Banjir…Janganlah Engkau Datang lagi

 

Sudah enam tahun sejak Februari 2007

Engkau datang tanpa diundang

Bukan salahmu memang……

Karena kami sering lupa akan dirimu

 

Hujan itu bukan bencana, 

Namun berkah dari Yang Maha Kuasa

Bukan salahmu engkau jadi murka…..

Itu karena manusia lalai pada alamnya

 

Satu yang kami minta padamu…..

Beritahu dulu kami bila engkau akan tiba

Atau sebaiknya, kami terus terang padamu

Banjir…Janganlah Engkau Datang lagi

 

Print Friendly, PDF & Email

@NgabaduyIT Strikes Again To (Ngalalana Deui Ka) Batu Hijau – Sumbawa

Sekali lagi tim @NgabaduyIT berkelana ke Batu Hijau –Sumbawa. Kali ini tim diperkuat oleh @djadjas, @Tsauri28, Dwi Haryanto dan satu-satunya wanita yaitu Teh @k_amiDong. Misi bertujuan untuk memperkuat e-Learning di institusi tersebut terutama untuk Divisi Training.

Tambang Batu Hijau merupakan tambang terbuka tembaga dan emas.  Tambang dioperasikan oleh Newmont Mining Corporation anak perusahaan PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont). Tambang ini terletak 1.530 kilometer (950 mil) timur Indonesia dari ibukota Jakarta, di selatan Kabupaten Taliwang , di Pulau Sumbawa sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat. Tambang ini adalah hasil dari eksplorasi  dan program pembangunan sepuluh tahun didasarkan pada penemuan deposit tembaga tahun1999. Produksi dimulai pada tahun 2000.

Tambang memanfaatkan  metode penambangan terbuka “truck and shovel”  dengan bijih yang diproses pada “Semi-Autogenous Grinding” diikuti dengan sirkuit flotas . Produk jadi adalah konsentrat tembaga-emas, yang dikirim melalui pipa ke fasilitas penyimpanan di pantai Samudra Indonesia.

 

Print Friendly, PDF & Email

Petuah @DausGonia @PojokPendidikan Imaji+Nasi: Perpaduan Antara Idealisme (Imaji) dan Penghidupan (Nasi) Manusia

Pada hari Ulang Tahun @DausGonia, salah satu tokoh @PojokPendidikan saya selalu teringat Idiom darinya yaitu “Imaji+Nasi”. Dalam blognya DausGonia.com menulis “Jangan tanyakan siapa itu Daus Gonia, tapi tanyakan apa yang telah engkau berikan kepada negara.” Selain berkarya di Pojok Pendidikan, Ia juga menulis “Seringnya ngaku-ngaku pengangguran, padahal Freelancer dan menyibukan diri sebagai Self Employed di Playwork-ID juga sebagai penggembira di salah satu perusahaan Game Developer di Bandung. Selain suka bikin kopi dan bikin pusing, saya juga suka bikin Game dan Apps baik untuk mobile ataupun untuk Web Apps. Aktif di sosial Media Twitter dengan akun @dausgonia, enggan aktif di radio karena nanti disangka radio aktif. Padahal cita-citanya dulu jadi Pohon Pisang.”

Bagi saya, benar adanya bahwa kehidupan kita harus berdasarkan kesetimbangan serta Perpaduan Antara Idealisme (Imaji) dan Penghidupan (Nasi) Manusia. Idealisme yang kita anut, serta realisme kita hadapi. Ketika suatu sistem atau tatanan lingkungan bertentangan dengan idealisme kita, berpikir bijaklah, tidak harus dengan pemberontakan dan kata tegas yang kemungkinan akan mengeluarkan kita dari sistem tersebut. Karena ketika kita keluar dari sistem maka sulit bagi kita memperbaiki. 

Ada memang beberapa diskusi  menunjukkan adanya suatu tantangan bagi kita yang khususnya ketika masuk dunia kerja. Apakah idealisme masih perlu dipegang seiring dengan tuntutan kepada kita yang nyata dan realitis adanya? Tantangan untuk mewujudkan idealisme sementara sistem dan lingkungan yang kita masuki mungkin berlawanan dengan idealisme yang dianut.

