Peran Alumni Dalam Pengembangan Almamaternya

Sering terjadi bahwa setelah lepas dari sekolah/institusi pendidikan yang telah membesarkan kita, tidak ada yang perlu dan bisa dilakukan untuk almamater kita tersebut. Setelah lulus yang dirasakan adalah lepas dari salah satu penjara akademis yang melelahkan dan menguras otak, materi dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Namun apa yang dilakukan oleh Universitas Cincinnati, dengan Program Bakti Alumni, membawa para lulusan kembali ke kampus untuk saling berbagi kesuksesan dan menjalin hubungan dengan para mahasiswa dan fakultas dimana mereka pernah menuntut ilmu. Melalui berbagai kegiatan dan pertemuan-pertemuan, para siswa belajar tentang “menguasai kehidupan” di luar ijasah & pencapaian akademis, serta pembuatan surat lamaran yang menjadi bekal dari suatu kesuksesan.
Eva Paus, profesor ekonomi dan CLPIA mencatat bahwa, “Kita dapat belajar banyak melalui interaksi dengan peran alumni, namun dengan waktu dan sumber daya membatasi kemampuan kita diantaranya mendatangkan suatu sejumlah besar alumni kepada kampus. Saya melihat Web sebagai satu cara yang efektif untuk menukar gagasan-gagasan antar alumni dan seluruh civitas akademika.”
Masing-masing lulusan diminta untuk menyediakan satu awal pernyataan tentang pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan sebagian dari permasalahan yang tidak bisa dipisahkan dengan menjawab tiga pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara anda memutuskan harus berbuat apa setelah lulus dari univesitas dan bagaimana cara anda dapat seperti hari ini? Apa yang sesungguhnya area/issue yang spesifik di mana anda memberikan kontribusi kepada komunitas almamatermu? dan Apa salah satu dilema paling sulit yang anda hadapi dalam memperjuangkan komunitas almamater Anda?
Nah bagaimana dengan anda???
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=j1YaefhWVNE?rel=0&w=640&h=450]

Manajemen: Regenerasi Kreatif Usaha Aktif Menuju Organisasi Kreatif

“The definition of insanity is doing the same thing over and over and expecting different results.” ~ Rita Mae Brown, Sudden Death

Kita hidup dalam abad di mana kekuatan persaingan dan perkembangan teknologi yang berakibat hampir setiap industri sekarang menjadi industri pengetahuan. Meningkatnya harapan orang yang terlibat di industri – yaitu pekerja, vendor  dan pelanggan berpengetahuan mencari kondisi kerja membaik, hubungan komersial dan produk / pelayanan yang berkualitas. Pertanyaannya, apakah sebenarnya mereka adalah kekuatan yang mendorong kreativitas dan inovasi organisasi?

Dalam Buku “CORPORATE CREATIVITY:The Winning Edge”, PRADIP KHANDWALLA  mengacu pada penelitian global untuk wawasan tentang kreativitas organisasi mempunyai premis  bahwa dalam rangka untuk berkembang besok, kita perlu menciptakan visioner saat ini yang dapat melihat dan menangkap peluang dan tidak gentar oleh kegagalan. Untuk itu, kita perlu lebih memahami sifat kreativitas di tempat kerja dan belajar untuk memanfaatkan secara efektif dalam organisasi.

Sebagai konsultan, peneliti, dan tutor  manajemen kreativitas, PN Khandwalla berfokus pada manajemen kreativitas yang berbeda dari kreativitas umum. Karena manajemen kreativitas kolektif melibatkan berbagai tim, departemen, asosiasi organisasi, bahkan sistem pemerintahan, komunitas dan masyarakat. 

Untuk selanjutnya silahkan dibaca:

[slideshare id=10683607&doc=creativeprocess-30sep11-111224214338-phpapp02]

Rachmi Utami: Analisa Penerapan COBIT dalam Implementasi LMS pada aplikasi OLAT

1.    Perencanaan dan Organisasi.

Dalam upaya meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar, Universitas Widyatama menyediakan LMS sebagai media belajar mengajar secara online, namun LMS yang digunakan harus dapat memenuhi kebutuhan untuk komunikasi online, resource share, dan project group.

 

Komunikasi online sendiri dimaksudkan agar dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi selama perkuliahan online berlangsung. Resource share diperuntukan agar mahasiswa dan dosen dapat berbagi bahan kuliah, dan project group digunakan sebagai repositories oleh mahasiswa ketika mendapatkan tugaskelompok dari dosennya.

 

Untuk dapat memenuhi kebutuhan diatas maka aplikasi yang diimplementasikan ialah Online Learning And Training (OLAT) yang berbasis opensource. Pengguna aplikasi ini ialah mahasiswa dan dosen jurusan Teknik Informatika. Perancangan yang dilakukan dalam implementasi aplikasi ini ialah konektifitas database aplikasi OLAT dengan database server utama, dan konektifitas aplikasi OLAT dengan chat server yang menggunakan aplikasi openfire.

 

2.    Akusisi dan Implementasi

Ditinjau dari tahapan akusisi dan implementasi maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya telah terdapat Learning Management System yang selanjutnya disebut LMS, yang ada di Universitas Widyatama. Namun pengembangan sistemtersebut tidak dilanjutkan ketahap yang lebih baik sehingga fungsi pada LMS tersebut terabaikan. 

 

Beberapa kelemahan yang ditemukan pada LMS OLAT diantaranya :

  •  Tidak semua fungsi fitur  yang  ada pada LMS OLAT dapat digunakan
  •  Fitur chating masih
    terjadi delay time
  •  User yang telah login dan idle (tidak melakukan aktifitas apapun) maka akan logout dengansendiri, idle time seorang user diatur oleh session login 

Database yang digunakan oleh aplikasi ini ialah MySQL, dimana pada sisi aplikasi OLAT menggunakan engine client yang akant erkoneksi dengan engine server pada server database utama.

 

3.    Pelaksanaan dan Dukungan

Dengan implementasi LMS OLAT maka perkuliahan online akan bias dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen untuk saling berkomunikasi dengan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia pada LMS OLAT. User yang dapat
menggunakan aplikasi ini ialah user yang telah terdaftar, user baru dapat melakukan registrasi pada link menu yang ada pada halaman login aplikasi OLAT, setelah melakukan registrasi maka user akan menerima email dari administrator aplikasi OLAT untuk menyelesaikan proses pendaftaran. Otorisasi user dibagi menjadi beberapa level, dimana seorang dosen memiliki otorisasi untuk membuat sebuah perkuliahan dan mahasiswa diberikan otorisasi untuk dapat bergabung ke dalam perkuliahan yang telah dibuat oleh dosen.


Dengan adanya resource share maka mahasiswa dapat menyimpan bahan kuliah dalam storage yang telah diberikan, dan dapat berbagi bahan yang dimilikinya dengan mahasiswa lain. Dukungan akan komunikasi yang telah disediakan dalam aplikasi dapat dipergunakan user untuk berdiskusi secara online, baik itu untuk membahas mengenai perkuliahan atau sekedar berbincang-bincang secara online. Dukungan project group dapat dipergunakan untuk mengerjakan projek secara bersama-sama baik itu tugas perkuliahan atau projek yang lainnya.

  

4.    Pemantauan dan Evaluasi

Pemantauan terdahap aplikasi maupun server aplikasi perlu dilakukan secara berkala, pada sisi aplikasi pemantauan yang dilakukan ialah dengan memantau agar servis-servis yang diberikan terus dapat berjalan, seperti keamanan pada resource share agar user-user yang tidak berhak tidak dapat mengakses resource share tersebut. Selain pemantauan dari sisi aplikasi juga harus dilakukan pemantauan secara berkala dari sisi server aplikasi, seperti pemantauan penggunaan storage yang digunakan sebagai resource share, koneksitifas aplikasi OLAT dengan chat server yang menggunakan openfire.

 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Qy0UzSy_RmU?rel=0&w=640&h=420]


Manajemen: Peran Masif Manajer Kreatif Agar Tetap Kompetitif

Manajemen kreatif bertujuan untuk mengubah organisasi melalui perubahan cara mereka dijalankan, dengan membuka iklim dan gaya manajemen, meningkatkan partisipasi dan memberikan lebih banyak kebebasan pada karyawan  untuk cara-cara yang akan dicapai, misalnya pengembangan produk baru.

Manajer kreatif  mengelola orang secara efektif dan memiliki pendekatan kreatif untuk masalah organisasi berfokus pada:

  • Pemecahan dan kerja sama tim
  • Mencapai inovasi dan keunggulan kompetitif
  • Memetik manfaat & keuntungan dengan meningkatkan “tingkat” kreativitas dalam organisasi.

