Pelayanan Rawat Jalan: Apakah Sebanding Dengan Mengantri Selama Tiga Setengah Jam?

 

Hari ini saya dan istri mengantar Firman yang mengalami alergi berkepanjangan ke dokter kulit di salah satu rumah sakit swasta di Jl.Ir.Haji Juanda. Kami tiba  jam 8 pagi di lantai 2 rumah sakit tersebut dan langsung mendaftar sebagai pasien rawat jalan. Diinformasikan oleh petugas administrasi bahwa dokter kulit sudah praktek sejak jam 7 pagi.

 

Kami menuju ruang praktek dan Firman langsung diperiksa tekanan darah dan pra-pemeriksaan lainnya oleh suster. Setelah 1 jam (jam 09.00) kami lihat pasien mulai banyak, namun dokter belum ada.

 

Kira-kira jam 10.00 dokter yang mempunyai nama seperti pahlawan wanita bangsa Prancis ini tiba di tempat prakteknya. Pakaiannya “Chic” dan dia “Good Looking” untuk wanita seukurannya……..

 

 

Setelah menunggu 2 jam ada rasa kecewa dan jenuh, mengapa rumah sakit sebesar dan “sebaik” ini tidak punya “Communication Plan” yang baik dan benar. Seharusnya ada indikator berapa lama pasien harus menunggu sesuai urutannya, apakah dengan cara TIK (Teknologi Informasi dan Kumunikasi) atau dengan cara “Basa mah teu meuli” melalui suster atau tenaga administrasinya.

 

Barulah setelah tiga jam setengah  (jam 11:30) yang menjemukan dan menguras “social & emotional cost” yang cukup besar, Firman dipanggil masuk ke ruang praktek untuk diperiksa…..Taraaa…15 menit kemudian pemeriksaan selesai diiringi perasaan lega….

 

Pada saat keluar, selain resep,  FIrman membawa surat keterangan dari dokter bahwa ia terlambat ikut Ekstra Kurikuler di sekolahnya karena harus berobat ke  dokter……Pertanyaan strategisnya:

 

Apakah Pelayanan Rawat Jalan Sebanding Dengan Mengantri Selama Tiga Setengah Jam?

 


[Hari Anak Sedunia] Anak-Anak Palestina: Mereka Anak Kita Juga

 

Dikutip dari KOMPAS.com — Serangan misil Israel pada Minggu (18/11/2012) di Jalur Gaza menghancurkan sebuah rumah keluarga seorang polisi, Mohamed Al-Dallu. Dallu dan delapan anggota keluarga, termasuk empat orang anak, tewas seketika.

 

Wartawan melaporkan, suasana begitu pilu saat warga dengan alat seadanya berupaya menggali reruntuhan puing untuk mencari korban. 

 

Di Rumah Sakit Shifa, tangis memecah ketika anak-anak Dallu digendong tak bernyawa. Petugas medis banyak menerima korban luka. Mereka tampak kewalahan menerima banyaknya korban dengan kondisi yang parah. Seorang perawat jatuh lemas tak sanggup mengatasi tekanan emosi dan harus ditenangkan oleh rekan sejawatnya di satu sudut ruangan………..

 

 

Ya betapa memilukannya nasib Anak-Anak Palestina…….

 

Dikutip dari Merdeka.com, Mungkin di dunia ini tidak ada orang tua ingin masa kecil anak mereka terenggut dalam keadaan apapun. Tetapi hal itu sepertinya tidak berlaku di Palestina. Di mana sebagian bocah saban hari hidup dalam ketakutan tak berkesudahan. Mereka selalu berdoa semoga hari esok masih bisa berkumpul dengan orang tua dan tidak pernah disentuh tentara Israel.

 

Sebuah organisasi nirlaba asal Israel, Breaking the Silence, memaparkan laporan mengejutkan. Mereka membukukan pengakuan 30 mantan serdadu Negeri Zionis itu soal kekerasan terencana terhadap bocah-bocah Palestina, seperti dilansir dari surat kabar the Guardian, Senin (27/8/2012).

