk keunggulan kompetitif.

Hingga sekarang, kebutuhan operasional dan transaksional – bukan informasi – adalah fokus dari implementasi ERP yang paling penting. Aktifitas tersebut termasuk yang didasarkan pada proses bisnis yang otomatis, bukan analisis bisnis  atau indikator kinerja utama (KPI).

Platform ERP memiliki kemampuan untuk pelaporan historis dan dukungan keputusan, tetapi kebanyakan solusinya telah membatasi fungsi analisis deskriptif  atau prediksi. Upaya untuk memperluas fungsi dalam ERP sering tertinggal fitur dan kegunaannya dari solusi analisis canggih yang terpisah dari ERP.

Para Eksekutif  mengasumsikan informasi  akan menjadi output dari upaya solusi ERP. Namun, sebagian besar implementasi tidak memiliki visi informasi (atau anggaran) untuk hal ini. Banyak implementasi tidak termasuk sejarah informasi  sebagai bagian dari konversi data. Visibilitas terbatas pada transaksi yang terjadi setelah ERP “go-live”. Solusi ERP disebarkan melaluliperilaku “data yang tercemari” serta tidak mengatasi data organik, “sistem rumah-tumbuh  dan sumber tersembunyi lainnya.

Tapi sekarang banyak organisasi berpikiran maju  menyadari bahwa paket perangkat lunak skala besar yang  “memakan semua sumber daya”  perusahaan  bukan prasyarat untuk mencapai kemampuan informasi. Mereka telah meluncurkan “best-of-breed” upaya mewujudkan business intelligence (BI) dan solusi analisis di mana ERP dipandang sebagai salah satu sumber data perusahaan.

Pemain teknologi informasi di perusahaan telah melakukan investasi yang signifikan dan akuisisi untuk mendukung kemampuan informasi mereka. Setelah proses terintegrasi ke dalam platform eksekusi mereka, harus ada banyak peningkatan kemampuan untuk mewujudkan visi informasi perusahaan. Implementasi Multi-tahun ERP  dapat cepat komponen melacak data master dan analisis bisnis untuk mempercepat “time to value”, yang memungkinkan visibilitas untuk menjadi pemercepat jadwal “roll-out”.

Usaha yang mengadopsi pendekatan bisnis KPI di luar operasional, menggabungkan kebutuhan informasi dari bisnis yang jauh melampaui apa yang vendor  perlukan untuk proses eksekusi. Otomatisasi informasi adalah disiplin yang berbeda dari ERP, membutuhkan satu set keterampilan, keteguhan dan metode yang berbeda – terutama jika tidak paralel dengan implementasi ERP. Organisasi menyadari bahwa ERP merupakan sebagian dari data yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan informasi bisnis.

 

Mari kita melakukan analisis SWOT prediktif untuk ERP:

Kekuatan:

  1. Perkembangan TI telah menyebabkan kerangka teknologi baru yang memudahkan untuk Business Intelligence, OLAP dan Manajemen Kinerja Bisnis
  2. Banyak  Algoritma prediksi  tersedia melalui karya-karya penelitian
  3. Komputasi kecepatan tinggi telah memudahkan data mining
  4. Banyak gudang data telah dibangun selama bertahun-tahun yang dapat digunakan untuk analisis

Kelemahan:

  1. Analisis prediktif banyak bertumpu pada membangun sebuah model untuk sistem berdasarkan asumsi tertentu. Hal ini mengakibatkan prinsip “Garbage in garbage out”
  2. Kinerja perangkat lunak ERP menurun sebagai akibat proses prediktif memerlukan komputasi tambahan dan sumber daya dalam bentuk tabel data
  3. “Analytics & predictives” dikembangkan menggunakan teknologi terbaru yang masih belum cukup stabil. Oleh karena itu menghasilkan beberapa bug kode yang tidak diinginkan

Peluang:

