Angklung, Engkau Selalu Ada di Di Relung Bandung

 

Setelah putri kami memilih angklung sebagai ekstra-kurikuler di sekolahnya baik SMP dan SMA, saat ini putra kedua kami ikut jejak kakaknya. Tadi pagi ia ikut “mentas” dalam acara “Angklung Day” di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (18/11/2012).

 

Tambahan lagi setelah putri kami mendapat kesempatan untuk ikut  pementasan di luar negeri, ketertarikan ini menjadi berganda. Mungkin kebetulan atau tidak, Riris dan Firman menyenangi angklung. Ternyata banyak hal yang bisa didapat dari alat musik asal Bandung ini. Bagi putra putri kami ini, saya lihat sisi positif diantaranya adanya keseimbangan bagi otak kanannya (seni, kreatifitas dll.) sebagai kompensasi setelah memperoleh gemblengan untuk otak kirinya (logika, ilmu dll.) di sekolah dan di rumah.

 

Dikutip dari detik.com, Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Jawa Barat berkumpul di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (18/11/2012). Mereka memeriahkan peringatan Hari Angklung sambil menenteng alat musik tradisional angklung.

 

Ketua Panitia Pelaksana Anglung Day, Agung Setiana, mengatakan pelajar yang mengikuti acara ini berasal dari tingkat TK hingga SMA. Selain itu, turut meramaikan kalangan mahasiswa, masyarakat umum, serta komunitas angklung.

 

“Ini merupakan peringatan dua tahun diumumkannya angklung oleh UNESCO. Angklung diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia,” ucap Agung ditemui di lokasi acara.

 

Alat musik tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari bambu ini dikukuhkan UNESCO sebagai The Intangible Heritage pada 18 November 2010 di Nairobi, Kenya. Angklung ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.

 

“Panitia mengundang sekitar 60 sekolah, dan ribuan pelajar turut hadir dalam Angklung Day ini,” kata Agung.

 

Pelajar itu berbaris di halaman Gedung Sate untuk memainkan anglung secara serentak diiringi perkusi dan paduan suara. Tiap pelajar memegang angklung berbeda nada antara barisan satu dengan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga jelang siang.

 

Print Friendly, PDF & Email

Bersatunya Semangat Berkorban Iedul Adha dan Aktualisasi Sumpah Pemuda

Kemarin dirayakan sebagai Hari Raya Iedul Adha 1433 H dan besok dikhidmati sebagai Hari Sumpah Pemuda 2012. Betap sangat relevannya kedua perayaan tersebut dijadikan bekal kita untuk terus mensyukuri nikmat Allah SWT dengan cara berkorban demi orang lain serta tetap mempunyai semangat kepemudaan agar tidak tergilas jaman. Tepatlah apa yang digambarkan dalam film “Negeri 5 Menara” yang diputar tadi malam di salah satu stasiun televisi tadi malam. Dalam film tersebut digambarkan “Orang Besar” itu:

“Disini, kalian akan kami didik untuk jadi orang besar. Apakah jadi pengusaha besar, jadi menteri, ketua partai, ketua DPR/MPR atau Ketua Ormas Islam. Bukan itu yang saya maksud orang besar….”

“Orang besar itu bukan dilihat dari jabatan apa yang kamu raih, bukan seberapa banyak harta yang kamu miliki, namun orang besar itu adalah siapapun dari kamu yang keluar dari pondok pesantren ini dan dapat memberikan kebermanfaatan yang banyak bagi sekitarmu, entah di kolong jembatan, di bukit-bukit gunung negeri ini, di daerah pelosok dan dimanapun kamu berada…..”

Semangat Berkorban Iedul Adha

Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.

Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam. Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu.

Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail. Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya.

Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109. Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.

Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama. Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba.

Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia. Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. 

Aktualisasi Sumpah Pemuda

Tidak dapat dipungkiri, Peran Pemuda Tak Tergantikan Dalam Kehidupan Berbangsa. Hampir semua bangsa punya tokoh muda yang tampil untuk memeprjuangkan dan menjaga kedaulatan bangsanya. Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia.

Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Pada detik-detik kemerdekaan Indonesia, para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana –yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka –yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok.

Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan dan menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta.

Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu – buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

 

Print Friendly, PDF & Email

Petuah @DausGonia @PojokPendidikan Imaji+Nasi: Perpaduan Antara Idealisme (Imaji) dan Penghidupan (Nasi) Manusia

Pada hari Ulang Tahun @DausGonia, salah satu tokoh @PojokPendidikan saya selalu teringat Idiom darinya yaitu “Imaji+Nasi”. Dalam blognya DausGonia.com menulis “Jangan tanyakan siapa itu Daus Gonia, tapi tanyakan apa yang telah engkau berikan kepada negara.” Selain berkarya di Pojok Pendidikan, Ia juga menulis “Seringnya ngaku-ngaku pengangguran, padahal Freelancer dan menyibukan diri sebagai Self Employed di Playwork-ID juga sebagai penggembira di salah satu perusahaan Game Developer di Bandung. Selain suka bikin kopi dan bikin pusing, saya juga suka bikin Game dan Apps baik untuk mobile ataupun untuk Web Apps. Aktif di sosial Media Twitter dengan akun @dausgonia, enggan aktif di radio karena nanti disangka radio aktif. Padahal cita-citanya dulu jadi Pohon Pisang.”

Bagi saya, benar adanya bahwa kehidupan kita harus berdasarkan kesetimbangan serta Perpaduan Antara Idealisme (Imaji) dan Penghidupan (Nasi) Manusia. Idealisme yang kita anut, serta realisme kita hadapi. Ketika suatu sistem atau tatanan lingkungan bertentangan dengan idealisme kita, berpikir bijaklah, tidak harus dengan pemberontakan dan kata tegas yang kemungkinan akan mengeluarkan kita dari sistem tersebut. Karena ketika kita keluar dari sistem maka sulit bagi kita memperbaiki. 

Ada memang beberapa diskusi  menunjukkan adanya suatu tantangan bagi kita yang khususnya ketika masuk dunia kerja. Apakah idealisme masih perlu dipegang seiring dengan tuntutan kepada kita yang nyata dan realitis adanya? Tantangan untuk mewujudkan idealisme sementara sistem dan lingkungan yang kita masuki mungkin berlawanan dengan idealisme yang dianut.

Dalam situasi ini, kita dihadapkan pada pilihan antara idealisme dan kenyataan bahwa proses negoisasi dan kompromi sering terjadi dalam lingkungan kita. Semua itu adalah proses, maka apabila posisi kita dalam posisi sudah menikmati “Nasi” (Penghidupan), atau menjadi pengambil keputusan/kebijakan mulailah untuk mewujudkan “Imaji” (Idealisme) tersebut.