Dalam situasi ini, kita dihadapkan pada pilihan antara idealisme dan kenyataan bahwa proses negoisasi dan kompromi sering terjadi dalam lingkungan kita. Semua itu adalah proses, maka apabila posisi kita dalam posisi sudah menikmati “Nasi” (Penghidupan), atau menjadi pengambil keputusan/kebijakan mulailah untuk mewujudkan “Imaji” (Idealisme) tersebut.

Selamat Ulang Tahun Daus Gonia, semoga selalu bisa menjaga Imaji+Nasi 🙂

Print Friendly, PDF & Email

Bagaimana Film Mempengaruhi Hidup Kita?

Saya tidak begitu sering menonton film baik di Televisi maupun Bioskop. Namun adakalanya menonton film yang memberikan pencerahan diri baik dar Indonesia mulai dari Badai Pasti Berlalu (1977), November 1828 (1979), Tjoet Nja’ Dhien (1986), Naga Bonar (1986)  sampai  Laskar Pelangi (2008). Juga beberapa film asing yang menarik untuk disimak seperti The Godfather (1972),  Forrest Gump (1994), Titanic (1997), Saving Private Ryan (1998) dan banyak lagi…….

Dalam beberapa bagian dari kehidupan, kadang kita merasa begitu rendah karena tantangan yang ada. Bahkan ketika kita mencoba untuk menemukan cara sendiri menemukan kebahagiaan, kita merasa tidak bisa bisa mencapainya. Namun, ada cara lain yang meskipun tidak dapat menyelesaikan masalah, tetapi itu membuat kita merasa nyaman dan mengurangi rasa sakit yang kita miliki dalam diri…………

Itu adalah media  yang secara luas tersebar di seluruh dunia melalui televisi, bioskop, dan internet. Seperti film, video, game komputer, musik dan banyak lagi. Ini semua adalah bentuk “jalan keluar” setiap kali kita tidak merasa baik dan mengalami hari-hari yang sulit. Kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa  hal ini benar-benar dapat membantu kita untuk setidaknya melupakan masalah  walapun hanya beberapa saat, yang  kita layak untuk memilikinya…….

Dibuat untuk menghibur kita

Ini berarti bahwa film dapat mengalihkan perhatian untuk fokus pada media penghibur tersebut daripada memikirkan masalah kita. Seperti jika kita menonton film, khususnya film komedi, membuat diri kita  tertawa. Dengan demikian, tertawa membuat kita lega. Hal ini akan jauh lebih baik jika kita pergi keluar dengan keluarga atau teman kita ke bioskop yang benar-benar bisa menghibur kita. Namun, ini juga dapat memberikan efek buruk seperti kecanduan. Kadang-kadang, seseorang tidak ingin pergi bekerja, kuliah atau sekolahkarena mereka sangat dihibur dengan film dan ini adalah satu-satunya hal yang mereka ingin lakukan daripada berkonsentrasi dengan pekerjaan atau studi  mereka.

Bisa memberikan kita pelajaran

Setiap cerita yang kita tonton di film yang melibatkan pelajaran moral yang berbeda, bahwa kita harus menerapkan dalam kehidupan kita yang sebenarnya. Kadang-kadang, mereka dapat membuat kita berimajinasi bahwa kita adalah aktor atau aktris film tersebut.  Hal ini dapat membuat kita dengan jelas memahami ceritanya. Dan  ada kalanya hal ini bisa membuat kita menangis ketika karakter yang kita cintai menangis karena merasa berhubungan dengan mereka. Tapi kita tidak bisa sepanjang waktu hanya bergantung pada film  untuk mendapat pelajaran kehidupan nyata.

Menjadi pengisi waktu yang baik.