  1. Dalam situasi kompetisi yang sangat ketat, perusahaan memberikan perhatian maksimal untuk strategi dan pengambilan keputusan. “Predictives” membantu manajemen dalam membuat keputusan yang berdasarkan perkiraan. Ada banyak peluang pasar yang besar untuk produk ERP seperti ini.
  2. Memperkenalkan  Analisis dan prediksi dengan membuat user interface yang lebih “user friendly” dan intuitif

Ancaman:

  1. Ada banyak pesaing di industri ini seperti Oracle, SAP, dan Microsoft yang berjuang untuk pangsa pasar produk tersebut
  2. Menggunakan teknologi terbaru untuk menambahkan “predictives” untuk ERP menyebabkan peningkatan biaya  dari investasi dalam produk  sehingga mungkin menghalangi usaha kecil menggunakannya.
Melihat analisis SWOT, rasanya investasi di predictives untuk ERP adalah pilihan yang layak untuk perusahaan IT. Ini tidak hanya akan mengantar ke masa depan baru ERP tetapi juga membuat produk ERP yang lebih menarik dan lebih cerdas.
Catatan: Sebagian disadur dari http://fms-syssoc.net/blog/?p=76
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/_LIlOxEMlxs” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

 

Analisis Lingkungan Politik dan Hukum Grameen Telecom

   
Dalam menjalankan kegiatannya, Grameen Telecom  menghadapi lingkungan eksternal berupa Lingkungan Umum (Makro),  Lingkungan Industri (Mikro) dan Lingkungan Operasional dan Lingkungan Operasional (Internal) yang masing-masing dianalisis yang menjadi dasar bagi perumusan strategi.
 
Lingkungan makro adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal yang faktor-faktornya memiliki ruang lingkup yang luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya diluar dan terlepas dari operasi perusahaan. Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam memformulasikan strategi. Kondisi Politik dan Hukum di Bangladesh ikut menyertai Grameen Phone dan Grameen Telecom dengan segala pasang surutnya.Seperti diketahui, pada tahun 1996 Kementrian Pos dan Telekomunikasi Bangladesh (MOPT) telah memberikan lisensi untuk operator GSM kepada TM International (Bangladesh), Grameen Phone Ltd. (Operator dari Grameen Telecom) dan Sheba Telecom Ltd. untuk jangka waktu 15 tahun. 
 
Grameen Phone Ltd. (GP Ltd.) kemudian memperkenalkan skema untuk menyediakan telepon bergerak kepada wanita pedesaan yang tarifnya disubsidi dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin yang berkolaborasi  dengan Grameen Bank (yang didirikan oleh Prof. Muhammad Yunus) dan telah menjadi kisah kebehasilan baik dibidang telekomunikasi dan pengurang kemisikinan di daerah pedesaan Bangladesh. 
 
Untuk memperkuat kebijakan diatas dan memfasilitasi ketersediaan pelayanan telekomunikasi yang terjangkau, pemerintah Bangladesh menyetujui implementasi dari  Kebijakan Telekomunikasi 2001 (Telecommunication Act of 2001). Dibawah kebijakan ini, sebuah komisi independent yang dinamakan Bangaladesh Telecommunication Regulatory Commission (BTRC) didirikan dan mulai berfungsi pada tanggal  31 Januari 2002. Sebagai Badan Regulator, BTRC menerbitkan lisensi kepada operator dan pengguna telekomunikasi serta diberikan mandat . untuk memfasilitasi pelayanan telekomunikasi dengan kualitas yang bisas diterima pelanggan di semua daerah di Bangladesh. Mandat ini dapat diterjemahkan dengan aktifitas sebagai berikut:
Meningkatkan teledensitas sekurang-kurangnya 10 telephon per 100 penduduk di tahun 2010;
Menyediakan komunikasi telepon disetiap desa pada tahun 2006;
Mempromosikan aplikasi telematika (ICT) untuk mendukung perkembangan sosial ekonomi;
Mengkreasikan lingkungan yang kondusif bagi pelayanan ICT;
Memfasilitasi kerjasama Publik dan Swasta dalam perkembangan ICT; dan
Memfasilitasi aplikasi ICT dalam pengentasan kemiskinan
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/T7c5CDGpFAA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Analisis SPICEWORKS Sebagai Alat Bantu IT Audit