Selamat Ulang Tahun Daus Gonia, semoga selalu bisa menjaga Imaji+Nasi 🙂

Print Friendly, PDF & Email

@PendidikPembebas 11 Aturan Hidup Bill Gates Yang Disampaikan Kepada (Maha) Siswa

 

Suatu saat Bill Gates ini memberikan ceramah di Sekolah perihal 11 hal yang tidak akan mereka pelajari di sekolah. Dia berbicara tentang bagaimana “perasaan” serta ajaran yang menciptakan generasi muda tanpa konsep yang jelas dan bagaimana konsep ini “mengatur” kegagalan dalam dunia nyata.

 

Dia berkata dengan tegas:

 

Aturan 1:
Hidup ini tidak adil – hadapilah itu!

 

Aturan 2:

 

Dunia tidak akan peduli tentang harga diri Anda. Dunia akan mengharapkan Anda untuk menyelesaikan sesuatu SEBELUM anda merasa berhasil tentang diri Anda sendiri.

 

Aturan 3:

 

Anda TIDAK akan menghasilkan $ 60.000 (Oktober 2012: ~Rp. 550 Juta) setahun keluar dari Sekolah. Anda tidak akan menjadi wakil direktur dengan telepon mobil sampai Anda berhak untuk itu.

 

Aturan 4:
Jika Anda merasa guru Anda sangat sulit, tunggu sampai Anda mendapatkan bos.

 

Aturan 5:
Pekerjaan membalikkan burger tidak menurunkan martabat Anda. Kakek dan nenek Anda memiliki kata yang berbeda untuk pekerjaan itu – mereka menyebutnya kesempatan.

 

Aturan 6:
Jika Anda kacau, itu bukan kesalahan orangtua, jadi jangan mengeluh karenanya, belajarlah dari mereka.

 

Aturan 7:
Sebelum kamu lahir, orang tua Anda tidak membosankan seperti sekarang. Mereka seperti itu karena bekerja agar dapat membayar biaya hidup, membersihkan pakaian dan kamar Anda serta sering mendengarkan  tentang bagaimana kerennya Anda. Jadi, sebelum berpikir untuk melenyapkan parasit dari orangtua Anda, cobalah tengok lemari di kamar Anda sendiri.

 

Aturan 8:

 

Sekolah mungkin tidak menghasilkan para pemenang dan pecundang, tapi hidup ini TIDAK. Di beberapa sekolah sedikit sekali anda mendapat nilai-nilai kegagalan dan mereka akan memberikan BANYAK KALI kesempatan yang Anda inginkan untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Ini sangat berbeda dengan APAPUN dalam kehidupan nyata.

 

Aturan 9:
Hidup tidak dibagi dalam semester. Anda tidak mendapatkan libur musim panas (pengcualian) dan sangat sedikit majikan tertarik dalam membantu Anda MENCARI DIRI SENDIRI. Lakukan itu oleh Anda secara mandiri.

 

Aturan 10:
Televisi dan Film adalah BUKAN kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata orang-orang harus meninggalkan warung kopi, kafe atau mall dan pergi ke pekerjaan mereka.

 

Aturan 11:
Bersikap baiklah pada orang yang gila kerja. Kemungkinan Anda akan berakhir bekerja untuk satu orang dari mereka.

 

Print Friendly, PDF & Email

@KokiPembelajaran Sabtu Berwarna: Kuliah Pengganti Applied Networking-3 dan Meninggalnya @PengajarMuda @HendraAripin

Kuliah Pengganti Applied Networking-3
 
Kemarin saya memberikan kuliah Kuliah Pengganti Applied Networking-3 karena  jadwal semestinya pada hari Senin saya harus ke luar Jawa. Sama seperti hari sebelumnya, masih dalam keadaan serak namun memaksakan diri karena merasa punya hutang pada mahasiswa.
 
Kuliah harus dimulai dengan acara mencari kunci Ruangan Laboratorium Networking (B410) karena para “pemangku kepentingan kunci” masih terlelap tidur. Akhirnya kuliah bisa dimulai dengan teori terlebih dahulu sbb: 
 
Router mempunyai fungsi untuk menghubungkan 2 atau lebih network yang berbeda.  Router mempunyai routing table yang digunakan sebagai dasar dalam pencarian jalur menuju network yang dituju oleh paket. Bila terdapat lebih  dari sisa jalur menuju network tujuan, maka router akan mencari jalur yang terbaik menurut aturan ” best path ” yang dimilikinya, jalur-jalur tersebut dinilai sama baik, maka bukan tidak mungkin router  akan melakukan ” load balancing ” yaitu menggunakan semua jalur2 tersebut. Isi dari routing table bisa didapat melalui berbagai cara: 
  1. Ketika sebuah interface di router akan diberikan IP dari sebuah network , dan statik layer 1 sudah “up” dan layer 2 juga sudah “up”, maka otomatis network dari IP yang di- assign ke interface tersebut akan di- input ke dalam  routing table . 
  2. Static route, ini adalah jenis route yang diinput secara manual ke dalam routing  table. Route jenis ini hanya cocok digunakan bila skala network tidak terlalu besar atau ketika diperlukan route khusus ke sebuah network, karena sering bertambahnya jumlah segment/network , maka jumlah statik route dan juga  “gateway” tempat paket dikeluarkan akan meningkat. 
  3. Dynamic route , route jenis ini akan di-input ke dalam routing table dan bantuan  dari routing protocol . Jenis route ini akan cukup dideklarasikan saja (menggunakan comment “network”), lalu routing protocol pada router akan meng- input ke dalam routing table dan mencarikan “gateway” atau jalur keluar bagi paketberdasarkan algoritma yang dijalankan. 
  4. Default route ini adalah route yang akan  digunakan ketika router tidak dapat menemukan jalur lain menuju network tujuan yang lebihspesifik, default route sebenarn ya adalah static route dengan format 0.0.0.0/0.

Kuliah dilanjutkan dengan Praktek pada Perangkat Cisco yang ada di Ruangan Laboratorium Networking (B410) dengan  konfigurasi sbb:

Meninggalnya @PengajarMuda @HendraAripin

Pada hari yang sama kami mendapat berita duka Telah berpulang ke hadapan-Nya Hendra Aripin (1986-2012), alumni Pengajar Muda Kabupaten Halmahera Selatan, tahun 2010-2011,  di Kuching, Malaysia. Beberapa bulan terakhir, Hendra menjalani pengobatan intensif di sana. 

