Kuliah @HimatifUtama APNET-3: Trouble Shooting Konverter “Serial To USB” Untuk Konsol Router

 

Hari ini disela-sela kuliah, Mahasiswa @HimatifUtama APNET-3 sibuk Trouble Shooting Konverter “Serial To USB” Untuk Konsol Router. Bahkan saya bilang kalau tidak bisa nilainya sekelas akan dikurangi 😀

 

Berkomunikasi dengan perangkat RS232 saat ini tampaknya benar-benar sulit. Sekarang  laptop terbaru tidak memiliki port serial RS232. Sebelumnya para mahasiswa telah mencoba 2 adapter dan mendiskusikan dengan beberapa orang lain, dan sejauh ini belum menemukan cara untuk membuatnya bekerja dengan baik.

 

Adapter pertama yang dicoba, direkomendasikan oleh mahasiswa angkatan sebelumnya. Sistem melaporkan bahwa perangkat lunak yang diinstal dengan benar, dan tes diagnostik dalam perangkat lunak melaporkan bahwa ia bekerja dengan baik. Tapi kami tidak bisa mendapatkan sinyal dari Konverter “Serial To USB” itu..

 

Adapter Kedua, direkomendasikan sebagai alternatif oleh mahasiswa lain, tampaknya bekerja ketika menggunakan program HyperTerminal yang dibundel dengan Windows. Namun, jika saya mencoba untuk menghidupkan “menangkap teks ke file” tidak bisa membaca apa-apa yang masuk ke port serial.

 

Adapter ini  apakah  bekerja atau tidak tampaknya sering tak terduga; sering berfungsi dalam beberapa situasi dan gagal pada orang lain. Tidak ada yang menemukan perangkat ini dapat bekerja setiap waktu.

 

Kita perlu menghabiskan beberapa jam percobaan, tapi akan menjadi lebih baik bila kita tahu informasi tentang beberapa prinsip-prinsip adapter ini yang terlibat.

 

Dasar apa untuk memilih perangkat ini? Apakah ada standar atau tes standar untuk mereka? Apakah ada situs web apapun yang daftar yang orang-orang yang bekerja dalam situasi yang berbeda atau dengan program yang berbeda?

 

Prinsipnya adalah kita harus memeriksa standar hardware dan software yang digunakan oleh kedua port. Kabel RS232 memiliki banyak varian. Kabel ini tidak reversibel, satu sisi harus dikonfigurasi sebagai DTE (Data Terminal Equipment) dan sisi lainnya sebagai DCE (Data Circuit-terminating Equipment). Ada mode jabat tangan (handshaking) berbeda yang dapat digunakan, dalam kabel. Pin di konektor dapat menjadi korsleting untuk memaksa “handshaking hardwire.

 

Dalam perangkat lunak ada standar yang berbeda untuk transmisi data pengendali, yang paling umum adalah penggunaan CTL-Q dan CTL-S untuk XON dan handshaking XOFF. Anda hanya perlu sebuah kotak simulasi RS232 dan beberapa cara untuk menangkap aliran data dari kedua ujungnya, dan kemampuan untuk memodifikasi perangkat lunak komunikasi untuk memecahkan masalah ini.

 

Print Friendly, PDF & Email

Nasionalisme Bangsa dan Hubungannya Dengan Kiprah Sepakbola Indonesia

Nasionalisme: Dimanakah Kau Berada?

 

Nasionalisme Bangsa Indonesia ditandai dengan Kebangkitan Nasional dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Saat ini kita masih menunggu dan mengejar agar bangsa ini bangkit menuju peradaban yang lebih baik dan berkesinambungan. Masalah yang dihadapi cukup rumit, terutama generasi saat ini yang melihatnya dari peristiwa Reformasi 20 Mei 1998. Saat itu banyak fihak berharap akan terjadi perubahan mendasar setelah 14 tahun reformasi itu terjadi.

Namun, apa mau dikata, Reformasi telah “menelan korban dan biaya” yang tidak sedikit. Baik dari sisi aset fisik,  budaya, sosial, psikologis dan aspek kemanuasian lain, peradaban kita ada di ambang “To Be or Not To Be”. Banyak pemangku kepentingan bangsa kebingungan dengan “Prioritas Mana Yang Harus Dipilih Oleh Bangsa Indonesia?”. Mereka masih gamang “irama apa yang harus dimainkan?”.

Nasionalisme dan Sepakbola

 

Apakah ada keterkaitan langsung antara nilai nasionalisme dan prestasi sepakbola sebuah bangsa?

Nasionalisme atau paham kebangsaan serupa barang semu. Tidak berbentuk dan hanya ada di dalam benak kepala orang banyak. Benedict Anderson mengatakan, bangsa-bangsa adalah komunitas yang dibentuk secara sosial dan diciptakan dalam persepsi mereka yang berada di dalamnya. Prinsip kebangsaan ini mendapat tempat lebih luas secara politis ketika orang membentuk negara.