KARAKTERISTIK MANAGER KREATIF:

  1. Bersedia untuk menyerap risiko yang diambil oleh bawahannya ==> Merasa nyaman dengan ide-ide yang baru dikembangkan ==> Mampu membuat keputusan yang cepat ==> Mereka adalah pendengar yang baik.
  2. Tidak memikirkan kesalahan masa lalu ==> Menikmati pekerjaan mereka ==> Mengharapkan bawahan untuk berhasil ==> Memanfaatkan kekuatan bawahan

Lebih lanjut dapat dibaca di bawah ini:

[slideshare id=10683563&doc=thecreativemanager-16sep11-111224211338-phpapp02]

Yulia Diarina: Implementasi COBIT Dalam Pengelolaan Moodle di E-Learning

Dalam metode COBIT (Control Objective for Information and related Technology) langkah pertama yang diambil yaitu :

 

  • Untuk perencanaan dan organisasi, berikut kelemahan-kelemahan Moodle dalam e-Learning:

    Bentuk Moodle: Terlalu sederhana sehingga menimbulkan kesan kurang menarik dari segi design antarmuka.

    Course: Masih banyak pendidik yang tidak bisa memakai Moodle dalam pembelajaran dikarenakan isi mata kuliah yang rumit untuk dimasukkan kedalamnya. Sehingga pemakaian dan pembelajaran aplikasi e-Learning menjadi kurang maksimal.

  • Akuisisi dan Implementasi

Ditinjau dari tahapan akuisisi dan implementasi maka dapat disimpulkan bahwa Moodle telah banyak digunakan termasuk di beberapa instansi di Indonesia.

Namun masih terdapat beberapa kelemahan yang ditemukan dalam implementasi diantaranya :

       Sumber daya

Masih kurangnya kemampuan menggunakan internet sebagai sumber pelajaran dan belum adanya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui internet.

     Pemeliharaan infrastruktur

Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu. 

  • Pelaksanaan dan Dukungan

Pengembangan Moodle dalam e-Learning dilihat dari pelaksanaan dan dukungan bagi keberlanjutannya dapat ditemukan beberapa kelemahan sebagai berikut :

   Akses internet: Tidak semua user (mahasiswa dan pelajar di Indonesia) dapat mengakses internet 24 jam, sehingga penggunaan Moodle menjadi tidak optimal.

     Memastikan keamanan sistem: Belum adanya sistem yang menjamin keamanan data.

    Materi dalam course: User masih cenderung tidak tertarik karena sifat materi yang masih terkesan kaku. Diperlukan materi yang dinamis seperti penggunaan video, audio, dan gambar agar user tidak bosan.

     Mengatur fasilitas: Perencanaan fasilitas dan pemeliharaan sudah dilaksanakan, namun masih belum optimal begitu juga pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas. 

Kesimpulan

Moodle sebagai perangkat lunak dalam e-Learning yang dibangun dengan berbasis web ini sebenarnya telah memiliki sistem yang terintegrasi dan dapat memberikan tool bagi pendidik untuk membuat website pendidikan.

Namun Moodle pun masih memiliki beberapa kelemahan-kelemahan dan berdasarkan atas kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya diatas, dengan diterapkannya metode COBIT diharapkan kinerja Moodle dalam e-Learning dapat lebih baik dan terorganisir sehingga tujuan dari e-Learning yaitu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran pada peserta didik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta media komunikasi dapat tercapai juga dapat memberikan kontribusi bagi peserta didik terutama mahasiswa.

Dengan COBIT, diharapkan penggunaan moodle sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat menghasilkan kerja yang efisien dan efektif serta membuat penggunaan dan pengelolaannya mempertimbangkan integrasi dimana hardware, software dan perangkat manusia membangun integrasi.


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=WxwXshM2v3Y?rel=0&w=640&h=450]

