Hambatan Mengintegrasikan Teknologi Intruksional ke dalam Pendidikan Tinggi

Dikutip dari http://ernisilvernie.wordpress.com/2011/11/08/teknologi-pendidikan/

 

Dikutip dari Jurnal “Mengintegrasikan Teknologi Pembelajaran  ke dalam Pendidikan Tinggi” karya David M. Antonacci University of Missouri-Kansas City IS 11 Desember 2002:

 

“Perguruan tinggi dan universitas melakukan investasi yang cukup besar yang berhubungan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung dan meningkatkan instruksional (Massy & Zemsky, 1996). Namun, kebanyakan dosen tidak menggunakan teknologi dalam kuliah mereka (Dewa & Miller, 2001). Perlu langkah strategis untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran pendidikan tinggi.

 

Dalam literatur, penting meneliti hambatan atau rintangan menghambat integrasi teknologi ke dalam pembelajaran. Berdasarkan literatur dan pengalaman praktisi, Leggett & Persichitte (1998) mengidentifikasi lima kategori hambatan untuk integrasi teknologi: waktu, keahlian, akses, sumber daya, dan dukungan.  

 

PL Rogers (2000) mengidentifikasi hambatan yang sama dan mengembangkan model untuk memvisualisasikan hubungan antara hambatan itu. Dalam model ini, sikap dan persepsi pemangku kepentingan terhadap teknologi, penggunaannya dalam pendidikan, dan kelembagaan mendukung menentukan apa yang akan dipertimbangkan.  

 

Setelah itu ditetapkan, tiga hambatan eksternal yang dapat memperlambat atau menghentikan pelaksanaannya: ketersediaan dan akses, dukungan teknis, dan stakeholder pembangunan. Juga, waktu dan dana mempengaruhi tiga hambatan itu.

 

Untuk lengkapnya bisa dibaca di: 

http://associations.missouristate.edu/assets/mohighedweb/IS-TechnologyIntegrationinHigherEducation.pdf  

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=nJ0nlh5FU5A&w=600&h=400]

Perubahan Gaya Hidup & Perkembangan Teknologi Terhadap Interaksi Pendidik dan Siswa

Proses dan Peran Pendidikan Berubah yang berkaitan dengan perubahan sosial. Bentuk-bentuk perubahan sosial juga berhubungan dengan Permasalahan Pendidikan saat ini. 

Pendidik Sebagai Ujung Tombak harus punya Visi Pembelajaran Profesional. Mereka harus berlandaskan Pendidikan untuk Nilai Kebenaran. Serta tahu Pengetahuan apa yang penting bagi anak didiknya. 

Peran Pendidik Kreatif harus membentuk anak didik “Menjadi Laskar Pelangi Pendidikan”. Mereka Menghargai Bukan “Mematikan” dengan “Encouragement!, Light and Educational Fire”. Pada akhirnya Pendidik Kreatif akan menciptakan Kemenangan Bersama

Pendidik Kreatif selalu berusaha bertindak sebagai Tuan Rumah Pengetahuan memasuki Ruang Ilmu yang anak didik inginkan. Mereka siap menjadi Koki Pembelajaran di mana saja sehingga “Present class is not necessary limited by the wall but the teacher/lecturer it self is place and resources of learning” 

Pendidik Kreatif selalu “Focus on Solution not Problem”. Mereka selalu mengkhidmati “Pendidikan Adalah Benteng Terakhir Peradaban Manusia”.

[slideshare id=7772197&doc=presentasipojokpendidikan-meetup-28apr2011-110428205508-phpapp02]

Liputan The-Marketeers.com: COMLABS-USDI ITB, E-LEARNING UNTUK INDONESIA

[Live Interview]   ComLabs USDI ITB, E Learning untuk Indonesia

Source: http://comlabstraining.files.wordpress.com/

ComLabs USDI ITB, sebuah terobosan baru yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. E-Leraning, sebutan yang tidak asing jika kita mendengar kata tersebut. Banyak hal yang kita lakukan di luar kegiatan dan rutinitas sehari-hari yang masuk ke dalam e-learning. Media sosial seperti facebook, twitter,hingga  youtube dan google mampu memberikan pengetahuan yang tidak kita dapatkan di tempat biasa. Tapi, mungkin banyak yang memandang e-learning hanya dari satu sudut saja. Yaps, electronic learning, hanya itu yang umumnya orang ketahui, dan e-learning sebenarnya lebih dari itu. E-Learning adalah sebuah konsep belajar digital yang berisi tentang banyak hal dan tidak dapat dilihat dari perspektif kecil saja. Di luar negeri, konsep e-learning ini sudah banyak digunakan, dan sangat mudah didapatkan, ada yang bersifat gratis, hingga bersifat bisnis, sesuai dengan kebutuhan dari si pengguna.

Adalah ComLabs USDI ITB yang diplot oleh ITB sebagai gateway bagi para mahasiswa hingga pengajarnya untuk dapat mulai beradaptasi dengan metode e-learning tersebut. Sudah digunakan secara parsial di tahun 2002-an, ComLabs ITB semakin berkembang dan menjadi pusat informasi serta pengembangan e-learning kepada kalangan akademisi hingga kebutuhan-kebutuhan lain di luar itu, seperti pelatihan gratis dan training-training yang mendukung. Fokus di awal tahun 2007, ComLabs USDI ITB sudah mampu memberikan dampak positif kepada lingkungan internal ITB. Dosen-dosen yang selama ini menggunakan metode konvensional di dalam standard pengajarannya, mulai mau beradaptasi dan belajar dalam menjalankan metode e-learning tersebut. Metode yang digunakan pun tidak sembarangan, Metode SCORM, metode yang merupakan standard NASA dan digunakan dalam bentuk konsep dan sudah dipakai di hampir semua jajaran militer di US. Bukan hal yang mengherankan jika pada akhirnya ComLabs USDI ITB menjadi pusat e-learning yang paling progresif di tanah air.

Djadja Achmad Sardjana, ST, MM

Pak Djadja Achmad Sardjana, ST, MM yang merupakan Project Management & Knowledge Management – E-Learning Consutant menambahkan, tingginya antusiasme para e-learner yang ada di ITB pada khususnya dan para pelaku industri pada umumnya. Saya juga sempat ditunjukan beberapa contoh training project dari berbagai perusahaan yang menggunakan ComLabs USDI ITB sebagai konseptornya dan penggagasnya. Menarik, yap, itu kata yang tepat untuk menggambarkannya, banyaknya konten lokal hingga dialog interaktif yang ditunjukan pada sesi itu benar-benar membuat saya takjub, bahwa ComLabs USDI ITB sudah mampu melampaui batas pola pikir pendidikan yang konvensional dan kadang membosankan. “Berhasilnya suatu sistem e-learning, tergantung pada keberagaman dan keberlangsungan konsep yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan”. Kata-kata Pak Djadja tersebut seharusnya mampu memotivasi para pelaku akademisi terutama yang berfokus pada e-learning untuk dapat lebih dinamis dan inovatif dalam mengembangkan pasar yang terbilang masih baru ini, untuk ukuran formal tentunya.

Memiliki lebih ari 20 orang pegawai dan beberapa kontributor dari kalangan internal ITB, ComLabs USDI ITB, nantinya diharapkan mampu menjadi wadah bagi para akademisi yang mau menjalankan konsep e-learning ini dengan lebih baik. Walaupun di dalam prosesnya sendiri, ITB masih menggunakan standard belajar 25:75 untuk komposisi e-learning dan pembelajaran konvensional. Tapi tergantung pada pengajar jika ingin menggunakan porsi lebih banyak untuk sisi e-learningnya selama tidak jauh dari konsep pembelajaran awal dan hal yang ingin dicapai.