Hendra, atau lebih akrab disapa dengan nama Aheng, lulus sebagai Sarjana Teknik dari jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 2009. Hendra aktif di Himpunan Mahasiswa Sipil ITB dan Komunitas Sahabat Kota di Bandung. Menjadi sukarelawan Komunitas Sahabat Kota untuk Program Edukasi Kreatif April 2010 merupakan pengalaman yang paling penting menurutnya. Sebab mengenalkannya kepada dunia pendidikan anak-anak sekolah dasar, lewat cara pendidikan yang sama sekali berbeda dengan pendidikan formal. Mengajar lewat bermain, mengenalkan pengetahuan umum dengan cara yang menyenangkan dan mudah diserap anak-anak SD.

“Nothing permanent in this wicked world, not even our troubles,” demikian nasihat bijak Hendra yang masih terngiang walau dia sudah mendiang.

Pantas jika Keluarga Besar Indonesia Mengajar mengungkapkan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Hendra. Semoga amal perbuatan Hendra diterima dalam kondisi terbaik di hadapan Sang Pemilik Hidup dan dia diampuni segala kesalahannya.

Terima kasih semua sumbangsihmu….Kami dari Komunitas Pojok Pendidikan terinspirasi perjalanan hidupmu seperti yang kau katakan: “Terkadang keberadaan momen yang berharga untuk kita muncul karena sebuah peristiwa di mana kita tidak terlibat di dalamnya.”

 

Print Friendly, PDF & Email

@DosenInspiratif Kebahagiaan Seorang Pendidik Kewirausahaan Dalam Kondisi Suara Masih Serak (Nyaris Hilang)

Jum’at kemarin adalah hari yang melelahkan dan menggembirakan. Betapa capainya melakukan tugas ke Sumbawa,  baru sampai Jum’at dini hari, paginya jam 07.00 langsung meluncur ke Universitas Widyatama untuk memberikan Kuliah Kewirausahaan Prodi Akuntasi sampai jam 16:00…..

Kuliah sepanjang hari harus diiringi dengan Kondisi Suara Masih Serak (Nyaris Hilang). Mungkin kecapaian karena perjalanan jauh dan kerja yang padat di minggu ini. Namun, hal itu terbayar dengan Kebahagiaan Seorang Pendidik Kewirausahaan melihat hasil pikiran dan karya mahasiswa yang hadir saat itu.

Pada kuliah kemarin saya sengaja minta mereka mebacakan karangan atau impian mereka tentang “Bila Aku Menjadi Wirausaha”. Sengaja judulnya memodifikasi salah satu acara di TV agar mahasiswa lebih meras gaul dan tidak terbebani tugas ini.

Salah satunya adalah presentasi Tendy Septiadi (0112A008) yang awalnya tidak tertarik di bidang ini. Namun karena ada satu bakat yang terpendam dalam dirinya yaitu “Bakat Ku Butuh” maka jadilah dia wirausahawan. Menurut dia banyak tantangan dari orang terdekat terutama orang tua sampai mereka berkata: “Kalau kamu bisnis, berarti kamu udah ga nganggap kita mampu buat ngebiayain”. Ada juga tantangan dari ex-calon “belahan jiwa” yang merasa tidak cocok kalau “si dia” adalah “Tukang Bubur”………

Tendy adalah pemilik “Bubur Ayam Pardoel”,  beralamatkan di jl.Pasir Luyu Barat no 34 yang saat ini sudah dijadikan menu pilihan sarapan pagi, bagi warga Pasir Luyu Barat khususnya, dan warga lainnya yang mau berangkat ataupun pulang kerja, karena saat ini Bubur Ayam Pardoel sudah mulai buka dari pagi pukul 06.00- 10.00 Pagi dan sorenya buka pukul 16.00- 22.00 wib

Singkat kata Tendy sudah jadi “Pengusaha Bubur” yang sukses dan baru saja merenovasi tempat usahanya dengan modal sendiri. Saat ini dia bisa berdikari dan menghidupi dirinya dan bebera pegawai yang tidak mampu di tempat usahanya. Bahkan dia mampu menyekolahkan kembali anak buahnya yang putus sekolah sehingga bolehlah dia dipanggil sebagai “Social Entrepreneur”.

Satu lagi adalah Rhesy Rangga P (0111u283) dengan kutipan sebagai berikut:

Seandainya aku jadi seorang pengusaha yang menjadi owner tersebut aku memilih membuka Restoran/Rumah Makan,kenapa aku memilih untuk membuka rumah makan?karena semahal-mahalnya apapun makanan itu jika memang menarik dan sangat disenangi oleh konsumen pasti akan laku ,lagi pula makan adalah salah satu kebutuhan pokok setiap orang.

Saya juga barusan soft opening rumah makan yang bernamakan Jogja Steak,disini saya menawarkan lebih berbeda dari steak-steak yang lain yang membuat saya yakin bias menarik konsumen lebih banyak.keunggulan Jogja Steak adalah disitu ada menu yang tidak dimiliki oleh steak yang lain,biasanya steak cumin ada daging sapi,ayam,dll.Tetapi di Jogja Steak memiliki steak yang unik seperti Steak Tempe ,Steak Tahu dan masih banyak yang bias membuat konsumen dengan steak steak yang berbeda dan harga relative terjangkau.

Di Jogja Steak saya tidak hanya menawarkan orang untuk makan ,kenyang dan pulang.disini saya membuat konsep lebih alamiah ya itu menggunakan suasana lebih seperti beradat contoh : menggunakan kursi kayu yang unik,menggunakan konsep bangunan joglo,ada yang bias makan di lesehan di taman (bukan di pinggir jalan) menggunakan music dan suasana lebih membuat mereka menikmati rasa dan kenyamanan di tempat makan itu,disitu saya tidak memasang hotspot.kenapa saya tidak memasang hotspot karena ada beberapa alas an yang saya miliki yaitu : jika kita memakai hotspot banyak orang yang makan/minum standar tetapi mereka nongkrongnya lebih dari 2 jam hanya buat bermain internet,banyak juga mahasiswa yang meramaikan tetapi tidak makan atau hanya minum dan menggunakan hotspot.

Setelah tanpa hotspot saya amati tetap banyak orang yang datang ke Jogja Steak karena memang mereka berniat untuk makan dan menikmati music dan suasana secara tidak langsung saya mengambil kesimpulan kalau tanpa ada hotspot pun berarti kita bias membuat konsumen ramai dengan cara kita menjual suasana yang alami dan nyaman buat mereka.