Manajemen: Kreatifitas dan Inovasi Nyawa Suatu Institusi dan Organisasi

Orang sering mengartikan berpikir kreatif hanya untuk pekerjaan yang ada hubungannya dengan seni. Ini adalah salah persepsi dan miskonsepsi. Dr. Edward de Bono, pakar dunia tentang berpikir kreatif mengatakan, kualitas berpikir kita menentukan masa depan kita. Edward De Bono lahir di Malta, dan lulus sebagai dokter dan psikologi. Kemudian bekerja di bidang medis selama 48tahun. 
Banyak persepsi yang terbentuk sekarang ini, yang menyatakan bahwa Kreatifitas itu adalah bawaan dari lahir atau bakat alami. Tetapi menurut pendapat Edward De Bono, Kreatifitas itu bisa dirancang. Otak manusia tidak dirancang untuk menjadi Kreatif. Otak dirancang untuk membuat pola-pola rutin, lalu mengenakannya serta mengikuti pola-pola tersebut.Itulah mengapa hidup itu mudah dan memungkinkan. Boleh jadi kita memerlukan pola-pola rutin itu sebesar 98% selama hidup ini dan hanya 2% untuk menjadi kreatif.
Pada tahun 1970-an dia mengubah persepsi orang tentang kreativitas dengan konsepnya Lateral Thinking. Pada dasarnya otak tidak didesain untuk kreatif. Namun dengan penerapan tools dari Lateral Thinking tools, otak dapat dilatih untuk bergerak menyamping dari pola yang sudah ada. Akibatnya ini akan membuka persepsi, konsep dan gagasan-gagasan baru.
Apa beda kreativitas dengan inovasi bagi suatu Institusi dan Organisasi? Kreativitas adalah proses melahirkan ide atau gagasan. Proses ini merupakan perpaduan dari motivasi, waktu, usaha dan pengetahuan. Sementara inovasi sering kali diartikan sebagai ide yang aplikatif dan tindakan yang mendatangkan hasil. Kreativitas adalah produk berpikir divergen, sedangkan inovasi adalah hasil dari berpikir konvergen. Atau sederhananya, kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan inovasi menciptakan hal yang berbeda dari yang sebelumnya sudah ada. Kreativitas saja, dalam artian penciptaan ide ide baru, tidaklah mencukupi. Yang kita butuhkan adalah inovasi yaitu bagaimana caranya menerjemahkan sebuah ide (entah itu ide lama atau baru) kedalam sebuah tindakan. Inovasi lahir dari gabungan pengetahuan yang sudah ada dan pengembangan pengetahuan yang baru.
Untuk selanjutnya silahkan baca presentasi saya di bawah ini:
[slideshare id=10683592&doc=creativemanagement-23sep11-111224213330-phpapp01]

Hari Ibu dan Peringatan Pernikahan Orangtua yang ke 50

Dua hari yang lalu adalah Hari Ibu dan hari ini adalah “Peringatan Pernikahan Orangtua yang ke 50”. Untuk mengingat momen spesial ini saya persembahkan puisi yang berjudul “Bersatu Dalam Keheningan Rindu” sebagai berikut:

Tak terasa lima puluh tahun telah berlalu
Cinta dan kasih sayangmu menjadi padu
Sebarkan nikmat ikatan resmi dalam bahasa kalbu
Membawa kami dalam biduk dan sauh yang bersatu

Mohonkan maaf kami belum bisa menghentikan deru
Hati dan tindakan kami yang masih penuh tanda seru
Namun hidmat dan doa menyertai sepanjang waktu
Sungguh bahagia tak terperi hantarkan bakti kepadamu

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=o62USXfcWCc?rel=0&w=640&h=450]
Artikel yang terkait:

Visi Pendidikan: Butuh Pandangan Garuda Yang Terbang Tinggi di Angkasa

“Education is not a preparation for life, education is life itself.”

Pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Demikian John Dewey menegaskan pemikirannya tentang pendidikan. Dengan demikian, umur pendidikan sama dengan keberadaan manusia di muka bumi ini.

Untuk menjadi manusia yang sempurna, manusia tidak boleh tidak memang harus belajar, atau harus memperoleh pendidikan. Manusia merupakan mahluk yang dapat diajar dan dapat mengajar. Animat educandum dan animal educancus. Manudia mahluk pembelajar, mahluk yang dapat dididik dan dapat mendidik.

Namun demikian, saat ini dimana pertumbuhan ekonomi yang dijadikan panglima dengan tidak berakar pada ekonomi rakyat dan sumber daya domestik serta ketergantungan pada utang luar negeri sehingga melahirkan sistem pendidikan yang tidak peka terhadap daya saing dan tidak produktif. Pendidikan tidak mempunyai akuntabilitas sosial oleh karena masyarakat tidak diikutsertakan di dalam manajemen sekolah. Pendidikan diselenggarakan dengan mengingkari kebhinekaan dan mengurangi toleransi serta semakin dipertajam dengan bentuk primordialisme. Hal ini ditunjang dengan Visi Depdiknas yang lebih menekankan pada pendidikan transformatif, yang menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak perubahan dari “masyarakat berkembang” menuju “masyarakat maju”.

Untuk itu dibutuhkan Visi Pendidikan yang berperan seperti “Pandangan Garuda Yang Terbang Tinggi di Angkasa” dimana harus disadari bahwa pembentukan masyarakat maju selalu diikuti oleh proses transformasi struktural. Hal ini yang menandai suatu perubahan dari masyarakat yang potensi kemanusiannya kurang berkembang menuju masyarakat maju dan berkembang yang mengaktualisasikan potensi kemanusiannya secara optimal. 

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=_9jdZhceZr8?rel=0&w=640&h=420]