Terakhir, ComLabs USDI ITB juga selalu berkembang dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk perkembangan e-learning. Salah satunya adalah memberikan Free Saturday Lesson yang diadakan di gedung ComLabs USDI ITB sendiri dan para pembicaranya dihadirkan secara cuma-cuma dengan topik yang selalu up-to-date.  Sehingga tidak ada kata berhenti untuk belajar, karena bagaimanapun juga, “hasil terbaik itu berasal dari sebuah kerjasa team”, tanpa kerjasama, segala sesuatunya akan menjadi lebih sulit. Sukses selalu untuk ComLabs USDI ITB !!

Liputan The-Marketeers.com: “Membangun Modal Insani Melalui e-Learning” (Building Human Capital Through e-Learning)

Praktik e-learning sudah lama dilakukan oleh berbagai instansi, khususnya instansi pendidikan. Universitas Terbuka boleh dibilang menjadi pelopor dari sistem pendidikan jarak jauh tersebut. Tren e-learning makin populer ketika kampus-kampus swasta turut melakukannya.
 
“Potensi e-learning ini cukup besar dan diminati oleh masyarakat di banyak negara. Di Amerika Serikat, ada 6,1 juta yang mengambil bachelor degree melalui online. Konsep ini di dunia pendidikan bukanlah konsep baru. Kami sebagai universitas swasta berterimakasih pada universitas terbuka karena mempopulerkan sistem pembelajaran ini,”  Pantri Heriyati, M.Comm head of school-Management, Bina Nusantara, Jakarta dalam Friday Online Seminar bertajuk “Building Human Capital Through e-Learning” di studio Jakarta, Jumat (02/03/2012).
 
Heriyati mengatakan di Binus praktik e-learning ini dinaungi dalam program Binus Online yang terbagi dalam dua musim, yakni ekstensi selama dua semester dan program komplit. “Kami melihat permintaan e-learning cukup besar. Meski demikian, promosi dan edukasi perlu kontinu digalakkan, khususnya kepada korporat yang mana skill dan knowledge sumber daya manusia di perusahaan tersebut perlu ditingkatkan,” imbuh Lianti Raharjo, Head of Program Undergraduate, School of Management Binus Business School.
 
Sementara itu, Nur Agustinus, Coordinator Faculty of Entrepreneurship and Humanities Universitas Ciputra Surabaya, mengatakan program e-learning bisa dilakukan kapan pun dan di manapun karena sifatnya yang lintas batas. Agustinus mengatakan e-learning masih memiliki tantangan untuk Indonesia. Misalnya, masih ada anggapan miring bahwa lulusan e-learning kurang berkualitas bila dibanding sistem belajar konvensional. “Tantangan lain berupa keterbatasan infrastruktur Internet,” tandas Agustinus.
Sementara itu, Djadja Achmad Sardjana dari COMLABS-USDI Bandung menambahkan, tantangan lain adalah kultur dan kebijakan  yang kurang mendukung e-learning. “E-learning bukan sekadar memindahkan materi kuliah konvensional ke online. Perlu modul-modul yang disajikan secara online dengan menarik. Bukan sekadar memindah file-file yang membosankan. Inilah yang menjadi tantangan bagi tenaga pengajarnya,” kata  Djadja. Ia menambahkan e-learning sering dianggap hanya cocok untuk kampus-kampus IT. e-Learning, kata Djadja, juga bisa dilakukan untuk semua jurusan, termasuk kedokteran sekalipun.
 
Sebenarnya, program e-learning menjadi jawaban akan mahalnya proses pembelajaran selama ini. Dengan komunikasi nir tatap muka, pengajaran masih bisa dilakukan dengan sistem e-learning. Boleh dibilang strategi low budget high impact untuk pendidikan. “Fleksibilitas juga menjadi keunggulan lain dari e-learning,” imbuh Heriyati.
 
Heriyati berharap ke depannya ada sistem akreditasi yang jelas sistem belajar e-learning ini karena tidak kalah dengan sistem konvensional. Binus sendiri akan membuka e-learning untuk magister management pada Juni tahun ini.
 
 
<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/8GnDDZEUKf0″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Indonesian Networkers Event @ITENAS Pembicara Himawan Nugroho (@hnugroho)

Sangat menarik setelah menjadi moderator Indonesian Networkers Event @ITENAS dengan Pembicara Himawan Nugroho (@hnugroho), Security dan Service Provider. Di dunia kerja, Himawan Nugroho terbilang profesional langka. Sarjana Teknik Mesin ITB ini salah satu dari segelintir orang di Indonesia yang mengantongi sertifikasi Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) di tiga bidang yang berbeda (Routing, Security, Service Provider) yang biasa disebut Triple CCIE – di seluruh dunia, hanya 300-an orang yang memilikinya. Sempat berkarier di IBM Global Services sebagai konsultan, November 2006 ia bergabung dengan Cisco System yang berbasis di Singapura, untuk mengerjakan proyek konsultasi untuk pelanggan di Asia Pasifik. Sekarang ia dipercaya menjabat sebagai Technical Lead, Solution Architect, Senior Consultant di Cisco System, Dubai, Uni Emirat Arab, mengerjakan proyek untuk pelanggan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.
Banyak orang yang bermimpi dan bercita-cita untuk bekerja di luar negeri. Pendapatan yang relatif lebih besar, mendapat pengalaman dan cerita unik, membuka wawasan, maupun taraf hidup yang lebih baik merupakan beberapa alasan mengapa orang-orang tertarik untuk merantau jauh meninggalkan kehidupan nyaman di Indonesia. Di sesi “Berkompetisi di Pasar Global sebagai IT Professional” di depan mahasiswa dan Alumni Elektro ITENAS ini pembicara Himawan Nugroho berbagi pengalaman pribadinya selama 10 tahun lebih bekerja di luar negeri dengan pokok pembahasan tentang program sertifikasi yang bisa membantu karir, case study tentang proyek IP Next Generation Network (NGN) di salah satu customer Service Provider, dan tips dalam berkompetisi di pasar international. Tujuan utama dari sesi ini adalah memberikan masukan khususnya buat para mahasiswa Indonesia dalam berkarir dan mempersiapkan diri memasuki pasar global, baik di luar maupun dalam negri, yang semakin hari semakin kompetitif.
“Setiap mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk masa depan dirinya termasuk mengambil sertifikasi yg mendukung kariernya” kata @hnugroho. Ia tambahkan: “Sertifikasi penting untuk memperoleh pengakuan profesional di suatu bidang yg kompetitif dan selektif”. Saat ini kata dia, ada beberapa Level N/W Engineer yaitu : “Configurator” aka “Copy Paste Monkey”, terus “Troublehooter”, kemudian “Specialist”, dilanjutkan “Designer”, selanjutnya “Architect” dan terakhir tingkat “Expert”.
Namun, “Dalam bekerja selain hal teknis perlu menguasai soft-skill terutama pada saat kritis menghadapi konsumen”. Hal ini didasarkan pengalaman ketika suatu pekerjaan yg “impossible” pernah hrs diselesaikan oleh @hnugroho spt “Memanggil 9 wanita utk melahirkan dalam waktu 1 bulan”. Ya, dia dan rekan-rekanya pernah diminta menyelesaika masalah dimana “customer” tidak mempunyai dokumentasi sama sekali yang semestinya ada padahal mereka meminta tenggat waktu yang ketat dalam pengerjaannya.
Re.@hnugroho saat kuliah, ada 10 hal agar kita berhasil yaitu:
  1. Melakukan banyak kesalahan dan mau ambil risiko yang diantisipasi.
  2. Temukan sesuatu yang anda suka lebih awal.
  3. Bekerja keras pada sesuatu yang bernilai. 
  4. Selesaikan apapun yang kita mulai.
  5. Buat jaringan pergaulan lebih banyak dan luas
  6. Selalu mencoba menjadi pemimpin 
  7. Lebih banyak meningkatkan berkomunikasi dan presentasi.
  8. Mengontrol keuangan dengan bijaksana. 
  9. Berkontribusi kepada komunitas.  
  10. Cobalah untuk berkeliling dunia.
Dia akhiri sesi ini dengan kata mutiara: “Jangan melihat kasta pekerjaan, seseorang dilihat dari hasil pekerjaannya.” Juga Kata Penutup: “Dream. Fight. Love. Live. Seize The Day”
Trims Mas.@hnugroho yg telah memberikan pencerahan pada mahasiswa alumni Elektro ITENAS SERTA Kg @tedhiachdiana semoga kariernya semakin gemilang.
<iframe width=”600″ height=”440″ src=”http://www.youtube.com/embed/Rm5sfgAYJBA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Komputer dan Masyarakat: ” PEMANFAATAN KOMPUTER DALAM BIDANG OLAHRAGA”

 

 PEMANFAATAN KOMPUTER DALAM BIDANG OLAHRAGA

 Untuk memenuhi tugas Komputer dan Masyarakat

Di Jurusan Teknik Informatika

Disusun oleh :

                                           0608052     Hilman Rustiawan

                                           0608125     Ihsan Nugra

                                           0608117     Afriyan Ramdhani

                                           0610P001   Esa Fauzi

 

Laboratorium Komputer Sains

Jurusan Teknik Informatika – Universitas Widyatama

Bandung


I.                   PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

                Tanpa kita sadari, komputer telah berperan di masyarakat. Hal ini berlaku di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Komputer sebenarnya tidak berbeda dengan produk tekhnologi lainnya seperti kereta api, pesawat terbang, mobil televisi dan lain sebagainya. Hal yang membedakan komputer dengan produk lainnya adalah kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi.

Olahraga adalah bidang yang tidak luput dari pemanfaatan ilmu komputer. Peralatan olahraga, pengobatan, biomechanic, dan simulasi olahraga adalah salah satu contoh diantaranya. Bahkan perlu diketahui bahwa hubungan antara ilmu komputer dan olahraga ini sudah ada sejak tahun 1960.

Perkembangan media internet saat ini juga telah menjadi bagian dari pemanfaatan komputer di bidang olahraga terutama dalam hal penyebaran informasi. Derasnya informasi yang dapat diperoleh dengan mudah dari media internet, membuat teknologi informasi yang satu ini sangat digemari oleh lapisan masyarakat, baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, maupun praktisi. Semua informasi dunia luar maupun dalam negeri khususnya informasi olahraga dapat kita saksikan melalui layar monitor hanya pada tempat dimana kita tinggal.

 

1.2 Batasan Masalah

            Artikel ini lebih fokus pada penyebaran informasi atau berita mengenai olahraga melalui media internet dan media cetak (koran maupun majalah).

 

1.3 Tujuan

            Penulisan Artikel ini bertujuan untuk membandingkan penyebaran informasi mengenai olahraga antara media internet dan media cetak.

 

II.                ISI

Latar Belakang Sejarah 

Komputer dalam olahraga digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1960, dimana  ketika itu hanya bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang olahraga. Database kemudian diciptakan dan diperluas dalam rangka untuk memulai penyebaran dokumentasi dan publikasi seperti artikel atau buku yang berisi mengenai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan olahraga. Lalu hingga pertengahan 1970-an organisasi pertama di bidang ini disebut IASI (Asosiasi Internasional untuk Informasi Olahraga) resmi didirikan.Kemudian pada tahun 1997 pertemuan internasional pertama antara ilmu komputer dalam olahraga diadakan di Cologne. Tujuan utama adalah untuk menyebarkan aplikasi, ide, dan konsep penggunaan komputer dalam olahraga. 

 

Pemanfaatan Komputer di Bidang Olahraga 

Komputer sampai saat ini telah berperan besar dalam perkembangan di bidang olahraga. Pemanfaatan komputer di bidang olahraga diantaranya adalah :

·         Pelatihan dan pembinaan

·         Biomekanik

·         Peralatan olahraga dan teknologi

·         Computeraided aplikasi (software, hardware) dalam olahraga

·         Ubiquitous komputasi dalam olahraga

·         Multimedia dan Internet

·         Dokumentasi

·         Pendidikan

 

Pemanfaatan Internet di Bidang Olahraga 

Pada zaman dimana informasi sudah menjadi unsur dominan dalam kehidupan saat ini, media massa memegang peranan penting dalam menyebarkan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dikemas melalui berita. Setiap hari masyarakat disuguhkan dengan berbagai macam berita seperti berita olahraga , baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri. 

Media Internet merupakan media audio visual, artinya media menampilkan gambar hidup dan mempunyai suara sehingga menarik minat masyarakat. Tetapi berbagai media internet lebih ke media visual nya saja. Berbeda dengan media elektronik, media cetak hanya berupa tulisan dan gambar yang dicetak pada kertas tertentu.

            Kabar di dunia olahraga sangatlah beragam, khususnya pada bidang Sepak bola yang saat ini sedang mendunia. Kabar tersebut sangatlah dibutuhkan oleh para pecinta bola, siapapun para pecinta bola pasti ingin mendapatkan kabar informasi tentang tim atau kabar lainnya yang disukai. Tentunya media internet ini menjadi jembatan dimana pecinta bola ingin mendapatkan informasi sepak bola, kali ini di dalam artikel akan dijelaskan dimana pemanfaatan komputer di bidang olahraga, yang di bantu oleh media internet sebagai penerimaan informasi olah raga.

            Goal.com adalah salah satu media informasi olahraga yang saat ini digunakan para usia dini sampai usia tua untuk mendapatkan kabar terbaru dari bidang olahraga khusunya sepak bola luar negeri maupun dalam negeri. Dalam pemanfaatan komputerisasi ini para pencinta sepakbola di manjakan oleh kabar-kabar terbaru, dimulai dari pemain-pemain baru sampai ke hasil pertandingan sepak bola. 

            Dari tampilan GUI Goal.com diatas dapat dilihat bahwa fitur-fitur yang didalamnya sangat membantu para pecinta sepakbola untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Dengan demikian pemanfaatan komputer di bidang olahraga menjadi popular pada saat ini, dikarenakan banyak sekali kelebihan untuk mengakses informasi olah raga. Berikut perbandingan antara penerimaan informasi dengan pemanfaatan komputer dan media cetak :

 

Pembanding

Media Internet

Media Cetak

Akses

Mudah

Lebih Mudah

Referensi

Banyak

Terbatas

Efesien

Efesien

Kurang efesien

Efektif

Efektif

Kurang efektif

Fleksibel

Sangat Fleksibel

Terbatas

 

Diasumsikan bahwa populasi presentase pengguna internet di Indonseia adalah sebagian besar memanfaatkan komputer di bidang olahraga dengan cara mencari informasi olahraga di media internet. Sebagaimana dilansir oleh ANTARA News, bahwa Internet menjadi platform berita paling populer ketiga di Amerika Serikat, di bawah siaran televisi daerah dan nasional di negara itu, demikian survei Internet & American Life Project dan Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center, Senin.enurut survei itu, 78 persen dari 2.259 orang dewasa AS yang dijaring oleh jajak pendapat itu, mengatakan bahwa pada hari biasa mereka mendapatkan berita dari stasiun TV daerah.Lalu, 73 persen mengaku mendapatkan berita dari jaringan televisi nasional seperti CBS atau stasiun tv kabel semisal CNN atau Fox. 61 persen mengaku, di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari laman berita Internet.

 

III.             Pendapat Kelompok

Kami berpendapat bahwa pemanfaatan komputer dalam bidang olahraga sampai saat ini terpopuler dalam arti lain sering digunakan oleh para pengguna komputer. Dalam perkembangan pemanfaatan komputer dalam pencarian informasi masih digunakan secara rutin oleh para masyarakat. Sehingga peranan komputer di dunia informasi sangatlah penting. Banyak kelebihan yg didapat bila dibandingkan dengan media cetak, diantaranya lebih banyak referensi berita.

 

Pendapat kelompok gimana kalau gini???

Kami berpendapat bawa pemanfaatan komputer dalam bidang olahraga saat ini yang paling populer adalah penyebaran informasi melalui media internet. Informasi dan berita mengenai olahraga sangat ditunggu oleh para penikmat olahraga maupun para atlet . Informasi yang cepat, akurat, fleksibel, dan mudah di akses menjadi keunggulan jika dibandingkan informasi yang disebarkan melalui media cetak.

 

IV.             Kesimpulan

            Penggunaan komputer untuk mencari informasi di bidang olahraga sering dimanfaatkan oleh para pecinta bola di tanah air. Sehingga tidak heran apabila para masyarakat luas sangat antusias di bidang olahraga, seperti contoh para pendukung timnas sepakbola. Ketika kabar persepakbolaan di tanah air sedang memanas, banyak masyarakat luas mengikuti perkembangannya. Sehinnga dapat disimpulkan bahwa peranan komputer sangat penting di bidang informasi olahraga.

 

Saran kesimpulan:

Hubungan antara komputer dan olahraga telah ada sejak tahun 1960 dan berlanjut hingga sekarang. Telah banyak ilmu-ilmu komputer yang diterapkan dalam bidang olahraga dan organisasi-organisasi national yang berkaitan dengan kedua bidang ini pun telah dibentuk. Peralatan olahraga, simulasi, dan biomechanic telah menjadi bantuan untuk para atlet maupun pelatih dalam meningkatkan prestasinya di bidang olahraga.

Selain itu bagi penikmat olahraga perkembangan media internet juga telah menjadi keuntungan dalam mendapatkan informasi dan berita-berita mengenai olahraga. Efektif, mudah diakses, audio-visual, cepat, dan terperinci menjadi faktor utama keuntungan penyebaran informasi melalui media internet. Dengan tidak mengesampingkan media cetak, penyebaran informasi olahraga melalui media internet telah menjadi alternatif baru bagi penikmat olahraga maupun atlet dalam hal mendapatkan informasi mengenai olahraga.

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/7AiYjKjNfZ4″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Seminar “Ecotourism based on Environment, Education and Creative Industry” di Hotel Mangkubumi Indah Tasikmalaya

 

Pada tanggal 24 Maret 2012 saya menghadiri seminar “Ecotourism based on Environment, Education and  Creative industry” di Hotel Mangkubumi Indah Tasikmalaya. Ekowisata (Ecotourism) merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Tidak ada definisi yang diterima secara universal tentang ekowisata. Evans-Pritchard dan Salazar [1992, dikutip dalam Mowforth dan Munt, 1998, p.104] mencatat bahwa “Kita  tidak mengetahui tepatnya apakah istilah ‘ekowisata’ dimaksudkan sebagai konsep murni atau sebagai istilah yang secara umum digunakan “. Secara teoritis, ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu jenis pariwisata di mana lingkungan, masyarakat lokal dan pengunjung semuanya memperoleh manfaat . Dalam prakteknya, istilah ‘ekowisata’ sering digunakan oleh operator tur sebagai alat pemasaran untuk mempromosikan segala bentuk pariwisata yang berhubungan dengan wistata alam. Sebagai Wight [1994, hal.39] catatan:

“Tampaknya ada dua pandangan yang berlaku pada ekowisata: satu fihak memandang bahwa kepentingan umum pada lingkungan dapat digunakan untuk memasarkan produk, yang lain melihat bahwa ketertarikan yang sama dapat digunakan untuk menyelamatkan sumber daya di mana produk ini didasarkan. Pandangan ini tidak perlu saling berhubungan”.

Berbagai konferensi telah diadakan membahas ekowisata dan pariwisata yang bertanggung jawab untuk mempromosikan pandangan di atas. Pada Konferensi Dunia Tahun 1995 tentang Pariwisata Berkelanjutan yang diselenggarakan di Lanzarote, disepakati bahwa:

“Pariwisata akan berkelanjutan ketika pembangunan dan operasinya  memasukkan partisipasi penduduk lokal, perlindungan lingkungan, hasil ekonomi yang adil untuk industri dan masyarakat sekitarnya, serta  memuaskan dan saling menghargai semua pihak yang terlibat” [Jafari, 1996 , p.959]. Dari konferensi tersebut dan literatur tentang ekowisata telah muncul prinsip pariwisata yang harus dipatuhi jika ingin didefinisikan sebagai ekowisata. 

Salah satu pembicara adalah Jalu Sugih Cahyanto yang membuat beragam kerajinan kap lampu, miniatur sepeda, vas bunga, dan baki lamaran yang dipamerkan Kreativitas Seni Saung EGP. Jika dilihat sekilas, mungkin tak ada yang menyangka bahwa beragam produk berbahan dasar sampah. Ya, memang benar-benar hanya sampah kertas koran, kertas majalah, serta jenis kertas sisa lainnya. Namun, sampah-sampah kertas itu di tangan Jalu, sang pemilik ide kreatif di Saung EGP, dapat menjadi produk yang indah dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Jalu, yang berlatar belakang pendidikan di bidang ekonomi, memang suka usil mengutak-atik benda-benda di sekitarnya. Produk limbah kertas yang dijual dengan kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 200.000 itu pun ternyata buah dari keusilan Jalu.

“Inspirasinya karena memang saya suka jail dan usil. Saya sering iseng-iseng membuat kerajinan dan ternyata kertas itu sangat mudah diutak-atik sehingga akhirnya menjadi barang kerajinan seperti ini,” katanya.

Pemilihan sampah kertas, lanjut Jalu, merupakan satu bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan. Selain sampah kertas terbilang mudah dijumpai, ternyata kepekaan Jalu terhadap isu pemanasan global juga menjadi alasan yang mendasari pemilihan kertas sebagai bahan dasar kerajinannya.

“Dapat ide buat kerajinan dari kertas karena kebetulan di sekitar saya banyak kertas. Dulu pernah bikin kerajinan pakai plastik, tapi terbentur masalah bahan. Kertaskan ada di mana-mana, jadi mudah mendapatkannya. Selain itu, saya juga punya misi cinta lingkungan. Kertas itu limbah yang ramah lingkungan. Terkait isuglobal warming, kita juga ingin bersahabat dengan alam. Itulah sebabnya saya memilih bahan yang ramah lingkungan,” ujar Jalu.

Setelah selesai mengikuti “Tasikmalaya Ecotourism Seminar” ini ada berita menggembirakan dari Ketua Kadin Tasikmalaya Wahyu Tri Rahmadi bahwa @pojokpendidikan (www.pojokpendidikan.com) akan dilibatkan untuk berpatisipasi dalam perencanaan dan eksekusi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah-sekolah TK. SD, SMP, SMU dan SMK di Tasikmalaya.

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/enWkNtzxcMc” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Kewirausahaan: Laporan Kegiatan Praktek Lapangan Penjualan Roti Bakar



Laporan Kegiatan Kewirausahaan Praktek Lapangan Kelompok 7

Dosen : Djadja Ahmad Sardjana

Disusun Oleh :

Efrianty Sitanggan – 0108278

Chaerul Rizal – 0108298

Sheila Tofani – 0110U321

Muhammad Ryan Rinaldhi – 0110U027

 

Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi – S1

Universitas Widyatama

2011

 

Pendahuluan

Dalam menghadapi tantangan bisnis termasuk menghadapi customer maka sebagai mahasiswa kita juga harus belajar dalam memasarkan suatu produk. Dalam tugas akhir mata kuliah kewirausahaan ini kami mencoba melakukan sebuah usaha sederhana guna mendapatkan pembelajaran untuk menjadi seorang wirausahawan. Usaha ini didasari oleh tugas kelompok kelas Kewirausahaan dimana tugas ini dikerjakan secara berkelompok, terdiri dari Efrianty Sitanggang, Chaerul Rizal, Sheila Tofani.

Usaha yang kami jalankan merupakan sebuah usaha singkat yang mungkin bisa menjadi peluang bagi setiap individu untuk masa yang akan datang. Saat ini kami mencoba menawarkan roti bakar di lingkungan Universitas Widyatama.

Tujuan usaha ini merupakan sebuah pencapaian tujuan usaha yaitu profit, akan tetapi tidak hanya sekedar profit saja yang kami coba temukan melainkan penekanan pada pengalaman sebuah proses wirausaha. Karena melalui penjualan dan pemasaran ini kami dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak, bagaimana cara menawarkan dengan baik dan sopan, meyakinkan pembeli untuk membeli produk yang kita tawarkan dan memberikan pelayanan yang terbaik agar customer merasa puas.

 

Pelaksanaan Kegiatan

Waktu dan Tempat

          Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di beberapa tempat dalam waktu satu hari yaitu :

          Hari/Tanggal  : Rabu, 14 Desember 2011

          Waktu             : Pukul 08.00 13.00 WIB

          Kegiatan ini kami lakukan di lingkungan kampus Universitas Widyatama dengan target pemasaran adalah mahasiswa-mahasiswa, karyawan di Universitas Widyatama itu sendiri. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 5 jam, kami mencoba menawarkan produk kami ke berbagai kalangan yang ada di sekitar gedung C, gedung K, gedung F, Kopma, Puslok (Pustaka Loka), UKM – UKM yang ada dan beberapa tempat lain di lingkungan Universitas Widyatama.

 

Proses Produksi/ Proses perekrutan barang

          Dalam proses pembuatan roti bakar ini, kami mengerjakannya di pagi hari sebelum di jual dan dipasarkan. Bahan-bahan dibeli sehari sebelum kami mengerjakannya. Adapun bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan yaitu :

Bahan :

Roti Sharon toas panjang 4 bungkus (isi 18 lembar) @Rp. 30.000,-

Selai Strawberry Paleta 250 gr @Rp. 5.500,-

Selai Blueberry Paleta 250 gr @Rp.5.500,-

Meses Ceres Classic 225 gr @Rp. 16.100,-

Keju Zeddar 250 gr @Rp. 15.000,-

Tissue suntiss 50 lembar @Rp. 2.000,-

Margarin blue band 200 gr @Rp. 5.000,-

Peralatan :

Panggangan roti, penjepit, piring tempat roti, sendok makan.

Pemasaran

Proses pemasaran yang kami lakukan yaitu dengan cara promosi langsung kepada customer, pada saat roti dibakar, dua orang mencari pembeli dan menawarkannya, sehingga seteleh roti matang pembeli bisa langsung menikmatinya. Selain mendatangi orang-orang yang lagi duduk santai menunggu kelas atau hanya bercerita-cerita, kami juga melakukan pemasaran melalui mobile, kami menawarkan roti bakar kepada beberapa teman-teman yang kami kenal untuk membeli. Banyak yang datang untuk mencoba roti bakar kami.

Dengan melakukan tahap-tahap diatas kami berusaha untuk membujuk customer agar tertarik perhatiannya pada produk sehingga pada akhirnya bisa melakukan pembelian atau transaksi. Bahkan setelah kami melakukan sosialisasi produk ada beberapa customer yang langsung membeli. Kebanyakan dari customer kami adalah mahasiswa/i yang sedang menunggu kuliah di lingkungan kampus Universitas Widyatama pada waktu pagi hari karena kebanyakan mahasiswa-mahasiswa yang kuliah pagi hari tidak sempat sarapan dari rumah, sehingga penjualan roti bakar pun dapat berjalan lancar dan banyak yang beli.

Penjualan

            Kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau suplemen dari transaksi, oleh karena itu kegiatan penjualan terdiri dari serangkaian yang meliputi, menemukan si pembeli, pengenalan produk, negosiasi harga serta syarat-syarat pembayaran. Penjualan yang kami lakukan merupakan sebuah rangkaian penjualan produk dimana produk-produk tersebut merupakan produk pangan.

Dalam kegiatan ini kami mencoba menawarkan roti bakar. Proses penjualan yang kami lakukan berdasarkan segmentasi, targeting dan positioning yang dianalisis secara nalar. Oleh karena itu kami melakukan penjualan kebanyakan pada Mahasiswa-mahasiswa yang kuliah pada pagi hari karena kebanyakan dari mereka tidak sempat sarapan dari rumah sehingga membutuhkan makanan berat untuk menambah energi.

Laporan Keuangan Praktek Lapangan

Anggaran

Realisai

Roti

36.000

30.000

Selai Strawberry

6.300

5.500

Selai Blueberry

6.300

5.500

Meses

14.500

16.100

Keju

16.500

15.000

Tissue

4.500

2.000

Margarin

5.000

5.000

Jumlah

84.100

79.100

 

Modal :

Rp.30.000 x 3 orang

 = Rp. 90.000,-

Realisasi

 = Rp. 79.100,-

Sisa Modal

 = Rp. 10.900,-

Tambahan Modal

 = Rp. 24.000,-

Total sisa modal

 = Rp. 34.900,-

 

Penjualan :

Roti yang terjual habis ada 36 lembar roti x Rp. 3.000 = Rp. 108.000,-

modal yang keluar = Rp. 79.100,-

keuntungan penjualan = Rp. 28.900,-

 Hasil dan Pembahasan

            Kegiatan ini kami lakukan agar mendapatkan sebuah pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi seorang Wirausaha yang handal disamping mendapatkan profit. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya kami, karena dengan melakukan kegiatan seperti ini maka kami mendapatkan sebuah pengalaman untuk menjadi seorang Wirausaha, mempelajari bagaimana cara menawarkan dengan baik dan berinteraksi dengan orang banyak. Dari keseluruhan kegiatan yang kami lakukan maka kami dapat menganalisa usaha yang kami jalankan sebenarnya cocok untuk dilaksanakan secara continue di dalam Lingkungan kampus karena pasar yang potensial dan sangat menerima.

 

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan    

Kesimpulan dari kegiatan yang telah kami lakukan adalah bahwa mahasiswa sangat memerlukan proses pembelajaran seperti ini. Menawarkan dan menjual produk kepada mahasiswa memiliki banyak manfaat untuk menjadi seorang wirausaha yang handal dan sukses. Bahkan dapat kami simpulkan bahwa modal bukan lah segalanya dalam dunia usaha seperti ini, asal ada kemauan dan keinginan untuk berusaha pasti kita bisa melakukannya. Hanya saja kita harus benar-benar melihat peluang yang ada serta berbagai hal yang penting seperti segmentasi, target dan positioningnya.

Saran

          Saran yang ingin kami sampaikan yaitu semoga dalam perkuliahan kewirausahaan selanjutnya kegiatan Praktek Lapangan ini tetap bisa dilaksanakan dan ditingkatkan lebih lagi. Karena sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang ingin menjadi seorang wirausaha yang handal. Kegiatan ini dapat menjadi proses awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung di dunia bisnis. Dan peluang bisnis yang mungkin sangat potensial di lingkungan Universitas Widyatama adalah bisnis pangan, sehingga perlu dilanjutkan secara continue.

 

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM): Manfaat penggunaan software Open Source untuk mengurangi pembajakan software di Indonesia

 

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL

Manfaat penggunaan software Open Source untuk mengurangi pembajakan software di Indonesia dan cara menanggulanginya dengan Audit System Information

 

JENIS KEGIATAN :

PKM Penelitian (PKM-P)

 

Dikutip dari PKM-P yang diusulkan oleh:

 

Riski Setioajie                        2006                06.06.080       

Budi Hariyanto                      2006                06.06.070       

Karismawaty Sintia D.         2008                06.08.114       

Dahlia Guteres B.                2008                06.08.139       

Norma Sela R                        2008                06.08.048       

 

UNIVERSITAS WIDYATAMA BANDUNG 2011

 

Pendahuluan

Latar Belakang

            Perkembangan yang pesat pada bidang teknologi informasi saat ini memunculkan keniscayaan bahwa setiap aspek kehidupan sangat dimudahkan dengan teknologi informasi. Kondisi ini menimbulkan pemanfaatan yang tinggi terhadap teknologi informasi tersebut. Ironisnya, terdapat fakta bahwa di seluruh dunia khususnya Indonesia terdapat suatu tindakan ilegal atas teknologi informasi ini, yaitu pembajakan perangkat lunak (software).

Permasalahan yang cukup menggelitik adalah kenyataan bahwa penggunaan software bajakan ini tidak hanya melingkupi publik secara umum saja, namun pula mencakup kalangan korporat, pemerintahan, atau bahkan para penegak hukum (www.detik.com).

Terkait pembajakan, pemerintah telah memberlakukan Undang-undang nomor 19 tahun 2002 atau sering disebut UU HAKI. UU ini menjelaskan lebih lengkap tentang permasalahan hak cipta termasuk masalah penggunaan software. Pemberlakuan UU HAKI menunjukkan niat baik pemerintah untuk memberantas atau paling tidak mengurangi tingkat pelanggaran hak cipta, termasuk penggunaan software bajakan.

Setelah dikeluarkannya UU HAKI, para pembuat software pun semakin gencar menempuh jalan hukum  di pengadilan Indonesia. (www.detik.com)

            Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran bila gugatan semacam itu benar-benar dilakukan lebih intensif. Munculnya kekhawatiran tersebut bermula dari harga-harga software legal yang masih tergolong mahal untuk orang Indonesia. Harga software yang memang agak mahal ditambah kurs rupiah yang lemah terhadap Dollar Amerika semakin membuat software legal sulit terjangkau.

Kondisi tersebut memudahkan orang Indonesia mengambil jalan pintas bila terbentur pada masalah harga software. Software bajakan telah banyak membuat warga Indonesia memiliki ketergantungan terhadap software bajakan meskipun merupakan kegiatan ilegal (melanggar hukum).

Jika usaha-usaha hukum berkiprah lebih intensif untuk memberantas pembajakan software maka perkembangan ini lambat laun akan menumbuhkan kebutuhan solusi alternatif software aplikasi. Salah satu solusi alternatif yang makin digemari komunitas teknologi informasi (TI) di dunia adalah pengunaan software open source (www.pikiran-rakyat.com).

Berdasarkan pada latar belakang masalah yang ada maka penyusunan proposal ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan software open source dan mengoptimalisasikan software audit untuk menanggulangi maraknya pembajakan software di Indonesia.

 

Perumusan Masalah

            Pembajakan software yang semakin marak di Indonesia dan munculnya software open source sebagai salah satu solusi alternatif untuk menguranginya merupakan sebuah hal yang menarik untuk diteliti.

Adapun tujuan dan batasan rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain:

a.  Menganalisa persepsi mahasiswa terhadap pembajakan software.

b. Menganalisa pemahaman tentang software open source dari sudut pandang mahasiswa.

c. Menganalisa motivasi dan kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam penggunaan software open source.

d.  Menganalisa pengaruh penggunaan software open source terhadap pembajakan software berdasarkan pada perspektif mahasiswa.

e.   Upaya untuk mengurangi maraknya pembajakan software di Indonesia.

 

 Tujuan dan Manfaat

Tujuan yang dapat diambil dari Penyusunan Proposal ini adalah:

·         Mengoptimalisasikan kegunaan software IT audit untuk menanggulangi maraknya pembajakan software di Indonesia.

·         Mempermudah dalam proses pemeriksaan software yang akan di audit.

·         Memberikan pemahaman bagi kita semua tentang pentingnya untuk menghargai karya orang lain khususnya dalam bidang teknologi informasi sehingga tidak melakukan tindakan pembajakan software.

·          Memberikan motivasi bagi masyarakat umum dan mahasiswa khususnya untuk belajar tertib, yaitu tertib untuk menggunakan software secara benar.

·         Mengukur pemanfaatan software open source sebagai alternatif dalam mengurangi tindakan pembajakan software.

 

Harapan terakhir dari proses identifikasi dan perumusan masalah yang telah dilakukan adalah dapat mengurangi pembajakan di Indonesia, dikarenakan itu semua memiliki hak cipta yang tidak bisa kita gunakan seenaknya.

 

Kegunaan

            Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :

1.      Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer,  program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.

2.      Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.

3.      Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.

4.      Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.

5.      Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.

6.      File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

 

Contoh Tools IT Audit:


1.ACL
            Audit Command Language (ACL) adalah paket perangkat lunak interogasi berdasarkan PC MSDOS dan dirancang untuk menganalisis data keuangan pada tingkat yang sangat cepat. http://www.acl.com/

 

                              

2.Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber  http://www.picalo.org/.

 

 

3. Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah server AS/400.
http://www.powertech.com/

 

                           

4.Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
http://sourceforge.net/projects/nipper/

 

                                                

5.Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software.
http://www.nessus.org/

 

                          

6.Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool.
http://www.metasploit.com/

 

                               
7.NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing.
http://www.insecure.org/nmap/

 

                                              

8.Wireshark
Wireshark merupakan network utility yang dapat dipergunakan untuk meng-capture paket data yang ada di dalam jaringan komputer.
http://www.wireshark.org/

 

                                              

9.Winaudit

WinAudit adalah audit perangkat lunak freeware yang mengumpulkan informasi yang komprehensif tentang perangkat keras mesin lokal, perangkat lunak, jaringan dan konfigurasi keamanan

www.pxserver.com/WinAudit.html

 

 

Tinjauan Pustaka

Berdasarkan laporan studi yang diterbitkan oleh International Planning and Research Corporation untuk Business Software Alliance (BSA) dan Software & Information Industry Association (SIIA), dapat diketahui bahwa praktek pembajakan software di seluruh dunia sangatlah tinggi.

Khusus di Indonesia, data dari Business Software Alliance (2003) menunjukkan tingkat pembajakan piranti lunak mencapai 88 persen. Indonesia menduduki peringkat keempat dari 20 besar negara dengan tingkat pembajakan software tertinggi di dunia, setelah Cina, Vietnam, dan Ukrania (www.majalahtrust.com).

Menurut daftar yang dikeluarkan United State Trade Representative (2005), saat ini Indonesia masuk dalam kategori “priority watch list” karena masih banyak kasus pembajakan Hak Cipta, khususnya VCD dan software teknologi informasi (www.detik.com).

            Disadari atau tidak, pembajakan software di Indonesia memang marak terjadi. Berbagai macam software dengan mudah dibajak dengan harga penjualan terjangkau di toko-toko penjual software, bahkan di pedagang kaki lima. Kemajuan di bidang teknologi dirasakan turut mempermudah terjadinya pembajakan software.

            Hukum yang mengatur masalah pembajakan di Indonesia sebenarnya sudah cukup tegas. Dalam pasal 72 Undang-Undang Hak Cipta no. 19 tahun 2002 menyebutkan, penggunaan program komputer tak berlisensi untuk kepentingan komersial merupakan tindakan pidana dengan ancaman penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500 juta (www.tempointeraktif.com).

            Meskipun Indonesia telah mempunyai perangkat hukum di bidang Hak Cipta, tetapi penegakan hukum atas pembajakan software ini masih dirasakan sulit dicapai, dan sepertinya pembajakan software akan tetap terjadi, dan permasalahan ini tidak pernah tertuntaskan.

 

Gambaran umum rencana usaha

            Terdapat banyak faktor yang mendukung terjadinya pembajakan software. Software adalah produk digital yang dengan mudah dapat digandakan tanpa mengurangi kualitas produknya, sehingga produk hasil bajakan akan berfungsi sama seperti software asli (www.lkht.net). Selain itu, tidak disangkal lagi, satu hal yang mendukung maraknya pembajakan atas software adalah mahalnya harga lisensi software yang asli. Menurut Wahid (2004), motivasi pembajakan software antara lain:

1. Harga software legal terlalu mahal.

2. Kebutuhan untuk studi.

3. Kebutuhan untuk pekerjaan.

4. Kemungkinan akan ditangkap karena membajak software sangat kecil.

 

            Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembajakan di antaranya adalah diskriminasi harga software terutama untuk negara berkembang, penerapan undang-undang secara konsisten termasuk pemberantasan peredaran software bajakan, dan pemasyarakatan penggunaan software open source.

      Menurut Widoyo (2004), dalam mengurangi tindakan pembajakan serta peredaran software bajakan, pemerintah Indonesia telah melakukan peluncuran program yang bernama ”Indonesia Go Open Source (IGOS)” yaitu:

  1. Software open source merupakan salah satu isu global dalam Information Communication and Technology (ICT).
  2. Mengatasi meningkatnya pembajakan software dan berlakunya UU Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
  3. Adanya kesenjangan teknologi informasi antara negara berkembang dengan negara maju.
  4. Kesepakatan World Summit on Information Society (WSIS) pada Desember 2003, di mana pemerintah bersama swasta bekerja sama dalam pengembangan software open source.
  5. Hasil kajian dari The United Nation Conference on Trade Development (UNCTAD) tahun 2003, di mana negara berkembang direkomendasikan untuk mengadopsi software open source.

 

Metode Pelaksanaan

 

Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini didasarkan pada hasil polling (kuesioner) kepada mahasiswa Universitas di Indonesia pada Jurusan Teknik Informatika yang disebarkan secara acak (random sampling). Pemilihan responden atas mahasiswa Jurusan Teknik Informatika merupakan representasi penguna teknologi informasi, khususnya dalam penggunaan open source dan pembajakan software di tingkat mahasiswa.

 

Sampel Penelitian

Jumlah kuesioner yang dibagikan adalah 150, tetapi hanya 109 yang dapat dianalisis lebih lanjut. Responden terdiri dari 67,9% laki-laki dan 32,1% perempuan.

Kuesioner disebarkan kepada mahasiswa dari berbagai angkatan mulai mahasiswa angkatan 1999 sampai angkatan 2005. Sebanyak 36,7% responden adalah mahasiswa angkatan 2002, 33% angkatan 2004, 22% angkatan 2003, 4,65% angkatan 2005, 2,75% angkatan 2001 dan 0.9% adalah angkatan 1999.

 

 

Persepsi Mahasiswa terhadap Pembajakan Software

Sebagaimana dipaparkan di atas, bahwa pembajakan software bisa muncul dari berbagai macam motivasi. Berdasar pernyataan terkait dengan frekuensi sering tidaknya mahasiswa melakukan pembajakan software, rata-rata mahasiswa menyatakan hampir sangat sering melakukan atau menggunakannya (skor 4,98 untuk skor 1=Tidak Pernah, 5=Sangat Sering).

 

Tabel 1. Skor pernyataan terkait motivasi membajak

Pernyataan

Nilai

Harga software legal terlalu mahal

4.57

 

Saya membutuhkannya untuk studi saya

4.44

Saya membutuhkannya untuk komputer saya

4.33

Saya membutuhkannya untuk pekerjaan saya

3.81

Kemungkinan ditangkap karena membajak software sangat kecil

3.74

Orang lain juga melakukannya

3.68

 

Saya senang memiliki banyak sekali software

3.63

Membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan software yang legal

3.37

Saya tidak tahu di mana dapat membeli software yang legal

3.33

Tantangan yang menarik saya melakukannya

2.71

Saya mendapatkan uang dengannya

2.55

 

Catatan: nilai 1=sangat tidak setuju, 5=sangat setuju.

Pada tabel 1 merangkum skor terhadap pernyataan terkait motivasi pembajakan. Harga software legal yang terlalu mahal dan kebutuhan menjadi motivasi utama dalam membajak bagi mahasiswa.

 

Tabel 2. Skor pernyataan sikap terkait dengan pembajakan

Pernyataan

Nilai

Menurut saya membajak software itu baik

2.84

Menurut saya membajak software itu legal

2.67

Menurut saya membajak software itu etis

2.66

Menurut saya membajak software itu bijak

2.63

 

Catatan: Skor 1=sangat tidak setuju, 5=sangat setuju.

 

Tabel.2 merangkum pernyataan sikap yang terkait dengan pembajakan. Rata-rata responden menyatakan sikap netralnya terhadap pernyataan bahwa pembajakan itu baik (skor 2,84), pembajakan itu legal (2,67), pembajakan itu etis (2,66) dan pembajakan itu bijak (2,63).

            Sebanyak 77,36% responden menyatakan pemberlakuan UU HAKI No. 19 tahun 2002 tidak mempengaruhi tingkat pembajakan software dan 22.64% menyatakan terpengaruh dengan UU tersebut. (lihat Gambar 1).

 

Gambar 1. Apakah pemberlakuan UU Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) No. 19 tahun 2002 mempengaruhi Anda dalam pembajakan software.

 

Sedangkan alasan dari responden yang menyatakan tidak terperngaruh antara lain karena kurang tegasnya aparat dalam penegakan UU HAKI, pembajakan sudah menjadi kebutuhan studi dan isi dari UU HAKI tersebut. Di sisi lain, alasan yang menyatakan terpengaruh antara lain karena ingin mematuhi undang-undang, takut terkena razia dan dihukum.

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

  • Dyson, Esther, 1998, The Open Source Revolution, Release 1.0, November 1998, (DEAD URL).
  • Raharjo, B., 2002, Proyek Penggunaan Open Source untuk Skala Perusahaan. dalam http://budi.insan.co.id/.
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2006, (SNATI 2006) ISSN: 1907-5022, Yogyakarta 17 Juni 2006.
  • Raymond, Eric S., 2000, Frequently Asked Questions about Open Source, per November 2001: http://www.opensource.org/advocacy/faq.html.
  • Samik-Ibrahim, Rahmat M. 2002. Open Source Software (OSS) Keinginan Mulia dan Kenyataan di Lapangan, dalam www.vLSM.org
  • Stallman, Richard M., 1994, Mengapa Perangkat Lunak Seharusnya Tanpa Pemilik, per November 2001: http://gnux.vlsm.org/philosophy/why-free.id.html
  • Stallman, Richard M., 1996, Kategori Perangkat Lunak Bebas dan Tidak Bebas, per November 2001: http://gnux.vlsm.org/philosophy/categories.id.html
  • Stallman, Richard M., 1998, Proyek GNU, per November 2001: http://gnux.vlsm.org/gnu/thegnuproject.id.html.
  • Parson & Oja. 2002. “New Perspective On Computer Concepts”. Course Technology, Thomson Learning.
  • Wahid, F. 2004. “Motivasi Pembajakan Software: Perspektif Mahasiswa”. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004. Yogyakarta: UII.
  • Widoyo. 2004. “Implementasi Open Source Software pada Badan Usaha”, Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004. Yogyakarta: UII.
  • www.detik.comwww.gnu.orgwww.igos.web.idwww.intervisi.relawan.net.
  • www.linuxindo.com
  • www.lkht.net
  • www.pikiran-rakyat.com
  • www.google.com
  • www.tempointeraktif.com

<iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/27AGe1b0mnI” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

    Presiden Fidel Ramos: Peduli, Berbagi dan Berani (Caring, Sharing and Daring)

     
    Pertemuan saya dengan Mantan Presiden Fidel V. Ramos  pada 2012 International Conference on Business, Entrepreneurship and Management” (ICBEM2012) di San Beda College, Manila-Filiipina sangat mendalam dan tidak mudah dilupakan. Mantan Presiden Fidel V. Ramos datang dengan tujuan yang jelas, mencolok, dan nyata menjadi pusat perhatian peserta konferensi.  
    Dia memiliki reputasi sebagai pembawa kedamaian. Selama masa kepresidenannya, ia diakui dalam melakukan negosiasi perdamaian dengan separatis Muslim dan Komunis serta melaksanakan peningkatan stabilitas di Filipina. Saya bertanya kepadanya tentang perannya sebagai pembawa kedamaian – serta apa artinya bagi dia.
     
    “Saya telah menjadi tentara selama empat puluh dua tahun,” kembali dia bicara perlahan namun tegas. “Saya adalah seorang prajurit yang menginginkan perdamaian dan itu yang paling penting bagi kita.”  
    Gaya “propaganda”-nya jitu. Dia menunjukkan kepada saya brosur resmi dari Pusat Perdamaian dan Pengembangan Ramos, yang berjudul “The Visionary” dan subjudul artikelnya berbicara tentang perdamaian dan kerja sama internasional “Menuju Hidup Yang Lebih Baik untuk Masyarakat Demokratis.”   
     
    Mantan Presiden Fidel V. Ramos sekarang mendedikasikan hidupnya untuk visi kerjasama perdamaian dan pembangunan diantara Negara-negara Pasifik. Visioner ini bertindak dan melakukan kegiatannya mencakup berbicara di depan tokoh negara dan masyarakat, membuat dia harus berkelana dari Cina ke Taiwan serta dari Jepang ke Malaysia sampai ke New Haven, Connecticut. Di negara-negara tersebut, ia mengemukakan pesan globalisasi kerja sama dan komunikasi yang akan mengarah pada kemajuan kehidupan manusia.
     
    Tujuan akhirnya adalah perdamaian dan pembangunan “Pax Asia-Pacifica,” sebut dia, merujuknpada artikelnya yang sesuai di The Visionary. Tentu saja, maka pertanyaannya adalah: Apa yang menghalangi jalan damai? Jawaban yang jelas adalah kesenjangan, ketidakadilan, ketidaksetaraan. Ramos memperluasnya menjadi metafora mencolok.
     
    “Berapa jumlah satu ditambah satu?” Tanya dia. Dua jawab hadirin. “Dua. Tapi bagaimana kalau satu ditambah satu sama dengan nol? Atau -5 “Kesenjangan ini, katanya, menghalangi manusia dari apa yang ia tunjuk sebagai kebutuhan yang paling penting:” yaitu “makanan, air minum, dan pendidikan “.
     
    Kita harus bekerja sama menuju sebuah dunia di mana satu ditambah satu sama dengan dua. Untuk tujuan ini, rencana Ramos untuk Pax Asia-Pacifica adalah salah satu “Peduli, berbagi, dan berani.” (Caring, Sharing and Daring). Melalui usaha bersama, ia berharap untuk menutup kesenjangan antara kaya dan miskin, sehat dan orang sakit, orang berpendidikan dan orang yang bodoh.
     
    Dia berbicara gagasan mengenai peningkatan sesama. Dia mengambil tangan saya, dan mengangkatnya ke udara. “Engkau harus membantu sesamamu manusia,” katanya serius. “Tapi,” tambahnya sambil tertawa, “bukan istri sesamamu.” Saat pidato, Ramos hampir tidak ada yang berbeda dari orang dengan siapa saya berjabat serta berbagi percakapan di Pelataran San Beda College. Dalam 2012 International Conference on Business, Entrepreneurship and Management” (ICBEM2012) di San Beda College, Manila-Filiipina, ia memberikan pidato yang di dalamnya ia berbagi pesan yang sama tentang kerjasama internasional ke arah perdamaian dan pembangunan yang ia tulis dalam buku “The Visionary.”
     
    Ramos muncul sangat manusiawi dan mudah dimengerti. Dia sangat langsung dan jujur ​​dalam pidato-serta membangun semacam hubungan percakapan dengan penonton. “Itu cara orang harus berinteraksi,” katanya. “Kita harus bertukar, dialog dan bicara tentang perdamaian.” Dia memimpin peserta konferensi untuk berjabat tangan dengan orang di sebelah kanan, kiri, depan dan belakang kami. Dia juga minta untuk sekarang merangkul mereka. 
     
    Karena sesungguhnya, “Bagaimana kita akan memiliki perdamaian di dunia di antara faksi-faksi yang berperang kecuali kita merangkul satu sama lain?” Menurut dia, Dasar bagi perdamaian terletak pada hubungan manusia. 
      <iframe width=”600″ height=”400″ src=”http://www.youtube.com/embed/bFeYSpNzYxo” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>