Bersumber dari goal.com, disebutkan Sepakbola turut memberikan ruang atas terjadinya persaingan antarbangsa atau antarnegara salah satunya melalui sistem kejuaraan yang dikenal sejak olahraga si kulit bulat ini mewabah secara global.

Dalam ruang yang paling kecil terjadi ketika Indonesia berpartisipasi di AFF Suzuki Cup 2012 baru-baru ini. Kebetulan atau tidak, Indonesia mengawali turnamen melawan Laos dan mengakhirinya dengan menghadapi Malaysia. Hubungan Indonesia dan Malaysia tak ubahnya seperti dua negara tetangga lain di dunia. Saling cela, saling bersaing, saling cemburu, tetapi sebenarnya saling membutuhkan.

Malaysia dalam banyak hal sebenarnya mengagumi Indonesia. Dalam sebuah percakapan dengan seorang teman dari negara jiran itu di Kuala Lumpur dua pekan lalu, generasi muda Malaysia sebenarnya mengakui keunggulan berbagai produk budaya Indonesia. Sayangnya, Indonesia tidak memandang fenomena itu sebagai sebuah hegemoni melainkan menganggapnya sebagai produk yang eksklusif.

Tapi, di lapangan sepakbola Malaysia berhasil mengungguli Indonesia dalam beberapa pertemuan. Jika masyarakat Indonesia merayakan pencapaian timnas di AFF Suzuki Cup dengan gegap gempita, begitu pula dengan masyarakat Malaysia. Jika kepentingan politik Indonesia menempatkan sepakbola di pentas utama, begitu pula halnya dengan Malaysia. Sebabnya sepakbola dianggap berhasil menggelembungkan sikap nasionalisme sepanjang turnamen digelar.

Nasionalisme yang sudah ditinggalkan kalangan posmodernis tetap menjadi barang penting bagi negara dunia ketiga seperti Indonesia dan Malaysia. Jika menilik teori modernisasi Anthony Giddens, entah berada di tahap berapa Indonesia sekarang ini. Bukan negara primordial yang feodalis, tetapi tidak jua lepas landas. Kesadaran manusia, demikian Karl Marx suatu ketika, tergantung pada alat produksi yang dipakainya. Bagi Marx, kesadaran manusia sangat diperlukan demi sebuah kemajuan. Indonesia dan Malaysia, selama AFF Suzuki Cup, ternyata menuju “kemajuan” yang berbeda.

Di Malaysia dewasa ini, kebangsaan adalah isu penting. Dalam beberpa tahun terakhir Pemerintah rajin mempropagandakan kampanye “1Malaysia”, yang bertujuan menyatukan berbagai rumpun budaya — terutama tiga etnis besar: Melayu, Cina, dan India. Bahasa ibu masih akrab di telinga masyarakat sehari-hari karena tidak semua orang Malaysia bisa berbahasa Melayu dan tidak semua orang Malaysia lancar berbahasa Inggris.

Kaum oposisi beranggapan kampanye “1Malaysia” bertujuan melanggengkan status quo generasi rezim pemerintahan dan Anda tahu bahasa yang digunakan media Melayu untuk menyebut kata “oposisi”? “Pembangkang”. Dalam bahasa Indonesia, dua kata tersebut memiliki konotasi yang berbeda. Pendeknya, bagi Malaysia persatuan adalah isu penting. 

Jauh sebelum AFF Suzuki digelar, Pemerintah Malaysia menyertakan sepakbola dalam kurikulum pendidikan nasional. Sejumlah fasilitas akademis plus sepakbola didirikan di beberapa negara bagian — terbaru di negara bagian Pahang. Sistem pembinaan pemain muda ini turut ditunjang kebijakan federasi sepakbola setempat (FAM) yang melarang partisipasi pemain asing dalam kompetisi nasional.

Saat turnamen digelar, euforia kebangsaan Malaysia mulai terpantik ketika sukses menumbangkan Laos dan kemudian Indonesia  2-0 pada laga penyisihan di Kuala Lumpur. Ketika laga  digelar banyak generasi muda Malaysia dengan mendatangi langsung arena nonton bareng di kawasan Bukit Jalil. 

Walau belum juara, wajar kiranya bangsa Malaysia merayakannya  berpesta menyambut lolosnya mereka ke semi final di turnamen antarnegara Asia Tenggara itu. Sepakbola dianggap sebagai kebanggaan bersama warga Malaysia. Semua etnis berbaur menjadi satu dalam merayakan keberhasilan tim Harimau Malaya. 

Indonesia menjalani turnamen dengan penuh warna, gagal lolos semi final walau tadinya diharapkan merebut gelar. PSSI bahkan berseteru dengan KPSI sehingga banyak pemain tang bertalenta tidak bisa ikut serta. PSSI memanfaatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mendukung timnas dengan memaksa “keterbatasan” mereka.  Di negara kita, isu nasionalisme malah disetir ke arah kepentingan tertentu.

Print Friendly, PDF & Email

Aktifitas Yang Padat Minggu Ini: Bersatunya #HumanCapital #KnowledgeManagement #eLearning #Creativity #Innovation #Entrepreneurship dan #Networking

Minggu ini aktitas saya sangat padat. Itu termasuk kegiatan untuk UIN Jakarta,Bappenas, IMTelkom, UPN, salah satu Bank di SCBD dan Universitas Widyatama …… Belum termasuk “Remote Support” untuk Perusahaan Pertambangan di Sumbawa 🙂
Kegiatan awal minggu dimulai dengan pendampingan #eLearning untuk dosen Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Dalam diskusi tersebut dapat disimpulkan manfaat e-Learning diantaranya sbb:
  1. Dapat memantau proses belajar ==> kemajuan individual terekam ==> feedback 
  2. Dapat mengakomodasi 3 macam learning styles: auditory, visual, dan kinesthetic.
  3. Dapat mengakomodasi kecepatan belajar pemelajar: lambat s/d cepat.
  4. Mengembangkan berbagai learning dan soft skills Mahasiswa
  5. Menjadikan Mahasiswa bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri ==> self-regulating learner

Hari yang sama dilanjutkan dengan Kuliah Applied #Networking 3 untuk mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widyatama yang membahas Open Source Router ……. Berikut  ini adalah beberapa software router yang gratis / free routing software yang saya mintakan mahasiswa untuk mempelajarinya sebagai alternatif “Proprietary Router”:

  1. IPCop: A secure Linux distribution managed through a web-interface. It turns an old PC into a firewall and VPN gateway. Features an Intrusion Detection System.
  2. Vyatta: Simply put, Vyatta has commoditized router, firewall and VPN deployment in the same way that Linux commoditized the operating system market. Vyatta open-source networking offers you an alternative to over-priced, inflexible products from proprietary vendors.
  3. pfSence: pfSense is a free, open source customized distribution of FreeBSD tailored for use as a firewall and router. In addition to being a powerful, flexible firewalling and routing platform, it includes a long list of related features and a package system allowing further expandability without adding bloat and potential security vulnerabilities to the base distribution.
  4. Zebra: GNU Zebra is free software that manages TCP/IP based routing protocols. It is released as part of the GNU Project, and it is distributed under the GNU General Public License. It supports BGP-4 protocol as described in RFC1771 (A Border Gateway Protocol 4) as well as RIPv1, RIPv2 and OSPFv2.
  5. XORP: XORP is the industry’s only extensible open source routing platform. It is in broad use worldwide, with thousands of downloads by companies and educational institutions and an active international developer community.
  6. Open Router: ORP is a stand-alone GNU/Linux distribution which aims to be a complete PC-based router solution.

Hari kedua diisi dengan diskusi Rencana Implementasi #eLearning Bappenas. Diskusi diisi dengan pembicaraan E-Learning dari sisi “People, Process and Technology”. Hal ini sesuai dengan rencana Bappenas dengan tujuan:

Meningkatkan kompetensi dam produktivitas serta profesionalitas perencana pemerintah di seluruh Indonesia, dalam rangka peningkatan kapasitas instansi perencana pemerintah di pusat dan daerah, sehingga kualitas output dari instansi perencanaan akan meningkat sesuai dengan harapan masyarakat

Hari ketiga saya terbang ke Pasca Sarjaba IM-Telkom untuk menyampaikan kuliah “Creativity Management”. Seperti kita ketahui Kreatifitas dapat diartikan sebagai:

Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.

Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.

Daya cipta dalam kemasakinian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor: keturunan dan lingkungan.

Berikutnya adalah menjadi Pemateri untuk dosen dan tenaga Pusat e-Learning UPN Jakarta. Disini saya membahas Kebijakan dan Manajemen Strategi yang sangat mendukung sukses tidaknya implementasi e-Learning di dunia akademis. Kata kuncinya adalah:

 

E-Learning will be used or not depends on government policy in education and how users view or assess the e-learning.

Generally the use of these technologies depends on: (1). Is the technology was already a requirement?, (2). Is adequate supporting facilities?, (3). Is supported by adequate funding?, and (4). Is there support from policy makers?

 

 

Kemudian setelah menginap di Kalibata City, saya meluncur ke salah satu Bank di SCBD untuk berdikusi pentingnya pengembangan “Human Capital” dengan bantuan  #KnowledgeManagement  dan #eLearning. Adapun materi yang disampaikan adalah :

 

  1. Human Capital Management melalui E-Learning dan Knowledge Management
  2. Analisis Kebijakan dan Strategi E-Learning dan KM di Perusahaan
  3. Mengembangkan Roadmap, Organisasi dan SDM E-Learning di Perusahaan
  4. Model-Model Pengembangan Sistem Manajemen Pelatihan berbasis E-Learning

 

Terakhir, hari ini dari jam 08.00-16.00 saya mengajar Kewirausahaan untuk mahasiswa Akuntansi Universitas Widyatama dengan topik “Manajemen Keuangan & Pembiayaan Usaha”. Dibahas dalam kuliah ini “Konsep Pengelolaan Keuangan Untuk Start-up Business” melalui studi kasus:
Bagong seorang pemuda desa yang memiliki mimpi yang besar. Meskipun berasal dari desa, Bagong bermimpi 20 tahun yang akan datang dapat memiliki restoran yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut Bagong harus memulai langkah pertama, yaitu membangun restoran pertamanya. Bagong percaya, dengan resep masakan bebek goreng warisan dari eyangnya restoran yang akan dia buka akan diminati oleh masyarakat. 
Print Friendly, PDF & Email

Jaringan Islam Liberal: Suatu Kontradiksi Misi dan Aksi Presisi Yang Harus Di Somasi

 

Epitomologi Jaringan Islam Liberal

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga (“ganggang”) dan fungi (“jamur”), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Tumbuhan lumut dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.

Dari sumber yang sama, Islam (Arab: al-islām, الإسلام: “berserah diri kepada Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama besar  di dunia. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh).Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Tuhan”, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Sedangkan menurut Wikipedia, Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas.

Jaringan Islam Liberal: Kontradiksi Misi dan Aksi Presisi

Sejak berdirinya Jaringan Islam Liberal telah menimbulkan pertentangan. Dikutip dari eramuslim.com, Setelah didirikan pada tanggal 8 maret 2001, praktis JIL mulai disibukkan pada serangkaian agenda-agenda penting mereka untuk membumikan garis Islam liberal yang sudah sempat booming pada era 1970-an.

Situs JIL pun launch bertepatan pada tanggal yang sama. Menurut Budy Munawar Rachman, JIL bukanlah organisasi formal layaknya Muhammadiyah dan NU. JIL hanyalah organisasi jaringan yang lebih bersifat cair dan lepas.

Dalam situsnya, Islam liberal dalam pandangan JIL adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan: Pertama, membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam. Kedua mengutamakan semangat religio-etik dan bukan makna literal teks. Ketika mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.

Keempat memihak pada minoritas yang tertindas. Kelima meyakini kebebasan beragama. Keenam memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi serta keagamaan dan politik (sekularisme).

Para intelektual muda yang terlibat dalam pengelolaan Jaringan Islam Liberal angkatan pertama adalah: Goenawan Mohammad, Ahmad Sahal, Ulil Abshar Abdalla, Luthfie Asy-syaukanie, Hamid Basyaib dan Nong Darol Mahmada. Bisa dikatakan nama-nama ini pas jika dijuluki sebagai founding father JIL secara kelembagaan.

Namun jika dikerucutkan kembali, kemunculan JIL tidak lepas dari tangan Ulil Abshar Abdalla (Lakpesdam NU), Ahmad Sahal (Jurnal Kalam), dan Goenawan Mohamad (ISAI) sebagai trimurti berdirinya JIL yang sempat melontarkan wacana itu ketika duduk-duduk di Jalan Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur, Februari 2001.

Kalau melihat “Asbabun Nuzul”  sejarah dan legenda  masing-masing pendiri JIL ini sangat menarik. Ulil Abshar Abdalla misalnya menyelesaikan pendidikan menengahnya di Madrasah Mathali’ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. M. Ahmad Sahal Mahfudz (wakil Rois Am PBNU periode 1994‑1999). Pernah nyantri di Pesantren Mansajul ‘Ulum, Cebolek, Kajen, Pati, serta Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang. Dia mendapat gelar Sarjananya di Fakultas Syari’ah LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta, dan pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Saat ini ia sedang menempuh program doktoral di Universitas Boston, Massachussetts, AS.
 
Jadi ada unsur “No Free Lunch” disini……. Tidak usah dengan debat agama, Menyitir cara-cara penyelidikan dan penyidikan FBI dan IRS, perlu dibuktikan dengan cara melihat sumber aliran dana yang mengalir pada dirinya 🙂
 
Mengapa?  Berbeda dengan Ulil yang membela Ahmadiyah, KH Sahal Mahfudz justru terkenal keras menentang Ahmadiyah. Romo Kyai -begitu para santri memanggilnya termasuk Ulil- meminta agar Ahmadiyah keluar dari Islam. Beliau terkenal garang dalam mengkritik kalangan muda NU yang memakai jurus “Atas nama HAM” untuk membela kehadiran Ahmadiyah.

KH. Sahal dengan tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah mempunyai akidah yang berbeda. KH. Sahal Mahfudz pun telah berkali-kali menyatakan Ahmadiyah sesat dan meminta pemerintah untuk membubarkan dalam kapasitasnya sebagai petinggi Majelis Ulama Indonesia.

Jaringan Islam Liberal Harus Di Somasi

Saat ini banyak organisasi Islam merasa gerah dengan kehadiran JIL. Dikutip dari obornews.com, Ratusan pemuda yang tergabung dalam gerakan Indonesia Tanpa JIL (Jaringan Islam Liberal) menggelar silaturahmi nasional (Silatnas) perdananya di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11/2012).

“Gerakan Indonesia Tanpa JIL (ITJ) merupakan gerakan simpati yang saat ini tersebar di 25 wilayah di Indonesia,” Kata koordinator ITJ pusat, Fajar Arif Kristanto kepada wartawan di Cikole, Bandung, Minggu (11/11/2012).

Menurut Fajar, gerakan ITJ merupakan gerakan ajakan kepada ummat muslim di Indonesia untuk menolak gerakan islam liberal yang dinilai telah melakukan perusakan akidah generasi muda.

“Gerakan ini terbentuk bulan Februari tahun 2012. TUjuannya menghapuskan gerakan Jaringan Islam Liberal di Indonesia,” katanya.

Hasil dari Silatnas perdana ini menghasilkan empat poin yang diharapkan bisa menyadarkan akan adanya bahaya JIL di Indonesia. Meminta pemerintah, melalui Kemendikbud, menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, menyerukan tenaga pendidik untuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus kepada liberalisasi agama yang dipaksakan.

Selain itu, mereka juga meminta media massa untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia dan kepada orang tua untuk memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya karena keluarga dinilai sebagai benteng terakhir moralitas generasi muda Indonesia.

Jadi jelas bahwa ada kontradiksi dalam organisasi Jaringan Islam Liberal ini. Ia tumbuh seperti “Lumut” tanpa memiliki jaringan “pembuluh agama” yang jelas. Padahal Islam berarti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Bukan menjadi Liberal yang menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.
Print Friendly, PDF & Email

Hari Guru Nasional: Antara Pola Pikir, Kebutuhan dan Menata Hidup Guru

Hari Guru Nasional

Tanggal 25 Nopember diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Dikutip dari Koran Pikiran Rakyat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), tahun ini kembali melaksanakan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI.

HGN diperingati setiap tahun pada tanggal 25 November. Tahun 2012 ini, puncak acara akan berlangsung paling lambat satu minggu setelah tanggal 25 November 2012 di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

“Acara tersebut akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama para guru, siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, para pejabat pemerintah, serta pemerhati di bidang pendidikan dan kebudayaan,” tutur Kapus Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (15/11/12).

Menurut Ibnu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut kelancaran dan kesuksesan hari guru nasional tersebut. Di antaranya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik pihak-pihak yang menjadi peserta upacara maupun koordinasi antarinstansi terkait.

“Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional akan dilaksanakan di setiap instansi pemerintah mulai tingkat pusat sampai daerah tingkat kecamatan,” ucap Ibnu.

Ibnu menambahkan, berdasarkan pedoman pelaksanaan upacara penyelenggaraan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan Ketua Umum PB PGRI menjadi pembina upacara di kantor pusat masing-masing.

Berbagai kegiatan kata dia, akan dilakukan di tingkat pusat maupun daerah seperti pertemuan forum ilmiah guru, lomba kreatifitas guru, ASEAN council of teacher, talkshow di RRI dan TVRI, bakti sosial (donor darah dan kebersihan lingkungan), gerak jalan sehat, ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta pemberian penghargaan dan tanda kehormatan kepada mereka-mereka yang telah berjasa di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Tema peringatan tahun ini adalah ‘Memacu profesionalisasi guru melalui peningkatan kompetensi dan penegakan kode etik’. “Dengan demikian keberadaan dan peran guru sangat menentukan keberhasilan mutu sistem dan hasil pendidikan yang bermutu dan berkualitas karena hakekat pendidikan itu adalah berlangsung seumur hidup, bersifat semesta dan menyeluruh,” katanya.

Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994 telah menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang dikuatkan oleh UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.

Pola Pikir, Kebutuhan dan Menata Hidup Guru

 

Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka

Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata

* Kadang ku rasa lelah harus tampil sempurna

Ingin ku teriakkan

Andai mereka tahu rasa dalam hatiku

Lembut bagaikan salju dan menghangatkan kalbu

repeat *

reff:

Guru juga manusia, punya rasa punya hati

Jangan samakan dengan pisau belati

Guru juga manusia, punya rasa punya hati

Jangan samakan dengan pisau belati

repeat *

Guru juga manusia, punya rasa punya hati

Jangan samakan dengan pisau belati

Repeat reff

 

Ya, sesuai lagu yang (mohon maaf) dimodifikasi dari Seurieus ini, pendidik saat ini telah mengalami masa-masa metamorfosis dari “Ulat, Kepompong menjadi Kupu-kupu”. Perhatian para pemangku kepentingan akan pendidikan semakin meningkat, namun di sisi lain masih banyak “Pekerjaan Rumah” yang harus diselesaikan khususnya oleh pendidik.

Mulai dari “Standard Level Agreement/SLA” (Standar Pelayanan Minimum), kesesuaian pendidikan dengan dunia nyata sampai dengan sertifikasi yang diharapkan merubah pola “Hati, Pikir dan Aksi” dari pendidik. Ada beberapa pendidik yang sudah sadar, faham  dan bertindak sesuai “Peran Tauladannya” sebagai pendidik. Adapula yang menganggap anak didiknya sebagai sarana pelampiasan akademis, komersial, bahkan (Audzubillahi Min Dzalik) nafsu birahinya.

 

Para pendidik harus menyadari, walaupun “Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka” tetap harus “Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata”. Dilain waktu pendidik “Kadang ku rasa lelah harus tampil sempurna” serta “Ingin ku teriakkan” dan ingin dimengerti “Andai mereka tahu rasa dalam hatiku” kita tetap harus “Lembut bagaikan salju dan menghangatkan kalbu“. Serta terus berusaha menyadarkan khalayak ramai bahwa “Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati“.

 

Print Friendly, PDF & Email

Pelayanan Rawat Jalan: Apakah Sebanding Dengan Mengantri Selama Tiga Setengah Jam?

 

Hari ini saya dan istri mengantar Firman yang mengalami alergi berkepanjangan ke dokter kulit di salah satu rumah sakit swasta di Jl.Ir.Haji Juanda. Kami tiba  jam 8 pagi di lantai 2 rumah sakit tersebut dan langsung mendaftar sebagai pasien rawat jalan. Diinformasikan oleh petugas administrasi bahwa dokter kulit sudah praktek sejak jam 7 pagi.

 

Kami menuju ruang praktek dan Firman langsung diperiksa tekanan darah dan pra-pemeriksaan lainnya oleh suster. Setelah 1 jam (jam 09.00) kami lihat pasien mulai banyak, namun dokter belum ada.

 

Kira-kira jam 10.00 dokter yang mempunyai nama seperti pahlawan wanita bangsa Prancis ini tiba di tempat prakteknya. Pakaiannya “Chic” dan dia “Good Looking” untuk wanita seukurannya……..

 

 

Setelah menunggu 2 jam ada rasa kecewa dan jenuh, mengapa rumah sakit sebesar dan “sebaik” ini tidak punya “Communication Plan” yang baik dan benar. Seharusnya ada indikator berapa lama pasien harus menunggu sesuai urutannya, apakah dengan cara TIK (Teknologi Informasi dan Kumunikasi) atau dengan cara “Basa mah teu meuli” melalui suster atau tenaga administrasinya.

 

Barulah setelah tiga jam setengah  (jam 11:30) yang menjemukan dan menguras “social & emotional cost” yang cukup besar, Firman dipanggil masuk ke ruang praktek untuk diperiksa…..Taraaa…15 menit kemudian pemeriksaan selesai diiringi perasaan lega….

 

Pada saat keluar, selain resep,  FIrman membawa surat keterangan dari dokter bahwa ia terlambat ikut Ekstra Kurikuler di sekolahnya karena harus berobat ke  dokter……Pertanyaan strategisnya:

 

Apakah Pelayanan Rawat Jalan Sebanding Dengan Mengantri Selama Tiga Setengah Jam?

 


Print Friendly, PDF & Email

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI: Berkah Atau Masalah Bagi Dosen Pembimbing?

 

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) DIKTI
PKM merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.

 

PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi.

 

 

Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

 

Pada awalnya, dikenal 5 (lima) jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM, yaitu PKMPenelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-I). Dalam upaya mengefisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokkan ke dalam masing-masing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -K, -M, KT).

 

 

Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
  • Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi.
  • Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
  • Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika.
  • Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian.
  • Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi : Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
  • Bidang Humaniora, yang meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, Seni.
  • Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan.

 

 
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) : Berkah Atau Masalah Bagi Dosen Pembimbing?

Bagi beberapa dosen ini mungkin ada pertanyaan strategis sbb: Berkah Atau Masalah Bagi Dosen Pembimbing?
Seperti diketahui,  tidak ada honor/renumerasi PKM untuk dosen 🙂 
Hal inilah yang mungkin membuat dosen agak enggan untuk membimbing mahasiswa yang ikut PKM….

 

Saya sendiri berpedoman pada “Pernyataan Filosofis Pendidikan”  diantaranya berbunyi sebagai berikut:
Tujuan saya dalam mendidik tidak terbatas pada domain pengetahuan. Pendidik harus belajar keterampilan kerja sama dan manajemen tim juga. Mengekspos struktur “Permainan Peran” atau metode lain yang mendasari pembelajar bekerja ketika menyelesaikan sebuah tugas, merencanakan atau mengkritisi tim, atau membuat keputusan kepemimpinan pembelajaran. Model ini mengarah pada langkah penting memberikan umpan balik yang dapat diidentifikasi. Pembelajar juga harus memberikan umpan balik kepada pendidik namun biasanya pendidik yang memintanya.

 

Pendidik harus bertanggung jawab besar dalam proses pembelajaran. Mereka harus mengambil pendekatan aktif untuk belajar. Saya percaya pembelajar yang sukses berkembang memiliki pengulangan teori atau kasus untuk menghubungkan pengalaman kerja mereka dengan pengetahuan yang ada di luar. Pada akhir pendidikan, diharapkan pembelajar yang sukses dapat belajar di luar konteks kasus, karena mereka berusaha untuk “menguasai” lapangan kehidupan.