Jika kita tidak ingin selalu melihat jam tangan  karena  waktu berlalu perlahan, kita dapat menonton film. Kita bisa melihatnya  tanpa memperhatikan bagaimana waktu dilewati. Jika kita berada di tempat umum menunggu seseorang yang istimewa, kita dapat membuka laptop untuk bersantai dan melihat film. Kemudian tanpa terasa kita akan melihat bahwa orang yang sedang ditunggu hadir di depan kita. Namun, jika kita melakukan hal ini sepanjang waktu, mungkin kita tidak bisa melakukan kegiatan yang produktif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ketika akan melakukan hal ini, harus memastikan bahwa kita bebas dan tidak ada kewajiban untuk melakukan tugas-tugas.

Print Friendly, PDF & Email

Selaksa Rasa Di Hari Selasa: “Workshop e-Learning”, SIM “Human Capital” dan “Solve Inventory Problem”

 
Hari ini “Full Speed” dalam beraktifitas.
 
Mulai menjadi pemberi materi “New Role of HRM on Human Capital” dan “People Development by Knowledge Management and eLearning” untuk “Workshop eLearning for Human Capital Development”.
 
 
Dilanjutkan dengan persiapan “Soft-Launch” Implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) “Human Capital”.
 
 
Diakhiri dengan “Solve Inventory Problem”.
 
Print Friendly, PDF & Email

Budaya Institusi Suatu Usaha Menuju Perubahan

Mengubah budaya korporat pada dasarnya mengubah kebiasaan (yaitu bagaimana pekerjaan diselesaikan) dalam suatu institusi dan jika berhasil menghasilkan komitmen-komitmen baru, empowerment sumber daya manusia, dan ikatan yang lebih kuat antara institusi dengan pelanggannya (Porter dan Parket 1992). Setelah nilai-nilai baru terbentuk dan budaya korporasi disepakati menjadi bagian dari strategi korporat, institusi perlu terus memperkuatnya agar ia menjadi tradisi baru yang benar-benar mampu memberikan jawaban terhadap perubahan.

 

 

Adakalanya nilai dan budaya yang selama ini ada dianggap belum dapat memenuhi dinamika perubahan yang terjadi di dunia “Academic, Business and Goverment (ABG)”. Di atas kertas, mungkin suatu institusi sudah mencantumkan dan mengkampanyekan nilai-nilai institusi, namun kenyataannya hal tersebut mungkin tidak atau belum pernah dilaksanakan oleh staf dan karyawan. Dalam proses perubahan budaya perusahaan hal yang sering kali ditemui adalah upaya yang dilakukan bukan membawa perubahan perilaku dalam organisasi tetapi justru memukul perusahaan tersebut ke belakang atau malah tidak menghasilkan apa-apa. Hal ini mungkin karena upaya yang dilakukan masih terjebak dalam sebuah formalitas. Dalam proses perubahan budaya perusahaan di hal itulah yang ditakutkan akan terjadi dan menjadi sebuah pengulangan dari kesalahan-kesalahan banyak institusi dan perusahaan lainnya.

 

Print Friendly, PDF & Email

Reuni @sman5bdg: Antara Donor Darah, Himne Guru dan Kontribusi Alumni Bagi Sekolahnya

 
Dari pagi sampai siang saya mengikuti reuni di SMA Negeri 5 Bandung. Tak terasa umur yang sudah ABG (Angkatan Babe Gue) ini menjadi “muda” kembali. Terutama melihat “Cinta Pada Pandangan Pertama” yang sampai sekarang masih tidak berani saya ungkapkan…..waduh kok jadi begini…… Ada memang yang sudah sangat berubah rupa dan penampilan, namun semua itu hanya “Iceberg” saja 🙂
 
Susunan Acara reuni kali ini adalah:
  1. 08.00 – 11.00 Pelaksanaan Donor Darah di Kampus Belitung. 
  2. 11.00-12.00 Sessi Photo Bersama seluruh Angkatan di depan kampus Belitung 8 dan kelas masing2.
  3. 12.00-13.00 Ishoma.
  4. 13.00-16.00 Tepang Sono dengan jajaran Civitas Sekolah dan eks Guru SMA 5 Bandung
 

Acara langsung “digebrak” dengan Donor Darah dan saya kebagian urutan nomor 5 (The Lucky Number)……. Saat itu datang juga sahabat Heru Pramono yang saya “paksa” agar darahnya mau “disedot” PMI. Kemudian dengan “enggan” dia mau masuk ke bilik Donor Darah…… Taraaa! Kurang lebih setengah jam kemudian dia keluar dengan wajah berseri tanpa “penyesalan” 🙂

 

Sungguh terasa bahwa “Setetes Darah Kita, Menyelamatkan Nyawa Orang Lain”, panitia Reuni kali tidak ingin kehilangan momentum. Meeka sadar bahwa reuni bukan hanya masalah “having fun” (baca: hura2) namun lebih kepada semangat sesuai spanduk reuni yang berbunyi “Berjumpa……Berkumpul……Bermakna”.

 

Acara kedua adalah Foto Bersama…..Inilah waktunya bernarsis-ria…..Teu emut mun ayeuna geus kapala opat manjing kalima…..Ikut berteriak dan bergaya bebas bak John Travolta atau Mick Jagger……Berkali-kali difoto sampai lupa apakah saya pernah di kelas 3B1 atau 3B2……Pokonamah kafoto we lah 😀

 

Para alumni berfoto di depan kampus Belitung 8 pada saat cuaca panas……Ya itu tadi, kalau soal berpose mah tidak kalah sama anak cucunya….Meriah dan kekanak-kanakan…..Wajar saja sudah lebih dari seperempat abad tidak bertemu 😀

 

Kemudian alumni “digiring” ke aula di tingkat 3 sebelah belakang kiri SMA 5 Bandung…..Pangling memang atas perubahan yang ada…Semakin padat dan lengkap, namun hampir semua “renghap ranjug” sampai aula di tingkat tiga bakating ku cape 🙂

 

Sampai di Aula kelupaan belum sempat Sholat Duhur…….Dan pemirsa…..Turun lagi ke lantai dasar untuk sholat di Musholla yang cukup asri. Saat itu “tampuk pimpinan” (imam) sholat diserahkan kepada saya, mungkin saja karena saat itu “Saltum” (Salah Kostum) pakai batik ke acara alumni sehingga terlihat “berwibawa”.

 

Setelah makan siang dari katering milik sesama alumni, acara dilanjutkan dengan “Tepang Sono dengan jajaran Civitas Sekolah dan eks Guru SMA 5 Bandung”. Saat itu hadir guru-guru seperti Ibu Sukapti (Guru Matematika yang kebetulan juga tetangga rumah), Ibu Ani (Biologi) Ibu Winarsih (Sejarah), Ibu Mami Tumbelaka (Bhasa Inggris), Pak Arief (Fisika), Pak Rusli+Bambang (Olahraga), Pak Margana (Matematika) serta Kepala Sekolah saat ini Bapak Jumdiat Marzuki beserta dua Wakasek. 

 

Acara dibuka dengan semua alumni menyanyikan himne Guru sebagai berikut:

 
Saya sebagai pendidik merasakan “bulu kuduk berdiri” pada saat menyanyikannya…..Tak terasa air mata berkumpul di pelupuk mata………..Betapa peran pendidik itu memang sangat besar dan tidak pernah berakhir….
 
Ada yang menarik dari acara ini…Yaitu Tausiyah dari Ustad yang menyinggung bahwa “Reuni ini jangan dijadikan sebagai sarana ‘CLBK’ (Cinta Lama Bersemi Kembali)” namun harus jadi ajang amal bagi Alumni……..Pasti Pak Ustad, saya datang ke reuni ini untuk bersilaturahmi dan berkontribusi pada SMA Negeri 5 Bandung tercinta……….
 
Acara selanjutnya adalah penyampaian “Salam Kadeudeuh” dari alumni untuk guru-guru kami…..Jangan dilihat besarnya, namun makna kecintaan dan rasa terima kasih kami pada beliau semua. Plus foto bersama dengan alumni yang dibagi dlam beberap “kloter” karena masih banyak yang narsis bersama ibu bapak guru tercinta…..
 
Akhirnya acara ditutup dengan janji alumni untuk memberikan satu ruangan kepada SMA Negeri 5 Bandung……Harapannya akan menjadi ladang amal dan “Tanda Mata” dari semua alumni yang hadir………..
 
Print Friendly, PDF & Email

@NgabaduyIT Team @ariefbb @djadjas @ruangchupa On The Move: We Are Back To Batu Hijau

From Tue (18 Sep) to (20 Sep 2012) we are from @NgabaduyIT On The Move To Batu Hijau. We continue our journey on “The Rise of COMLABS e-Learning” at Sumbawa Besar one of big mine company. Our team consist of  @ariefbb (Arief Bahtiar), @djadjas (Djadja Sardjana) and @ruangchupa (Muhammad Yusuf).

My journey started from Bandung on 1:30PM and take only 3 hours to Soekarno Hatta International Airport (SHIA) Lion Air Terminal 1A by XTrans Travel….Amazing, that it can be done in the middle of Monday traffict jam at  Jakarta. For the next flight from SHIA we must predict approximately how lang it take jour from Bandung to Cengkareng because our flight is on 8PM 🙂

The other surprising moment that “Air Lion 1” JT650 (We call our flight to LOP fom JKT) only delayed ~30 minutes. You can imagine if our flight delay more than that, we will arrive at LOP in early morning of the next day. Below is our foto right after landed on 11:30PM on the same day 🙂

This mission merely stress on Content especially for TOEIC, Safety and Licensing. We hope this mission satisfy or goal and can give “sustainable operation”……Common Agent @ruangchupa we count on you 🙂 

In the middle of ATP, I still can write this blog as part of @Ngabaduy-IT task to give routine report to Control Room at Bandung. We hope our job in the good shape and achieve satisfying goal. We ended this report as Wa Kepoh said: “Euh, waktosna seep pamiarsa…. Urang sambung deui sanes waktos……” 😀

 

Print Friendly, PDF & Email

#KewirausahaanPembebas: Berpikir Perubahan, Resiko Karet Pengikat Rambut Dan Kolaborasi Gun N’ Roses Dengan Oma Irama

Kemarin saya memberikan kuliah Kewirausahaan dengan Topik “Berpikir Perubahan”. Berikut “alur ceritanya”:

Peran Kewirausahaan
 
Kewirausahaan (entrepreneurship) berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi bangsa. Singapura misalnya, menjadi negara yang maju karena prinsip2 entrepreneurship. Hasilnya adalah perusahaan IT kelas dunia yang awalnya dirintis oleh wirausahawan muda. Hal yang sama dilakukan negara-negara Amerika Serikat, Taiwan, Korea yang peka terhadap pembentukan entrepreneurs. (Gatot Johanes Silalahi, MSc; Sinar Harapan, 2005)
 
Menurut definisi, wirausaha adalah suatu kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah terhadap produk atau jasa melalui transformasi, kreatifitas, inovasi, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga produk atau jasa tersebut lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna produk dan jasa (Prof. Raymond Kao, Nanyang Business School, Singapore 2005). Hitt,Ireland&Hoskisson (2010) mengatakan bahwa Kewirausahaan Strategis (Strategic Entrepreneurship) yang biasanya  dilakukan oleh perserorangan dan badan usaha adalah :
  1. Mengambil langkah-langkah kewirausahaan dengan perspektif strategis.
  2. Berperilaku menggiatkan pencarian kesempatan usaha dan keunggulan kompetitif.
  3. Merencanakan dan mengimplementasikan strategi kewirausahaan untuk menciptakan keuntungan. 
Usaha-usaha Kewirausahaan Strategis (Hitt,Ireland&Hoskisson: 2010) diatas harus didasari, didorong dan mempunyai tujuan pada beberapa faktor seperti yang digambarkan dalam gambar di bawah yaitu:
  1. Cara berfikir kewirausahaan dari pendiri (founding father) organisasi atau badan usaha.
  2. Mempunyai  kelompok kerja untuk mengembangkan produk atau pelayanan.
  3. Memfasilitasi inovasi dan integrasinya dengan menyebarkan nilai luhur dan kepemimpinan kewirausahaan.
  4. Menciptakan nilai tambah melalui inovasi yang dilakukan.
 

 
Berpikir Perubahan
 
Perubahan adalah suatu keharusan karena perubahan adalah sebuah esensi dari adanya sebuah kemajuan. Menjadi maju dapat berarti bahwa kita harus berpindah posisi menjadi semakin ke depan dari posisi kita semua. Perubahan harus dikelola dengan baik dalam sebuah Manajemen Perubahan (Change Management) dan Industri Harapan (Manufacturing Hope). Harmoni hidup seringkali menjadi sebuah jebakan bagi kita untuk malas dalam mempertahankan dinamika perubahan.
 
Sebelum perubahan menyentuh cara berpikir, maka manusia itu belum berubah. Maka dari itu,  jika kita ingin berubah, maka kita harus mengubah cara berpikir kita. Dalam hal ini, perubahan yang dimaksud adalah berubah dari seorang karyawan menjadi seorang wirausaha untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik dan cerah.
Kita memiliki kekuatan otak yang belum terungkap untuk memaksimumkan kekuatan berpikir dalam usaha mengubah kehidupan Kita di masa depan, maka renungkanlah sejumlah pertanyaan di bawah ini untuk menggali pikiran Kita, apakah Kita termasuk memilki keinginan untuk menjadi seorang entrepreneur. Berikut adalah pertanyaan tersebut.
  • Apakah dalam pikiran Kita telah memiliki kepuasan dari apa yang Kita lakukan dalam pekerjaan saat ini?
  • Apakah Kita dalam melaksanakan pekerjaan saat ini mendapatkan kesulitan bila melebihi kekuasaan dan wewenang yang Kita miliki?
  • Apakah Kita merasakan dalam pikiran untuk merubah apa yang dikerjakan menjadi lebih sempurna sebagai keinginan yang lebih besar dari pada mempertahankan tugas apa adanya saat ini?
  • Apakah Kita memiliki kemampuan berpikir untuk menimbulkan ide baru setiap saat Kita melangkah dalam hidup ini?
  • Apakah Kita memiliki kemampuan untuk merumuskan kedalam perencanaan dan aplikasi dari ide baru Kita?
  • Apakah Kita dapat meredam dan merahasiakan ide Kita dari orang lain, sebelum Kita siap melaksanakannya?
  • Apakah Kita memiliki jaringan atau memperluasnya ke jaringan baru atas kemampuan Kita atau teman?
  • Apakah Kita merasakan mendapat dukungan atas ide Kita dari lingkungan internal dan eksternal atau bagian besar menentangnya?
  • Apakah Kita merasakan memiliki kemampuan untuk melewati rintangan yang maha sulit yang mungkin dalam pikiran Kita mungkin gagal dari pengalamannya?
  • Apakah Kita merasakan ketidak puasan bila ada orang kepercayaan Kita tidak mampu melaksanakan dari bagian ide Kita?
  • Apakah Kita mampu mengubah kecenderungan bahwa kepuasan didapat bila sesuatu dikerjakan sendiri dan berusaha membagi tugas dan tanggung jawab dalam kerja tim?
  • Apakah Kita memiliki keinginan untuk memisahkan sebagian pendapatan dalam usaha Kita untuk merubah nasib dengan menangkap peluang masa depan?
Bila jawaban Kita menunjukkan bilangan ya dan atau tidak, apakah Kita sudah siap untuk membuat langkah-langkah yang harus dihadapi ke depan, sekiranya dikelompokkan dalam posisi yang disebut dengan:
  1. Bekerja sebagai pegawai yang terikat, 
  2. Bekerja sebagai pegawai yang tidak terikat, 
  3. Bekerja sebagai pengusaha, 
  4. Bekerja sebagai penanam modal. 
Bila jawaban Kita dari 12 pertanyaan, menjawab 12 kali tidak berarti Kita semata-mata hanya ingin jadi pegawai yang terikat ; menjawab 8 kali ya dan 4 tidak berarti Kita ingin bekerja sebagai pegawai yang tidak terikat; menjawab 12 kali ya berarti Kita adalah seorang yang berkeinginan untuk bekerja sebagai pengusaha; menjawab 10 kali ya dan 2 tidak berarti Kita adalah seorang bekerja sebagai penanam modal. Perubahan perjalanan hidup ditentukan oleh oleh pikiran kita sendiri, apakah kita ingin merubah cara kita untuk mendapatkan penghasilan atau tidak.
 