Tugas Kuliah Information Technology-3

 

0606020          Rd. Kasono Galih     Pamungkas

0608125          Ihsan   Nugraha

0605036          Raditya           Rachman

0608118          Chandra        

0608139          DAHLIA        GUTERIES BERNARDO

0605073          Yogi    Ramanda

 

 

Analisis SPICEWORKS Sebagai Alat Bantu IT Audit  

 

Spiceworks IT Desktop adalah sebuah aplikasi untuk manajemen desktop, manajemen persediaan, pengelolaan jaringan dan help desk perangkat lunak. 

Secara umum untuk mendapatkan paket software yang lengkap untuk Windows dengan hampir semua fitur yang dibutuhkan, pengguna diharuskan untuk membeli perangkat lunak yang berharga mahal dan kebanyakan hanya digunakan oleh perusahaan besar serta menengah.

Namun untuk aplikasi ini, pengguna komputer dapat memakainya secara gratis.

Perangkat lunak ini menawarkan fitur 7 menu utama, yaitu:

           * My Spiceworks

* Inventory

* Help Desk

* Reports

    * Community

* Store

           * Settings

Freeware ini sangat cocok bagi anda yang memiliki bisnis kecil atau network di rumah anda namun tidak memiliki staff IT yang banyak.

Spiceworks akan menghemat biaya pengeluaran anda dengan mengurangi jumlah Staff IT yang anda sewa.

Spiceworks akan menampilkan berbagai informasi mengenai network device anda ecaran detail dan dilengkapi dengan IT managemen tool sehingga anda bisa menemukan solusi dan troubleshooting jika terjadi masalah di network anda.

Spicework akan memanage network anda mulai dari memberikan informasi disk space, antivirus yang digunakan hingga memberikan notifikasi dan pemberitahuan saat terjadi error atau masalah pada network anda.

Spicework juga akan memberi saran kepada anda jika terjadi masalah semisal saran untuk menginstall software tertentu dan troubleshooting lainnya.

Cara Kerja Spiceworks

 

Spiceworks berjalan dengan tahapan sebagai berikut :

 

•     Aktive Direktori Diakses

Jika digunakan Spiceworks memiliki aksesterhadap active directory, Spiceworks akan memeriksa active directory tersebut untuk menginventarisasi asset pada jaringan. Spiceworks menggunakan info ini(alamat IP, sistem operasi, tingkat service pack, nama mesin) untuk mengisi informasi perangkat yangditemukan.

 

•     NetBIOS diakses

Netbios akan diakses untuk mendapatkan informasi asset pada jaringan sebanyak mungkin

 

•    Alamat IP pada jaringan di Ping

IP addres yang ada dijaringan akan di ping, danspiceworks akan memberikan informasi yang mana IP yang online dan yang kosong ( offline )

 

•     Mesin Diidentifikasi

Mesin yang merespon ping, akan diidentifikasi oleh berdasarkan port yang bisa dimasuki oleh spiceworks.Spiceworks akan mencoba untuk terhubungmenggunakan SNMP, WMI, SSH, SIP, MAC alamat,kemudian HTTP. Jika semua port gagal, makaspiceworks akan mengidentifikasi mesin sesuai infoyang didapat dari NetBIOS dan akan berlabel“unkown”. Pada mesin yang mendapat label unkown, berarti spiceworks tidak mendapatkan informasimendetail tentang mesin, dan hanya info terbatas, dan biasanya akan bertuliskan “scan error”.

 

•     Informasi Dikumpulkan

Dengan protocol yang sesuai, spiceworks akanmengumpulkan informasi sesuai dengan jenis mesin.Misalnya, untuk PC, maka informasi software bisadidapat, dan untuk switch, port mana yang sedangon/off.

 

•    Sebuah Laporan DNS Dibuat

Laporan tentang Domain Name System akan dibuatsetelah proses scanning selesai, apakah ada perubahanDNS atau tidak.