 

Dari pengakuan itu diungkap bagaimana para serdadu Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza saban hari kerap menculik, memukuli, menakut-nakuti, hingga mencemooh para bocah Palestina. Kadang para prajurit itu selalu mencari-cari alasan dengan menuduh mereka melakukan pelemparan batu. Di lain waktu, aparat Negeri Zionis itu sering melampiaskan kekerasan seperti menendang dan mencekik anak-anak tanpa alasan jelas.

 

Menurut salah satu prajurit tidak disebutkan namanya, prosedur penangkapan itu serba tidak jelas. Mereka hanya ditahan dan berdesakan dalam sebuah ruangan kecil di kantor polisi terdekat. “Anda tidak pernah tahu nama mereka, tidak pernah berbicara kepada mereka, mereka hanya bisa menangis sampai buang air di celana. Mata mereka ditutup dan didudukkan berjejer bagaikan anjing,” kata dia. Menurut dia, pada awalnya dia merasa risih dengan kenyataan seperti itu. Tetapi lambat laun dia dan beberapa rekan menjadi tidak peduli dan terbiasa dengan hal itu.

 

 

Anda bisa bayangkan seorang bocah kecil ditangkap dan diseret masuk ke dalam kantor polisi buat ditanyai setelah dipukuli terlebih dulu. Paling menyedihkan adalah dia diinterogasi sembari laras senapan berisi peluru tajam siap tembak diarahkan ke kepala. Tentu bocah itu menangis ketakutan minta ampun. Kadang para serdadu itu sengaja mengerjai guna mengorek keterangan lebih dalam tentang siapa kerabat mereka ikut menjadi anggota perlawanan macam Hamas atau Jihad Islam. Setelah puas, para petugas itu pun tertawa. Anak-anak itu seakan sudah terbiasa hidup dengan cara seperti itu, meski terasa pahit.

 

Menurut Gerard Horton dari organisasi Perlindungan Anak-anak Internasional (DCI) cabang Palestina, dari hasil penelitian bocah-bocah Palestina kerap disiksa oleh prajurit Israel. Saban malam mereka diculik, diborgol, ditutup matanya, serta mendapat kekerasan. Kengerian itu berlanjut lantaran mereka tidak diberi izin bertemu orang tua sampai pemeriksaan dinyatakan selesai sesuai kehendak para petugas keamanan itu.

 

Seorang juru bicara militer Israel menyangkal semua laporan dipaparkan oleh Breaking the Silence. Dia mengatakan hal itu hanya sebagai upaya pencitraan negatif buat dinas ketentaraan. “Hal itu merupakan masa lalu militer Israel. Kini kami cepat tanggap saat ada laporan pengaduan tentang tindakan mencurigakan atau salah prosedur. Kejadian macam itu bakal diusut,” kata dia.

 

Namun, menurut para mantan serdadu hal itu mungkin dianggap remeh. Tetapi itu penting lantaran masyarakat harus tahu apa yang terjadi saban hari dalam bagian kehidupan mereka. Lantaran mereka hidup di atas ketakutan orang lain.

 

Angklung, Engkau Selalu Ada di Di Relung Bandung

 

Setelah putri kami memilih angklung sebagai ekstra-kurikuler di sekolahnya baik SMP dan SMA, saat ini putra kedua kami ikut jejak kakaknya. Tadi pagi ia ikut “mentas” dalam acara “Angklung Day” di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (18/11/2012).

 

Tambahan lagi setelah putri kami mendapat kesempatan untuk ikut  pementasan di luar negeri, ketertarikan ini menjadi berganda. Mungkin kebetulan atau tidak, Riris dan Firman menyenangi angklung. Ternyata banyak hal yang bisa didapat dari alat musik asal Bandung ini. Bagi putra putri kami ini, saya lihat sisi positif diantaranya adanya keseimbangan bagi otak kanannya (seni, kreatifitas dll.) sebagai kompensasi setelah memperoleh gemblengan untuk otak kirinya (logika, ilmu dll.) di sekolah dan di rumah.

 

Dikutip dari detik.com, Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Jawa Barat berkumpul di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (18/11/2012). Mereka memeriahkan peringatan Hari Angklung sambil menenteng alat musik tradisional angklung.