 

 

Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2012

Saat ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu : PKMP, PKMM, PKMK, PKMT dan PKMKC yang akan didanai tahun 2013.

 

DIKTI menginformasikan bahwa sesuai panduan PKM tahun 2012, pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal On-Line ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) dapat di download pada website http://dikti.go.id, dengan headline : Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2012.

 

Untuk itulah saya telah menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa Universitas Widyatama, sebagai berikut :
  1. Pendaftaran dilakukan Oleh Staf bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi dengan alamat http://simlitabmas.dikti.go.id.
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran yang dilakukan selesai.
  3. Pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line mulai tanggal 29 Oktober s.d. 24 November 2012, apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  4. Dit. Litabmas tidak menerima Proposal Usulan dalam bentuk Hardcopy (dokumen tersebut disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).
  5. Selanjutnya Kemahasiswaan Universitas Widyatama menerima email dari pkm.dp2m@dikti.go.id untuk user dan password operator kemahasiswaan.

 

Print Friendly, PDF & Email

MANAJEMEN STRATEGI E-LEARNING DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT MENUJU SDM KOMPETITIF

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi serta skill memadai untuk menunjang perusahaan adalah maksud disediakannya sistem e-learning di korporat. SDM adalah faktor utama keberhasilan perusahaan untuk merealisasikan visi dan misinya. Untuk itu SDM perlu dibangun. Salah satu cara membangunnya adalah mengimplementasikan sistem e-learning dan Knowledge Management.

Supaya implementasi bisa berjalan sesuai harapan, harus dibuat kerangka strategi implementasinya. Dalam hal tersebut, strategi adalah sekumpulan aksi-aksi terintegrasi yang diarahkan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan serta kekuatan enterprise relatif terhadap kompetitor (Porter, 2000).

Tanpa strategi, seorang implementor e-learning dan Knowledge Management tidak akan memiliki hal-hal berikut:

  • Tidak memiliki resep untuk melakukan implementasi,
  •  Tidak memiliki roadmap untuk keunggulan kompetitif,
  • Tidak memiliki game plan untuk memuaskan stakeholder atau mencapai goal kinerja.

Tiga proses yang mendukung penetapan suatu strategi :

1.       Pemikiran strategis : kreatif, pandangan entrepreneur,

2.       Perencanaan strategis : sistematis, komprehensif, analisis untuk membuat rencana/tindakan,

3.       Pengambilan keputusan: reaksi efektif terhadap peluang dan ancaman yang tidak dikehendaki;

Kaitannya dengan strategi, peranan sistem teknologi informasi atau sistem informasi, IT/IS adalah adalah untuk menerapkan strategi yang dipilih dan juga sebagai enabler untuk strategi bisnis baru atau strategi yang hanya bisa diterapkan dengan alat bantu teknologi informasi.

Print Friendly, PDF & Email

Rahman Sidik: PKM-GT ALAT OBSERVASI SINYAL WIFI UNTUK PERENCANAAN JARINGAN WIRELESS

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
ALAT OBSERVASI SINYAL WIFI UNTUK PERENCANAAN JARINGAN WIRELESS
PKM PENERAPAN GAGASAN TEKNOLOGI

DIUSULKAN OLEH :
Dewi Anjani
Rahman Sidik
Irma Situmorang
Firmansyah

UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2012

 

Ringkasan
Perkembangan tekonologi komunikasi telah melalui perubahan yang cukup signifikan, nyaris tidak ada lagi batasan bagi manusia untuk dapat berkomunikasi kapan saja dan dimana saja. Pemicu dari semua ini adalah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat. Dengan pertumbuhan jaringan sekarang ini terutama jaringan wireless  sangatlah mudah untuk menemukanya hampir di semua sisi ruang tata kota dan merupakan bagian yang tak terpisahkan bagi kebanyakan orang di kota – kota besar untuk mobilitas pekerjaanya .

 

Dengan melihat sisi lain dari jaringan wireless ini di kota – kota besar yang sangat tumbuh dengan cepat dan kurang terorganisasinya sinyal wireless yang dibangun di tempat –tempat yang  menyediakan jasa tersebut, seperti tidak tahu berapakah jarak minimum dan maksimum kestabilan sinyal wireless yang mereka bangun sehingga jaringan tersebut melewati bias wilayah yang mereka seharusnya bangun. Dengan adanya permasalahan seperti itu kali ini kami menawarkan suatu solusi, dimana kami memberi gagasan untuk membuat alat (device) observasi sinyal wireless agar tidak terjadi masalah yang seperti diatas.

 

Keuntungan dari gagasan tersebut  agar sinyal wireless yang dibangun oleh instasi manapun dapat mengoptimalisasikan perangkat dan biaya untuk membangun sarana jaringan wireless tersebut.
.

 

BAGIAN INTI

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi komunikasi jaringan terus meningkat . Jaringan komunikasi sekarang tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi antar manusia dari jarak jauh saja tetapi juga untuk mencari informasi dan mejalankan pekerjaannya secara optimal  dari mobilitas waktu dan situasi kondisi dimana saja.