 

•    Perangkat Dikelompokkan

Setelah melakukan proses scan dan mendapatkaninformasi dari perangkat, spiceworks akanmengelompokkan perangkat-perangkat tersebut kedalam beberapa kategori, seperti workstation/PC,server, printer, dll. Anda juga dapat melakukan pengelompokkan sendiri (custom) pada bagianinventory.

 

•    Kegiatan yang masuk

Ketika Scan berjalan, spiceworks akan mengumpulkankegiatan windows berdasarkan kriteria admin padasetiap perangkat.

Kelebihan Spiceworks :

1. Easy-installation (bisa localhost ataupun server, baca OS compatibility di situsnya)

2. Agent-less (tidak perlu menginstall tools tambahan di komputer client)

3. Full-featured (fiturnya lengkap, mulai dari network scanning, reporting hingga helpdesk)

4. Free License (gratis namun aplikasi ini bersifat closed-source dan disisipi ads oleh developernya, selebihnya tidak ada yang mengganggu)

5. Easy2Use (cukup mudah untuk mempelajari penggunaan tools ini)

 

Kelemahan Spiceworks:

Kepadatan informasi per komputer, memiliki banyak data per mesin tetapi untuk hal-hal seperti server banyak statistik perlu menggunakan alat lain.

 

Requirements:

Operating System:

  • Windows 7
  • Windows XP Professional SP2+
  • Windows Vista
  • Windows 2003 Server SP1+
  • Windows 2008 Server

Hardware:

  • 1.5 GHz Pentium 4 Class Processor – Minimum
  • 1.0 GB RAM – Minimum

Discovery Requirements:

  • Windows 2000 Professional
  • Windows 2000 Server
  • Windows XP Professional
  • Windows Vista
  • Windows 7
  • Windows 2003 Server
  • Windows 2008 Server
  • Macintosh OS X – SSH must be enabled
  • Linux/Unix – SSH must be enabled

Exchange Monitoring Support:

  • Spiceworks dapat memonitor Exchange 2003, dan dapat memonitor 2007 dan 2010 menggunakan script ini.

Deteksi Interface Bandwidth:

  • Device perlu support Bridge MIB atau Q-Bridge MIB untuk Spiceworks to mendapatkan kembali informasi VLAN.
  • Device perlu support IP-MIB dan IF-MIB untuk Spiceworks untuk mendapatkan kembali informasi interface.

Email Server Requirements:

  • Incoming Email: IMAP, POP, atau Exchange 2003, 2007, dan 2010
  • Outgoing Email: SMTP atau Exchange 2003, 2007, dan 2010

Browser Requirements:

 

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/6kdRoLMq-qo” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    Policy Analysis: Evaluating Policy Performance

    Table of Contents :

    1. Ethics and Values in Policy Analysis 
      • Thinking about Values 
      • Ethics and Metaethics 
      • Standards of Conduct 
    2. Descriptive Ethics, Normative Ethics and Metaethics 
      • Descriptive Value Typologies 
      • Developmental Value Typologies 
      • Normative Theories 
      • Metaethical Theories
    3. Evaluation in Policy Analysis 
      • The Nature of Evaluation 
      • Functions of Evaluation 
      • Criteria for Policy Evaluation 
    4. Approaches to Evaluation 
      • Pseudo-evaluation 
      • Formal Evaluation 
      • Varieties of Formal Evaluation 
      • Decision-Theoretic Evaluation 
    5. Methods For Evaluation

    A strong public policy analysis focus on:

    1. To distinguish policy outcomes, impacts, processes, and inputs 
    2. Compare and contrast social systems accounting, social experimentation, social auditing, and research and practice syntheses 
    3. To describe and illustrate criteria for evaluating policy performance 
    4. To contrast decision-theoretic evaluation and metaevaluation 
    5. To distinguish values, ethics and metaethics 

    [slideshare id=2753635&doc=dunn-policy-analysis-chapter07-djadjaachmadsardjana0907904-v1-1-091220075550-phpapp02]

    Related articles, courtesy of Zemanta: