Pendidikan: EsEmKa, Proses Pembelajaran Yang Panjang Dari Pemangku Kepentingan

Walaupun bukan ulat atau semut hitam, EsemKa sedang naik daun sekarang, terutama setelah salah satu karyanya dipakai oleh Walikota Solo Joko Widodo. Semua orang terhenyak dengan hasil karya anak bangsa yang begitu mempesona. Mulai dari mobil SMK-2 Solo sampai dengan pesawat terbang Jabiru SMK-29 Jakarta, seolah memperlihatkan SMK sedang meninggalkan lawan-lawannya di arena “Formula-1” pendidikan. Belum lagi SMK-SMK lain dengan hasil karya yang membanggakan, mulai dari inovasi pertanian, otomotif, kimia sampai elektronika. Kelihatannya setelah dulu menjadi “anak tiri”, SMK bangkit menyeruak kekuatan segmen pendidikan yang patut diperhatikan.

Melalui Tag-line “SMK bisa”, perlahan-lahan program yang dikomandani oleh DR. Joko Sutrisno sebagai Direktur Pembinaan SMK KemDikBud telah memperlihatkan hasilnya. Hampir di semua daerah perkotaan dan pedesaan, kebanggaan menjadi siswa SMK begitu besar. Hal ini menjadikan animo semua pemangku kepentingan termasuk guru, siswa, wali dan dinas pendidikan serta kalangan lain bisa bersatu padu dalam pencapaian hasil pendidikan. Bahkan di beberapa daerah, animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke SMK dapat mengalahkan animo masuk SMU karena “Brand” yang lebih kuat melalui iklan TV, pencapaian siswa, kebutuhan dunia usaha dan lain-lain.

Hal ini tidak datang tiba-tiba, saya masih ingat dengan peran ayah sebagai pensiunan pengawas Dikmenjur (Pendidikan Menengah Kejuruan). Beliau pada kurun tujuh-puluhan sampai akhir sembilan-puluhan berusaha keras untuk juga membangun kompetensi dan strategi SMK-SMK di Jawa Barat. Dan sekarang, kelihatannnya program pendidikan SMK saat ini sudah “cukup membumi” sehingga bisa memberikan kepuasan pada kalangan “Academic, Business & Goverment” (Akademis, Bisnis dan Pemerintah). Pada akhirnya ini memberikan “Above Average Return” (Tingkat Pengembalian Di Atas Rata-Rata) pada semua fihak yang terlibat karena mendahuluan filosofis “Benefit” (Manfaat) daripada “Profit” (Keuntungan) …..

Diharapkan filosofis yang sama dapat juga “merasuki” segmen dan tingkat pendidikan yang lain seperti PAUD, SD, SMP, SMU, Perguruna Tinggi serta pendidikan non-formal/informal….Semoga….

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=l2l7Divqnd4?rel=0&w=600&h=400]

Pesantren IT (Inspiring Teachers): Guru Kreatif Lokomotif Pendidikan Berkualitas

Kegiatan Pesantren IT yang telah dilaksanakan pada 23-24 Agustus 2011 lalu akan kembali diselenggarakan dengan tujuan untuk lebih memperdalam kemampuan para guru alumni kegiatan tersebut dalam penguasaan perencanaan pembelajaran kreatif.

Sebagai wahana persiapan menghadapi semester baru, kegiatan ini kembali akan diselenggarakan oleh komunitas #gurukreatif Pojok Pendidikan bekerjasama dengan ComLabs USDI ITB pada :

Hari/tanggal : Jumat – Sabtu/6 – 7 Januari 2012

Pukul                     : 09.00 s.d. 16.00

Tempat                : Ruang Seminar & Ruang Pelatihan Multimedia ComLabs USDI ITB, Gedung ComLabs ITB, Jalan Ganesha  No.10 Bandung 40132.

Acara diselenggarakan secara gratis bagi guru-guru alumni pesantren IT tahun lalu.

Agenda Acara :

Hari I

  1. Bedah Buku :
  •  
    • Buku Indonesia Mengajar (dalam konfirmasi)
    • Buku Bunga Rampai Pendidikan Kreatif
  1. Training Motivasi: Guru Kreatif Lokomotif Pendidikan Berkualias
  2. Sosialisasi program Pojok Pendidikan 2012

Hari II

  1. Praktek Pengembangan bahan ajar kreatif berbasis IT
  2. Praktek Pemanfaatan teknologi E-Learning dalam pembelajaran.


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=QcnzHlcfvPU?rel=0&w=600&h=400]

Puisi: Pojok Pendidikan Mengabdi

Yang kami lakukan adalah sesuatu yang nisbi
Dan tahu itu hanya sekedar menginspirasi
Setetes ilmu, nyawa pendidikan bagi guru kami
Profesi pendidik yang penuh kecintaan dan dedikasi

Tugas negara mencerdaskan kehidupan bangsa ini
Namun secara moral tugas setiap orang secara hakiki
Doakan kami sabar  membimbing dengan nurani
Terima kasih untuk pendidik dengan sepenuh hati


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=dugyQbNa_AU?rel=0&w=640&h=450]

Tahun Baru: Memulai Hidup Baru Dengan Kebiasaan Lama?

“Banyak orang berharap di Tahun Baru untuk memulai hidup baru dengan kebiasaan lama.” ~ Anonymous

Banyak orang membuat resolusi dengan pemikiran untuk mencapainya di tahun yang baru. Suatu usaha yg sangat baik dan bermanfaat sebagai acuan kita meningkatkan kinerja pribadi.

Pertanyaan strategisnya adalah:

  1. Apakah kita sudah memikirkan konsekwensi logis dari resolusi tersebut?
  2. Apalah sudah disiapkan bekal dan metal yang dibutuhkan agar resolusi tersebut tercapai?
  3. Rencana apa yang sudah disusun baik per semester, triwulan atau bulanan untuk mendukung resolusi yang kita buat?
  4. Apakah kita sudah menyatukan “Heart, Head and Hand” (Impian, Pikiran dan Tindakan) yang memberi ruh dan jiwa dari resolusinya?

Jawabannya adalah sesuai yang diungkapkan Oscar Wilde sebagai berikut:

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=1eOu-jVuuxo?rel=0&w=640&h=450]