 

Ketua Panitia Pelaksana Anglung Day, Agung Setiana, mengatakan pelajar yang mengikuti acara ini berasal dari tingkat TK hingga SMA. Selain itu, turut meramaikan kalangan mahasiswa, masyarakat umum, serta komunitas angklung.

 

“Ini merupakan peringatan dua tahun diumumkannya angklung oleh UNESCO. Angklung diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia,” ucap Agung ditemui di lokasi acara.

 

Alat musik tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari bambu ini dikukuhkan UNESCO sebagai The Intangible Heritage pada 18 November 2010 di Nairobi, Kenya. Angklung ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.

 

“Panitia mengundang sekitar 60 sekolah, dan ribuan pelajar turut hadir dalam Angklung Day ini,” kata Agung.

 

Pelajar itu berbaris di halaman Gedung Sate untuk memainkan anglung secara serentak diiringi perkusi dan paduan suara. Tiap pelajar memegang angklung berbeda nada antara barisan satu dengan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga jelang siang.

 

Sekolah Yang Baik: SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) atau SBA (Sekolah Bertaraf Akhirat)

Menurut Wikipedia, Sekolah berasal dari bahasa Yunani σχολή (schole), yang aslinya berarti “kesenangan”, atau juga “Tempat yang menyenangkan” (Gambar-1). Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk memungkinkan dan mendorong siswa (atau “murid”) untuk belajar di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa mengalami kemajuan melalui serangkaian tingktan sekolah. Nama-nama untuk sekolah berbeda di setiap negara, tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak dan sekolah menengah bagi remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Hari Sabtu kemarin saya mengambil raport tengah semester milik Firman. Cukup terkejut karena raport dibagikan di lantai 8 Gedung Pos Indonesia….Bagi sekolah yang termasuk kluster 2 dan “gratis” di Bandung, ini termasuk sangat mewah……

Acara dibuka dengan “School Profile” berupa film singkat yang digarap cukup apik dan profesional. Kemudian Kepala Sekolah menyampikan betapa pentingnya sekolah tidak hanya berfikir tentang SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) yang hanya mementingkan intelejensia. Namun SMP ini bertekda menjadi SBA (Sekolah Bertaraf Akhirat) yang mempunyai kesetimbangan IQ, EQ dan SQ agar anak bisa tumbuh berkembang dengan wajar dan natural.

Kemudian seorang pembicara dari ESQ Center memberikan beberapa contoh masyarakat di manapun agar menjadikan 7 Budi Utama yaitu: Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli sebagai karakter bangsa. Prinsip-prinsip yang tidak sesuai dengan suara hati akan berakhir dengan kegagalan, baik kegagalan lahiriah maupun kegagalan batiniah. Dunia telah membuktikan bahwa prinsip yang tidak sejalan dengan suara hati atau mengabaikan hati nurani seperti contoh diatas, terbukti hanya mengakibatkan kesengsaraan bahkan kehancuran. 

Sekolah ini Berdasarkan Visi dan Misinya, memiliki tujuan:

  1. Membentuk pribadi yang religius,agamis ,berakhlak solih/solihat ,cerdas dan berpengetahuan luas serta mampu membuat inovasi dalam dunia pendidikan.
  2. Menciptakan sebuah lembaga pendidikan yang membekali keterampilan dan kecakapan hidup berbasis teknologi untuk dapat hidup lebih maju dan mandiri serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  3. Dapat memberikan bekal dalam menghadapi tantangan kehidupan dan unggul menghadapi berbagai tantangan dalam era globalisasi.

Sedngkan strategi pembelajaran dari sekolah ini adalah:

  1. Setiap hari melaksanakan pembiasaan Asmaul Husna dan sholat dhuha.
  2. Pembelajaran baca Al Qur’an (surat pendek) setelah shalat dhuhur berjamah selama 20 menit.
  3. Mengikuti kejuaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) minimal tingkat kota Bandung.

 

Bagaimana Film Mempengaruhi Hidup Kita?