 

B.Tujuan
Berdasarkan uraian pada pendahuluan diatas memiliki beberapa tujuan diantaranya :
  • Mengoptimalkan lahan tempat untuk membuat sarana jaringan wireless.
  • Menekan perangakat biaya untuk membuat sarana tersebut.  
  • Memudahkan perhitungan jangkauan sinyal wireless .

 

C. Manfaat
Manfaat dari alat observasi sinyal wireless adalah :
  • Mempermudah pekerja yang membangun sarana ini supaya tidak susah untuk  mengetest berapa Jarak jangkuan sinyal wireless tersebut yang akan dibangun.
  • Mempermudah ruang gerak pekerja untuk mengetest jarak sinyal wireless tersebut.

 
D. Gagasan

Teknologi komunikasi terus berkembang mempunyai peran yang sangat tinggi dalam dunia pekerjaan dan pendidikan. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tidak dapat dipisahkan khususnya masyarakat kota, Mengarah sejarah teknologi komunikasi pada alur yang baru, hamper semua intansi seperti di bidang pendidikan,administrasi , dan lain – lain sudah mengunakan teknologi jaringan wireless untuk menekan biaya pengunaan jaringan kabel dan mempermudah user mengunakan jaringan wireless ini untuk mengerjakan pekerjaannya dimana saja (mobilitas tinggi).

 

Untuk itu,kami mengembangan gagasan untuk mengaplikasikan alat observasi sinyal wireless dimana kami menyediakan suatu media yang bisa mengoptimalisasikan alat sarana untuk membangun jaringan wireless supaya menekan dari segi tempat,alat dan waktu .
Aplikasi yang akan kami kembangkan dengan batasan masalah sebagai berikut :
  1. Perangkat keras untuk menangkap sinyal wireless
  2. Java
  3. C#
  4. Perl
  5. Phyton

 

 

E.Kesimpulan
Gagasan yang kami sampaikan yaitu berupa alat untuk membangun sarana jaringan komunikasi wireless  sebagai salah satu sarana untuk menghitung berapa jarak jangkauan sinyal wireless tersebut secara tepat,akurat ,dan cepat untuk menentukan dimana saja posisi sinyal yang harus ada didalam peta rencana yang kita buat secara terintegrasi dan terstruktur , dan diharapkan juga para pekerja dapat mengerti kegunaan dari alat ini sebagai salah satu media untuk menghitung jarak jangkauan sinyal  wireless tersebut.

 

Selain itu juga alat observasi sinyal ini akan dikembangkan untuk dipergunakan secara umum atau dikalangan pendidikan.Alat ini pula memiliki layanan untuk memprediksi adanya ganguan dari cuaca dan struktur tempat sarana supaya mengetahui benar –  benar situasi kondisi dilapangan untuk kestabilan sinyal tersebut.

 

Print Friendly, PDF & Email

“E-LEARNING” SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ORGANISASI (LEARNING ORGANIZATION)

Modal manusia (Human Capital) menjadi sumber utama nilai ekonomi dimana pendidikan dan pelatihan menjadi “upaya” seumur hidup bagi jutaan pekerja (Stokes, 2003; Urdan & Weggen, 2000). Hal ini karena keberhasilan usaha lebih tergantung pada kinerja karyawan berkualitas tinggi, yang pada gilirannya memerlukan pelatihan berkualitas tinggi. Kemajuan teknologi informasi dan hambatan perdagangan yang tidak ada lagi, memfasilitasi bisnis berkembang di seluruh dunia.

Solusi pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi yang berkembang harus mengantisipasi kebutuhan perusahaan secara global. Adalah e-Learning dimana tenaga kerja saat ini dapat memproses informasi pendidikan dan pelatihan lebih dalam dengan jumlah waktu yang lebih singkat.

 

Hal ini disebabkan produk-produk baru dan jasa muncul dengan cepat. Siklus produksi dan rentang hidup produk yang semakin singkat, menjadikan informasi dan pelatihan cepat menjadi usang. Ada urgensi pelatihan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan lebih cepat dan efisien kapanpun dan dimanapun diperlukan. Dalam era produksi “just-in-time”, pelatihan yang tepat waktu dan mutu menjadi elemen penting untuk keberhasilan organisasi (Rosenberg, 2001; Urdan & Weggen, 2000).

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi serta skill memadai untuk menunjang perusahaan adalah maksud disediakannya sistem e-learning di korporat. SDM adalah faktor utama keberhasilan perusahaan untuk merealisasikan visi dan misinya. Untuk itu SDM perlu dibangun. Salah satu cara membangunnya adalah mengimplementasikan sistem e-learning.

Supaya implementasi e-learning bisa berjalan sesuai harapan, harus dibuat kerangka strategi implementasinya. Dalam hal tersebut, strategi adalah sekumpulan aksi-aksi terintegrasi yang diarahkan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan serta kekuatan enterprise relatif terhadap kompetitor (Porter, 2000).

 

 

Print Friendly, PDF & Email