Ada beberapa hal yang membuat saya memilih jadi wirausaha & restoran Steak :

  1. Karena Papa saya memiliki banyak teman yang hampir semuanya adalah pengusaha seperti Bakpia 25,Waroeng  Steak,Batik Jogja,dll
  2. Saya memang bercita-cita kalau penghasilan saya yang mengatur adalah diri saya sendiri.
  3. Steak adalah makanan yang biasa dipandang buat orang menengah keatas tetapi sebenarnya steak yang ada di Jogja Steak ini dimulai dari harga 9 ribu – 18 ribu rupiah karena kita ada menu steak yang ekonomis sehingga bisa semua konsumen bisa menikmatinya
  4. Kita tidak hanya menjual Makan / Minum yang terpenting kita menjual suasana yang bisa membuat mereka terpuaskan saat menikmati makanannya
  5. Dan yang paling penting yaitu Papa saya memiliki salah satu orang kepercayaan yaitu manajer dari rumah makan terkenal yang sangat terkenal tetapi saya tidak bisa menyebutkannya

Di atas saya menyinggung manajer yang sangat professional yang membantu saya,jadi gini cerita yang sebenernya Manajer itu memiliki skill yang bagus yang mengatur café yang tidak bisa saya sebut kita samarkan menjadi café M,jadi dia anajer café M se Indonesia,sedangkan café M itu hamper memiliki ratusan cabang di Indonesia,tetapi dia keluar karena ada masalah dengan pemiliknya.lalu dia membuat Café sendiri yang sekarang per hari bisa ber omset 3-5jt dan saya membuat kerjasama dengan Manajer itu,semua pegawai saya dia yang mencarikan karena banyak juga pegawai dia yang keluar dari café M secara tidak langsung berarti pegawai sudah berpengalaman kan? Dan kita membuat kesepakatan bahwa dia menjadi Manajer Jogja Steak dengan kesepakatan dia 20% dan saya sebagai pemilik 70% dari omset bulanan,tetapi 20% itu tidak hanya buat manajer 10% nya lagi buat bonus pegawai diluar gaji utama pegawai sehingga pegawai semangat dan melakukan yang terbaik untuk memuaskan konsumen yang ada

Sekarang Jogja Steak baru berjalan 2 minggu dengan omset per hari 1 juta – 1,5 juta perhari jam kerja mulai jam 14.00 – 23.00 kita lebih ramai di jam malam karena suasana malam lebih banyak digemeri dari pada siang hari,dan Insyaallah malem minggu ini kita akan melakukan Grand Opening dengan promosi secara sederhana ke tempat tempat yang bisa menarik konsumen dengan baik.

Itu salah satu usaha yang saya terapkan untuk saat ini,saya terobsesi oleh sahabat sahabat dari Papa saya.dan saya pernah ingat dari salah satu sahabat papa saya yang memiliki tempat makan di jogja yang bernama Ayam Goreng Mbok Berek dia berkata “Pengusaha jangan hanya memikirkan penghasilan tetapi harus memikirkan kebahagiaan karyawan yang bekerja,karena penghasilan yang kita peroleh proses dari karyawan yang dapat memuaskan pelayanan kepada pelanggan “jadi setiap 1 bulan sekali kita pasti melakukan jalan / ada bonus tambahan atau apapun itu yang bisa membuat karyawan menjadi nyawan bekerja untuk  kita.

 

Print Friendly, PDF & Email

Sepakbola dan Kita: Antara Inter Milan, Persija dan Persib

Sepak bola bagi sebagian orang adalah nyawa kehidupan mereka. Walapun hanya sebagai supporter, semua akan dicurahkan bagi kesebelasan kesayangannya seperti mereka membela negaranya sendiri. Hidup ini tidak akan lengkap bila sepakbola pergi dari “Top Of Mind” mereka. Berikut adalah beberapa cuplikan “passion, spirit, and blind love” penggemar sepak bola terhadap kesebelasan kesayangannya.

Fans Fanatik Yang Terbesar Di Dunia

Masyarakat Indonesia terhibur dengan kedatangan kesebelasan Inter Milan ke Indonesia. Pertandingan yang disaksikan sekitar puluhan ribu penonton ini, sebahagian besar fans berat Inter dari penjuru Tanah Air, berlangsung seru, mereka tanpa henti-hentinya meneriakkan yel-yel serta nyanyian berbahasa Italia . “Di Indonesia fans fanatik ini berjumlah sekitar 20 ribuan, termasuk terbesar di dunia,” ujar Entong Nursanto yang juga Presiden Interisti Club Indonesia (ICI).

Berbahagialah para pemain Inter Milan yang dipuja puji di negara ini yang berjarak 11.082,98 KM. Kedatangan Inter Milan berhasil menyedot perhatian seluruh pendukung Inter di Indonesia. Ratusan fans Inter berkumpul di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (23/5/2012) pagi. Bahkan, ada yang sudah datang dari kemarin dan ikut menyambut kedatangan tim ofisial “I Nerrazurri” pada hari ini di tempat yang sama. Sebagian para fans, atau yang biasa disebut Interisti, itu ternyata memilih menginap di bandara.

Mereka Disambut Bagaikan Raja

Teriakan yel-yel terdengar setiap Inter bermain, membahana sepanjang pertandingan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Suasana stadion semakin meriah ketika sang kapten, Zanetti, berlari mengelilingi lapangan sebagai bentuk apresiasinya.”Saya mengucapkan terimakasih suporter orang Indonesia atas sambutan, suka cita semangat diberikan,” ujar Moratti seperti dilansir situs resmi klub.”Saya bisa menyaksikan lewat televisi cerita hadir Jakarta hari terakhir. Saya tidak bisa hadir Jakarta urusan pekerjaan,” sambungnya.”Saya bahagia terharu. Hal membuat semakin bersemangat bekerja demi suporter mengagumkan. Indonesia, berterimakasih kalian menjaga perasaan luar biasa selamanya.” 

Dalam keterangan persnya seusai laga melawan Indonesia Selection, para punggawa muda Inter mengaku termotivasi untuk berusaha lebih keras lagi guan menembus tim inti ‘Nerazzurri’. Sementara, para pemain Inter yang sudah berusia senja mengaku bakal gantung sepatu setelah tur Indonesia ini. “Saya harap bisa terus bersama dengan Inter, dan bisa bermain dengan baik. Saya senang bisa mencetak dua gol. Fans di stadion juga luar biasa. Saya takjub dengan fans di sini,” ujar pemain Muda Inter, Coutinho. “Saya bakal gantung sarung tangan dan berusaha untuk menjadi pelatih kiper Inter Milan,” tutur kiper gaek Inter, Paolo Orlandoni.

Duel Klasik Dua Bebuyutan

Beberapa hari setelah itu, di stadion yang sama terjadi duel klasik antara Persija dan Persib yang berakhir imbang 2-2 dalam laga lanjutan kompetisi ISL 2011-2012 pada hari Minggu 27 Mei 2012 . Tampil di depan lima puluh ribu Jakmania yang merubah Stadion Utama GBK menjadi berwarna oranye, Persija tampil menyerang di babak pertama. Dua gol Persija disumbangkan oleh Ramdani Lestaluhu di menit 64 dan Precious di menit 72. Sedangkan gol untuk Persib ditorehkan oleh Atep di menit 46 dan Maman Abdurahman di menit 88.

Pertemuan tim bubuyutan Persib vs Persija di GBK berjalan panas. Persija “si macan kemayoran” gagal menuntaskan dendamnya kepada tim “Maung Bandung” sebutan Persib Bandung.  Duel berlangsung panas dan terlihat sangat keras sejak menit-menit awal hingga berakhirnya pertandingan. Kedua tim juga tampak bermain tak lepas. Adu fisik antar pemain sukses memanaskan tensi pertandingan. Bahkan, beberapa kali adu mulut mewarnai duel dua musuh bebuyutan ini.

Gajah Berperang, Pelanduk Mati Ditengah

Ternyata bukan hanya di lapangan GBK saja suasana panas terjadi, namun di luar stadion ada kekerasan yang menimbulkan korban. Insiden pengeroyokan  terjadi usai laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu 27 Mei 2012, mengakibatkan tiga orang tewas. Salah satu korban bernama Lazuardi, 29 tahun. Sementara dua korban lainnya belum diketahui identitasnya. 

“Kami masih mencari tahu identitas dua korban itu. Sampai saat ini belum ada keluarga yang datang untuk mengecek,” kata Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, ketika dihubungi, Senin 28 Mei 2012. Dua korban tewas saat ini masih berada di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo. Sedangkan jenazah salah satu korban yaitu Lazuardi sudah dibawa pulang oleh keluarganya di Jalan Menteng Sukabumi RT 08, RW 03, Kelurahan Sukabumi, Jakarta. 

Akibat Yang Tidak Terelakan
Setelah kejadian tersebut, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya akan memperketat pemberian izin keramaian untuk pertandingan sepak bola. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Senin,  mengatakan pengetatan pemberian izin ini dilakukan, menyusul jatuhnya korban setelah pertandingan Persija melawan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, pada Minggu sore (27/5). Tiga orang dilaporkan tewas dan lima lainnya luka berat setelah menyaksikan pertandingan antara Persija dan Persib tersebut. “Tentunya ke depan kami akan lebih selektif memberikan izin pertandingan,” katanya.
Menurut dia, fakta di lapangan menunjukkan ada suporter tim sepak bola yang tidak dapat mengendalikan diri saat mendukung klub kesayangannya. Lebih lanjut ia mengatakan Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan panitia penyelenggara agar memindahkan lokasi pertandingan sepak bola yang rawan terjadi bentrokan antarsuporter. 
Sepak Bola Sebagai Tontonan dan Tuntunan
Sepak bola merupakan salah satu olahraga paling populer di Indonesia. Beberapa orang bermain sepak bola hanya untuk menang – bagi mereka yang penting siapa pencetak gol terbanyak. Tapi yang lainnya yakin, ini lebih dari sebuah pertandingan; karena ini adalah olahraga tim, bisa mengajarkan orang untuk saling berkerja sama, termasuk pada para supporternya.
Para pendukung sepak bola yang baik senang sekali menyanyikan lagu saat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya, meski kerap kali juga mencemooh. Saat tim lawan bermain lebih hebat, tidak jarang mereka juga memberikan aplaus. Saat ada perayaan tertentu, para penggemar juga memberikan apresiasi. Jika ada mantan pemain atau tokoh tertentu meninggal dunia, maka penonton ikut dalam mengheningkan cipta.
Sepak bola tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan bagi supporter-nya. Fans tidak hanya melihat keindahan permainan sepak bola atau aksi menawan para pemainnya, tetapi juga melihat hal lain seperti sportivitas, solidaritas, dan aksi lainnya yang patut dipelajari.
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/dFtAjqfQOJA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
Print Friendly, PDF & Email

Pendidikan Nasionalisme: Antara “Perjuangan” SuJu, Justin Bieber dan Syahrini

Dikutip dari http://1.bp.blogspot.com/-Mt8iaL-2Fp4/TgGZpIjXXsI/AAAAAAAAAf0/2s3hGWUG8i4/s1600/HORMAT.jpg
Kaum muda Indonesia dihebohkan dengan pemunculan dan show Boy Band SuJu dari Korea Selatan. Mereka berbondong-bondong mengelu-elukan idolanya pada “batas yang tidak bisa dibayangkan”. Bahkan ada beberapa yang “mencapai kepuasan batin tak terhingga” setelah melihat atau bertemu dengan idola mereka.
Dikutip dari Kompas, sepanjang pertunjukkan mereka menjerit sambil mengacungkan “light stick” warna biru safir yang harganya sekitar Rp 250.000 per batang dan meneriakkan nama-nama personel kelompok yang kini beranggotakan 11 penyanyi itu. Kadang mereka ikut bernyanyi dan menggoyangkan badan saat band bentukan Lee Soo Man, pendiri SM Entertainment di Korea Selatan, itu mendendangkan lagu-lagu hitsnya. Sejak awal hampir seluruh penonton yang memenuhi ruang konser berlantai tiga itu seperti terbius pertunjukan penyanyi-penyanyi muda Korea tersebut.
Di lain tempat, Justin Bieber seperti yang dikutip dari Republika, salah satu idola dari “Negeri Seberang” memberikan pernyataan kontroversial yang menghina Indonesia sebagai negara tidak jelas dan kualitas rekaman Indonesia buruk yang terus menuai pro-kontra dari para penggemarnya di Indonesia. Salah satu fans Indonesia mengatakan: “Memang dari awal munculnya Justin Bieber juga sudah banyak kontroversial. Bukan cuma sekali ini saja dia menghina atau berulah yang bikin orang sakit hati. Dia juga pernah kasar dengan fansnya.”
Kemudian muncullah figur Syahrini yang mencoba “membela” negaranya Indonesia dengan memberikan pernyataan sengitnya pada Justin Bieber. Diberitakan sebelumnya, Syahrini “berkicau” agar Bieber meminta maaf kepada publik berkait dengan pernyataannya dalam acara bincang-bincang di sebuah stasiun televisi dengan menyebut Indonesia sebagai a random country, yang diartikan sebagai negeri entah berantah. Bukannya disambut positif, akun Twitter @princessyahrini justru diserang para Belieber selama tiga hari berturut-turut.
Ketiga peristiwa tersebut, punya kesamaan “Pemain Peran” yang sama dan sangat penting yaitu Kaum Muda Indonesia. Bagaimana mereka melihat nasionalisme dari sudut pandang remaja Indonesia dihubungkan dengan fenomena “agama baru” yang dinamakan “Fun, Food & Fashion”?
Pada Bukunya bertajuk “Nasional.Is.Me”, Pandji Pragiwaksono (salah satu Tokoh Muda Indonesia Kontemporer) menggugat etos nasionalisme kaum muda yang sedang tergerus. Saat ini, spirit kaum muda banyak yang “absen” dengan nilai perjuangan yang tertancap dalam monumen perjuangan.
 
Penulis melihat melihat ada beberapa indikasi makin runtuhnya nasionalisme kaum muda di tengah gempuran globalisasi. Pertama, Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.
 
Kedua, dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala erkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
 
Ketiga, masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
 
Keempat, adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
 
Kelima, munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
 
Kelima hal tersebut menjadikan nasionalisme tak lagi menancap dalam gerak kaum muda hari ini. Berbagai jebakan yang mengitari kanan-kiri menjadikan kaum muda kehabisan energi melakukan gerak perubahan untuk bangsa.
 
Dalam konteks ini, penulis melihat bahwa perlu gerak rekonstruksi nasionalisme kaum muda hari ini. Tantangan kebangsaan yang kita hadapi sekarang ini telah bergeser dari isu-isu lama ke isu-isu kontemporer yang membutuhkan nilai-nilai baru yang dikonstruksikan sesuai dengan tantangan zaman.
 
Tantangan yang harus diatasi oleh kaum muda hari ini adalah membuat Indonesia berdaulat. Berdaulat atas tanah, air, dan segala yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Kedaulatan tak akan berarti jika kesejahteraan hanya menjadi pepesan kosong, sekadar retorika politik yang manis dan bual. Kedaulatan juga tak akan bermakna manakala harkat dan martabat bangsa sering diinjak-injak bangsa lain.
 
Nasionalisme baru kaum muda adalah nasionalisme original yang tidak dibangun dari atas lalu meluncur ke bawah yang oleh sejarawan Charles Tilly, disebut sebagai state-led nationalism. Sebab, nasionalisme kaum muda adalah nasionalisme yang tidak dibentuk oleh rezim, melainkan sesuatu yang muncul secara alamiah.
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
Itulah yang dikatakan oleh Bung Karno atas harapannya pada kaum muda. Apakah nasionalisme kaum muda sekarang bisa menjawab tantangan Bung Karno tersebut? Wallahu Alam Bissawab 
<iframe width=”600″ height=”450″ src=”http://www.youtube.com/embed/uT43dUQ3H18″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
Print Friendly, PDF & Email

Kewirausahaan Mahasiswa: Mewujudkan Impian Selagi Muda

Saat ini saya mengampu Mata Kuliah Kewirausahaan di Universitas Widyatama. Salah satu tugas yang diminta pada mahasiswa adalah agar mereka menuliskan karangan, impian atau kenangan mereka terhadap kewirausahaan. Berikut adalah beberapa hasil karya mereka:

1. ROBBY NOER ILLAHI:

Pertama impian saya sebagai seorang mahasiswa yaitu ingin sekali menjadi seseorang yang berguna bagi masyarakat, dan dapat bekerja di dalam instansi instansi pemerintahan.

Saat ini saya sebagai seorang mahasiswa berfikir bahwa bagaimana caranya agar bisa mendapatkan sebuah penghasilan dari modal sekecil-kecilnya, tetapi bisa menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya..??

Insyaallah jika saya diberi kesempatan untuk memiliki keuangan dan Rezeki yang lebih, saya akan membuat sebuah WIRAUSAHA dalam bidang INDUSTRI MAKANAN..

Dimana yaitu sebuah usaha yang dapat membantu dalam keuangan saya, dan juga dapat bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan semacam makanan gituh..

Lalu saya berfikir bagaimana caranya membuat sebuah wirausaha dalam bidang Industri Makanan, dan akhirnya saya mendapatkan sebuah ide yaitu membuat sebuah makanan semacam MIE AYAM BASO ALA SIXTEENDAY’S.. dimana nama sixteenday’s itu adalah nama sebuah grup band yang saya miliki. J 

Pertama, setelah saya menentukan sebuah nama untuk wirausaha di bidang industri makanan, lalu selanjutnya saya harus bisa menentukan kembali bagaimana proses untuk kedepannya,.

Saya bersama teman satu grup band yang bernama Sixteenday’s, berencana untuk menyiapkan sebuah tempat yang strategis untuk wirausaha yang akan saya jalani, dan akhirnya sebuah tempat yang strategis telah tersedia, lalu saya harus menyiapkan semua bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat sebuah makanan semacam mie ayam baso. saya sendiri bingung dan bahkan tidak tahu sama sekali apa saja bahan-bahan yang harus diperlukan dan dibutuhkan dalam proses pembuatan makanan tersebut..

Lalu saya berfikir keras tentang hal ini, yaitu apa yang harus saya lakukan?? Saya berfikir bagaimana apabila saya bekerjasama dengan tukang mie ayam yang selalu berkeliaran di pinggir jalan..??? dan akhirnya saya pun menjalani ide terbaik yang saya punya, yaitu BEKERJASAMA DENGAN TUKANG MIE AYAM YANG BIASA BERKELIARAN DI PINGGIR JALAN..

Dan akhirnya semua masalah telah terpecahkan. lalu setelah tempat yang strategis, dan bekerjasama dengan tukang mie ayam jalanan, saya berniat untuk merenovasi tempat berjualan saya, yang sesuai dengan keinginan anak muda jaman sekarang J. Yaitu, saya membuat keadaan dan suasana tempat dengan senyaman mungkin dan memfasilitasi tempat tersebut dengan adanya beberapa musik yang berkeliaran di udara, bahkan memasang semacam wifii agar para pelanggan yang mayoritas para anak-anak muda jaman sekarang dapat senantiasa merasa senyaman mungkin makan di tempat berjualan yang saya buat.

Saya bersama teman-teman saya akan selalu mengembangkan bisnis wirausaha industri makanan ini, bahkan jika penjualan di bidang makanan ini berjalan sesuai dengan harapan, yaitu menghasilkan untung yang sangat besar. Insyaallah saya ingin membuka cabang di berbagai daerah, untuk membuat mie ayam baso ala sixteenday’s menjadi tambah berkembang dan terus semakin berkembang.

Untuk membuat wirausaha ini menjadi semakin maju yaitu, pasti sangat membutuhkan sekali beberapa INVESTOR. Maka dari itu sangat penting sekali fungsi dari investor tersebut.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya lakukan, mohon maaph apabila ada kata-kata yang kurang tepat dan mungkin berlebihan dalam karangan yang buat ini.

Terimakasih banyak.. J 

Cerita fakta yang terjadi pada saudara saya:

Pada waktu itu dia adalah seorang menager di perusahaan ternama yaitu perusahaan ASTRA HONDA. Sudah sangat lama sekali dia bekerja disana sampai akhirnya dia melakukan pensiunan dini karena dengan alasan mungkin sudah terlalu cape bekerja di perusahaan tersebut. Setelah dia pensiunan dia mencoba untuk membuat suatu wirausaha yang dapat menguntungkan dia di kemudian hari, lalu dia membuat sebuah wirausaha yaitu MEMBUAT KOLAM APUNG DI TENGAH DANAU CIRATA. Dan wirausaha yang dia lakukan pun ternyata sangat menguntungkan bagi dia. Bahkan pekerjaanya pun tidak sama sekali membuat dia menjadi lelah.

Lalu, wirausaha yang dia buat pun sampai sekarang masih di jalaninya, bahkan sekarang dia sudah memperluas daerah kolam apungnya, di karenakan mendapatkan untung yang sangat besar dari hasil wirausaha tersebut.


2. MELATI PUSPITA KUSUMAH
 

Saya Melati Puspita, saya salah satu orang yang sangat berkeinginan besar di dalam berwirausaha. Karena saya pikir dengan berwirausaha memberikan jalan untuk saya agar dapat inovatif dan tidak pasif,,mungkin bagi sebagian orang setelah mereka lulus kuliah mereka lebih memilih berkerja di perusahaan milik orang lain,yang mungkin bagi mereka itu pekerjaan yang pasti dan sangat sedikit memungkinkan terjadinya kerugian.tapi bagi saya pada decade sekarang lebuh baik berwirausaha meskipun mungkin pada awalnya saya juga akan berkerja terlebih dahulu di perusahaan milik orang lain untuk mengumpulkan modal awal saya untuk dapat berwirausaha.

Pengalaman saya berwirausaha di mulai ketika saya kecil,,waktu saya SD saya berjualan kue kering buatan nenek saya kepada teman-teman saya,dan banyak yg berminat untuk membeli kue saya. Selain dari itu juga saya sempat menjual aksesoris yang saya buat sendiri dengan bahan manic-manik. Sejak SMP saya pun pernah berwirausaha dengan membuka perpustakaan di rumah saya dan saya melakukan ini bersama teman-teman sepermainan saya karena pada saat itu saya sudah berfikir untuk dapat mengefektifkan barang agar dapat menghasilkan sesuatu yang lebih,akhirnya kita putuskan untuk membuka perpustakaan dengan meminjamkan buku-buku yang kita miliki sambil menyewakan buku saya juga menjua kue hasil karya saya sendiri dan akamdulilah banyak peminatnya.

Ketika SMA saya mulai mencoba bergabung dengan oriflamme untuk melakukan bisnis MLM (multi level marketing ). Dan alhamdulilah saya bias mendapatkan keuntungan yang banyak dari bisnis ini.dan alhamdulilah saya menekuni bisnis ini sampai sekarang jadi sekitar sudah 3 tahun saya menekuni bisnis ini. Dan sekarang selain saya menekuni bisnis oriflamme saya juga menjual coklat hasil karya tante saya kepada teman-teman saya selain dari itu juga saya menjual produk kecantikan seperti lulur,masker,body bleaching,dll. Produk ini langsung saya ambil dari salon teman saya. Saya menjual produk ini dengan jasa dapat di antarkan ke rumah pemesan dan alhmdulilah dari usaha ini juga saya memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Itulah beberapa usaha yang pernah saya lakukan selama ini,adapun harapan saya dalam berwirausaha untuk selanjutnya saya sangat ingin membuka café minimalis yang mengedepankan kenyamanan tempat,harga yang terjangkau,kualitas makanan dan minuman yang baik,dan yang terakhir pelayanan yang memuaskan.
Untuk bias menjadi seorang wirausaha tentunya saya harus berorientasi pada tindakan saya. Yang pertama saya harus proaktif dengan saya berkuliah di widyatama saya sudah merasa proaktif karena saya berkeyakinan apabila saya mengikuti perkuliahan di widyatama ini dengan baik dan penuh keseriussan maka saya akan selangkah lagi menuju kesuksesan. Yang kedua bermula dari ujung pemikiran yaitu saya harus memulai segala aktivitas dengan meyakini bahwa saya akan lulus dari universitas widyatama ini februari 2013 dengan ipk minimal 3,5. 

Yang ketiga saya harus dahulukan yang utama,dimana saya harus menomorsatukan kuliah dari pada yang lain guna mencapi kesuksesan yang di harapkan. Yang keempat berpikir menang-menang yaitu ketika saya mulai merasa lelah dengan perkuliahan yang saya jalani, saya selau menanamkan dalam hati saya bahwa saya harus tetap semangat, raihlah kelulusan dengan cepat dan buatlah orang tua bangga dengan diri kita. Yang kelima memahami untuk dipahami yaitu bukan bagaimana orang lain memahami kita tapi bagaiman kita mampu memahami orang lain,misalnya saja saya tentunya sangat wajib memahami peraturan universitas saya,memahami dosen dan memahami tean-teman saya dengan itu mereka semua pun secara otomatis pasti akan memahami saya juga.

Yang keenam saya harus membuat sinergi terutama dengan orang-orang di sekitar saya karena merekalah yang akan selalu memberi support kepada saya untuk selalu menjadi yang terdepan. Yang ketujuh ketahanan fleksibelitas dan kekuatan yaitu dimana ketika saya mendapatkan kegagalan dalam hidup saya,saya harus tetap bangkit dan mencoba terus karena dengan begitu saya akan semakin dekat dengan kesuksesan. Yang terakhir menemukan keunikan diri dan membantu orang lain menemukannya, yaitu saya harus menggali kelebihan saya setelah itu kita harus membantu teman kita untuk menemukan kelebihannya dengan begitu dengan kelebihan diri kita dan kelebihan teman kita,kita dapat berkerjasama dengan kelebihan masing-masing untuk menghasiilkan sesuatu yang inovatif dan menciptakan suatu peluang bisnis bagi kita.
Sekian pengalaman dan keinginan saya di dalam berwirausaha semoga bermanfaat.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=zdwxeFWfTf4?rel=0&w=640&h=450]

 


Print Friendly, PDF & Email

Sinta Ridwan: “Berteman Dengan Kematian” dan "Bersahabat Dengan Makna Kehidupan"

JIKA ada ungkapan, bahwa musibah adalah berkah, rupanya itu bukanlah mengada-ada atau ucapan pelipur lara. Mungkin banyak orang yang pernah ditimpa misibah, kemudian ia mengambil hikmahnya dan akhirnya ia sadar bahwa itu berkah.

Orang miskin belum tentu sengsara, orang sakit belum tentu menderita. Banyak orang miskin dan orang sakit justru bisa hidup bahagia. Mengapa? Jawabanya dapat disimak ketika Dewi Kunti berdialog dengan Krishna dalam epos Mahabharata. Suatu hari Krishna berkata, “Bibi, tampaknya bibi hidup menderita, hidup dalam serba kekurangan. Kalau bibi mau, aku akan beri bibi hidup dengan segala kemewahan.”

Apa jawab Kunti? “Nak, bibimu ini tidak menginginkan kemewahan duniawi. Bibi justru merasa bahagia dalam penderitaan. Karena dengan hidup seperti ini, bibimu selalu berdoa, menyebut nama Tuhan berulang-ulang sehingga merasa selalu dekat dengan Tuhan. Adakah yang lebih bahagia selain dekat dengan Tuhan?”

Dialog Krishna dan Kunti itu rupanya memiliki makna yang sama, jika kita menyimak pengakuan Sinta dalam bkunya: “Berteman Dengan Kematian”. Di atas planet bumi ini, mungkin tidak banyak orang seperti Sinta. Seorang gadis pengidap lupus, suatu penyakit yang setara dengan HIV/AIDS yang belum ada obatnya. Penyakit itu membuat tubuhnya melemah dari hari kehari.

Penampilannya  selalu  percaya   diri  dan  penuh   senyum.  Jika  Anda pertama kali melihatnya, mungkin  tak  akan menyangka,  jika   gadis berusia 26 tahun  ini  adalah  penyandang lupus, penyakit  yang   hingga kini belum ada  obatnya. 

Namun ironisnya, penyakit itu justru membuat Sinta tampak tegar. Penyakit itu membuat ia sadar, bahwa Dewa Kematian selalu tersenyum, melambaikan tangan di depannya. Karena itu pula, Sinta ingin memberi makna hidup ini agar lebih berarti. Mumpung masih hidup, Sinta ingin berbuat sesuatu yang berguna dan penuh makna.

Itu bisa ia buktikan, terbukti ia berhasil merogoh mutiara hidup dalam penderitaannya. Sinta yang lahir dari keluarga broken home dapat membiayai hidup dan kuliahnya sendiri. Bahkan ia menanggung kuliah adiknya, dan justru memberikan semangat hidup buat orang-orang di sekelilingnya. Jangankan orang sakit, orang sehatpun jarang seperti itu.

Sinta yang baru menamatkan kuliah S2 di jurusan  Filiologi Universitas Padjajaran ini   menganggap obat yang paling mujarap dari segala penyakit adalah rasa  bahagia.“ Jadi kalau kita sakit, jangan dirasakan kalau kita sakit, tetapi kita  harus berpikir sesuatu yang menyenangkan dan terus tersenyum walaupun kita  sedang sakit,” ucap Sinta.

Pengalaman Sinta dengan penyakit lupus yang telah dideritanya sejak  tahun 2005 lalu dia catatkan dalam sebuah buku otobiografi berbentuk  novel berjudul “Berteman  Dengan Kematian”.  Dalam buku itu Sinta menceritakan tentang perjuangan dirinya untuk berjuang melawan lupus yang  bersemayam di dalam  tubuhnya.

Untuk mengisi hari-harinya wanita yang hobi membuat puisi ini berusaha  untuk memberikan manfaat bagi orang sekitarnya. Salah satu upaya Sinta untuk  memberikan arti hidupnya bagi orang lain dan bangsa ini adalah dengan cara  mengajarkan naskah kuno sesuai dengan latar belakangnya sebagai seorang Fiolog.

Dengan ilmu itu Sinta membuka kelas aksara kuno di Gedung  Indonesia Menggugat, di  Jalan Perintis  kemerdekaan Bandung. Kelas aksara kuno atau yang disingkat kelas Aksakun ini  pertama kali dibentuk pada tahun 2009 atas dasar gagasan dari seniman-seniman  beraliran  metal yang beralamat di Ujung Berung, Bandung.

Dari dorongan para seniman yang biasa memainkan musik cadas itulah kelas aksakun  berdiri dengan jumlah murid sebanyak 35 orang. Pengikut aksakun mengalami  pasang surut. Tercatat  dari awal beridiri hingga sekarang orang-orang yang pernah naskah kuno oleh  Sinta sekitar 200 orang.

Murid yang mengikuti kelas aksakun terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat  umum. Sinta mengaku tujuan dibentuknya kelas Aksakun ini adalah untuk menjaga dan melestarikan naskah-naskah kuno yang  merupakan warisan masa lalu.

“Tidak ada masa kini tanpa adanya masa lalu, dan itu semua  tertuang di dalam naskah kuno,” ungkapnya. Sinta membebaskan teman-temanya yang  mengikuti pelajaran naskah kuno itu untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat sesuai dengan keinginannya masing-masing.

Banyak dari murid Sinta yang membuat tulisan kuno  untuk dijadikan design dalam sebuah  kaos, dan poster-poster. Selain itu ada juga murid yang membuat lirik lagu yang mengadaptasi dari  naskah-naskah kuno.

Menurut Sinta di dalam naskah kuno itu terdapat  berbagai macam kandungan diantaranya gaya hidup, kesehatan, tuntutan manusia agar dapat  menghargai alam, dan sastra orang-orang masa laliu.

Kecintaan Sinta terhadap naskah kuno mengalahkan rasa  sakit akibat lupus. Sinta mengaku jika sedang tidak enak badan tidak menyurutkan dia untuk absen tidak mengajar kelas aksara kuno, “karena dengan  mengajar saya menjadi bahagia dan itu bisa mengalihkan rasa sakit saya,”  akunya.

Selain itu Sinta di tengah keterbatasan fisiknya  akibat lupus itu bercita-cita ingin membangun sebuah museum digital yang akan  diberi nama ensiklopedia naskah kuno. Tujuan dari pembuatan museum digital itu  adalah untuk memudahkan orang-orang agar dapat mengakses naskah kuno dengan  mudah.

Sinta  beranggapan selama ini orang-orang jarang mempelajari ataupun membaca  naskah-naskah kuno itu karena sulitnya mengakses catatan-catatan orang-orang  dari masa lalu yang tersebebar di seluruh penjuru nusantara. Dengan hadirnya  museum digital itu akan memudahkan orang-orang untuk mempelajari sejarahnya  langsung dari sumber sejarah tanpa harus berusasah payah pergi ke museum.

Sumber:

  1. www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=15&id=44373
  2. www.kickandy.com/hope/hope/sinopsis/profilenarsum/read/1867/Sinta-Ridwan.html

Related articles, courtesy of Zemanta:

Print Friendly, PDF & Email