 
Risiko Karet Pengikat Rambut
Saya juga menerangkan bahwa dalam menjalankan suatu kegiatan pembangunan atau pengembangan usaha tentunya akan menghadapi beberapa resiko usaha yang dapat mempengaruhi hasil usahanya tersebut, apabila hal tersebut tidak diantisipasi dan dipersiapkan serta penanganannya maka bisa saja resiko usaha tersebut terjadi.
 
Saya pakai perumpamaan dengan menggunakan Karet Pengikat Rambut milik mahasiswa wanita dan spidol whiteboard. Cara adalah sebagai berikut:
  1. Letakkan 2-4 spidol whiteboard di lantai dengan tegak supaya tidak rubuh.
  2. Buat tanda/garis di belakang keramik/tegel pertama dan seterusnya serta  bubuhkan angka “25”, “50”, “75” sampai dengan “100”
  3. Mintalah mahasiswa untuk melakukan 5 lemparan dengan menggunakan  Karet Pengikat Rambut  ke  spidol whiteboard agar mencapai nilai terbanyak.
  4. Beberapa mahasiswa “main aman” dengan hanya berdiri di keramik/tegel pertama dan memperoleh nila maksimum 125.
  5. Mahasiswa lain yang “ambisius” mencoba melempar dari jarak terjauh (keramik/tegel keempat), namun memeproleh hasil lebih kecil dari cara pertama.
  6. Akhirnya, dari beberapa percobaan bisa diperoleh hasil optimal, bila secara bertahap para mahasiswa melempar dari keramik/tegel pertama, kemudian ditingkatkan ke level “risiko” berikutnya setelah mereka terbiasa.
  7. Hal ini mirip dengan wirausaha yang harus dilakukan mahasiswa secara dini agar terbiasa dengan resiko-resiko yang ada dalam menjalankan usahanya. 

 
Kolaborasi Gun N’ Roses Dengan Oma Irama
 
Untuk mengisi “otak kanan” para mahasiswa saya putarkan parodi video clip dari Gun N’ Roses Dengan lagu terkenal dari Oma Irama yaitu “Begadang”. Tadinya ini lagunya  Gun N’ Roses yabng berjudul “Sweet Child o’ Mine” , dimana lagu ini pernah ngetrend saat saya masih muda dulu dan saya pun pernah manggung membawakan lagu ini, walaupun penontonnya pada kabur. Video ini sebenarnya diedit biar adegan2nya sealur dengan lagunya Bang haji yang berjudul Begadang.
 
Syahdan band rock raksasa Guns n Roses yang legendaris  itu dituduh mengklaim lagu orang Indonesia sebagai milik mereka. Tidak tanggung-tanggung, lagu yang mereka klaim adalah lagu-lagu sang Raja Dangdut Rhoma Irama salah satunya “Begadang”. Kuasa hukum Rhoma Irama saat ditemui, belum memberikan keterangan pasti soal masalah ini, namun manajemen produksi Guns n Roses dengan keras menyatakan bahwa lagu-lagu tersebut adalah sah milik mereka. Mereka menunjukkan video klip yang menampilkan Guns n Roses membawakan lagu-lagu tersebut. Bagaimana pun, kita semua di sini tahu bahwa lagu “Begadang” adalah trademark dari bang Haji Rhoma Irama. Sungguh memalukan dan tidak tahu diri bila band sebesar dan selegendaris Guns n Roses asal-asalan mengklaim karya milik orang lain.

 

Print Friendly, PDF & Email