Saya tidak begitu sering menonton film baik di Televisi maupun Bioskop. Namun adakalanya menonton film yang memberikan pencerahan diri baik dar Indonesia mulai dari Badai Pasti Berlalu (1977), November 1828 (1979), Tjoet Nja’ Dhien (1986), Naga Bonar (1986)  sampai  Laskar Pelangi (2008). Juga beberapa film asing yang menarik untuk disimak seperti The Godfather (1972),  Forrest Gump (1994), Titanic (1997), Saving Private Ryan (1998) dan banyak lagi…….

Dalam beberapa bagian dari kehidupan, kadang kita merasa begitu rendah karena tantangan yang ada. Bahkan ketika kita mencoba untuk menemukan cara sendiri menemukan kebahagiaan, kita merasa tidak bisa bisa mencapainya. Namun, ada cara lain yang meskipun tidak dapat menyelesaikan masalah, tetapi itu membuat kita merasa nyaman dan mengurangi rasa sakit yang kita miliki dalam diri…………

Itu adalah media  yang secara luas tersebar di seluruh dunia melalui televisi, bioskop, dan internet. Seperti film, video, game komputer, musik dan banyak lagi. Ini semua adalah bentuk “jalan keluar” setiap kali kita tidak merasa baik dan mengalami hari-hari yang sulit. Kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa  hal ini benar-benar dapat membantu kita untuk setidaknya melupakan masalah  walapun hanya beberapa saat, yang  kita layak untuk memilikinya…….

Dibuat untuk menghibur kita

Ini berarti bahwa film dapat mengalihkan perhatian untuk fokus pada media penghibur tersebut daripada memikirkan masalah kita. Seperti jika kita menonton film, khususnya film komedi, membuat diri kita  tertawa. Dengan demikian, tertawa membuat kita lega. Hal ini akan jauh lebih baik jika kita pergi keluar dengan keluarga atau teman kita ke bioskop yang benar-benar bisa menghibur kita. Namun, ini juga dapat memberikan efek buruk seperti kecanduan. Kadang-kadang, seseorang tidak ingin pergi bekerja, kuliah atau sekolahkarena mereka sangat dihibur dengan film dan ini adalah satu-satunya hal yang mereka ingin lakukan daripada berkonsentrasi dengan pekerjaan atau studi  mereka.

Bisa memberikan kita pelajaran

Setiap cerita yang kita tonton di film yang melibatkan pelajaran moral yang berbeda, bahwa kita harus menerapkan dalam kehidupan kita yang sebenarnya. Kadang-kadang, mereka dapat membuat kita berimajinasi bahwa kita adalah aktor atau aktris film tersebut.  Hal ini dapat membuat kita dengan jelas memahami ceritanya. Dan  ada kalanya hal ini bisa membuat kita menangis ketika karakter yang kita cintai menangis karena merasa berhubungan dengan mereka. Tapi kita tidak bisa sepanjang waktu hanya bergantung pada film  untuk mendapat pelajaran kehidupan nyata.

Menjadi pengisi waktu yang baik.

Jika kita tidak ingin selalu melihat jam tangan  karena  waktu berlalu perlahan, kita dapat menonton film. Kita bisa melihatnya  tanpa memperhatikan bagaimana waktu dilewati. Jika kita berada di tempat umum menunggu seseorang yang istimewa, kita dapat membuka laptop untuk bersantai dan melihat film. Kemudian tanpa terasa kita akan melihat bahwa orang yang sedang ditunggu hadir di depan kita. Namun, jika kita melakukan hal ini sepanjang waktu, mungkin kita tidak bisa melakukan kegiatan yang produktif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ketika akan melakukan hal ini, harus memastikan bahwa kita bebas dan tidak ada kewajiban untuk melakukan tugas-tugas.

#RenunganPembebas Surga Ada Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Semenjak kakiku melangkah ke bumi

Ada satu hal yang selalu kujaga

Hati dan pikiran ibu yang melahirkanku

Biarlah kasih sayang menjadi perisai jiwa

 

Menyusuri perjalanan hidup yang fana ini

Membekal sukma dengan bakti dan hormat jiwa

Kupahami benar makna sejuta sukma 

Surga Ada Di Bawah Telapak Kaki Ibu

 

Baraya, Basa Sunda Heunteu Menta Loba

 

Lamun urang ngaregepkeun salawasna

Basa Sunda Heunteu Menta Loba 

Ngan saukur dipiara jeun diseja kuurang sarerea

Teu hayang jadi basa keur sakumna umat manusa

 

Saheunteuna dipake keur saukur jirimna

Oge tong teuing jiga teu dipalire samanea

Bisi urang hanjakal engke kadituna

Baraya, Basa Sunda Heunteu Menta Loba 

 

 

@ChefLearning “Life is The Journey Not The Destination” ~ Ralph Waldo Emerson

 

 

Life like a cup filled with happiness

You can mix it with the vibrancy and emotion

The reaction will depend on two great thing

the olfactory nerves in your nose goodness

Also taste buds on your tongue abundance

 

Korelasi Simpati HUT TNI, Empati Pada KPK dan Emosi Tinggi Polisi

Simpati HUT TNI

Kemarin adalah HUT TNI yang ke 67……………Belajar dari Gerakan Reformasi tahun 1998, TNI telah belajar banyak bagaimana menarik simpati rakyat. Bahkan pada tanggal 5 Oktober 2012,  Salah satu lagu yang dibawakan Adam Levine saat itu adalah Move Like Jagger. Lagu itu turut mengiringi aksi 100 penerjun payung free fall dalam salah satu demonstrasi di rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Indonesia ke-67 di apron Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Bersamaan dengan iringan lagu yang dinyanyikan Adam Levine bersama Christina Aguilerra ini, para penerjun payung satu per satu berusaha mendaratkan dirinya dengan mulus di sekitar mimbar kehormatan, tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono melihat demonstrasi.

Setelah Move Like Jagger, atraksi yang juga dilengkapi delapan penerjun srikandi dari ketiga angkatan TNI dan Kepolisian RI ini kemudian disambung dengan lagu Bendera karya band lokal, Cokelat. Iringan penerjun payung pun ditutup dengan aksi perdana Pembantu Letnan Dua Dwijo sembari membawa bendera merah putih. Dengan parasut berwarna biru, sekitar dua menit, Dwijo bermanuver sendiri membentuk zig-zag. Hingga akhirnya dia mendarat beberapa meter dari mimbar kehormatan.

Peringatan HUT TNI tahun ini memang mengambil tema demonstrasi pasukan. Sejak sekitar pukul 09.00 pagi tadi, begitu upacara selesai, aneka demonstrasi pasukan pun digelar untuk menghibur para hadirin. Upacara dimulai dengan senam balok, senam perahu karet, dan bela diri militer dari Angkatan Darat. Bersamaan dengan senam, aneka pesawat milik TNI Angkatan Udara melakukan fly pass, termasuk dua pesawat Super Tucano asal Brazil yang didatangkan beberapa pekan lalu.

Tak hanya aksi penerjun payung gaya bebas yang menghiasi angkasa Halim dalam dirgahayu para tentara ini. Sekitar 625 penerjun payung menyambung aksi 100 rekannya, kali ini dengan gaya statik.

Bagai ilusi asap di balik awan, mereka terjun dari pesawat Hercules C130, masing-masing dua penerjun. Menggunakan parasut hijau, mereka terjun mulai dari arah kiri lapangan lalu membentuk rangkaian penerjun saat Hercules perlahan terbang ke arah kanan lapangan.

Tak hanya penerjun, dua atraksi mengenakan pesawat dan helikopter juga menghibur para hadirin, atau dikenal dengan Dynamic Pegasus dan Jupiter Aerobatik. Atraksi manuver-manuvernya mengundang decak kagum para hadirin. Di antaranya, gaya goyang ngebor dan gaya berciuman helikopter Pegasus.

Empati Pada KPK 

Malam tadi terjadi kehebohan di Gedung KPK……Mirip dengan peristiwa bersejarah Reformasi pada bulan Mei 1998, rakyat “berkumpul” di depan gedung para “Satria Anti Korupsi” itu didukung “Rakyat Internet” melalui Media Sosial. Hubungan Polri dan KPK kembali meregang setelah penyidik Polri di KPK, Noval Baswedan, rencananya akan ditangkap Polda Bengkulu, Jumat (5/10) kemarin. 

Jika insiden KPK ini dibiarkan, lanjutnya, bukan mustahil suatu saat ada polisi yang menyerbu istana presiden tanpa sepengetahuan Kapolri. Jika alasannya ingin menangkap penyidik KPK yang terlibat masalah hukum, seharusnya dilakukan sesuai SOP yaitu lewat surat panggilan pertama dan kedua.

Jika yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut, barulah polisi dapat melakukan penangkapan. Penyerbuan yang dilakukan polisi ke KPK diaanggap sebagai wujud asli anggota Polri yang arogan, sewenang-wenang, kerap melakukan kriminalisasi dan kekanak-kanakan.

Emosi Tinggi Polisi

Setelah “dirundung malang” dengan beberapa kasus yang melibatkan polisi dengan kulminasi kasus “Simulator SIM”, banyak fihak merasa gerah. Ini diikuti dengan sikap Polri yang mempersoalkan pengangkatan 28 penyidik pilisi menjadi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Polri, pengangkatan anggota kepolisian sebagai penyidik di KPK telah dilakukan tanpa prosedur dan aturan yang berlaku di lingkungan Polri.

Polri mengatakan, seharusnya para penyidik yang ingin menjadi pegawai tetap di KPK mengajukan pengunduran diri terlebih dulu dari kepolisian. Karenanya, Polri mempertanyakan etika KPK yang telah mengangkat penyidik dari kepolisian. 

“Personel Polri ini diangkat sesuai ketentuan. Bahkan surat perintah pengangkatan perwira Polri itu di Presiden. Kemudian tahu-tahu anak buah kita langsung diputuskan menjadi anak buah orang lain. Lho gimana itu etika lembaganya, seperti apa? Masalah seperti inilah yang justru mengerdilkan diri sendiri (KPK). Bukan membesarkan, membuat kerdil dirinya sendiri,” ujar seorang petinggi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10).

Seharusnya, kata dia, KPK berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran pimpinan Polri terkait pengangkatan 28 penyidik tersebut. Apalagi, KPK tahu bahwa lima dari penyidik tersebut harusnya sudah melewati batas waktu masa tugas dan harus dirotasi.

 

 

I Love Monday: Antara Rapat Manajemen, Rekrutmen, Kuliah Cisco Security, Buka Bersama Dengan Riris dan Anak Tetangga Korban Tabrak Lari

 

Hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang lengkap dan berwarna. Mulai yang menggembirakan sampai yang menyedihkan terjadi silih berganti sbb:

 

Rapat Manajemen dan Rekrutmen

 

Rapat di Comlabs-ITB kali ini membicarakan beberapa topik penting diantaranya:

 

  1. Help Desk
  2. Sarpras/Duktek 
  3. Campus Center
  4. Jatinangor
  5. Kekurangan Ruangan
  6. SDM
 
Rapat berlangsung dari Jam 09.00-11.00 dan menghasilkan beberapa keputusan penting.  Diharapkan keputusan ini kan meberikan arah dan gerakan (Direction and Movement) yang menjaga keberlangsungan institusi ke depan.
 
Setelah rapat dilakukan diskusi dengan staf baru yang mengisi posisi Front Office. Banyak harapan digantungkan padanya karena dia punya latar belakang cukup mumpuni dengan penguasaan Bahasa Inggris yang cukup. Pastinya kami tekankan padanya bahwa institusi menekankan pada kinerja yang berkorelasi langsung dengan benefit dan profit yang akan dia terima
 
Kuliah Cisco Security Applied Networking-3
 
Tanpa makan siang dulu (karena shaum), saya langsung meluncur ke Laboratorium Networking Teknik Informatika Universitas Widyatama. Setelah sholat dhuhur, saya buka kuliah Applied Networking-3 dengan tugas kelompok agar mahasiswa membuat proposal Program Kreatifitas Mahasiswa DIKTI 2013. Menurut pengalaman sebelumnya, mahasiswa akan terpacu untuk membuat tugas karena tertarik dengan “exposure” keberhasilan teman-temannya di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional  (PIMNAS).
 
Kuliah dilanjutkan oleh Dosen Tamu Kang Akhmad Muhammad dengan teori dan praktek “Cisco Security” terutama topik “Access List”. Berikut adalah ulasannya:
 
Access List (ACL) digunakan untuk : 
  1. Mengontrol jalannya trafik data dalam network 
  2. Mem-filter paket-paket yang melewati router 
ACL adalah : 
  1. Sekumpulan list-list yang berisi kondisi-kondisi untuk diterapkan pada trafik yang  melewati interface router. 
  2. List ini menginstruksikan router paket mana saja yang akan di accept atau deny.
  3. Accept atau deny dapat berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, contoh: 
    • Address source dan atau destination 
    • Protokol yang digunakan 
    • Nomor port yang di akses  

Beberapa alasan menggunakan ACL : 

  1. Membatasi trafik  tertentu sehingga meningkatkan performa network 
  2. Menyediakan kontrol trafik 
  3. Menentukan tipe trafik yang boleh lewat dan yang di blok pada interface router
  4. Contoh: mengijinkan trafik e-mail dan mem-blok trafik telnet 
  5. Tanpa ACL, semua paket bisa melewati router bebas hambatan. 
 
Terima kasih pada Kang Akhmad Muhammad yang telah memberikan  sebagian ilmunya pada kami……..
 
Buka Bersama Dengan Riris
 
Kegiatan dilanjutkan dengan menjemput Riris di SBM-ITB. Kemudian kami menuju Riau Junction karena Riris suka dengan makana Jepang. Ia berencana meramu beberapa resep masakan Jepang yang mungkin terinspirasi oleh kepopuleran acara Master Chef 🙂
 
Setelah berbelanja, kami lanjutkan dengan buka bersama di Restoran Jepang Sushi Tora di Supermarket Yogya Riau Junction. Makanannya enak walau harganya premium dan cukup tinggi dibanding Kedai “Bar Time and Sushi” depan DPRD Jabar Jl.Diponegoro Bandung. Tidak lupa kami juga bawa untuk Firman walaupun bukan berisi ikan karena dia masih alergi.
 
Anak Tetangga Korban Tabrak Lari
 
Pulang ke rumah, kami mendapat berita bahwa ada Anak Tetangga yang menjadi Korban Tabrak Lari. Anak itu ditabrak pengendara motor di Jalan Supratman dekat rumah kami. Penabraknya tanpa perduli (baca: pengecut) melarikan diri dan tidak memikirkan bilamana anak itu adiknya atau keluarganya sendiri.
 
Seperti yang saya kemukakan beberapa waktu yang lalu bahwa “Mengemudi Adalah Bukan Pekerjaan Sampingan“. Serius….., kalaupun kita minimal bisa mengemudikan sepeda motor, seringkali kita merasa itu adalah sesuatu yang “given” dan punya anggapan serba gampang dan nggak ada aturan yang pasti.
 
Tahukah anda, cara mengemudi motor yg baik dan benar salah satunya adalah : Kedua tangan jangan lurus 180 derajat kedepan,tapi harus ada sedikit sudut pada siku tangan?
 
Tahukah anda, bahwa Mengemudikan Kendaraan Itu Bukan Pekerjaan Sampingan (kerennya: Driving Is Not A Part-Time Job) serta memerlukan konsentrasi penuh? 

Ehm…kelihatannya sepele ya..tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Coba lihat dan teliti film Amerika yang memperlihatkan seseorang harus ujian mengemudi berkali-kali agar lulus mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) seperti di film “Speed-2″ dengan Sandra Bullock sebagai pemeran utamanya. Tilik juga Nelson Piquet, ex-pembalap F-1 yg terkenal dari Brazil, yang harus belajar mengemudi lagi karena sering melanggar lalu lintas.

Kelihatannya masih banyak pengemudi di Indonesia harus ujian SIM ulang agar mereka tidak menganggap kendaraannya dan mengemudi di jalanan adalah “Ekpresi Kebrutalan” dirinya 🙁

 http://www.youtube.com/watch?v=fPdgLWHC3xg